
Duar! Ledakan besar terjadi dan menghempaskan Long Chu ke lantai. Hingga dia terlepas dari tembakan jaring yang mengarah kepadanya.
Tak dapat dipahami, mengapa siluman laba-laba pak tua Hai meledak? Yang Long Chu pahami, sekarang dia merasakan pedang di tangannya bergetar. Entah karena apa?
Namun tak ada waktu untuk berpikir lama. Sebab masih ada satu lawan yang kini mengejarnya ke bawah dengan tatapan yang ingin memakan hidup-hidup. Long Chu bangkit dengan menghentakan dua kakinya. Setelah itu membuat lonjakan dan bersalto kebelakang seraya menendang kepala siluman laba-laba seperti bola sepak.
Baam! Laba-laba itu telambung satu tarikan nafas. Membuat Long Chu bisa menjauh dan mengambil nafas perlahan untuk mengisi tenaga dalam kemudian dia menyeka darah hitam yang berada di keningnya lalu menarik nafas lagi sebelum bergerak dengan pedang aneh di tangannya.
"Jika kau memang bisa di ajak bertarung aku akan selalu membawamu bertarung!" Teriak Long Chu sambil melentingkan tubuhnya dan menendang dinding lalu berbalik dengan pedang yang masih belum mau tercabut dari sarungnya.
Ujung sarungnya itu pun masihlah tajam. Jadi Long Chu memanfaatkan hal itu untuk menghujamkan ke tubuh siluman. Namun siluman itu mengangkat delapan kakinya ke depan dan menyemburkan kembali dari mulutnya benang putih yang banyak. Pikirnya itu mungkin mampu untuk menahan tusukan pedang.
Tapi sekali lagi Long Chu membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Long Chu mencoba memadatkan angin di telapak kakinya itu dan udara tipis mulai memadat lalu dia menghentak satu kali dan berdiri diatas benang putih itu. Kemudian berlari dengan ketenangan yang cukup tinggi dan tubuh yang ringan layaknya kapas. Long Chu dapat menjangkau delapan kaki yang mengurung wajah serta perut siluman laba-laba tersebut.
Tak habis pikir sampai disitu saja. Long Chu mengalirkan Qi api kedalam pedang. Akan tetapi seolah dia dikhianati. Pedang itu tidak memunculkan api dan malah menyedot Qi miliknya melalui tangan dan terus menghisap sehingga dia kehilangan konsentrasinya dan terjatuh, terhempas! Dia mencoba lepas. Tapi pedang itu seperti haus atau lapar ingin makan dan makanannya tentu adalah Qi.
"Apakah sebelumnya juga seperti itu? Apakah aku akan meledak layaknya laba-laba tua? Hei pedang bodoh! Apa yang ingin kau lakukan? Lepaskan, berhentilah!" Long Chu berteriak kesal. Dia terkapar di lantai dengan pedang yang masih tak henti melakukan penyedotan itu. Sedangkan tangan kirinya berusaha untuk melepaskannya.
Long Chu kehabisan Qi. Pedang itu pun terlepas dengan sendirinya. Dengan nafas yang terengah Long Chu menjauhkan tubuhnya sebelum pingsan tak sadarkan diri.
__ADS_1
Pedang itu bergetar setelah itu terbang dan sat sat set!
Waktu berlalu. Yun Fei Yang keluar dari balutan benang putih yang mengurungnya. Matanya menyapu ke segala arah. Dimana kini dia berada di sebuah Gua dan dia dua temannya lagi yang masih terbalut benang putih. Juga ada Long Chu yang terkapar. Segera dia bergerak meski badan terasa remuk meraih tangan Long Chu untuk memeriksa denyut nadi.
"Syukurlah Kak Chu masih hidup!" Gumamnya. Setelah itu dia bergerak mendekati dua lainnya dan mengambil pedang lalu membelah lilitan benang yang memang tidak sekuat dan sekeras asal.
"Bagaimana keadaan kalian berdua?" Tanya Yun Fei Yang. Dia melihat mata keduanya bergerak dan perlahan terbuka lalu terayun.
Zhan Shi mengucek matanya seakan dia telah melewati mimpi yang indah di dalam balutan benang putih siluman laba-laba.
"Apa yang terjadi senior Yun?" Zhan Shi bertanya tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Yun Fei Yang sambil mencoba duduk.
Hu Li juga mengerjapkan matanya "dimana kita. Mengapa seperti ada dalam Gua?" Tanya dia.
"Aku juga tidak tau. Terakhir kali aku ingat kita berada disebuah rumah. Setelah itu rumah menghilang dan berganti dengan ruangan putih lalu aku tak tau lagi. Sebaiknya kita bertanya kepada Kak Chu jika dia sudah siuman dari pingsannya. Kita papah dia keluar dari Gua ini, aku merasa merinding berada disini terlalu lama"
Ada begitu banyak darah hitam yang berbau namun yang anehnya tidak ada lagi siluman laba-laba di tempat itu. Bahkan bangkainya saja tidak ada? Entah apa yang terjadi sebelumnya?
Zhan Shi dan Hu Li memapah Long Chu. Sedangkan Yun Fei Yang berjaga di depan sebagai pembuka jalan.
__ADS_1
Keluar dari Gua itu. Mereka langsung dihadapkan dengan hutan lebat yang hampir tidak terlihat cahaya. Hanya ketika dedaunan itu tertiup angin, baru akan terlihat ada cahaya yang terlihat. Namun itu juga cahaya redup yang menandakan waktu sudah malam.
"Sepertinya sudah malam" kata Yun Fei Yang.
"Lantas sebaiknya kita harus bagaimana senior Yun. Berjalan tidak ada penerangan akan menyesatkan kita. Bertahan aku merasakan takut!" Ucap Zhan Shi.
"Ini misi bukan misi level mudah melainkan misi tingkat Ss. Seharusnya pihak sekte mengetahui hal ini dan mengirim seseorang untuk menolong kita. Untungnya senior Chu ikut. Jika tidak! Mungkin kita tidak akan memiliki mata lagi untuk melihat hari esok" timpal Hu Li.
"Kita harus menyadarkan Kak Chu untuk menentukan pilihan!" Kata Yun Fei Yang. Setelah itu dia meraih air minum di kantong penyimpanannya dan menyiramkan ke wajah Long Chu.
Long Chu yang terkejut langsung melompat menjauh dan bersiaga dengan kuda-kuda bertarungnya.
"Apa yang kau lakukan Kak Chu? Musuh sudah tidak ada lagi!" Kata Yun Fei Yang tertawa melihat tingkah Long Chu.
"Siapa yang menghabisi musuh?" Tanya Long Chu dengan bingung. Dia mengingat momen itu dimana dia dikalahkan oleh pedang sialan yang menyedot Qi miliknya.
"Kalau bukan Kak Chu. Lantas siapa lagi? Kita hanya berempat tidak ada yang lainnya!" Sahut Yun Fei Yang, bingung dia mendengar Long Chu bertanya seperti itu. "Jika bukan kamu Kak Chu! siapa lagi yang bisa? Sedangkan kami terperangkap dalam benang putih yang melilit sekujur badan kami" tambah Yun Fei Yang. Dia membersihkan dedaunan dan duduk bersandar pada pohon besar.
"Aku?" Long Chu menunjuk dirinya sendiri. Dia tidak merasa membunuh siluman laba-laba betina itu. Kalau yang satunya bisa dikatakan iya, walaupun pedang sialan itu yang membantunya 'Eh tunggu dulu' dia menyentuh pundaknya dan mencari pedang itu namun tidak menemukan. "Dimana pedangku?" Tatapnya ke arah Yun Fei Yang sambil bertanya.
__ADS_1
Yun Fei Yang menjawab "Tidak ada pedang yang kami lihat saat ingin membawamu keluar dari Gua yang mengurung kita sebelumnya"
'Mungkin dia sudah pergi, entahlah? Jika tidak bisa digunakan dan hanya akan merepotkan diri sendiri untuk apa dipelihara' gumamnya. "Jadi menurutku desa sunyi itu tidak ada? Dan semua penghuni disana hanyalah arwah atau memang semacam ilusi yang diciptakan oleh siluman laba-laba itu dan kita sekarang terjebak di hutan ini. Kita harus bermalam dan istirahat lagi. Aku akan mengumpulkan tenaga. Kalian jangan berkeliaran. Sebab kita tidak tahu bahaya apa yang mengancam dihutan ini" terang Long Chu