Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Keluar dari Dunia siluman


__ADS_3

Long Chu melototkan matanya mendengar apa yang dikatakan oleh Naga merah.


"Kau tidak seharusnya begitu kepadaku dan tak perlu marah! Yah meskipun aku menggunakan cara yang salah, tapi ini sekali lagi demi kebaikanmu. Jika kau terus berkultivasi ganda dan selalu bisa menyerap intisari seorang wanita. Maka kau bisa mengolah Qi yang padat dan murni, karena efek Yin bertemu dengan Yang itu sangat bagus untuk tubuh serta pertumbuhan kultivasi.


Ada begitu banyak orang di alam Dewa melakukan hal yang seperti itu, demi menaikan tingkatan kultivasi. Bahkan ada sebuah sekte yang khusus melakukan hal itu.


Tapi semua tergantung dari keputusanmu, apakah mau melakukan hal yang dianggap mesum itu atau tidak? Aku tidak akan memaksa sama sekali!


Seorang pendekar ataupun yang disebut kultivator di alam dewa harus memiliki sebuah Prinsip dan keyakinan. Jika kau sudah memilih, maka kuatlah dalam pilihan itu.


Untuk selanjutnya, aku berjanji tidak akan mencampuri kehidupan pribadi tentang masalah ranjang" naga Merah. Memunculkan sebuah Formasi yang berbentuk cermin segi empat yang bisa melihat hal apa yang ada di luar.


Kini keduanya melihat gerakan anggun yang dilakukan oleh Ratu Bai Lin di dalam kereta itu.


"Meski baru belajar, namun dia cepat memahami. Mungkin karena dia juga memiliki garis keturunan Dewa!" Kata Naga Merah. Dia bahkan tidak merasa malu menjadi penonton sekaligus komentator.


Tidak bagi Long Chu. Dia sangat malu, karena dia melihat tubuhnya sendiri yang kini terhimpit oleh sesuatu yang dianggap lembah surga.


"Cepat hilangkan itu" ucap Long Chu menunjuk Cermin yang entah bagaimana bisa menembus kedalaman cincin. Rasa penasarannya pun muncul. "Kau ahli formasi?" Tanya Long Chu lagi.


Setidaknya dia tau bagaimana cara kerja dari formasi. Tapi ini kali pertama dia melihat ada yang bisa menggunakan formasi untuk melihat suatu hal yang berada diluar pembatas seperti cincin dunia miliknya ini yang seperti dunia dalam dunia.


Naga merah menghilangkan cermin itu dan menatap Long Chu. "Benar, tapi aku tidak bisa mengajarimu sekarang. Karena ini memerlukan kekuatan jiwa yang besar. Sedangkan kekuatan jiwamu masih berada dalam tahap rendah. Bahkan untuk membuat satu butir pil saja kau serasa akan mati karena kehabisan energi." Kata Naga hitam.


"Sayang sekali! Eh darimana kau tau aku bisa membuat pil?" Long Chu menyelidik.

__ADS_1


"Aku melihat tungku dan ada bekas ampas pembuatan pil yang baru, kalau bukan kamu siapa lagi yang membuatnya. Meskipun aku tidak tahu siapa yang mengajarimu meracik Pil. Tapi aku tidak memaksamu untuk memberitahu. Karena di alam dewa kau akan banyak menemukan orang yang sudah terbiasa membuat pil tanpa tungku"


Mereka terus membahas banyak hal..


Sedangkan di dalam kereta. Terdengar riuh suara yang menggema. Menikmati segala momen walau hanya beraksi sendiri saja. Ratu Bai Lin memeluk erat tubuh pemuda itu. Pemuda yang telah dia serahkan mahkota berharga miliknya. Pemuda yang akan menjadi satu-satunya raja di hatinya.


Kini dia memeluk pemuda itu erat setelah melepaskan semua Yin Qi yang keluar di antara celah pribadi miliknya. Kemudian membenahi pakaian dari keduanya.


Raja naga merah yang dapat mendengar suara lenguhan panjang dari ratu Bai Lin. Segera menyuruh Long Chu untuk kembali kedalam tubuhnya dan melakukan penyerapan. Sebelum semua itu hilang dibawa angin pegunungan.


Long Chu langsung kembali dan duduk, setelah itu dia menaruh telapak tangan di kedua lutut dan mulai menyerap Yin Qi yang berhamburan di udara dan memasukan ke tubuhnya.


Setengah jam kemudian. Terdengar bunyi teredam dari tubuhnya yang menjadi pertanda bahwa kini dia berada di ranah pendekar raja bintang dua.


Melihat bulir air mata yang terjatuh ke pakaian Bai Lin. Hati Long Chu sedikit terketuk. Kemudian dia meraih kepala ratu Bai Lin dan membenamkan di dadanya. "Aku bingung harus memarahimu atau tidak karena masalah ini. Aku tidak tau alasan pasti mengapa kau harus mengorbankan diri memberikan sesuatu yang kau jaga selama ratusan tahun. Tapi aku cukup berterima kasih, sebab ada wanita yang tulus menyayangiku tanpa meminta pertanggung jawabanku. Semoga ada takdir yang akan menentukan pertemuan kita selanjutnya Bai Lin!" Di akhir kata, Long Chu tidak lagi memanggil dengan sebutan ratu. Karena dengan kejadian ini. Semua hal sudah berjalan sangat jauh dan tidak enak jika harus menggunakan sebutan ratu.


"Ajari aku cara untuk keluar masuk dunia siluman dan dunia manusia. Agar aku bisa mendatangimu nanti" tambahnya lagi.


Bai Lin segera memberikan sebuah mantra untuk masuk ke dunia siluman dan keluar dengan cara yang sama


Ratu Bai Lin juga memberikan sebuah cincin di jarinya. Itu bukan cincin penyimpanan tapi itu cincin kehormatan. "Simpanlah cincin ini, jika kau tak ingin memakainya. Aku tidak marah dengan hal itu, ini diberikan oleh leluhurku dan aku tidak tau apa-apa tentang cincin ini. Tapi aku yakin ada sesuatu rahasia, namun hanya belum bisa terkuak saja. Dan aku yakin dengan keberadaannya di tanganmu. Semoga ada rahasia yang terbuka" Ratu Bai Lin melonggarkan pelukan dari Long Chu, lalu menatap mata pemuda itu. Dia pun mulai memiringkan kepalanya memberikan sebuah kecupan yang dalam.


……..


Long Chu muncul di alam manusia setelah membaca mantra yang diajarkan oleh ratu Bai Lin kepadanya. Entah sudah berapa lama kakinya tidak menginjak tanah manusia.

__ADS_1


Masih membekas rasa manis di bibirnya dan dia pun tersenyum dengan kekonyolan itu, perlahan mengusap. Kemudian berjalan dengan santai dengan pedang naga merah nangkring begitu damai di pundaknya.


Naga merah minta berada disana, sebagai mata jika ada orang yang menyerang dari belakang. Tentu Long Chu senang dengan hal itu. Artinya dia akan sedikit merasa aman.


Dia tak tau sekarang muncul di dunia manusia belahan mana. Yang pasti tidak seperti di awal dia terjebak dalam dunia siluman itu.


Berjalan cukup lama. Dia melihat ada sebuah pemukiman penduduk. Segera memasuki pemukiman yang terlihat sepi itu.


"Mengapa mereka terlihat takut kepadaku?" Gumam Long Chu, tapi dia tetap melangkah masuk ke dalam pemukiman itu dan berhenti di kedai.


Ketika dia melangkah masuk. Beberapa orang langsung pergi dan terlihat ketakutan. Hal itu membuat Long Chu bingung dan rasa penasarannya pun muncul. Dia duduk di kursi panjang seorang diri dan ditatap oleh beberapa pasang mata yang masih bertahan disana.


Dia mengambil pisang lalu membukanya. Meskipun dia penasaran tapi dia tetap tenang. 


Seorang anak dari pemilik kedai datang dan bertanya. "Tuan! Apakah tuan mau makan atau minum?" Tanya dia dengan sopan sambil menunduk takut.


"Sediakan saja makanan terbaik di kedai ini" kata Long Chu sambil tersenyum.


"Baik tuan!" Anak itu langsung lari ke dapur untuk menyiapkan apa yang dikehendaki oleh Long Chu.


Setelah hening beberapa tarikan nafas seseorang menatap Long Chu dan bertanya "ada perlu apa seorang pendekar ke kampung kami?"


Kening Long Chu langsung mengerut ketika dilontarkan dengan pertanyaan itu. "Apakah salah jika aku mampir! disaat aku sedang lapar?" Tanya Long Chu. Dia masih mempertahankan senyumannya.


'Kemungkinan ada masalah yang berat pada kampung ini yang dibuat oleh pendekar, sehingga mereka memusuhi dan tidak menghendaki pendekar memasuki kampung mereka' Long Chu membatin….

__ADS_1


__ADS_2