
Suasana begitu ramai. Meski terik matahari kian meningkat panasnya. Peluh pun membasahi badan tanpa dapat dicegah. Keringat yang muncul diseka dengan mudah.
Long Chu tengah berjalan seorang diri. Dia telah menjual kuda yang dimilikinya dengan harga yang standar.
Sekarang dia berjalan menuju arah pusat ibukota kerajaan Chu. Dimana pertandingan hari kedua telah dilaksanakan. Berdesakan dengan berbagai golongan. Penjual makanan dan juga minuman yang ingin menjajakan apa yang menjadi dagangannya.
Sebuah tempat yang cukup luas dapat terlihat setelah memasuki tempat dimana pertandingan itu dilaksanakan. Tempat itu terkurung oleh tingginya pagar batu yang tersusun rapi.
Long Chu menyapukan pandangan ke segala arah untuk menemukan dimana keberadaan sekte Fajar Senja atau seseorang yang mungkin dikenalnya.
Masih tidak menemukan. Dia pun berjalan terus.
"Kak Chu!" Suara seorang wanita memanggil terdengar di telinga orang yang berada di sekitar sana.
Long Chu melihat ada lambaian tangan dari sisi kanannya. Segera dia melangkah kesana dan mendekati wanita yang tidak asing baginya. Dia adalah Cai Muning. Sudah berada di ranah pendekar emas bintang tujuh.
"Kau sendirian?" Tanya Long Chu menatap Cai Muning. "Kemana yang lainnya?" Tanyanya lagi.
Cai Muning pun menjawab "Yang lain ada disana" tunjuk Cai Muning ke sebuah tempat, dimana semua peserta Fajar Senja ada disana.. "ayo kita kesana! Patriark juga ada" tambah Cai Muning. Dia segera mengalungkan lengannya pada lengan Long Chu dan menempelkan buah yang tumbuh kembang itu begitu erat.
Entah disengaja atau tidak? Yang pasti sangat membuat nyaman!
"Kemana saja kamu. Kami mencarimu hingga tidak tidur beberapa hari. Lihat aku semakin kurus!" Yun Fei Yang melihat Long Chu datang langsung menghamburkan tubuhnya dan memeluk Long Chu.
Tapi Long Chu menahan dengan telapak tangan yang terbuka menempel di perut Yun Fei Yang. "Apa kau tidak malu memeluk seorang lelaki. Dikira orang lain aku penyuka sesama batang!" Kata Long Chu.
Semua orang yang ada di stand itu terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh Long Chu.
Cai Muning tertawa sambil menutup mulutnya lalu dia berkata "kak Chu aku ingin buang air dulu" katanya membisik Long Chu. Setelah itu pergi
Yun Fei Yang sendiri merasa malu. Dia hanya reflek ingin memeluk saking senangnya akhirnya bertemu dengan pemuda itu setelah kehilangan jejak beberapa waktu yang lalu.
__ADS_1
Dia dan dua lainnya tidak ingat sedikitpun tentang apa yang terjadi setelah pergi dari rumah kediaman nya di kota Cangyun. Bahkan mereka seperti orang linglung dan ditemukan layaknya orang bodoh kehilangan akal.
Untungnya Bai Du tidak menghapus semua ingatan ketiganya, jika tidak! Entah apa yang akan terjadi? Mungkin mereka akan gila.
"Mengapa kau meninggalkan aku waktu itu?" Long Chu bertanya untuk mengetahui batas ingatan yang dihapus oleh Bai Du penasehat kerajaan siluman.
"Kau yang menghilang seakan ditelan oleh bumi!" Kata Yun Fei Yang dengan kesal.
"Ya sudah, maafkan aku!" Ucap Long Chu. "Bagaimana perkembangan pertandingan. Apakah sudah ada yang bertanding mewakili sekte?" Long Chu bertanya.
"Sudah. Senior Cai Muning menang satu kali dan masih tersisa dua kandidat lagi yang harus bertanding" jawab Yun Fei Yang. "Tapi masalahnya. Satu orang tak bisa mewakili sebab mengalami permasalahan. Sebelum datang ketempat ini dia bertegangan dengan seseorang yang tidak dikenal" tambahnya.
Lalu Yun Fei Yang menceritakan muasalnya.
"Baiklah. Biar aku yang menggantikannya!" Kata Long Chu. Sambil menepuk bahu Yun Fei Yang. "Aku akan mendatangi guruku dulu!" Sambung Long Chu. Sambil melambaikan tangan.
"Salam guru!" Long Chu menjura di hadapan gurunya dengan tangan tertangkup.
"Kemana saja kau!?" Tanya sang guru.
"Aku berpetualang guru, maaf jika aku telat!" Jawab Long Chu dengan penyesalan.
"Namamu sudah aku coret sebelumnya dari tiga orang yang mewakili sekte. Namun karena satu orang tidak bisa bertanding. Maka kau yang akan menggantikannya. Apa kau siap!?" Tanya Wen Hao.
Long Chu dengan sigap menjawab "aku siap Guru!"
"Tunggu giliranmu. Duduklah!" Wen Hao berbisik kepada salah satu tetua. Setelah itu satu orang tetua bergegas pergi dari tempat itu….
Sedangkan di sebuah arena yang dikelilingi oleh ribuan penonton yang hadir. Dua orang tengah bertarung. Satu berada pada ranah pendekar prajurit bintang tiga satunya lagi berada satu bintang di atasnya.
Mereka berdua melakukan pertarungan yang sengit. Dengan tenaga dalam yang kuat dilepaskan masing-masing lawan.
__ADS_1
Duar! Satu orang termundur. Itu berasal dari Sekte Yin Yang bernama Jian Yu.
Namun dia tidak mengaku kalah. Segera terlihat pedang yang dipakainya mulai bersinar. Entah memakai metode apa? Yang pasti tak mungkin ranah prajurit bisa melakukannya.
Sedangkan yang satunya terdiam melihat hal itu.
Satu tarikan nafas hening disisinga. Segera gebrakan langkah terdengar menerjang ke arahnya.
Wush! Pedang Jian Yu menebas dengan cepat. Tidak seperti di awal. Dia yang ditekan. Sekarang dia mendominasi lawan. Semua orang berseru melihat kilatan cahaya yang dipancarkan dari pedang Jian Yu itu.
Braak! Lawannya terpelanting hingga menghantam pembatas, jika bukan karena Formasi yang kuat mengurung arena itu. Mungkin lawan akan terbang bebas menghantam penonton.
"Sungguh kuat, padahal lawan berada di atasnya" entah siapa yang berkata namun hampir semua orang berkata seperti itu.
"Pemenangnya adalah Jian Yu dari sekte Yin Yang!"
Tepukan tangan mengiringi kemenangan itu.
"Guru! Aku akan bertanding dengan sekte mana? Dan lawanku bagaimana?" Long Chu bertanya.
"Dari sekte Pedang Ilahi, Leng Xu. Dia sudah berada di ranah pendekar Prajurit bintang lima. Tapi aku yakin kau akan mampu melawannya.
"Aku yakin bisa guru, itu mudah seperti menepuk nyamuk yang mengiang di telinga!" Kata Long Chu menyombongkan diri.
Jika dia mengatakan hal itu di tengah kerumunan. Maka dapat dipastikan dia akan dikatakan gila dan mungkin bisa berakhir dipukuli. Sebab apa yang dikatakan itu hanya bualan untuk menghibur orang yang lagi sedih saja. Bagaimana mungkin? Seorang yang berada di ranah pendekar emas bisa mengalahkan ranah pendekar prajurit dengan mudah. Sangat tidak masuk di akal. Begitulah kira-kira yang akan orang lain katakan.
Tapi tentunya itu karena mereka tidak tahu ranah sebenarnya yang pemuda itu miliki.
"Tetap berada pada ranah itu saja jangan dirubah. Biarkan orang menghinamu lebih dulu bahkan lawan bisa meremehkanmu. Tapi hajar dia dan tunjukan kepada dunia. Bahwa kau kuda hitam yang disembunyikan oleh sekte Fajar Senja dengan baik!"
"Kau tenang guru! Aku bisa mengaturnya." Mereka berdua tertawa. Hanya tetua yang ada disana yang tersenyum masam mendengar percakapan mereka. Jika bukan mengetahui bagaimana tindak tanduk Long Chu sebelumnya, dia pasti orang pertama yang akan memukul kebodohan dalam kata-kata itu.
__ADS_1
"Selanjutnya, perwakilan Sekte Fajar Senja melawan perwakilan Sekte Pedang Ilahi. Silahkan naik ke arena!"