
'Aku menyukaimu, sangat!' Ucap Cai Muning dalam hati, dia tampak malu.
"Eh aku baru tersadar, tadi kau mengatakan bahwa kau membantu ibuku untuk mengurus material antar kerajaan, bagaimana itu bisa?" Long Chu bertanya mengalihkan pemikiran Cai Muning.
"Jika kau bisa berjalan, akan ku beritahu alasannya, sekarang kau istirahatlah! Aku akan pergi dulu" Cai Muning berdiri dan menaikan selimut ke dada Long Chu, lalu mencuri ciuman di pipi, setelah itu berlari kecil, keluar kamar tanpa menoleh.
Tangan Long Chu menyentuh bekas kecupan bibir itu di pipinya dan tersenyum, "apakah di kehidupanku kali ini akan dikelilingi banyak wanita, bagaimana caranya aku menolak mereka?" Gumamnya, Lalu duduk bersila, perlahan menyempurnakannya, kemudian dia masuk kedalam cincin dunia dengan jiwanya.
Di dalam cincin dunia, Long Chu lebih leluasa bergerak, karena hanya tubuh yang terluka bukan jiwa. Disana dia menemukan pedang naga merah yang tertancap dalam sebuah lingkaran abu bakar bekas kristal binatang buas.
Long Chu duduk di hadapan moncong pedang naga merah, kemudian tangannya berayun, membelai kepala gagangnya dan berkata "terima kasih banyak, aku akan mencarikan nanti kristal binatang buas atau kristal siluman untuk mengembalikan kekuatanmu yang telah terpakai untuk membantuku, kau akan menjadi sahabat seperjuangan, kita tidak akan terpisahkan seperti satu tubuh dua nyawa"
Hening sejenak setelah dia selesai berkata.
Kemudian Long Chu berjalan ke arah kebun dari tanaman herbal yang telah ditinggalkan oleh guru dari ibunya, atau mungkin dari gurunya guru ibunya yang disebut dewa pedang, karena cincin itu adalah warisan yang termasuk dalam rebutan dari Tang Rui dan saudaranya.
Long Chu memetik beberapa bahan untuk dijadikan damuan, sebab untuk dijadikan Pil belum semuanya mencukupi dalam segi umur.
Dia memetik yang menjadi kebutuhannya saja, meskipun ramuan tidak secepat Pil dalam hal penyembuhan, namun hanya hal itu yang kini bisa membantunya. Long Chu tak ingin terlalu bergantung kepada ibunya untuk dibuatkan ramuan, karena Ling Hua sekarang seorang ratu yang diperlukan oleh banyak orang.
Setelah merasa cukup berkeliling kebun herbal itu yang tidak terlalu luas, hanya berukuran lima ratus meter persegi, dia kembali ke tempat dimana Naga Merah tertidur.
__ADS_1
Long Chu menghentikan langkahnya pada sebatang pohon besar yang tak pernah dia tahu dan dapat dikenali pohon apa itu namanya. Namun acap kali dia lewat, tidak pernah singgah barang sekalipun.
Cincin dunia itu cukup luas. Dan masih belum dijelajahi semuanya, yang acap kali dilakukan ketika berpindah jiwa atau tubuh. Hanya berlatih keterampilan dan juga berlatih alkimia yang diajarkan oleh ibunya. Selain itu hanya menempati bangunan rumah yang ditinggalkan serta melihat kebun obat. Sisanya dia belum menjelajahi, entah seluas apa tempat itu?
Sekarang berada di bawah pohon besar itu, Long Chu dapat merasakan pekat energi Qi yang belum pernah ditemui di tempat manapun di dunia yang pernah dijelajahinya. Bahkan ini pertama kalinya dia berada dibawah pohon besar yang ukurannya sepuluh kali ukuran pohon normal di dunia.
Sebelum-sebelumnya dia hanya lewat dan tidak terlalu memikirkan pohon itu, baginya itu layaknya hanya pohon biasa saja, tak taunya itu adalah pohon yang memiliki esensi Qi lebih banyak dan kental, namun hanya jika berada di bawahnya saja dapat merasakannya. "Jika tau dari dulu disini banyak energi Qi, tentunya aku tidak akan perlu memakai penyerapan dan penyaringan tenaga dalam untuk menghasilkan Qi" Long Chu bergumam sesal, tapi ada baiknya dia mendekati dan duduk di bawah pohon itu.
Kemudian dia duduk bersila layaknya seorang kultivator alam dewa, metodenya sudah berubah semenjak diajari oleh naga hitam tentang kultivasi. Jadi dia akan mencoba menyerap esensi Qi secara langsung, tidak lagi menyerap tenaga dalam dan menyaringnya seperti yang dia lakukan sebelum-sebelumnya.
Energi itu begitu nyaman dan juga lembut, seakan dia dibuai oleh energi itu dan larut dalam keheningan. Begitu pekat dan padat, Long Chu seolah menemukan dunia baru tentang pengetahuan kultivasi.
Setelah cukup banyak menyerap energi dan seolah tubuhnya kekenyangan hingga tidak ada lagi yang memasuki dantiannya. Long Chu membuka matanya yang terpejam, dia dapat merasakan vitalitas kehidupannya jauh lebih baik.
_
_
Di tempat yang jauh, ada sebuah kelompok yang menamakan kelompok itu, kelompok bulan sabit kematian, dengan bendera berwarna hitam dan ditengahnya ada lambang bulan sabit berwarna merah darah. Mereka tengah berkumpul di satu ruangan, masing-masing dari mereka memiliki gelar yang tak bisa dianggap remeh di benua itu.
Aliansi aliran hitam ini begitu ditakuti sekarang, sebab memiliki seorang immortal yang tidak lain adalah Tang Gui, pemimpin daripada kelompok Sabit Kematian. Desas-desus tentangnya yang bisa terbang dan berasal dari dunia lain. Menguatkan ketakutan di hati orang yang mendengar nama dari kelompok itu.
__ADS_1
Bahkan, sesama aliran hitam sendiri akan takut jika berhadapan dengan ketua dari Sabit Kematian.
Ada sebuah meja bundar cukup besar, dan ada enam orang yang duduk di kursi.
Di sebelah kanan adalah Han Bing atau yang dikenal dengan gelar Iblis dari barat. Disampingnya ada Ming Di dan Ming Du sikembar yang bergelar Setan Darah.
Menuju sebelah kiri, Ada Shen Jiuli yang bergelar Dewi Kipas kematian dan disampingnya ada seorang waria yang bernama Wen Hua, dia bergelar pendekar Ganda.
Dan satu orang lagi yang berada di tengah dan menjadi pusat pandangan dari lima orang itu. Dia adalah Tang Gui pemimpin dari kelompok itu. Dengan wajah yang cukup tua, tapi dialah yang terkuat di antara lima orang itu, walaupun dari segi ranah tidak berbeda jauh. Yaitu ranah pendekar Kaisar bintang empat.
Sedikit kisah Tang Gui, Tang Rui dan Gu Zhong..
Alam Dewa. Gu Zhong setelah kematian Gurunya Dewa Pedang yang diracun oleh kedua kakak seperguruannya, membawa serta semua harta, berupa cincin dunia, kapal terbang dan juga yang lebih penting Kitab pedang Dewa yang diincar oleh dua bersaudara Tang Gui dan Tang Rui.
Gu Zhong memunculkan kapal terbang cukup besar yang berasal dari cincin dunia dan menaikinya. Namun sebelum terbang jauh.
Ada satu kapal terbang kecil yang mengejarnya dengan kecepatan penuh. Dua orang berdiri di ujung kapal terbang itu, salah satu berteriak. "Berhenti Gu Zhong, serahkan semuanya kepada kami. Maka kami akan mengampuni nyawamu dan juga keluargamu" teriak Tang Rui.
Mendengar ancaman tentang keluarganya, Gu Zhong termenung dan tidak sadar bahwa kecepatan kapal terbangnya mulai melambat, karena mulai kehabisan batu spiritual yang digunakan sebagai bahan bakar.
Menyadari kesalahan itu, segera dia mengisi semua tempat untuk pembakaran batu spiritual pada kapal itu. Namun sebuah guncangan menghamburkan batu spiritual dan tidak banyak yang memasuki tempat pembakaran.
__ADS_1
Guncangan itu tidak lain karena perbuatan dua bersaudara itu yang menabrakan kapal mereka hingga meledak ke buritan kapal terbang yang dinaiki oleh Gu Zhong..
Masih berlanjut cerita Tiga orang ini di ch selanjutnya, agar semuanya dapat mengetahui bagaimana awal mula terjatuhnya kapal terbang, kitab pedang dewa dan terdamparnya tiga orang ini di alam rendah....