Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Pertandingan 2


__ADS_3

Long Chu melompat ke arena setelah melihat ada seseorang yang lebih tua darinya lebih dulu melompat ke arena ketika pembatas formasi dibuka.


Orang itu menatap seorang pemuda yang datang kepadanya.


Benar apa yang dikatakan oleh Wen Hao. Orang akan menghina dan merendahkannya ketika dengan ranah pendekar emas naik ke arena melawan pendekar prajurit bintang lima.


Dilihat saja itu sudah sangat ganjil dan jelas memancing keributan.


"Apakah sekte Fajar Senja meremehkan lawan hingga mengirim bocah ingusan?" Seseorang berkata dari stand asal Sekte Pedang Ilahi "atau tidak memiliki lagi ranah Prajurit yang bisa di ikut sertakan dalam pertandingan ckckck betapa memalukan!"


Omongan itu jelas didengar oleh semua orang. Sebab ditunggangi oleh tenaga dalam yang disengaja untuk disampaikan agar semua orang yang hadir disana tau dan mengolok-ngolok sekte Fajar Senja.


Gunjingan di antara penonton pun mulai terdengar dan menyebar secara perlahan


"Apa kau mendengar kata mereka. Lebih baik kau menyerah!" Kata Leng Xu. Dengan arogan dia berkata. Merasa memiliki kemampuan yang jauh berada di atas membuatnya seratus persen yakin. Hanya menggunakan lambaian tangannya lawan akan kalah.


"Apa kau takut padaku? Sebelum tinjuku ini menghancurkan wajahmu. Mungkin menyerah adalah pilihan terbaik untukmu" Giliran Long Chu yang berkata sombong dengan ucapannya.


Semua orang tertawa mendengar celotehan pemuda itu. Bagaimana tidak? Mereka jelas dapat mengetahui mana yang kuat dan mana yang tidak. Tidak mungkin menurut mereka monyet akan menggetarkan langit kecuali Sun Wukong.


Sekarang dua orang yang berhadapan itu layaknya seorang dewa dan seorang pengemis buta yang tak melihat kebesaran dan keagungan yang ditampilkan.


Leng Xu menatap jijik pemuda di hadapannya itu. "Tetua langsung saja. Aku akan membungkam mulutnya yang berbisa itu!" Kata Leng Xu kepada pengadil arena.


Ketika pengadil ingin berkata Long Chu lebih dulu berkata sambil mengangkat satu tangannya. "Tunggu sebentar pengadil. Rasanya tidak seru jika pertandingan ini tidak ada taruhan. Apakah bisa bertaruh?" Tanya Long Chu.

__ADS_1


Wen Hao tersenyum mendengar kata taruhan keluar dari mulut muridnya itu. Dia pun bersemangat, yang artinya muridnya itu begitu yakin bisa mengalahkan Leng Xu dari sekte pedang ilahi itu.


Pengadil arena menggelengkan kepalanya tak percaya dengan pertanyaan itu. "Tentu itu tidak dilarang asalkan disepakati oleh kedua belah pihak!" Pengadil itu menatap Leng Xu.


"Aku terima!" Ucap Leng Xu, kemudian dia menatap pemuda dihadapannya. "Apa yang bisa kau taruhkan?" Tanyanya.


Long Chu mengeluarkan Satu kristal seukuran kepala bayi dari kantong penyimpanan miliknya. "Apakah kau memiliki hal yang setara dengan ini? Jika tidak! lebih baik kau menyerah saja!" Kata Long Chu sambil memamerkan kristal itu.


Beberapa orang mengetahui apa yang ada di tangan pemuda itu. Yaitu kristal siluman yang sulit dicari dan didapatkan.


Pertanyaannya, dari mana pemuda itu mendapatkan kristal siluman?


Patriark sekte Pedang ilahi langsung berseru dalam hati dan berteriak kepada Leng Xu. "Leng!"


Leng Xu meminta waktu kepada pengadil lapangan untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh patriaknya.


"Pedang ini sebagai taruhannya. Apakah sepadan?" Kata Leng Xu.


"Cukup baik" kata Long Chu, dia memberikan kristal siluman itu kepada pengadil arena. Begitu pula dengan Leng Xu.


"Apakah kalian sudah siap?" Tanya pengadil.


"Sangat siap!" Leng Xu lebih dulu berkata.


Pengadil menatap Long Chu dan mendapatkan anggukan. "Mulai!" Ucap pengadil arena itu yang langsung menutup tirai formasi. Meskipun dia tidak yakin akan ada serangan yang nyasar karena salah satu lawan hanyalah orang lemah. Namun dia tidak ingin mengambil resiko.

__ADS_1


Keduanya saling pandang dan Leng Xu menyerang lebih dulu. Dengan tangan yang terkepal meninju ke depan. Dia tidak mengurangi sedikitpun kekuatannya.


Wush! Wush! Dua pukulan mengayun membelah udara.


"Patriark Wen! Dari mana dia mendapatkan kristal siluman itu, mengapa dia harus menjadikan itu taruhan. Mengapa tidak digunakannya sendiri?" Satu di antara dua tetua yang duduk didekat Wen Hao bertanya.


"Muridku itu penuh dengan perhitungan. Dia bisa dengan mudah mengalahkan murid dari sekte pedang ilahi itu. Karena sebenarnya dia sudah berada di ranah pendekar Raja. Namun yang aku khawatirkan adalah taruhannya. Pedang milik sekte pedang ilahi itu adalah pedang berkualitas tinggi yang terbuat dari besi meteorit yang pernah jatuh ke bumi dan ditempa oleh seorang ahli di kekaisaran. Jika Long Chu menang dan mendapatkannya. Akan ada kegemparan dan pasti perselisihan. Aku sedikit banyaknya tau tentang sifat dari Patriark Leng Kai. Tak mungkin dia dapat menerima kenyataan itu. Dia berani mempertaruhkan itu hanya karena menganggap muridku sosok lemah"


Dua tetua itu ternganga mendengar pemaparan yang dikatakan oleh patriark wen Hao.


Mereka sungguh tidak percaya pada poin yang mengatakan pemuda seusia Long Chu mencapai ranah pendekar raja. Apa kata dunia? Jika itu benar terjadi. Mereka Pun ragu pada kejujuran yang dikatakan oleh patriark Wen Hao. Tapi tidak yakin jika patriark berbohong.


Mereka pun memutuskan untuk percaya saja dan menatap pertarungan yang terjadi.


Di sisi seberang sana. Dimana keberadaan sekte pedang ilahi, Patriark Leng Kai berkata dengan senyumannya. "Kau jangan khawatir tetua Jan tentang pedang itu. Itu hanya agar pemuda itu tidak menarik taruhannya. Jika kita tidak mengeluarkan sesuatu yang berharga maka kita akan kehilangan sesuatu itu yang ditaruhkan oleh pemuda itu. Lagi pula kau bisa melihat sendiri. Pemuda itu hanya berada pada ranah pendekar emas. Sedangkan putraku berada pada ranah pendekar prajurit. Itu bukan hanya perbedaan satu atau dua bintang. Tapi sudah melampaui batasan. Jika pun dia super jenius. Mungkin dia hanya bisa mengalahkan dua bintang di atasnya. Percaya padaku!" Ucap Leng Kai.


"Maafkan aku patriark, aku hanya tidak ingin kehilangan pedang legendaris yang turun temurun diwariskan kepada penerus sekte pedang ilahi!" Kata tetua itu membungkuk.


"Kau hanya perlu melihat bagaimana anakku akan mempermalukan pemuda itu dan mengambil kristal siluman itu. Dengan adanya itu di tanganku. Aku akan bisa menembus bintang enam dari pendekar raja secepatnya hahaha bukankah itu hebat!" Kata Leng Kai.


Kemudian keduanya menatap pertarungan yang sudah berjalan namun tidak ada satu pukulan yang menyentuh masing-masing lawan.


Menggunakan langkah monyet mencuri mangsa, Long Chu melompat tidak beraturan dan itu cukup menyulitkan untuk ditebak oleh Leng Xu hingga dia begitu terlihat gusar.


"Mengapa dengan wajahmu, itu seperti orang yang ingin buang air besar!" Kata Long Chu memberikan ejekan sambil menghindar dari pukulan yang dilesakkan oleh Leng Xu.

__ADS_1


"Mengapa kau terus menghindar. Apa kau pikir dengan begitu tenaga ku akan habis dan kau bisa dengan mudah mengalahkanku. Itu pemikiran yang hanya dimiliki oleh orang bodoh!" Teriak Leng Xu, dia begitu kesal karena tidak bisa menyentuh pakaian bahkan seujung rambut dari pemuda itu belum tersentuh...


__ADS_2