
"Ratu Bai! Pulihkan saja dulu kekuatanmu! Biarkan aku yang melawannya sementara"
Long Chu segera merentangkan tangannya agar Ratu Bai tidak maju terlalu jauh. Namun hal itu malah membuat sebuah sentuhan yang tak seharusnya.
Long Chu dapat merasakan adanya bentuk kelembutan yang kenyal tapi bukan terbuat dari jelly. Segera dia menarik tangannya. Untung saat itu dia membelakangi pasukan ratu Bai. Jika tidak!? Pasti pasukan ratu Bai akan mengejarnya, sebab dianggap melecehkan harkat dan martabat seorang Ratu.
Dia bahkan terlihat malu ketika mengingat itu. Dalam bentuk kedewasaannya dimasa lalu. Dia sudah mengenal bentuk itu. Hanya tubuh muda ini saja yang belum merasakan. Tentunya hasrat itu ada! Siapa yang dapat menghilangkan sebuah hasrat jika miliknya masih berfungsi dengan sempurna?
Ratu Bai sendiri terkejut. Dia bahkan tak menduga akan terjadi hal yang dianggapnya memalukan. Ingin segera dia bersembunyi dalam lorong kecil yang tak dapat dilihat oleh orang lain bagaimana merah padam wajahnya.
'Mengapa wajah mereka memerah, apakah ada hal di antara mereka? Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sepertinya dengan membunuh pemuda yang tak memiliki aura siluman ini akan melemahkan mental Ratu Bai, sehingga dapat dengan mudah dikalahkan. Atau aku bisa mengancam untuk tidak membunuh pemuda itu demi mendapatkan Ratu, ide yang sangat menarik. Aku memang sangat pintar!' Pikir Raja Ye. Inisiatifnya pun langsung digunakan. Terarah kedua pedang miliknya dengan menggunakan langsung serangan terbaik.
Memandang Long Chu yang hanya berada di bintang satu pendekar raja. Membuat Raja Ye tidak menggunakan kekuatan penuhnya. Niatnya pun hanya akan melumpuhkan pemuda itu.
"Gerakan pertama. Pedang kembar pembunuh!"
Raja Ye bergumam sambil menyilangkan pedangnya seolah menggunting sesuatu. Sesuatu itu tentunya adalah pemuda yang ingin dibuatnya terluka.
Long Chu maju satu langkah, lalu menarik kaki kanan dan menghentakannya ke tanah hingga debu terangkat setengah lututnya.
Lalu dia menarik pedang naga merah dari sarungnya dan melempar sarung itu kedepan. Lebih tepatnya kearah raja Ye yang sedang menerjangnya.
__ADS_1
Raja Ye tidak menghindar sama sekali, dia merubah posisinya dan menebas sarung pedang itu dengan pedang di tangan kirinya.
Long Chu pun bergerak. Dia melentingkan tubuh ringannya dengan gerakan monyet mencuri mangsa. Lalu menukik dengan pedang naga merah yang menyala, membara dan hawa panasnya dapat dirasakan oleh semua orang yang ada disana.
"Senjata apa sebenarnya yang dimilikinya? Mengapa bisa sepanas ini?"
Dentang! Treng! Treng! Treng! Getar udara dapat dirasakan bersama ketika tiga pedang itu beradu dengan kekuatan yang hampir sama hebatnya.
Argh! Raja Ye melompat mundur dia merasa menyesal menggunakan setengah kekuatan. Karena kini ada luka sayatan yang mengenai lengan kirinya. Bahkan pedangnya kini terlihat ada retakan. Pedang yang menemaninya selama ini.
"Apa kau tau dari tingkatan mana pedang pemuda itu?" Bai Du bertanya kepada Bai Juan,
"Aku tidak tahu, jika tidak menyentuhnya, meskipun aku ahli dalam senjata sekalipun" sahut Bai Juan. "Namun aku dapat memperkirakan bahwa pedang itu sekelas pedang surga. Apa kau ingat dahulu kala. Ketika kita masih berada di alam dewa. Teman dari leluhur kita pernah memiliki pedang yang motifnya hampir sama seperti itu tapi hanya berbeda warna saja dan pedangnya itu adalah pedang kelas surga.
Kelas rendah, Senjata kelas rendah adalah senjata yang paling biasa diantara yang biasa.
Kedua kelas kuning. Ketiga kelas mystic. Keempat kelas surga. Namun sulit untuk menemukan senjata kelas surga bahkan di alam dewa sekalipun. Sebab itu hanya orang yang dianugerahi keberuntungan yang dapat memilikinya. Dan katanya lagi pedang sejenis kelas surga memiliki roh yang menghuninya"
"Jika itu kelas surga. Maka kita mungkin akan tertolong karena roh pedang tak mungkin membiarkan tuannya mati" ucap Bai Du.
"Semoga saja itu benar!"
__ADS_1
Boom! Boom! Dua serangan beradu. Rentetan ledakan terjadi di udara.
Long Chu terlempar dengan darah yang mengalir di mulutnya. Sedangkan Raja Ye mengalami hal yang serupa.
Long Chu menyerang kembali dengan teknik terbaiknya. "Gerakan kedua, seni pedang menentang surga!"
Wush dia bergerak cepat seringan kapas sembari menghindari serangan Raja Ye. Pada suatu momentum yang pas dia melepaskan tebasan terbaiknya.
Baam! Raja Ye terjungkal ke belakang.
Kini luka dalamnya terbuka lebih lebar. Dia bahkan tak menyangka akan mengalami hal ini karena meremehkan kekuatan lawan.
Ratu Bai Lin berdiri. Dia mengambil kesempatan di saat raja Ye masih dalam keadaan seperti itu. Memegang dada yang cukup sesak.
Long Chu melemparkan pil penyembuhan kedalam mulutnya secepat kilat. Agar orang lain tidak melihatnya setelah melihat Ratu Bai Lin bergerak
Duar! Serangan ratu Bai Lin mengenai tanah dimana Raja Ye berada sebelumnya. Mungkin serangan telak tidak mengena tapi efek serangan tetap mendorongnya hingga terjungkir balik lahi oleh terpaan angin yang berhembus kencang.
Melihat hal itu pedang naga merah melesat mendekati sarungnya yang kebetulan berada dekat dengan Raja Ye sekarang.
Segera naga merah berubah bentuk besar dengan menggeliat menatap raja Ye. Dia memberikan tekanan seorang raja kepada bawahannya. Dengan dominasinya itu. Raja Ye akhirnya sedikit melemah. Itulah kesempatan raja Naga merah untuk melahap.
__ADS_1
Api biru terlepas dari mulut naga merah. Api itu menghantam raja Ye tanpa dapat dihindari.
Wush! Membakar raja Ye hingga menjadi kerangka lalu mengambil kristal Roh itu pada mulutnya dan langsung membawanya masuk kedalam cincin dunia.