Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Terima Kasih Naga Merah


__ADS_3

Di Bawah cakrawala yang redup, masih dengan rintik hujan yang tak kunjung reda. Seolah menangis untuk keadaan kerajaan Chu yang luluh lantak.


Leng Kai kini tersudut, karena menghadapi dua orang, namun bantuan datang kepadanya, anaknya ingin menyelamatkan sang ayah, tapi apa mau dikata, dia hanyalah seorang pemuda yang tak bisa mengukur ketinggian langit, jika dia bersembunyi atau lari, mungkin akan ada kesempatan untuknya membalas dendam kemudian hari.


Tapi sayang, keputusan seringkali tidak memikirkan logika dan kenyataan.


"Leng Xu, pergilah, jangan ikut campur!"


"Kita pergi bersama ayah!" Sahut Leng Xu, sambil membantu ayahnya bangkit. Namun sebuah serangan mengakhiri langkah.


Ling Suan menghujamkan pedangnya kepada Leng Kai. Lalu menendang Leng Xu hingga terpental cukup jauh.


"Ayah!!" Leng Xu menangis histeris. Namun sebuah tombak kini menghujam jantungnya dari belakang.


Itu adalah tombak dari Penasehat Zhi, dia tidak peduli bahwa itu adalah anak muda, karena sudah berani membantu lawan. Artinya adalah musuh yang harus dihancurkan…


Kini pertarungan dari berbagai pihak sudah menemukan titik terang. namun ada satu pertarungan yang belum bisa dipastikan kemenangannya, karena cukup terlihat berimbang sekarang.


Dan ini adalah penentuan untuk masa depan kerajaan Chu.


Pertarungan itu adalah pertarungan Long Chu dan Tang Rui yang kini menghancurkan banyak bangunan, karena tidak lagi memandang dimana mereka memukul, menendang menyikut bahkan melemparkan energi yang tajam dan padat.


Long Chu mundur, masih dengan tatapan tajamnya menatap Tang Rui. Dia menyatukan telapak tangannya, lalu membuka sedikit, ada gelombang api yang muncul dari sana. Lalu dia menarik tangan kirinya dan membiarkan tangan kanan mengontrol api itu, api berwarna biru yang panas.


Kini semua orang semakin menjauh dari pertarungan keduanya, karena tidak ingin mengganggu dan mati konyol.


Long Chu melepaskan api itu dengan melempar, api itu melebar dan semakin besar ketika berada cukup jauh. Dan itu melesat secepat kilat menuju Tang Rui yang juga menggunakan tekniknya.


"Tapak penghancur semesta!" Tang Rui bergumam, muncul bulatan energi berwarna emas di telapak tangannya, kemudian membesar dan dilemparkannya juga.

__ADS_1


Dua energi kini saling mendekat, dengan kecepatan yang sama. Dua tarikan nafas saja berlalu dentuman keras terdengar, terlihat di udara ledakan api besar disertai hembusan angin dahsyat, seolah kerajaan Chu dimurkai oleh dewa.


Dilihat dari mana saja, dekat maupun jauh, kerusakan itu benar-benar terlalu parah. Akan banyak sumber daya keuangan untuk membangun kembali kerajaan yang kini hancur dan menjadi medan pertempuran.


Long Chu yang masih dikendalikan naga merah menatap sekitar, dia memunculkan sayap di kedua punggungnya, lalu terbang menjauh dari tempat itu.


Tang Rui yang tidak ingin melepaskan lawan, tentu saja menyusul, energi spiritual terkumpul di kakinya, kemudian dia melayang dan melesat terbang, menyusul pemuda itu.


Semua orang hanya bisa memandang tinggi kelangit dan tak bisa membantu apa-apa. Dan melihat lagi pertarungan mereka yang kini berada di atas.


Tang Rui, meski hanya di tingkat kaisar, tapi dia berasal dari alam dewa dan memiliki Qi serta energi spiritual yang memungkinkan untuk terbang, dan ranah sebenarnya bukanlah pada Ranah kaisar bintang satu jika tidak terluka dari bekas pertarungannya dahulu dengan Gu Zhong.


Sedangkan Long Chu, ada sayap transparan milik naga merah yang mengepak di belakang, jika bukan naga merah yang mengendalikan, saat ini dia belum bisa terbang.


Pedang nirwana berayun, dengan Qi api yang disalurkan pada bilahnya, menambah nyala terang.


Mereka saling mengadu senjata kembali. Pedang dan tombak beradu di udara.


Long Chu kembali mundur, begitu pula dengan Tang Rui. Kini keduanya mengambil nafas yang cukup dalam, tenaga semakin berkurang dan nafas kembang kempis tak karuan.


Long Chu atau Naga Merah menyeringai, kelebihan dari tubuh Long Chu yang dipakainya adalah konsumsi tenaga dalam yang bisa dijadikan Qi, dan itu sangat membantu.


Sedangkan Tang Rui memiliki batasan Qi pada tubuhnya yang sudah diperhitungkan oleh Naga merah akan habis tidak berapa waktu lagi.


"Saatnya menggunakan serangan terbaik dari teknik anak muda ini" ucap Naga Merah, masih dengan suara besarnya. "Gerakan kedua, seni pedang menentang surga!"


Swoosh! Seperti kilat, tubuh Long Chu melesat. Tanpa kuda-kuda, hanya gerakan tangan di udara, dia mengirimkan serangan kuat miliknya.


Energi api berbentuk bulan sabit menghantam tombak Tang Rui yang berputar di depannya.

__ADS_1


Boom! Udara kembali bergetar, Tang Rui terdorong mundur, tombaknya pun hancur "Sial, dia tidak kekurangan energi, terbuat dari apa tubuh bocah ini. Dan monster apa yang merasukinya hingga bisa mengimbangi kekuatanku?" Tang Rui Bergumam


Matanya membelalak ketika melihat pemuda itu kembali muncul dengan energi yang lebih besar dari sebelumnya.


Swish! Long Chu menembus pekatnya asap akibat ledakan sebelumnya dan menggunakan gerakan ketiga dari kitab pedang dewa "Seni pedang pembunuh Dewa!" Long Chu berteriak dengan menghabiskan dan memusatkan seluruh kekuatan yang tersisa di ujung mata pedang Nirwana.


Tusk! Argh! Raungan keras terdengar, menggema di udara.


Semua orang mendongak ke langit, untuk memastikan siapa yang berteriak, namun belum sempat melihat dengan jelas mata mereka dibuat silau dengan ledakan api dan tangan mereka berayun menutupi telinga. Karena ledakan itu sangat keras mengganggu pendengaran.


Tubuh Long Chu terjatuh dari ketinggian dengan cepat, karena kekuatan naga mulai memudar.


Boom! Tubuhnya terjatuh dan mencetak di tanah, kontrol tubuhnya kembali.


"Terima kasih naga merah!" Long Chu tersenyum. Meski tubuhnya rasanya sangat remuk, Lalu perlahan pandangannya mengabur dan tertutup.


"Ayo ayah! Aku melihatnya, dia terjatuh disana!" Seorang gadis mengajak orang tuanya.


"Kau sekarang sudah besar Nak!" Ucap sang ayah menggoda anaknya, namun dia tetap mengikuti kemana arah anak gadisnya itu berlari.


Sementara itu di tempat lain, Chu Lei tertangkap dan wajahnya sudah sulit untuk dikenali, jika bukan karena pakaiannya adalah pakaian khas kerajaan, mungkin tidak akan ada yang mengetahui bahwa itu adalah Chu Lei, raja yang menekan rakyat dengan pemerintahan kejam. Di sampingnya, ada seorang wanita yang juga ditangkap, dia tidak lain adalah Ratu Bai An dan juga Chu Yang yang lemah terbaring, seolah tidak memiliki lagi kekuatan.


Kini ketiga orang itu. Dikelilingi oleh ribuan orang, di antaranya ada Selir Ling Hua, penasehat Shen Zhi Ran, Ling Suan, Wen Hao dan banyak pengikut setia dari Raja Chu Yuan yang masih ada berkumpul.


Datang lagi puluhan orang dengan tangan terikat, mereka adalah para petinggi kerajaan yang berhianat, kini mereka dikumpulkan bersama dan akan diadili nanti di alun-alun kota bila masih.


Dari kejauhan, Raja Bai Saluang menggelengkan kepalanya sedih, dia melihat adiknya kini diperlakukan tidak baik, sebagai seorang kakak yang baik dia ingin membantu, tapi tidak kuasa, karena ada begitu banyak pendekar kuat disana yang sebanding dengannya.


"Aku akan membalaskan dendammu kelak saudaraku, akan ku ratakan kerajaan Chu ini!" seorang lelaki bergumam dan bergerak meninggalkan tempat itu bersama air mata yang tidak terhapus di wajahnya.

__ADS_1


"Sepertinya pangeran sudah menang Selir Ling!" Kata Shen Zhi Ran, dia mengabarkan hal itu langsung, karena dia melihat bayangan pemuda yang terjatuh dari ketinggian.


Ling Hua mengangguk lalu berkata "Rakyatku, aku serahkan penjagaan orang-orang ini kepada kalian" kata Ling Hua. "Ayah! Penasehat, Ayo kita ke tempat anakku, aku khawatir dengan keadaan dirinya"


__ADS_2