
"Mengapa kalian begitu tergesa-gesa? Minumlah dulu. Ini adalah minuman terbaik yang ada di desa sunyi ini. Dan aku membuatnya khusus untuk tamu" kata Gadis itu. Gadis itu masih berusaha tersenyum walaupun mangsa sudah hampir hilang dari genggaman.
Biasanya semua orang yang datang akan terhipnotis oleh kecantikan dan aura yang dikeluarkan. Namun kali ini tidak berlaku untuk satu orang. Meskipun yang lainnya sudah terlena dalam buaian.
Gadis itu mendekat dan meraih tangan Hu Li. Long Chu langsung bergerak dan berteriak "Lepaskan tangannya!"
"Ada senior Chu? Mengapa kau tidak terima tanganku dipegang oleh gadis cantik. Apa aku tidak berhak?" Hu Li bertanya dengan mata melotot. Ada amarah yang terselip dari pandangannya itu.
"Kau tidak seperti biasanya Kak Chu?" Yun Fei Yang menghentakan tangannya untung lepas dari cengkraman tangan Long Chu. Begitu pula dengan Zhan Shi.
'Mereka sudah memasuki tahap kegilaan. Aku harus berpikir cepat' Long Chu membatin melihat ketiga temannya. "Sudah begini. Mengapa kalian berdua tidak menunjukan wajah asli kalian?! Apakah perlu menungguku untuk membongkarnya sendiri?"
"Hihihihi. Kau memang yang terpintar bocah!" Ucap Pak Tua Hai yang mulai berubah tubuhnya menjadi laba-laba siluman. Hanya kepala saja yang tersisa layaknya manusia. Begitu pula dengan gadis itu. Keduanya tumbuh besar dan rumah itu menghilang berganti menjadi sebuah ruangan besar tanpa hiasan. Namun tidak ada pintu keluar yang terlihat. Semua ruangan itu serba putih. Bukan karena cat putih melainkan sarang laba-laba itu sendiri yang terbuat dari benang miliknya yang berwarna putih. "Akan tetapi, pintar pun tidak akan menyelamatkanmu tanpa kekuatan! Jiwa dan tubuh kalian sangat baik. Meskipun tidak sebaik orang yang memiliki tenaga dalam" ucap Pak tua Hai sambil menatap remeh Long Chu yang diam.
Hu Li langsung berteriak. Sebab tangan nya kini tercengkram dan tubuhnya tergantung di udara. "Senior. Tolong aku!"
'Dapat disimpulkan. Kekuatan mereka mungkin hanya tinggal separuh meskipun masih tetap berada diatas ranah ku. Tapi ini menjadi celah yang harus aku tembus' "kalian berdua mundurlah ke belakang!" Katanya kepada Yun Fei Yang dan Zhan Shi.
__ADS_1
"Baik Kak Chu!"
"Baik senior Chu!"
Long Chu melompat seraya memasukan tangannya ke kantong penyimpanan dan mengeluarkan pedang dan langsung di tebaskan ke arah kaki yang mencengkram tangan Hu Li.
Tapi hal itu tidak akan berjalan mulus sesuai keinginan. Kaki laba-laba siluman itu berayun mengangkat tinggi Hu Li dan kaki yang lainnya menghadang Long Chu dan ingin menusuk. Tapi Long Chu segera memutar tubuhnya. Meskipun sedikit sulit berada di udara namun berkat Qi dalam tubuhnya. Dia bisa menendang angin untuk membuat lonjakan dan lepas dari serangan itu.
'Huh sangat berbahaya sekali. Tak bisa memakai senjata jarak dekat jika seperti ini' Long Chu mencoba mengingat-ngingat apakah ada busur dalam kantong miliknya.
Wush! Satu kaki terangkat dan menghujam lantai dimana Long Chu berdiri sebelumnya. Untungnya dia sempat menghindar dengan berguling ke sisi kosong. Akan tetapi, serangan susulan datang lagi. Kini Pak tua Hai yang melakukan serangan beruntun kepadanya. Sembari menghindari serangan itu. Long Chu harus terus berpikir.
"Aku harus menghemat Qi ditubuhku. Masalahnya siluman ini ada dua!" Gumamnya. Dia melompat dan melirik ke arah Yun Fei Yang yang kini sudah tergantung bersama dengan Zhan Shi. "Aku harus bertindak cepat. Sebelum tubuh mereka kering dimangsa binatang ini"
Dia menemukan cambuk. Dan segera dilecutkannya, dengan aliran Qi api yang langsung membara di tangan.
Breeze! Api itu seakan mendesis menghantam salah satu kaki dari siluman laba-laba itu. Namun kaki yang memunculkan duri-duri kecil itu tidak hancur begitu saja. Malah menyerang Long Chu dengan duri yang banyak ke sembarang arah. Hingga Long Chu merasa kesulitan untuk menghindarinya.
__ADS_1
"Hahahah. Bagaimana bocah. Meskipun aku terkejut kau bisa mengeluarkan api di tanganmu. Entah memakai trik apa. Tapi aku yakin itu pun ada batasannya. Tak mungkin kau terus menerus melakukannya. Sementara itu tiga temanmu akan menjadi konsumsi anakku dan dia bisa kembali ke tubuh manusianya dengan tidak kesulitan berjalan di luar ruangan" ucap pak tua Hai tawanya menggetarkan ruangan itu.
"Cih kita lihat saja nanti. Sebelum mereka bertiga. Mati. Kau dan anakmu akan aku panggang!" Teriak Long Chu. Dia melecutkan lagi cambuk di tangannya. Dia marah. Sebab tiga orang itu bergantung kepadanya. Akan menjadi penyesalan yang dalam jika sampai tidak bisa menyelamatkan mereka.
Long Chu mengeratkan tangannya dan menggertakan giginya. Dia ingin sekalian menembus potensi terpendam miliknya jika ada. Dan dengan kesempatan ini. Peluang sekecil ini dia akan menentang surga dengan kekuatannya.
Hiyaat! Dia berteriak dan memakai Qi dengan maksimal. Kini dia seperti naga yang baru dibangkitkan, dengan semangat juang tinggi dia bergerak zig zag menghindari hujaman kaki yang masih menyulitkannya. Dia mencoba untuk masuk ke bawah perut siluman laba-laba tersebut dan meraih pisau kecil di pinggang dengan sekali hentakan tangan. Darah hitam menyembur ke lantai ruangan. Warna putih yang mendominasi kini bercampur hitam.
Argh! Siluman laba-laba itu berteriak nyaring. Dia tak bisa meraih Long Chu yang bertubuh kecil itu. Karena kakinya tidak sampai menjangkau. Namun dia melompat ke dinding lalu meniti di jaring miliknya. Berpikir untuk menjatuhkan pemuda itu. Namun sayangnya Long Chu tidak melepaskan pegangannya pada luka yang telah dibuat sebelumnya. Kini dia mengayunkan tanpa henti pisau kecil itu dan berusaha merobek lebih dalam. Yang dia pahami. Bagian perut adalah yang paling rentan terhadap luka. Jadi dia berpikir cepat dan membuahkan hasil.
Dia melepas pisau kecilnya karena tidak bisa dalam dan melonggarkan ikatan dengan sebelah tangan lalu pedang di punggungnya langsung dimasukkan ke perut untuk menjangkau lebih dalam dan mengobrak abrik isinya.
Sekali lagi teriakan nyaring terdengar meraung. Memang pak tua Hai tidak bisa mengeluarkan tenaga silumannya. Sebab kekuatannya masih belum cukup pulih. Jika tidak! Mungkin hanya dengan mengeluarkan aura silumannya saja. Bocah itu akan terkapar. Kini dia kesakitan entah apa yang terjadi. Dia merasakan ada sesuatu yang melemahkan tenaganya dan menyedot hingga semakin membuatnya tak berdaya bahkan untuk bergerak.
Long Chu juga merasakan sesuatu yang aneh. Seolah pedang itu sedang mengkonsumsi sesuatu. Tapi dia belum tau apa itu? Bahkan untuk ditarik saja tidak bisa.
Siluman laba-laba yang satunya melihat dan mendengar raungan ayahnya langsung bergerak dan tidak jadi untuk menghisap nutrisi yang sudah berada dekat dengan mulutnya.
__ADS_1
Dia bergerak cepat di antara benang yang terhubung dengan yang lainnya. Menembakan jaring itu untuk menarik manusia yang menempel di perut ayahnya.