
Long Chu sudah mendapatkan Ranah pendekar Kaisar bintang satu sekarang sekarang, dia sangat bangga dengan pencapaian itu, entah sudah berapa lama waktu yang telah dilewatkan, namun yang pasti sumber batu iblis ini sangat baik untuk kultivasinya. Ketika dia membuka mata. Naga merah juga sudah menunggunya.
Keduanya sudah mencapai apa yang diinginkan.
"Ayo kita keluar dari alam ini!" Ajak sang Naga, dia merubah wujudnya menjadi bentuk manusia dan tersenyum kepada Long Chu.
Long Chu memberikan anggukan kepala, meskipun sedikit terkejut dengan perubahan itu, akan tetapi dia tidak mempertanyakan. Karena memang ada kalanya seseorang tanpa ditanya akan menceritakan sendiri.
Keduanya keluar dari cincin dunia.
"Aku akan membangun array teleportasi" Long atau naga merah menggunakan gerakan tangan yang cukup rumit, tentunya Long Chu tidak mengerti gerakan itu.
Seketika saja susunan array yang dimaksud tercipta di atas tanah lapang dan keduanya memasuki pusat teleportasi. Sekali lagi Long menggunakan gerakan tertentu.
"Aktif!" Array itu bersinar terang dan membawa keduanya menghilang.
_
_
Bau arang tercium dari jarak yang cukup jauh. Terbawa oleh hembusan angin, menyebarkan ketidaknyamanan pada penciuman.
Dari bukit tinggi asal bau itu, dimana asap juga membumbung ke angkasa.
Jejak pertarungan terlihat dimana-mana. Darah dan potongan tubuh yang terberai berhamburan, menandakan ini adalah pertarungan yang dahsyat.
Aura kehidupan tidak banyak lagi dapat dirasakan, hanya ada tiga orang yang kini berdiri tersenyum menatap hamparan jasad serta bangunan yang lantak…
Dua orang berbincang.
"Sepertinya bocah yang kita cari tidak ada disini!" Yang satu berkata sambil menyimpan pedangnya.
"Apakah kita harus ke kerajaan Chu dan menghancurkannya juga?" Satunya lagi bertanya.
"Kita tunggu saja hingga malam tiba, pasti orang yang lari sebelumnya akan memberikan kabar kepada bocah yang kita cari, jadi kita tidak perlu repot untuk mendatanginya, dia akan datang sendiri kepada kita!"
__ADS_1
"Baiklah Kak, sebaiknya kita sedikit menjauh, bau ini tidak mengenakan!"
"Ayo kita ke gunung yang ada disana! Sepertinya itu cukup bagus untuk melihat keadaan disini"
"Bai Saluang, apa kau tetap disini?"
"Aku akan berada di sekitar sini, kalian saja yang pergi!"
Keduanya langsung melesat dengan ilmu meringankan tubuh dan segera menghilang dari peredaraan.
Sedangkan Bai Saluang bersembunyi diantara rimbunnya pohon.
_
_
Dua sosok turun dari langit, mereka tidak keluar dari air yang seharusnya itu adalah pintu keluar, karena sebelumnya adalah pintu masuk. Mungkin karena array teleportasi itu.
Bau arang serta bau darah dan bercampur bau jasad terbakar menjadi satu tercium oleh dua orang yang baru turun dari langit.
Long Chu mencium bau yang menyengat hidungnya dan menatap gunung tempat dia berlatih beberapa tahun yang lalu. Ada asap membumbung tinggi.
Memerlukan beberapa detik untuk sampai, kepakan sayap transparan yang tidak terlihat oleh mata awam membawanya terbang dengan cepat.
Sesampainya di puncak bukit yang rata. Matanya terbelalak menyaksikan pembantaian habis-habisan yang tersaji.
"Guru!" Long Chu berteriak memanggil Wen Hao.
"Tetua Xiao Dai, Xiao Shi, Yun Fei Yang, Cai Muning!" Long Chu terus memanggil orang-orang yang dekat dengannya sambil terus berjalan diantara banyaknya darah dan juga potongan tubuh.
Tidak ada di antara orang yang dipanggil menyahut. Beberapa jasad yang telungkup diperiksa olehnya, namun nihil.
"Hahaha" suara tawa terdengar. "Bagaimana rasanya kehilangan bocah?!" Suara itu menunjukkan wujudnya.
"Kau" Long Chu menunjuk sosok itu yang dikenalnya sebagai Raja Bai Saluang. Meski tidak pernah secara langsung bertatap muka, namun dia tahu siapa orang ini dari sketsa wajah yang ada di daftar hitam kerajaan Chu. Amarahnya segera memuncak, ada hawa mencekam yang keluar dari tubuh Long Chu. Dengan sadar dia menunjukan niat membunuh. Membuat Bai Saluang mundur dua langkah.
__ADS_1
'Mengapa aku merasa takut dengan tatapannya?' Hati Bai Saluang gelisah.
Dia sudah mencapai pendekar raja bintang sembilan semenjak dua tahun yang lalu, dan baru sekarang muncul dengan mantap serta keyakinan akan menghancurkan Sekte Fajar senja, rencananya memang dia akan memulai dari bawah, setelah itu menghancurkan kerajaan Chu, agar membuat semua orang tahu bahwa Bai Saluang memiliki taring yang tajam bersama dengan bantuan yang dia bawa.
Bai Saluang terus berpikir, tanpa sadar genggaman tangan Long Chu sudah tidak bisa lagi dihindari. Karena jarak yang begitu dekat.
Braaak! Bai Saluang mendapat pukulan di hidung, membuat hidungnya langsung patah. Darah mengalir di sana, suara kesakitan dikumandangkannya.
Argh!
Namun Long Chu tidak hanya sekali menggunakan tangan, kini datang dua pukulan cepat secara bergantian, pemuda itu hanya menganggap Bai Saluang sebagai samsak yang harus dipukul, jika bisa tanpa jeda hingga hancur.
Tidak ada ekspresi senang yang ditunjukan, hanya ada amarah.
Tanpa sempat memberi perlawanan sekalipun, Bai Saluang sudah hampir tidak bisa bergerak. Pelatihannya selama bertahun-tahun tidak ada artinya sedikitpun, karena tidak dapat digunakan. Long Chu memang tidak memberikan kesempatan untuk Bai Saluang mengambil ancang-ancang bertarung. Makanya raja itu tidak berkutik. Ditambah dibawah pengaruh niat membunuh yang seolah mengekang tubuh.
"Kau tidak mungkin bisa menghancurkan sekte fajar senja dengan kekuatan ini, dimana orang yang membantumu?" Long Chu menatap tajam dan kejam, seperti bukan dirinya saat ini yang menginjak dada Bai Saluang.
"Meskipun kau membunuhku sekarang, kau tidak akan mampu untuk menunda kehancuran kerajaan Chu, karena sekarang pasukan kerajaan milikku mungkin sudah menyerbu kesana" Bai Saluang tertawa Lantang.
Long Chu langsung memberikan pijakan yang keras hingga menghancurkan tulang paru-paru Bai Saluang dan mengakhiri hidupnya.
"Aku harus mencari ke gua tempat berlatih, siapa tau guru mengevakuasi kesana, aku juga harus meminta naga merah untuk membantu kesana, dengan kecepatan terbang, pasti masih sempat" gumamnya, lalu mencari sekitar, tapi tidak menemukan naga merah di dekatnya.
"Long, datanglah!"
Naga merah yang mendengar namanya dipanggil segera datang, dengan wajah serius yang ditampilkan.
Naga merah memiliki tampilan sebaya dengan Long Chu, tidak jauh berbeda. Itu memang keahlian oleh orang yang memiliki kekuatan diatas normal.
"Kau pergilah ke kerajaan Chu, menurut Bai Saluang, pasukannya telah menyerbu, aku takut terjadi hal apapun kepada kerajaan, terlebih ibu, disini sepertinya juga masih ada musuh yang bersembunyi. Setelah menyelesaikannya aku akan kesana segera"
"Baiklah" Naga merah mengangguk sambil menjawab, dia tahu saatnya bercanda dan tidak, jadi tidak mungkin dia berkata asal jeplak.
__ADS_1
Long Chu mengangkat tubuhnya sejengkal dari tanah, ketika Naga merah sudah menghilang dari pandangan, namun serangan tiba-tiba dari arah belakang datang dengan cepat.
Long Chu memutar tubuhnya karena sudah menyadari dan melepaskan pukulan energi yang dilepaskan dari jauh itu…