
Tang Gui masih mengintip dan memperhatikan lelaki paruh baya yang seumuran dengannya. 'Sepertinya aku harus membuat rencana, sebab jika aku melawannya sendirian dengan kekuatanku sekarang, aku bisa babak belur dan pulang dengan tangan hampa, itupun juga jika masih hidup' Tang Gui masih membatin sambil memperhatikan Chen Long yang berlatih Gerakan kedua dari teknik pedang dewa.
"Gerakan kedua, seni pedang pembunuh naga!"
[Nama gerakan Ini sebelum diubah oleh Naga merah]
Dengan sebilah pedang di tangannya, Chen Long memecah udara, dengan sebilah pedang itu pula dia mencipta bayangan pedang yang yang menembus beberapa batang pohon dan menghancurkannya.
Suara tepuk tangan terdengar "Kau sangat hebat, aku tidak menyangka memiliki seorang sahabat yang begitu cakap dalam pertarungan, bisakah kita latih tanding sekarang!?" Seorang lelaki yang lebih muda dari lelaki paruh baya yang berlatih sebelumnya datang dengan tiba-tiba, lalu memuji dan meminta untuk latih tanding.
"Oh kau rupanya Han Bing, sejak kapan kau ada disini?" Tanya Chen Long, dia menyarungkan pedangnya dan mendekat lalu memeluk Han Bing yang sudah lama mereka tidak bertemu.
"Aku baru tiba, tadi aku bertemu dengan Kak Xia Lin dan dia mengatakan kau sedang berlatih disini, bagaimana apakah menerima penawaran ku?" Tanya Han Bing, sambil melonggarkan pelukan mereka.
Keduanya duduk di kursi panjang di bawah pohon, diterangi cahaya rembulan dan seduhan teh melati yang hangat.
"Untuk apa berlatih tanding lagi, kau dan aku tidak jauh berbeda tentang kekuatan" sahut Chen Long.
"Aku hanya tambah penasaran saja, setelah kau mendapatkan kitab itu, kekuatanmu terus meningkat, dan tentu aku sangat ingin menguji batas kekuatanku" kata Han Bing.
Mereka memang seorang sahabat, walaupun Chen Long dan Han Bing berbeda aliran, namun mereka tidak pernah bertentangan sekalipun, karena Chen Long sendiri hanya aliran netral jadi tidak masalah, beda halnya jika aliran putih. Mungkin mereka akan cekcok ketika bertemu.
Muncul sebuah siasat dalam hati Tang Gui ketika melihat kedekatan mereka, dan dia sudah meyakini ketika mendengar bahwa lelaki tua itu menemukan kitab, artinya kitab itu bisa saja kitab pedang dewa yang dicarinya..
Selanjutnya dia membuat skema dan menyelidiki tentang Han Bing. Hingga dia bisa memasuki kelompok sabit kematian, menjadi seorang bawahan. Namun seiring berjalannya waktu, dia terus menghasut dan membujuk, lalu mengatakan kemungkinan ada rahasia yang terkandung dalam kitab itu.
__ADS_1
Lambat laun, Han Bing yang terus dicekoki kalimat-kalimat dari Tang Gui merasakan kegelisahan di hatinya, dan merasa apa yang dikatakan oleh Tang Gui benar adanya. Dia pun termakan oleh bujukan, hingga dia memutuskan mengajak ke empat orang dari kelompoknya untuk menyerang sekte Pedang dewa.
Hari itu, mereka berlima mengerahkan banyak pasukan yang terdiri dari bawahan mereka masing-masing menuju sekte Pedang Dewa yang berada di bawah kepemimpinan Chen Long. Dengan tujuan membunuh habis serta merebut kitab pedang dewa yang dimiliki oleh Chen Long.
Namun sayang, mereka kehilangan harapan ketika dalam pertarungan Chen Long memilih untuk menghancurkan kitab itu. Dan mereka juga mendapat kerugian yang banyak meski dapat membunuh Chen Long. Mereka kehilangan lebih seperti tiga pasukan yang dibawa hanya untuk menghancurkan sebuah sekte.
Di tambah banyak luka yang didapat kelima orang itu dari pertarungan sebelumnya.
Mereka pulang dengan tangan hampa, serta keletihan yang mendera, berencana beristirahat,
Tang Gui membawakan mereka satu teko arak
Dan memberikan satu persatu kepada lima orang yang kini duduk di kursi kebesaran mereka.
Mereka tanpa curiga langsung tenggak arak pada gelas yang diberikan Tang Gui,
Han Bing menggeleng sendu, "dia menghancurkan kitabnya" ucap Han Bing, mulai bersandar pada sandaran kursi.
"Cih gagal, sia-sia aku berjuang, jika tau begini, lebih baik aku sendiri yang melakukannya" kata Tang Gui menatap remeh kepada lima orang yang terluka itu, mungkin jika masih dalam keadaan prima, dia akan kalah. Namun sekarang kendali ada ditangannya.
"Kau bangsat, aku akan meremukan seluruh tulangmu!" Han Bing berteriak marah, karena orang ini hanya pandai menghasut tapi tidak ikut dalam perebutan kitab itu. Namun ketika dia mengerahkan tenaga dalamnya, dia langsung lumpuh seketika "Bajingan, kau memberikan kami racun, rupanya ini alasan mengapa kau tidak ikut bersama kami, kau sudah menyiapkan segalanya. Siapa kau sebenarnya?" Han Bing benar-benar marah sekarang, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia melihat teman-temannya yang juga terkapar ketika akan menggunakan tenaga dalam
"Hahaha aku sebenarnya adalah seorang dari dunia lain yang kehilangan kitab itu, sebab itulah aku menginginkannya, tapi karena luka dalamku, aku tidak bisa mengambilnya secara langsung dan kebetulan ada tangan yang bisa dipakai untuk mengambilnya, tapi sayang! juga gagal, cih" Tang Gui menghela nafas setelah meludah.
"Kalian tidak akan mati jika tunduk kepadaku, aku akan memberikan penawar racun itu setiap satu bulan sekali! Bagaimana penawaran ku?" Tang Gui berkata lagi, kemudian dia duduk di kursi besar yang ditinggalkan oleh Han Bing dengan menyilangkan kakinya, "betapa nyaman hidup seperti ini, dari sini kekuatanku akan segera meningkat!" Gumamnya, sambil menunggu lima orang itu memutuskan apa yang akan mereka lakukan untuk hidup mereka.
__ADS_1
Han Bing menggertakan giginya lalu berkata dengan pelan "Baik, aku akan mengikutimu" ucapnya.
Penghianatan yang dibayar lunas dengan penghianatan pula. Inilah hidup di dunia yang kejam. Siapa tak sanggup lebih baik tidak perlu hidup.
Tang Gui masih dengan santainya duduk, dia menunggu empat orang lainnya.
"Kami bersedia menjadi kaki dan tanganmu!" Ucap ke empat orang yang lainnya.
Tang Gui tersenyum mendengar apa yang mereka katakan, meskipun sempat kecewa dengan hasil sebelumnya, tapi kini dia memiliki lima orang bawahan yang akan membantunya untuk lekas mencapai ranah pendekar Kaisar hingga mencapai puncak dan mencari jalan untuk kembali ke alam dewa..
Sedangkan di sisi yang berbeda, Gu Zhong dia menemukan seorang wanita yang tersangkut di ranting pohon di mana sekarang dia tinggal. Lalu dia menyelamatkannya dan membawanya ke sebuah gubuk yang ditinggalinya selama ini.
Dia tidak keluar dari jurang semenjak terjatuh kesana, karena takut akan ditemukan oleh dua saudara itu.
"Sepertinya kau habis melahirkan Nak, sangat malang nasib mu, aku akan membantumu dan menjadikanmu muridku, berharap kau akan menjadi pewaris ataupun yang mewariskan apa yang kini ku bawa dan mengantarkan sebuah pesan untuk keluargaku di alam dewa"
Gu Zhong memberikan obat serta Pil penyembuhan dan juga ramuan herbal yang berada di kebun cincin dunia, beruntung dia membawa cincin itu, jika tidak dia tak mungkin bisa berbuat apa-apa untuk menolong.
"Kita memang terikat takdir, sehingga keberuntunganmu masih dapat hidup, serta keberuntunganku tidak kesepian lagi disini" gumamnya menatap wanita itu yang masih dalam keadaan sekarat..
Dia adalah Ling Hua, Selir dari raja Chu Yuan, ibu dari Long Chu.
Hai hai…
Salam kenal dariku, wahai pembaca setia Legenda Long Chu, Menentang surga.
__ADS_1
Jajajuba berharap menang lomba, minta doanya, berkah semuanya, banyak manfaatnya, lancar nulisnya…..