
Matahari kian condong. Pertarungan di atas arena masih berlanjut. Kejar mengejar dilakukan membuat penonton merasa bosan.
"Leng! Langsung saja patahkan kakinya!" Ucap patriark Leng Kai. Dia juga tidak sabar seperti penonton yang hadir disana.
"Baik ayah!" Jawab Leng Xu.
Selain membunuh. Tidak dilarang melakukan hal apapun terhadap lawan. Dan itu sudah disepakati bersama dalam rapat para patriark Sekte. Serta itu juga untuk menunjukan dominasi seorang murid.
Leng Xu tidak lagi mengejar lawan, yang dilakukannya sekarang adalah menggunakan tekniknya.
"Gerakan pertama, Seni pedang pembelah gunung!"
Leng Xu menarik kaki kirinya ke belakang dengan pedang yang berada pada tangan kiri pula yang teracung kebelakang. Sedangkan tangan kanannya berada di depan dengan telapak tangan terbuka.
Hiyat! Wush! Wush! Angin terbelah ketika dia melepaskan tebasannya. Sebuah energi berbentuk sabit dapat disaksikan oleh semua orang mengarah kepada lawan yang tidak bergerak sama sekali. Seolah menanti sabetan energi pedang itu menghantam dan membelahnya.
Ketika energi pedang itu hanya berjarak satu meter dari tubuh Long Chu. Pemuda itu melompat dengan menghentakan dua kakinya. Dengan bantuan Qi, tubuhnya terdorong dan berputar di udara hingga terlepas dari serangan membahayakan itu.
Namun Long Chu masih tidak menyerang meskipun nyawanya terancam.
Leng Xu melihat serangannya mudah dihindari begitu murka. Baru pertama kali buatnya merasakan rasanya dipermalukan didepan umum bahkan di kompetisi yang diadakan oleh tiga kerajaan dan dihadiri oleh perwakilan kaisar Qing.
Bahkan penonton kaget dengan kelincahan pemuda yang hanya berada di ranah pendekar emas bintang enam itu.
Padahal mereka sudah berspekulasi bahwa perwakilan sekte pedang ilahi itu akan mudah mengalahkan. Namun mereka salah. Sudah lewat beberapa waktu namun masih tidak ada yang tumbang. Menandakan pemuda itu cukup memiliki kemampuan.
Akan tetapi tidak ada dalam pemikiran mereka bahwa pemuda itu akan menang, sebab pikiran mereka sudah dibatasi oleh ranah seseorang dan hal itu menjadi acuan untuk menjadi pendukung yang jelas berada di atas.
Sebab tidak ada yang pernah mengalami, melihat maupun mendengar ada orang yang bisa mengalahkan lawan yang terpaut jauh perbedaannya.
Leng Xu kembali menggunakan tekniknya. "Gerakan kedua, Seni Pedang nirwana!"
Dia kembali menarik pedangnya ke belakang. Tapi kali ini ada sedikit perbedaan. Pada gerakan pertama berada di belakang pedang yang dipegangnya. Kini berada di depan dengan terhunus lebih dulu.
Ini adalah serangan jarak dekat mematikan yang dimiliki oleh sekte pedang ilahi. Dan sudah dikuasai dengan baik oleh Leng Xu sebagai putra tunggal dari patriark Leng Kai.
__ADS_1
Sedangkan dari pihak Long Chu. Wen Hao hanya menatap kearah Patriark Leng Kai dan bergumam untuk dirinya "Sepertinya dia sangat berambisi untuk mendapatkan kristal siluman itu!"
Gumamnya itu tentu didengar oleh tetua dan para murid yang ada disana.
"Patriark! Apakah ada harapan untuk Kak Chu menang?" Cai Muning segera bertanya. Dia yang paling terlihat tegang di antara murid yang hadir disana.
"Tentu menang. Aku tau kualitas muridku sendiri. Jika tidak! Untuk apa menyuruhnya?" Jawab Wen Hao tanpa memandang ke arah Cai Muning.
"Terima kasih patriark, aku sedikit lebih tenang" ucap Cai Muning lagi.
"Long Chu! Akhiri dengan cepat, hajar dan patahkan hidungnya lalu kirim dia ke tempat orang tuanya!" Wen Hao mulai menunjukan sisi lain dari dirinya.
Lawan yang memulai memprovokasi. Jadi dia juga membalasnya.
"Baik guru!" Seringai Long Chu terbias di bibirnya yang tertarik dan menunjukan.
"Gerakan pertama, Seni tinju raja kera!"
Long Chu melompat menyongsong Leng Xu yang mulai menyelesaikan tekniknya.
Hal itu jelas membuat dia kebingungan dan kebingungan itu adalah pertanda kekalahannya.
Orang lain berteriak ketika Leng Xu berhenti dan tidak menyerang hanya diam seperti patung.
"Leng! Mengapa kau diam. Menghindar!" Teriak patriark Leng Kai dengan marah
Wush! Baam! Sesuai permintaan yang dikatakan oleh Wen Hao. Long Chu meninju hidung Leng Xu dan membuatnya terhempas ke pembatas formasi.
Pukulan itu sangat keras dan orang lain dapat mendengar bunyi keretakan yang ada pada hidung Leng Xu.
Semua kening mengernyit kala itu. Sebuah hal yang tak terduga dan tak pernah diduga sebelumnya akan terjadi. Dimana kini seseorang yang berada pada ranah pendekar prajurit dipukul hingga terbang cukup jauh.
Karena arena itu cukup luas dan lebar maka hampir mustahil pendekar emas memiliki kekuatan seperti itu.
"Leng! Bangun!" Patriark Leng Kai berkata lagi. Ini adalah harga diri sekte yang dipertaruhkan. Bukan hanya pedang warisan itu. Dihadapkan dengan kenyataan yang diluar nalar. Ini memang patut dikhawatirkan. Sejak hari ini akan ada cemoohan, kualitas sekte akan dipertanyakan oleh banyak orang. Dan orang yang akan masuk kedalam sekte pastinya akan berkurang hanya karena satu orang kalah dari satu orang lainnya.
__ADS_1
Jika itu berada pada ranah yang sama atau berada satu bintang di bawahnya. Mungkin orang akan menerimanya. Tapi ini?
Leng Xu bangun dan menyeka darah yang mengalir di hidungnya. Sungguh dia tidak menduga pukulan pemuda yang tidak tersohor itu begitu keras hingga mampu menerbangkan tubuhnya. 'Apa mungkin dia tidak berada pada ranah yang terlihat? Tapi lebih tinggi dariku! Tapi, aku rasa sejenius apapun orangnya tidak mungkin bisa melampauiku dalam pencapaian. Jika umurnya belum genap dua puluh keatas.
"Aku hanya lengah ayah!" Ucapnya mulai berdiri dan menatap pemuda dihadapannya.
Long Chu sendiri tidak menyerang saat lawan sedang terkapar. Dia juga tau tentang etika pertandingan sebab telah banyak makan asam dan garam yang dicampur dalam makanan.
Beda kalau pertarungan hidup dan mati. Apapun akan dilakukan.
"Kau beruntung bisa memberikan aku serangan disaat aku lengah! Tapi cukup hanya satu kali. Selanjutnya aku akan menghukummu lebih dari itu" kata Leng Xu. Dia mulai mengayunkan pedangnya lagi.
Kini matanya fokus menatap pemuda di hadapannya itu.
"Gerakan ketiga, Seni pedang kilat!"
Swoosh! Seolah menghilang. Leng Xu tidak lagi berada ditempat semula dia berpijak. Kini entah dimana? semua penonton mempertanyakan keberadaannya.
Namun Long Chu tetap tenang.
Swush! Leng Xu muncul dari belakang.
sesuatu yang sudah diperkirakannya oleh Long Chu. Pemuda itu menarik kaki kebelakang merendahkan tubuhnya hingga duduk dengan dua paha yang terlentang di lantai. Melewatkan Leng Xu lalu memberikan pukulan yang kuat kali ini.
"Gerakan kedua, Raja kera memutar kelapa!"
Long Chu menampakkan telapak tangannya ke lantai dan membuat lonjakan tubuhnya. Dengan kedua kakinya dia mengait kepala Leng Xu dari belakang. Dan memutarnya tiga kali kemudian dia menunggu momen yang pas.
"Gerakan pertama, Seni tinju raja Kera!"
Baam! Long Chu memukul lagi, kali ini dia menghantam dada Leng Xu hingga terlempar keluar dari arena menembus formasi..
Semua orang berdiri melihat ketegangan ketika pemuda dari sekte fajar senja itu mengaitkan kakinya ke kepala pemuda dari sekte pedang ilahi. Namun hal yang mengejutkan terjadi kembali di mana Leng Xu terpental menembus formasi. Betapa mengerikan pukulan itu?
Pengadil arena sendiri bingung. Formasi itu dibeli dengan harga yang mahal dan hanya tingkat raja yang mampu menghancurkannya. Jika dikatakan itu dapat dihancurkan oleh tubuh yang terkena pukulan pendekar bintang emas. Tidak akan ada yang percaya, jika tidak menyaksikannya langsung.
__ADS_1
Semua orang bingung terkecuali sekte fajar senja. Terlebih Wen Hao yang tersenyum dengan kemenangan muridnya...