Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Memasuki Perang 2


__ADS_3

Pagi yang seharusnya hangat dan dapat dinikmati dengan segala ketenangan. Bersama orang terkasih yang menemani kala membuka hari.


Tidak ada pagi itu. Yang ada kebisingan dan darah yang berhamburan dari satu tempat ketempat yang lainnya.


Banyak rumah yang jadi korban kehancuran. Banyak siluman yang mati karena perang. Namun apakah keuntungan itu sepadan walaupun menang.


Apakah benar-benar ada yang akan mengenang mereka yang berperang di garis depan. Demi kelangsungan hidup sebuah kerajaan, demi harapan anak dan cucu bisa selamat, sehat dan mapan?


Hari kepahlawanan hanya akan dikenang tanpa dirasakan. Sebab tidak akan ada yang ingin kembali ke masa kelam. Dimana harus berjuang untuk orang lain yang nanti hanya bisa tertawa menikmati kebahagian setelah menang. Sedangkan yang berkorban mendapat apa? Semoga surga membalasnya!


Sungguh miris nasib seorang pejuang..


Batang tubuh berserakan tak dapat dipastikan siapa pemiliknya.


Hujan panah, hujan tombak bahkan hujan bola api besar yang langsung bisa membunuh banyak orang dilesakkan oleh kerajaan Ye. Begitu pula yang dilakukan oleh pihak kerajaan Bai.


Semua kerajaan pasti memiliki alat perang, sebab itu akan sangat berguna ketika lawan datang menyerang. Ataupun menyerang ke tempat orang dengan skala besar.


Genderang perang terus ditabuh. Terompet dibunyikan. Teriakan terdengar. Seruan kemenangan di gemakan.


Long Chu tanpa pernah memikirkan hal yang berkaitan dengan kepahlawanan. Dia berada di medan perang untuk membantu naga merah mendapatkan lebih banyak peluang memulihkan kekuatan. Tanpa gentar memasuki kerumunan siluman. Dengan gerakan seni pedang mengoyak langit yang dipadukan dengan Api biru yang menyala pada bilah pedang naga merah. Dia menjadi momok yang menakutkan bagi pihak kerajaan Ye. Namun menjadi sebuah semangat yang baru ketika melihat hal itu dari pihak kerajaan Bai.


Meski mereka tidak tau siapa pemuda itu, akan tetapi mereka diuntungkan dan tak mungkin menyiakan.


Hingga matahari mulai meninggi. Long Chu berdiri di atas tumpukan mayat setinggi gunung yang tidak memiliki lagi Kristal Roh dalam tubuhnya. Sebab Naga merah langsung menyerap dengan cepat esensi kristal Roh. Jika dia berubah bentuk ke bentuk naga. Mungkin sudah lebih besar dari sebelumnya. Nutrisinya terpenuhi dengan banyaknya Kristal Roh yang bisa menyembuhkan Rohnya dari cidera dan kekangan yang terlalu lama.

__ADS_1


Pada awalnya dia berada di rumah Yang Shi sudah sejak ratusan tahun, tak pernah ada yang memindahkannya. Sebab dia selalu memberikan tekanan hingga tidak ada yang bisa mengangkatnya. Namun pertemuannya dengan pemuda itu yang tak disangka. Membuatnya memutuskan untuk mengikuti. Sebab pemuda yang kini menjadi tuannya itu menghormatinya dan meminta izin untuk membawa.


Hatinya tergerak dan berakhirlah kini bersama menjelajahi alam siluman yang membuatnya bisa hidup kembali dalam bentuk sejatinya.


"Siapa yang bisa membunuh pemuda itu akan diangkat menjadi komandan batalyon!" Seru Ye Hong.


Dari ketinggian Ye Hong melihat pemuda yang berada di ranah Raja bintang satu itu begitu mendominasi hingga melemahkan mental pasukannya. Jadi dia harus membuat semangat baru untuk mereka agar tetap berjuang melawan dan tak lari seperti pengecut.


"Bunuh pemuda itu!" Entah siapa yang menyerukan itu. Namun yang pasti, kini hampir dari setengah pasukan yang tersisa mendatangi pemuda itu dengan senjata dan serangan energi kuat mereka.


Hampir rata-rata pasukan yang dibawa oleh kerajaan masing-masing berada di ranah pendekar Prajurit bintang sembilan hingga pendekar raja.


"Bagaimana menurutmu sekarang penasehat? Apakah kamu sudah menghilangkan keraguanmu?" Tanya Ratu Bai Lin, dia tersenyum melihat perkembangan dari pasukan mereka yang bersemangat setelah kehadiran pemuda itu.


"Bagaimana dengan Bai Jing. Apa kau yakin dia dapat di tahan di dalam penjara?"


"Aku sudah menyuruh beberapa orang pendekar raja untuk berjaga di sana. Semoga saja tidak ada penghianat lainnya yang membebaskannya!" Ucap Bai Du.


"Ayo kita maju juga. Aku akan turun langsung menemani pemuda itu" kata Ratu Bai Lin.


"Jangan ratu!" Bai Du menghentikan dengan teriakannya tapi Ratu Bai Lin terlalu bersemangat


Ratu Bai Lin Melompat di antara bahu para pasukan yang ada hingga sampai pada pemuda itu. Dan berkata "aku akan menemanimu?"


Ratu Bai Lin sengaja melakukan itu agar dia lebih dekat dengan pemilik darah dewa yang bisa melepaskan kutukannya dengan sekalian niat hatinya yang ingin memikat pemuda berumur tiga belas tahun itu.

__ADS_1


"Terima kasih Ratu! Bagaimana keadaan tiga temanku?" Long Chu kembali menanyakan hal itu. Sebab semenjak dia dibawa ke kerajaan Bai ini. Tak pernah dia bertemu dengan ketiga kawannya.


"Mereka aman! Dan sudah berada didunia manusia. Kau tenang saja. Bantu kerajaanku. Maka aku akan membantumu nanti!" Ucap Ratu Bai Lin.


Long Chu mengangguk begitu saja. Sebelum mengayunkan pedangnya ke arah belakang Ratu Bai Lin. Sebab disana ada yang mengancam nyawa Ratu dengan serangan diam-diam. Long Chu memberikan tusukan yang dalam lalu memutar dan memberikan dorongan ke samping. Sebab di samping ada lagi yang datang untuk menyerang. Teriakan kematian menggema kembali.


"Belakangmu!" Ucap Bai Lin.


Long Chu melompat maju dan membiarkan Ratu Bai Lin untuk mengaksesnya. Tak mungkin dia terus menjaga. Sedangkan Ratu Bai Lin lebih kuat darinya dalam segi ranah kependekaran.


Long Chu sengaja tidak menutupi ranahnya kali ini, sebab dia ingin lawan yang sebanding agar Kristal Roh yang didapatkan lebih berkualitas.


'Bagaimana, apakah kamu kenyang naga?' Tanya Long Chu di pikirannya. Dia mencoba untuk berkomunikasi.


'Sangat bagus. Kau harus mencari Ranah pendekar Raja. Jangan membuang-buang waktu dengan menghabisi kroco ini' naga merah sangat bersemangat. 'Jika kekuatanku pulih dengan cepat! Nanti biarkan aku yang memakan Raja kejam itu!' Ucap Naga Merah.


Long Chu tersenyum mendengarnya. Ini adalah pertarungan pertamanya bersama naga merah. Sebelumnya dia sangat kesal dengan pedang itu, bahkan Long Chu mengumpatinya, sebab pedang itu pernah membuatnya terasa akan mati.


Namun kini. Pedang itu pula yang menjadi nyawa kedua untuknya. Dia merasa memiliki kekuatan sebanding pendekar Raja bintang tiga dengan kekuatan Pedang Naga merah. Namun jika tidak memakai pedang itu dia mungkin masih bisa mengalahkan satu bintang di atasnya.


Ada perbedaan besar jika sudah berada di pendekar Raja. Perbedaan satu bintang ke bintang lainnya cukup jauh.


Mungkin jika dikategorikan sebagai lingkaran tenaga dalam. Maka bintang satu pendekar Raja akan memiliki dua puluh lingkaran tenaga dalam. Sedangkan setiap bintang ke atas perbedaannya dua puluh lingkaran tenaga dalam pula. Semakin jauh bintang yang dimiliki oleh lawannya. Akan semakin sulit menjangkaunya.


Akan tetapi untuk kasus Long Chu dia bisa melawan satu bintang di atasnya karena memiliki Qi yang lebih kuat dari Tenaga dalam. Sedangkan dengan bantuan pedang Naga merah yang memiliki kekuatannya sendiri menjadi bantuan untuk melawan dua bintang diatasnya. 

__ADS_1


__ADS_2