Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Menyembuhkan 2


__ADS_3

"Sebagaimana pesan dari nenek. Jika memiliki kemampuan untuk menolong. Maka tolonglah! Dan jangan meminta balas budi. Jadi, Tetua Zhi tidak perlu membalas budi. Karena aku ikhlas" Long Chu sambil tersenyum bicara dengan Shen Zhi Ran. "Jika aku boleh tau, siapa yang telah memberikan racun ini?"


"Dia adalah seorang raja, raja yang durjana. Raja yang tidak pernah kuanggap karena telah memanipulasi kematian orang lain dengan skenario kecelakaan, karena aku mendengar bahwa dia yang telah membunuh secara langsung dua orang yang aku kagumi. Aku pun diburu dan sempat ditahan lalu dipukul dengan telapak beracun. Namun beberapa orang kepercayaan datang dan menolongku. Hingga berakhir di desa ini. kami membentuk sebuah pasukan disini dengan penyamaran yang cukup baik. Namun aku tak kunjung sembuh hingga tidak pernah terjadi penyerangan kepada raja tersebut." Shen Zhi Ran, menceritakan sedikit permasalahan peliknya.


Sedangkan di luar ruangan tidak ada yang mendengar pembicaraan yang ada di dalam. Entah mengapa? Mungkin ruangan itu kedap suara.


"Nona! Mengapa dia tidak keluar? Ini sudah sangat lama! Apakah kita perlu masuk untuk memeriksanya?" Tetua Hui langsung bersuara. Karena dia adalah orang yang paling gelisah dan khawatir. Sedari tadi, mondar mandir tidak karuan memikirkan apa yang dilakukan pemuda itu kepada Shen Zhi Ran.


Semua orang menatap Shen Subing meminta keputusan, agar rasa khawatir menghilang dihati.


Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Shen Subing tanpa berkata langsung masuk ke dalam ruangan. Dan apa yang menunggunya di dalam adalah sebuah kejutan baginya dan untuk semua orang yang mengikuti dari belakang.


Seorang yang sudah lama dinantikan kesembuhannya setelah belasan tahun berlalu dalam pembaringan dan tak pernah turun dari sana. Kini semua orang menangis, air mata bahagia tentu akan mengalir secara otomatis. Ketika rasa haru, senang, bahagia menjadi satu.


"Ayah!" Isak tangis mengiringi langkah. Shen Subing menghamburkan tubuh dan memeluk ayahnya dengan erat, seolah itu adalah pelukan yang sangat lama dinantikan olehnya.


Shen Zhi Ran tersenyum melihat putri semata wayangnya. Dia bersyukur, sebab putrinya telah menemukan penolong untuknya.


"Nak Tolong! Aku tidak bisa menawarkan apapun kepadamu, tapi jika kau bisa, aku ingin memberikan putriku padamu!" Shen Zhi Ran tersenyum seraya berkata. Tidak ada hadiah yang dirasanya cukup selain menjodohkan dengan anaknya.


Shen Zhi Ran tau bagaimana sikap dan sifat yang dimiliki oleh putrinya itu, tidak mungkin akan membawa lelaki muda kalau tidak menyukainya.

__ADS_1


Dan itu terbukti dari raut merah merona wajah Shen Subing mendengar ayahnya berkata seperti itu. "Ayah! Mengapa kau jadikan aku seolah barang yang harus diberikan sebagai hadiah!" Ucapnya menunduk malu tapi berpura-pura tidak mau.


Inilah sifat seorang makhluk yang sulit dimengerti, berkata tidak padahal mau. Hanya jika dipaksa baru akan mengangguk.


"Maaf tetua, sudah ku bilang sebelumnya. Aku tidak meminta balasan!" Kata Long Chu. Dia menekankan lagi kalimat yang sebelumnya dia ucapkan.


Ketegangan merasuk kedalam ruangan itu. 


Hening! Saat itu hening sekali, ketika Long Chu menolak permintaan itu. Tidak ada yang berkomentar, bahkan Shen Subing sendiri terkejut dengan penolakan yang didapat. Dia merasa cukup cantik dan tidak ada di desa ini yang melebihi dirinya dalam hal kecantikan. Bahkan sedari kecil di kota asalnya dia dikatakan akan menjadi bidadari masa depan. Dan itu terbukti benar dengan perkembangan tubuh kembangnya dan kemolekan wajahnya. Melambangkan cantik yang tak bisa diurai dengan kata-kata.


Namun hal tak terduga. Ada lelaki yang menolak diberikan hadiah, yang hadiah itu adalah kecantikan ini.


Apakah lelaki itu bodoh? Apakah lelaki itu munafik?


Tapi semua orang memiliki sudut pandang berbeda. Kecantikan hanyalah masalah umur yang melunturkannya.


"Ckckck, aku salut kepada pendirianmu! Aku tau seorang pendekar hebat tidak akan bisa terikat pertalian di usia muda. Tapi bisakah kau mempertimbangkannya?" Kata Shen Zhi Ran, dia masih ingin mengikat Long Chu dalam pernikahan. Walaupun usia anaknya masih tergolong muda dengan umur dua puluh tahun. Tapi dia merasa itu cukup untuk menikah.


"Aku tidak bisa berjanji tetua Zhi! Jika memang ada jodoh, kami akan terikat dengan sendirinya dan secara alami. Kasihan dia, seseorang memiliki Hak untuk memilih pasangannya sendiri. Dan asal kau tahu tetua Zhi. Aku masih berumur tiga belas tahun! Jadi untuk memikirkan pernikahan itu tidak layak dalam segi umurku" kata Long Chu, dia tersenyum masih pada tempatnya semula. Duduk di kursi dekat dengan Shen Zhi Ran.


Lagi! Semua orang lagi-lagi dikejutkan dengan pengungkapan itu. Tiga belas tahun tapi memiliki perawakan yang tinggi dan juga besar, sulit mempercayai kenyataan itu.

__ADS_1


"Jika kau tidak percaya! Apakah kau bisa memeriksakan usia tulangku?" Tambah Long Chu lagi.


Shen Zhi Ran tertawa lalu menggelengkan kepalanya. "Nak! Sepertinya kau harus menunggu dia dewasa lebih dulu!" Ucap Shen Zhi Ran seraya mengusap kepala ayahnya.


"Ayah! Mengapa kau mempermalukan diriku seperti ini? Sejak kapan aku meminta dia untuk menjadi suamiku. Dia kan masih anak kecil!" Shen Subing menjulurkan lidahnya ke arah Long Chu, dua mulai bercanda untuk menutupi perih di hatinya.


Memang sesuatu tidak bisa dipaksakan terlalu berlebihan.


Long Chu bukannya tidak mengerti, tapi dia tidak ingin ambil pusing masalah percintaan. Suatu saat bisa saja hidupnya akan dikelilingi oleh ratusan wanita kalau sudah kuat. Saat ini untuk melindungi dirinya dari ancaman musuh terbesarnya saja belum bisa. Bagaimana harus dia menjaga seorang wanita? Jika hanya ingin menuangkan hasrat, itu bisa dilakukan di tempat-tempat yang tersedia di kota tanpa harus menjaga dari incaran pihak lawan.


Namun itu juga tidak terlalu diperlukan oleh Long Chu saat ini, yang dia perlukan adalah sumberdaya dan membuat Pil penembus alam sebanyak-banyaknya untuk menerobos ke pendekar raja Bintang tiga..


"Baiklah Nak! Aku tidak akan memaksa. Ehem! Bagaimana bisa aku sebagai tuan rumah ini melupakan hal mendasar jika ada tamu! Cepat perintahkan koki kita untuk memasak makanan lezat dan syukuran dalam rangka kesembuhanku" Shen Zhi Ran menatap tetua Hui.


"Baik ketua!" Jawab tetua Hui. Selesai berkata dia pun pergi.


Beberapa orang pun pergi pula dengan meminta izin kepada Shen Zhi Ran. Hanya tersisa empat orang yang kini ada ditempat itu.


Tabib segera mendekati pemuda itu dan bertanya "Bisakah aku menjadi muridmu?" Ucapnya membungkuk. Dia orang yang cukup tua. Bahkan rambutnya sudah separuh memutih. Namun kini dia merendahkan tubuhnya untuk meminta seorang anak muda menjadi gurunya.


Hal-hal seperti ini memang sering terjadi, dimana seseorang akan memuja yang lebih hebat dari dirinya. Dia sudah melihat dan membuktikannya sendiri keajaiban yang ditampakan oleh pemuda itu. Dia sudah lama menjadi seorang tabib. Tapi dia gagal menyembuhkan racun Shen Zhi Ran, meskipun dia tau racun jenis apa. Tapi belum menemukan racikan yang pas untuk menawarnya. Jadi dia memuja pemuda itu dan ingin menjadi murid seorang yang lebih senior dalam segi pengetahuan pengobatan.

__ADS_1


"Maaf aku tidak bisa tetua! Mohon jangan memberatkanku. Tapi aku akan memberikanmu sedikit pengetahuanku. Anggap saja ini sebuah perkenalan. Apakah tetua ada memiliki kertas dan pena?"


Tabib itu segera mengambil sesuatu dalam kantong penyimpanannya berupa kedua macam yang dipinta oleh pemuda itu. Sebagai seorang tabib dia selalu membawa alat tulis agar memudahkannya dalam menulis resep kepada pasiennya.


__ADS_2