
Long Chu melihat dari posisi yang tidak terlalu jauh tentang apa yang dilakukan dan yang dikatakan oleh pelayan itu. Sambil menggelengkan kepalanya, Long Chu berjalan ke warung makan. Lalu menarik dua anak kecil yang ingin keluar itu, membawanya masuk lagi kedalam dan berkata kepada pelayan yang masih tersenyum karena berhasil membodohi dua anak jalanan.
"Apakah kau tidak tahu malu? Kau merampas hak orang lain, jangan mentang-mentang kau lebih dewasa, hingga berpikir mudah membodohi orang lain!" Long Chu langsung berkata.
Gunjingan segera memenuhi warung makan tersebut.
"Atas dasar apa kau menuduhku melakukan itu" pelayan wanita itu melotot menatap Long Chu, dia tidak tahu siapa yang ditatapnya seolah dua bola matanya ingin melompat dari rongga.
"Aku yang memberikan dua koin emas itu kepada mereka sebagai tanda jual beli barang, tapi malah kau tuduh mencuri. Malah berdalih ingin menyimpan uang itu, padahal aslinya kau ingin memakan sendiri. Siapa yang mau kau bodohi, mungkin mereka akan terima karena tak bisa melawan. Tapi aku tidak terima ada orang seperti ini di kerajaan Chu" Long Chu yang jarang berdebat, kini berdebat dengan seorang pelayan wanita demi mendapatkan hak dari dua orang anak kecil itu. Seandainya bukan wanita, mungkin sudah melayang terkena gamparan.
"Aku menghargaimu karena kau seorang wanita, sebelum pemilik warung ini datang kesini dan memecatmu atas sikap yang seperti ini" tambahnya lagi dengan ancaman dan aura yang sedikit menekan.
Wanita itu tidak bisa lagi berkutik ketika Long Chu mengancamnya, dia juga bukan orang yang berpengaruh, bukan juga orang yang memiliki jabatan tinggi. Dia masih ingin mencari makan. Jika menahan terlalu lama, maka bisa saja dia tidak akan lagi mendapatkan pekerjaan. Gaji di warung makan ini cukup banyak, tapi sebanyak apapun gaji bila cara memakainya salah akan terus kurang. Intinya tergantung pada diri pemakainya. Hingga ada istilah, hemat pangkal kaya.
Wanita itu dengan berat hati menyerahkan dua koin emas itu kepada Long Chu, karena dia dapat merasakan rasa yang tidak nyaman ketika menatap pemuda itu, seolah ada perasaan tercekik.
Long Chu mengambilnya dan menyerahkan koin emas itu kepada anak lelaki itu dan berkata "aku akan membantumu untuk mendapatkan makanan dan juga mengantarmu ke rumah agar tidak ada yang mengancammu!"
"Terima kasih banyak Ka!" Anak lelaki itu menjawab senang, sebelumnya dia sudah pasrah akan kenyataan dunia yang kejam, namun dia bersyukur telah dikirimkan malaikat yang baik. "Semoga kakak selalu dilindungi karena kebaikanmu!" Doanya.
Begitu pula dengan adik kecil yang perempuan, mendoakan Long Chu hal yang sama.
"Ayo kita tinggalkan tempat ini!" Kata Long Chu.
__ADS_1
Long Chu membawa dua anak itu ke resto Datang lapar, pulang kenyang yang hanya berjarak dua ratus meter dari warung makan sebelumnya. Dua orang itu enggan, namun Long Chu berkata kembali "tidak apa, ada kakak!"
Long Chu hanya membungkus saja, karena matahari sudah mulai condong ke barat, lagi pula ibu dari dua anak kecil itu masih menunggu dirumah.
Keluar dari kawasan perkotaan dan memasuki satu desa yang terbelakang. Dimana mayoritas mereka adalah petani, Long Chu dapat melihat padi yang masih hijau disana, angin sejuk yang mendebur menghempas pelan ke tubuh menerbangkan rambut yang tergerai.
"Itu disana rumah kami Kak!" Tunjuk anak perempuan yang belakangan diketahui namanya. Qin Aniu, dan anak lelaki itu adalah Qin Dan mereka bermarga Qin.
Berasal dari keluarga yang cukup terpandang di masa lalu, akibat kelakukan raja Chu Lei yang ditentang oleh Qin Juan, ayah mereka. Pada akhirnya membawa malapetaka untuk keluarga mereka, sungguh ironi sekali. Ketika ayah dan keluarga yang lain dibantai, hanya tersisa mereka tiga orang saja yang tak bisa berbuat apa-apa lagi. Terpaksa harus mengungsi ke pinggiran kota yang sepi.
Qin Dan bercerita tentang masa lalu mereka, meskipun waktu itu dia masih kecil dan tidak mengerti. Namun belakangan dia tau karena cerita dari sang ibu.
"Ibu!..." panggil Qin Dan
Long Chu duduk di teras kayu seadanya yang ada di luar rumah, sedangkan dua orang itu masuk kedalam dan memanggil ibunya.
Long Chu langsung masuk kedalam, tak peduli lagi kesopanan. Karena kepanikan itu pertanda bahaya yang harus diutamakan.
Long Chu menyentuh denyut nadi wanita itu, lalu memberikan beberapa totokan pada aliran darah di tubuh ibunya Qin Dan.
"Kak! Bagaimana keadaan ibuku, apakah dia bisa disembuhkan?" Deraian air mata sudah tak tertahankan, bahkan adik perempuannya terisak sangat nyaring di dekatnya. Membuat Long Chu kekurangan fokus.
"Kalian tenanglah dulu, aku akan mengobatinya, jangan menangis agar aku bisa fokus" kata Long Chu cepat, "dudukan ibumu"
__ADS_1
Qin Dan langsung memeluk ibunya dibantu Qin Aniu, keduanya akhirnya berhasil mendudukan sang ibu, sedangkan Long Chu mengambil pil penyembuh dan langsung memasukkan ke mulut wanita itu, pil itu langsung pecah dan mengalir di tenggorokan.
Long Chu bersiap di belakang, menggunakan gerakan tertentu lalu dia menempelkan kedua telapak tangan ke punggung wanita itu dan mengalirkan Qi secepat mungkin mengatur agar pil penyembuh itu bisa berfungsi dan afektif.
Wanita itu langsung muntah darah setelahnya, darah menggumpal keluar bersama muntahan itu.
Long Chu menarik tangannya dan mengatur kembali pernapasannya.
Melihat ibunya muntah darah, Qin Aniu mengambilkan segelas air untuk diminumkan.
"Sungguh anak yang berbakti!" Puji Long Chu melihat kesigapan Qin Aniu..
"Terima kasih banyak atas pertolongan Kakak!" Di Atas ranjang kayu itu, Qin Dan bersujud langsung tiga kali kepada Long Chu.
"Bangkitlah" ucap Long Chu dengan tersenyum, dia lantas menggeser tubuhnya dan berdiri. "Rebahkan lagi ibumu, dia masih perlu banyak istirahat, tapi aku yakin setelah ini dia akan sembuh, jika ibumu sudah sembuh cari aku di kota atau tanyakan kepada prajurit dan bawa ini agar mereka tidak mengusirmu. Bawa ibumu juga, aku akan menghaturkan tempat yang layak untuk kalian" katanya, sebelum pergi.
Long Chu kembali ke istana dan menemui sang ibu.
"Aku berencana dalam waktu dekat ini ingin kembali ke hutan dimana aku dibesarkan, aku ingin mengunjungi makam nenek yang menjagaku dan membesarkanku!" Ucap Long Chu.
"Hem, baiklah! Tapi jika kau sudah selesai, cepatlah pulang karena raja Lei Guang ingin menjadikanmu menantunya. Dia memiliki putri yang sangat cantik, putrinya itu pula yang pertama kali menemukanmu ketika berakhir pertarungan dengan Tang Rui"
"Ah ibu, aku ini masih kecil. Aku tidak bisa menjanjikan hal itu. Bagaimanapun juga jalanku masih panjang, aku tidak ingin menjadikan orang lain bahaya karena aku ibu!"
__ADS_1
"Kau bisa mempertimbangkannya ketika bertemu dengan anak gadisnya, penuhi saja undangannya untuk bertemu, ibu akan kirimkan surat bahwa kau akan berkunjung kesana seorang diri. Kau tentu saja tidak ingat secara pasti umurmu berapa, kau sudah berulang tahun yang ke empat belas satu bulan yang lalu, ibu ingin merayakannya tapi kau masih dalam kondisi menutup diri. Peluklah ibu sebentar!" Pinta Ling Hua dengan senyuman.
Long Chu segera menghamburkan tubuhnya dan berkata "aku tidak janji, tapi aku akan berkunjung kesana suatu hari nanti. Untuk berterima kasih secara langsung dengan Raja Lei Guang!"