Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Taruhan


__ADS_3

Suasana riuh dari para penonton yang berhadir di lapangan terbuka membuat acara yang berlangsung semakin semarak. Ditambah patriark sekte yang selalu ditunggu kehadirannya dan diidolakan para murid kekuatannya akan muncul di panggung utama yang megah.


Wen Hao melompat ke atas arena utama yang paling luas dari sepuluh arena lainnya yang telah disiapkan oleh panitia penyelenggara.


"Ahem!" Wen Hao berdehem untuk memulai perkataannya "Jika belum ada yang tau siapa namaku, maka akan aku kenalkan. Aku adalah Wen Hao! Patriark dari sekte Fajar Senja ini. Hari ini adalah hari yang sudah lama dinantikan oleh kalian semua para peserta tentunya. Dan para penonton yang hadir semua. Pertandingan yang selalu diadakan setiap satu tahun sekali untuk memasuki wilayah inti bagi murid wilayah dalam." Wen Hao menjeda ucapannya.


"Dengan ini berarti wilayah luar juga akan mengadakan pertandingan untuk memasuki wilayah dalam. Maka dari itu untuk kalian para murid wilayah luar! Berlatihlah dengan sungguh-sungguh. Sebab dengan kekuatan! kalian akan meraih apapun yang kalian inginkan. Tapi ingat! Memiliki kekuatan bukan untuk menjadi sombong ataupun untuk menindas orang lain"


"Patriark memang luar biasa" bisik murid luar yang hadir disana. Dia berbicara kepada temannya.


"Jika tidak luar biasa. Tidak akan menjadi patriark!" Sahut teman disampingnya.


"Baiklah. Aku tidak akan menunda antusias kalian terlalu lama. Kita menyiapkan beberapa hadiah untuk sepuluh pemenang yang akan memasuki wilayah inti. Dan kalian juga bisa memilih guru pribadi kalian secara langsung. Kecuali aku!" Kata Wen Hao tersenyum.


"Semua akan aku serahkan kepada tetua Bin Chong sebagai kepala pengadil pertandingan–silahkan tetua Chong!" Ucap Wen Hao. Setelah itu dia berbalik. Melompat dan kembali ke tempat semula.


"Terima kasih patriark, atas kesempatannya hari ini aku bisa menjadi kepala pengadil pertandingan" lalu dia mengalihkan pandangannya menyapu ke semua orang yang ada di halaman luas itu, halaman yang mencakup tiga ribu lebih orang ada disana. Dan berkata lagi. 


"Baiklah, ada seribu orang pendaftar yang terverifikasi bisa ikut dalam pertandingan yang dilangsungkan hari ini hingga final nanti. Dan sudah ada sepuluh arena yang disiapkan untuk kalian, yang sudah memiliki nomor pendaftaran langsung saja naik sesuai dengan nomor urut.


Nomor urut seribu akan melawan nomor urut sembilan puluh sembilan. Begitu seterusnya. Jika kalian merasa nomor kalian yang akan bertanding langsung naik tanpa dipanggil.


Apa kalian semua mengerti?!" Kalimat terakhir dikeluarkan beriringan dengan tenaga dalam agar semua orang bersiap dan paham.


Segera bagi siapa yang memiliki nomor urut seribu naik ke atas arena yang sudah disiapkan.


Sepuluh arena diisi dengan tiga orang pada masing-masing tempat. Dimana salah satunya adalah pengadil pertandingan.


"Mulai" entah dari arena mana suara itu terdengar. Namun hampir semua arena telah melakukan pertarungan.


Tidak ada batasan atau peraturan yang mengkhususkan para murid yang bertarung. Selain membunuh dan melukai titik vital. Hal lainnya boleh dilakukan.

__ADS_1


Dan pertarungan itu sendiri tidak di setting dengan baik. Misalnya pendekar emas bintang satu bisa saja melawan bintang sembilan. Sebab pertandingan sesuai dengan nomor pendaftar, sedangkan di awal melakukan pendaftaran tidak dijelaskan secara rinci bagaimana pertandingan akan berlangsung.


Satu persatu arena berganti petarung dan waktu terus bergulir dan semakin mencondongkan matahari menuju barat.


Di wilayah luar.


Long Chu duduk santai di kedai milik Xiao Dai. Dia sekarang ditemani oleh Xiao Shu.


Wanita yang selalu memberikan tatapan memuja kepadanya.


"Mengapa kau tidak ikutan memperebutkan kuota masuk wilayah inti?" Tanya Xiao Shu.


Long Chu menoleh dan mempertemukan mata mereka sesaat. Setelah itu Long Chu menatap ke depan. Dia melihat sahabatnya datang berlari dengan tergopoh-gopoh. Tapi tetap tidak memperdulikannya. "Kamu sendiri mengapa tidak ikut!?" Tanya Long Chu tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan Xiao Shu kepadanya.


"Aku tidak terlalu terobsesi mengejar kekuatan dan aku berlatih hanya untuk menjaga diri bukan untuk menjadi seorang pahlawan, sepertimu!" Ucap Xiao Shu. "Kamu sendiri mengapa tidak ikut? Tadi kau belum menjawab pertanyaanku loh!" Xiao Shu mengulang pertanyaannya.


"Guru melarang" ucap Long Chu.


"Kak Chu! Kau telah didaftarkan oleh seseorang untuk ikut bertanding"


Long Chu malah terkejut dengan raut wajah tak percaya "Apa?" Tanyanya


"Benar! ini nomor urut mu yang telah terdaftar" kata Yun Feiyang sambil terengah karena cukup jauh berlari.


"Siapa yang memberikan itu kepadamu?" Tanya Long Chu penasaran


"Itu→Wei Lian. Dia memberikannya tadi kepadaku. Katanya jika kau tidak hadir. Dia akan mengatakan bahwa kau pengecut di hadapan semua orang.


"Kalau begitu kehendak mereka. Aku takut! Ini tidak berjalan baik untuknya" kata Long Chu yang bersemangat. Dia tidak melanggar amanat gurunya. Dia hanya memenuhi tantangan yang dilayangkan oleh Wei Lian. "Ayo berangkat!" Long Chu berdiri dari duduknya sebelumnya.


"Aku ikut, tapi bantu aku tutup kedai dulu" kata Xiao Shu.

__ADS_1


Keduanya segera membantu menurunkan tirai yang terbuat dari kayu dengan anyaman rotan. Setelah selesai ketiganya bergerak menuju wilayah dalam yang pintu gerbangnya terbuka tanpa penjagaan.


Ketiganya mendengar sorak-sorai penonton yang berteriak dan bertepuk tangan mendukung para idola mereka. Adapun juga sebagian mendukung karna mereka melakukan pertaruhan.


Hal ini tidak dilarang bagi murid. Bahkan para tetua juga akan melakukan hal yang sama jika menurut mereka ada yang di banggakan dan diandalkan. Terutama murid pribadi mereka yang bertarung.


"Mengapa di sana terlihat lebih banyak orang berkumpul?" Long Chu bertanya.


"Mereka sedang mengadakan judi pertarungan. Para penonton akan bertaruh untuk unggulan mereka" jawab Yun Feiyang


"Em, kamu memiliki uang tidak?" Tanya Long Chu kepada Yun Feiyang tanpa menoleh.


"Banyak, ada apa memangnya?"


"Kita akan ikut bertaruh. Bertaruh harga yang besar dan akan untung besar" kata Long Chu, dia telah memikirkan banyak hal dengan akalnya.


"Apa kau yakin?" Terlihat keraguan di wajah Yun Feiyang. Dia tak pernah ikut bertaruh sekalipun memiliki banyak uang dari kiriman orang tuanya.


"Tentu, kau harus percaya kepada sahabatmu ini!" Long Chu menunjukan kepercayaan diri dengan mencolek hidungnya sendiri dengan jempol serta membusungkan dada.


Kapanlagi menurutnya bisa terlihat keren, kalau tidak dengan akting.


Mereka mendekati meja besar yang ada disana.


Yun Feiyang bertanya kepada bandar judi tentang peraturannya. Setelah mendapatkan informasi. Dia kembali ke sisi Long Chu yang sedang bicara dengan Xiao Shu.


"Ahem!" Yun Fei Yang berdehem "Mereka sedang bertaruh untuk semua arena. Kita tinggal memilih arena mana dan siapa yang akan di unggulkan. Jika unggulan kita menang maka akan mendapatkan hadiah sesuai dengan yang kita taruhkan" kata Yun Fei Yang.


"Kalau begitu kita pilih arena nomor lima. Aku memilih orang yang berbaju biru" kata Long Chu. "Serahkan semua koin milikmu!" ucapnya lagi


Dengan rasa berat hati Yun Fei Yang berjalan kembali ke meja pertaruhan.

__ADS_1


"Aku memilih arena nomor lima, yang berbaju biru" ucap Yun Fei Yang sambil menaruh semua koin perak miliknya yang hanya ada sepuluh keping. Sedikit tidak rela. Tapi dia percaya dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu.


Meskipun kalah paling-paling dia hanya akan ngutang kepada Xiao Shu di kedai.


__ADS_2