Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Membuka pintu rahasia


__ADS_3

Long Chu bangkit dari kubur itu setelah bercerita panjang lebar, kemudian melangkah meninggalkan tempat itu.


Long Chu terus keluar dari hutan melewati sungai yang pernah disinggahi dan itu adalah momen dimana dia bertemu dengan Wen Hao.


Long Chu memandang sungai yang membentang, tidak ada perubahan, arus masihlah tenang seperti dulu. Dia mengingat dengan jelas bahwa ada sesuatu yang belum dituntaskan olehnya. Berharap dengan kekuatannya sekarang dia bisa membuka pintu tersebut.


Dengan segera dia melompat dan berenang ke dasar, sekarang beda dengan yang dulu, dia lebih tenang berenang karena nafasnya sangat teratur dan Qi ditubuhnya membantu sebagai oksigen dalam tubuh. Hingga dengan cepat dia mencapai dasar dari sungai itu. Long Chu ingat dengan betul posisinya. Namun setelah satu tahun lebih berlalu, pintu itu tersamarkan oleh lumut. Hanya saja itu tidak menjadi penghalang yang nyata baginya.


Long Chu menggunakan sebuah gerakan tangan dan mengayunkan bersama dengan suara hatinya !Pukulan raja kera!'


Tanah bergetar, riak air terjadi disana. Namun pintu masih bergeming dan tak menghiraukan pukulan Long Chu. Semakin tertantang lebih, Long Chu kembali mengayunkan tangannya. Kini dengan kekuatan yang lebih banyak tertuang dari pukulan itu.


Baam!


Pintu itu bergetar namun tidak hancur.


'Sangat kuat pintu ini, kemungkinan memang memerlukan kunci untuk membukanya' Long Chu memperhatikan detail pintu itu, pada waktu sebelumnya dia tidak sempat karena memang nafasnya sudah sesak. Kali ini lebih mudah dan dia harus mengetahui apa yang ada dibalik pintu itu. Seperti makhluk air, Long Chu terus berenang dengan santai. Dia meraba ukiran pintu itu dan menemukan sesuatu.


'Sepertinya disini letak kunci itu, tapi mengapa berbentuk seperti sebuah piringan kecil' Long Chu masih merabanya dan melihat ukuran itu. Segera dia teringat bahwa membeli suatu barang pada Qin Dan yang sepertinya berukuran sama. Long Chu mengeluarkan dari cincin penyimpanan 'semoga berhasil walau bukan kunci aslinya' katanya dalam hati.


Setelah itu dia tidak membuang waktu yang banyak, dia menaruh piringan kecil itu pada pintu. Segera pintu itu memancarkan cahaya kuning, Long Chu mengambil kembali piringan itu, siapa tau akan berguna kembali nanti. Pikirnya.

__ADS_1


Pintu bergetar dan memperlihatkan gerakan sedikit terbuka. Air segera memasuki pintu bersamaan dengan itu, Long Chu tersedot tubuhnya dan menghilang terseret masuk kedalam, pintu segera kembali tertutup rapat seperti tidak pernah ada yang membukanya.


Long Chu terombang ambil bersama air, dia seolah ikan yang berselancar dalam lorong waktu dan hanya menunggu dengan pasrah apa yang akan terjadi. Long Chu bahkan kehilangan kekuatannya di tempat sunyi itu. Hingga langit terbuka dan dia terjatuh dari langit tepat di antara beberapa orang yang sedang bertarung.


Baam! Aakh! Long Chu berteriak, sekarang dia berada di kawah yang berisi air. Seolah ikan yang akan direbus. Jika bukan karena kekuatan fisiknya yang meningkat. Pastinya dia akan memiliki tulang yang kembali patah seperti sebelumnya.


Pertarungan dua kubu harus berhenti karena mereka melihat dengan jelas seseorang datang dari langit dan terjatuh di tengah pertempuran.


Mereka masih menunggu sosok itu bangkit.


Long Chu keluar dari air yang menenggelamkannya dan bangkit mengambil nafas yang sedikit tersendat. Kemudian dia melihat di sebelah kanannya ada satu kelompok yang terdiri lebih dari sepuluh orang sedang menatap dirinya dengan tatapan bingung serta aneh. Long Chu juga melihat mereka dengan sedikit aneh, sebab mereka seperti manusia hanya memiliki telinga yang sedikit runcing dan panjang saja.


Lalu ada suara dari sisi yang berbeda dan menyadarkannya. Long Chu menoleh dan lebih terkejut, karena di sebelah kirinya itu seperti bukan manusia, tapi memiliki bentuk tubuh manusia, hanya saja lebih besar dan kokoh serta memiliki wajah yang sedikit aneh menurutnya. Disana juga terdapat satu kelompok, dimana kelompok itu terdiri dari beberapa orang, lebih sedikit dari yang kanan.


"Hey bodoh! Apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan?" Pertanyaan terlontar untuk kedua kalinya. Long Chu menatap orang yang berbicara itu, dia tidak mengerti apa yang dikatakan olehnya. Seolah orang itu bernyanyi dengan suara sumbang.


"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan?" Kata Long Chu.


Mendengar kalimat yang keluar dari mulut pemuda yang jatuh dari langit, kedua kelompok tak memahaminya, hanya teriakan tak jelas menurut mereka. Namun kelompok kanan hanya diam. Berbeda dengan yang di kiri.


"Kau mengolok-ngolok kami, hah? Rasakan ini!" Ucapnya. Segera dia mengambil senjata, mengayunkan gada besar ke arah Long Chu yang masih belum berpindah dari posisinya di air.

__ADS_1


Bam! Serangan itu langsung menghentak ke tanah, niatnya ingin memecahkan kepala pemuda itu, namun sang pemuda begitu mudah menghindari.


Tanah bergetar, air dalam kawah naik meninggi. Long Chu yang sebelumnya menghindari melompat tinggi dengan bantuan Qi yang mendorong tubuhnya ke atas. Kini turun menginjak gada besar yang masih berada di tanah. Lalu mengayunkan tinjunya.


"Gerakan pertama, seni pukulan raja kera!"


Swush! Tanpa dapat dihindari, kecepatan tangan Long Chu begitu cepat saat terayun hingga menghasilkan bunyi.


Praak! Tinju itu tepat mengenai hidung dan melempar tubuh besar itu, yang jelas tubuhnya dua kali lebih besar dari Long Chu namun tetap mampu menerbangkannya hingga melewati kelompok temannya.


Baam! Pendaratan yang tidak sempurna menghempaskannya ke batu besar hingga tidak sadarkan diri.


Semua orang terkejut, hanya bermodalkan satu pukulan saja dapat merobohkan salah satu kelompok.


"Sepertinya dia bukan musuh kak!" Salah satu dari kelompok yang ada di sebelah kanan berkata, dia satu-satunya wanita yang berpakaian seperti lelaki di kelompok itu, namun semua orang dalam kelompok mengetahui penyamarannya.


"Jangan menilai orang dari hanya sekali bertemu! Meskipun dia terlihat membantu kita, namun pada dasarnya dia hanya membela dirinya dari amukan Orc itu, kita masih belum bisa mengatakan bahwa dia orang yang baik, lagipula kita tidak tau dia berasal dari mana!" Jawab orang yang ada di sebelah gadis berpakaian lelaki itu.


Mereka semua pun ikut memperhatikan saja, ini juga keberuntungan mereka, jika pemuda itu tidak datang, entah apa yang akan terjadi kepada mereka. Meski menang kuantitas tapi kalah dalam kualitas. Hanya beberapa orang dari kelompok Elf tersebut yang berada pada ranah raja. Meskipun para Orc itu lebih rendah ranahnya, tapi mereka kalah fisik. Karena memang para Orc terlahir memiliki tubuh keras yang sulit disobek dengan pedang, itu adalah sebuah keberuntungan mereka. Namun dengan tubuh itu pula mereka lambat bergerak. Berbeda dengan Elf yang lincah tapi kekurangan mereka malah sebaliknya


Kemarahan segera terpancar dari para Orc itu, mereka ada empat orang tersisa dengan ranah raja bintang satu, namun dengan fisik yang kuat membuat mereka bisa mengimbangi satu bintang di atasnya…

__ADS_1


__ADS_2