
Hembusan angin yang dapat dirasakan begitu tajam menyerang Raja Orc yang sebelumnya tenang berdiri di udara. Namun sekarang dia terlihat bergerak menghindari serangan itu. Dia melesat ke samping sejauh tiga ratus meter, lalu mengayun pedangnya juga untuk memberi perlawanan. Dia ditantang oleh seorang pemuda bodoh. Jika tidak melawan akan diremehkan orang, dilawan juga tidak membuat malu dirinya.
Long Chu menggiring Raja Orc untuk menjauh dari pasukannya, agar pasukan itu tidak memiliki pemimpin yang bisa mengomando.
Pertarungan dua orang kini terlihat menegangkan dan membahayakan.
Satu yang tak dapat dikira oleh bangsa Elf yang. Pemuda dari bangsa manusia yang begitu lemah itu mampu menyaingi kekuatan Raja Orc yang sudah diketahui secara umum sudah mencapai ranah kaisar.
Seseorang yang pernah mengejek pemuda itu pun merasa bersalah, bukan hanya sekarang pemuda itu bisa terbang, melainkan juga bisa dan berani melawan raja Orc sendirian. Jika dia berada di posisi itu paling hanya satu jurus sudah akan tumbang. Tapi orang yang berada di bawah ranahnya malam imbang.
"Hais! Apakah memang semua bangsa manusia itu kuat?" Gumamnya.
Raja Elf tak menyiakan kesempatan yang dibuka oleh pemuda itu, dia membiarkan Long Chu melawan Raja Orc karena yakin bahwa pemuda itu akan menang, hanya menunggu waktu saja, yang terpenting baginya kini adalah menghancurkan pasukan orc yang lainnya.
"Serang mereka!" Perintah raja Elf kepada pasukannya.
Panglima Eldar segera mengangkat tangan juga untuk memulai serangan lanjutan.
Gemuruh suara, ribuan orang menjadi satu bergumul di tempat yang sama dalam satu formasi penyerangan dan bertahan.
Raja Elf melawan bawahan terkuat Orc yang ada di ranah pendekar raja bintang delapan. Meski satu bintang berada di atas, namun tidak serta merta melumpuhkan Orc itu mudah. Dia harus terpontang panting juga menangkis serangan lawan.
Di satu sisi yang lain, pasukan Elf lebih banyak dari pada pasukan Orc, tiga orang Elf lawan satu Orc dan itu berhasil lebih cepat, apalagi sekarang formasi penekanan itu hanya berfungsi untuk pihak Orc.
Ratusan Orc dihancurkan dalam sekali gebrakan bersama, rasa haru kemenangan menyelimuti perasaan, namun ini bukanlah kemenangan yang sebenarnya, hanya jika raja Orc mati, maka dapat dipastikan itu kemenangan sejati.
__ADS_1
Para petinggi kerajaan memilih lawan yang cukup kuat untuk mereka tahan. Terlihat Eldar dan Deffin kini bekerja sama melawan satu Orc yang sebenarnya memiliki ranah yang sama dengan mereka. Namun untuk meyakinkan kemenangan memang harus dilakukan cara yang cukup buruk ini.
Apapun dalam perang akan dilakukan untuk kemenangan.
Raja Orc melirik ke kejauhan, dimana pasukannya berjatuhan satu persatu, persepuluh bahkan seratus orang jatuh dan mati. Matanya merah menatap murka, dia melesat ingin kembali, namun dihadang oleh pemuda itu, yang tidak lain adalah Long Chu.
'Kau sekarang memiliki kendali atas kekuatanku, antara api dan angin dan itu juga bisa kau padukan' kata naga merah dalam relung pikiran 'aku akan beristirahat sebentar!' Katanya lagi.
'Terima kasih naga merah atas Qi yang kau padatkan dalam dantian ku, membuat aku bisa memiliki tiga atribut, petir, api dan angin, kini saatnya menggunakan kekuatan itu!'
"Gerakan pertama, Seni pedang mengoyak langit!"
Long Chu mengalirkan elemen api kedalam pedang nirwana lalu membuat gerakan yang berada pada satuan teknik perubahan gerak.
Bergerak lincah di udara menggunakan kepakan sayapnya, Long Chu muncul di hadapan di tiga meter jarak dengan Raja Orc, lalu menebaskan pedangnya.
Long Chu mengalirkan energi Angin untuk memberikan tekanan pada pedang, api semakin besar di tambah kekuatan pendorong lebih besar membuat Raja Orc terdorong mundur.
Tidak menyiakan kesempatan yang terbuka, Long Chu memberikan tendangan ganda pada dada Raja Orc, Bisa dibayangkan betapa kerasnya tendangan Long Chu. Tubuh Raja Orc seperti roket yang menembus gunung.
Braak! Argh!
Semua orang menoleh ke gunung yang meledak.
"Mungkinkah Raja Orc mati!" Entah suara siapa itu, namun kemungkinan mereka sepakat mempertanyakannya, karena hanya ada pemuda dari bangsa manusia yang masih melayang di udara, tentunya yang menghantam gunung sebelumnya adalah Raja Orc, bukan yang lain lagi.
__ADS_1
Semangat para Elf semakin meningkat kala itu dan terus memukul, membunuh dan mengurangi pasukan Orc, meskipun di pihak mereka juga tidak kalah banyak sudah terbunuh. Namun setiap peperangan memang memakan korban. Untuk sebuah negara, untuk sebuah kehormatan, para pejuang mati dan diagungkan sebagai pahlawan. Tapi terkadang beberapa orang lupa dengan kepahlawanan tersebut.
Raja Orc bangkit dari tanah yang mencetak tubuhnya. Ada sedikit darah di mulutnya, darah hitam yang berbau menyengat. Kini entah mengapa kekuatannya meningkat dan perlahan meningkat ketika aura gelap memasuki tubuhnya.
"Teknik pengorbanan jiwa!" Ucapnya. Seketika para Orc yang hidup berubah menjadi hitam dan meledak, semuanya, tanpa tersisa yang ada di wilayah itu. Jiwa-jiwa melayang ke arah Raja Orc tanpa dapat dicegah. Bahkan jiwa dari jasad yang sudah mati kini melesat menuju kepadanya.
Tubuhnya tumbuh lebih besar, bukan hanya itu, kekuatannya meningkat mencapai ranah pendekar kaisar bintang tiga. Kini semakin jauh meninggalkan Long Chu.
Long Chu meskipun memakai kekuatan dari Naga Merah, namun dia tidak meningkatkan tahapan bintang, hanya saja menambah daya serang. Tetap dia berada pada ranah raja bintang lima, beda dengan kasus bertukar kendali jiwa.
Raja Orc melesat cepat dan langsung mengayunkan tangannya untuk memukul manusia itu, dia telah kehilangan pedang, jadi kini hanya menggunakan pukulan saja. Tubuhnya tiga kali lebih besar dari Long Chu dengan kepalan tangan seukuran karung pasir besar.
Long Chu menahan pukulan cepat itu, karena memang dia tidak sempat untuk menghindarinya.
Baam! Long Chu terpelanting dari atas dan tubuhnya melesat seperti roket menghantam gunung. Seolah Raja Orc membalas serangan yang didapatkannya sebelumnya dari manusia itu.
Kemudian dia menatap kelompok Elf yang berbaris. Segera dia melesat terbang.
"Persiapkan diri kalian, kita tidak boleh hanya bergantung kepada pemuda itu, setidaknya kita memiliki perlawanan!" Raja Elf merentangkan tombaknya. Lalu mulai mengepakan sayap transparan miliknya diikuti oleh sisa pasukan yang hidup dan bisa bertarung di belakangnya.
Para ahli membuat formasi tambahan untuk menekan kekuatan Raja Orc yang diluar nalar, namun tidak berhasil, karena Raja Orc menghancurkannya sebelum formasi itu terbentuk sempurna.
"Jangan memainkan trik murahan seperti itu!" Katanya dengan suara besar.
Lalu mengibaskan telapak tangannya membentuk kipas. Serangkum angin berkekuatan tinggi segera menghamburkan pasukan itu, raja Elf dan semua orang kini terhempas ke tanah, banyak pepohonan serta bebatuan, bahkan gunung di buat hancur terkena imbasnya.
__ADS_1
Jangan lupa mampir di Fz dengan judul Penguasa Baru