
"Kami sudah muak dengan para pendekar yang sering datang kesini. Mulanya mereka sopan, ujung-ujungnya menjadi preman. Memalak, memukul, menyiksa bahkan mengambil anak perawan kami!" Satu orang berkata sedikit kasar namun tidak berani mendekat.
Tapi aku bukan seperti yang kalian katakan, aku berbeda" Long Chu menunjukan lencana Sekte Fajar Senja yang dimilikinya.
"Aku adalah anggota sekte yang sedang dalam perjalanan pulang. Jika ada masalah kamu atau kalian semua bisa meminta tolong kepadaku" kata Long Chu dengan mantap.
Dia memang mengatur tingkatannya berada pada Ranah pendekar Emas bintang enam. Iya tak ingin mengundang lawan yang tidak perlu jika menonjolkan tingkatan sebenarnya. Tapi juga tidak ingin diremehkan hingga dia membuat pengaturan seperti itu.
Umumnya memang umur seperti Long Chu akan memiliki tingkatan yang berada pada ranah pendekar emas bintang lima. Tapi jika mereka tahu usia tulang pemuda itu. Maka mereka akan sepakat bahwa dia adalah pemuda jenius dari sekte.
Yang berbicara dari jauh sebelumnya langsung mendekat kepada Long Chu, setelah melihat lencana Sekte. Meskipun dia tidak tau sekte itu berasal dari mana. Namun sebuah sekte asalkan sekte itu netral atau sekte aliran putih bisa di mintai tolong. "Sekte dari mana itu Nak?" Tanya orang itu yang masih ragu.
"Sebenarnya aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang. Sekte ku ini berada di barat kerajaan Lei" jawab Long Chu.
"Kau sangat jauh tersesat anak muda" orang itu sedikit terbuka dan mulai ramah. Begitu pula dengan orang-orang yang tersisa disana. "Ini adalah kerajaan Chu. Tapi masih cukup jauh untuk ke ibukota. Dan seharusnya kau harus membeli kuda, agar bisa cepat sampai
"Permisi!" Seorang anak dari pemilik kedai menghentikan pembicaraan mereka. Anak itu menata makanan dimeja kayu, lalu meninggalkannya langsung setelah itu.
"Dimanakah aku bisa menemukan penjual kuda?" Tanya Long Chu.
"Aku tau dimana orang menjualnya. Jika kau mau? Kau bisa mengikutiku sekarang!" Ajak orang itu.
Long Chu melihat anak kecil yang sebelumnya mengantarkan makanan memberinya sebuah kode tangan. Long Chu pun tersenyum.
"Baiklah! Tapi aku harus makan lebih dulu" kata Long Chu.
Beberapa orang yang ada disana segera pergi dari kedai itu. Entah mau kemana?
Tidak lama menunggu Long Chu makan. Selesai makan pemuda itu memanggil anak pemilik kedai dan bertanya "Berapakah aku harus membayar makanan ini?"
__ADS_1
"Hanya tiga koin perak!" Ucap anak itu sambil mengedipkan mata. Namun Long Chu hanya tersenyum melihatnya.
Long Chu mengambil kantong penyimpanan miliknya dan mengeluarkan satu koin emas. "Aku tidak punya yang kecil, tapi kembaliannya untukmu saja" kata Long Chu. Dia sekali lagi tersenyum.
"Ayo paman! Sebaiknya cepat, aku baru ingat bahwa akan ada pertandingan antar sekte di kerajaan Chu ini" kata Long Chu seraya menatap lelaki dihadapannya.
"Ikuti aku!"
Keduanya langsung berangkat meninggalkan tempat itu.
Sepeninggal keduanya. Sang pemilik kedai langsung meminta anaknya untuk menutup kedai dan pulang. Karena ini bisa saja menjadi pertanda bahaya. "Orang itu melihatnya! Jadi kita harus tutup lebih awal" kata pemilik kedai itu.
"Baik ayah! Kasihan kakak itu akan menjadi korban selanjutnya. Kita yang tidak memiliki apapun untuk melawan hanya bisa pasrah berjualan" anak kecil itu sedih.
Lelaki itu membawa Long Chu ke tempat sepi dan berkata "kita sudah sampai!"
"Hahaha" lelaki itu tertawa, kemudian dia bertepuk tangan. Sekitar sepuluh orang muncul dari belakang Long Chu. "Kau hanya perlu memberikan kantong penyimpanan itu, jika ingin selamat dan tetap hidup. Tapi ya, itu terserah kamu sih. Yang pasti sekarang kau tidak bisa untuk tidak memberikannya kepada kami" tambah lelaki itu dengan seringainya menatap Long Chu.
Sedangkan orang yang ditatap begitu santai. 'Sebelas orang ranah pendekar prajurit bintang tiga' Long Chu tersenyum setelah selesai memindai semua kekuatan sebelas orang yang mengurungnya kini dengan senjata yang masing-masing terhunus.
Jika dia memang berada di pendekar emas bintang enam, ini memang benar-benar penindasan dan tidak ada jalan selain menyerah dengan baik. Tapi sayangnya mereka salah sasaran kali ini.
Menggunakan gerakan Monyet mencuri mangsa. Long Chu bergerak seringan kapas. Dengan tenaga fisiknya. Dia menghantam orang yang di belakang dia lebih dulu.
Bam! Satu pukulannya tak dapat dihindari, karena mereka masih sibuk menertawakan lawan yang mereka anggap sangat lemah tersebut.
Setelah berhasil melumpuhkan satu orang. Kini Kakinya berayun dan berputar di udara. Sedikit tinggi dia melompat lalu melentingkan tubuhnya.
Bugh! bugh! Ugh! Dua kepala tergeser dari posisi aslinya. Itu hanya terkena ujung sepatunya bagaimana jika terkena semua betisnya.
__ADS_1
Tiga tumbang.
Delapan orang yang tersisa sedikit mundur dengan kejutan yang diberikan pemuda itu.
"Cuih! Kau harus mati bocah edan! Serang dia dan lumpuhkan!" Itu adalah perintah dari orang yang membawa Long Chu ke tempat itu. Dia tidak menyangka sama sekali bahwa orang yang di bawa akan menjadi petaka untuk komplotannya.
Hiyaat! Delapan orang menyerang bersama-sama. Mereka cukup terbiasa menggunakan formasi penyerangan dan bertahan itu dapat dilihat dari pergantian posisi ketika bertahan dan menyerang.
Tapi Long Chu juga tidak mudah dikalahkan begitu saja. Dia mengambil pedang yang ada di tanah lalu berguling dua kali menghindari tusukan pedang dan tombak panjang. Kemudian dia menyabetkan pedang itu ke depan. Terlihat ada serangkum energi kuat yang menghantam delapan orang itu.
Empat yang berada di depan tak bisa menahan hingga mereka harus menjadi mayat lebih dulu dengan ledakan kecil yang berdentum hingga beberapa meter terdengar suaranya.
Tak berhenti disitu saja. Setelah formasi serangan mereka pecah, Long Chu bergerak mendekati.
Baam! Baam! Baam! Baaam! Empat orang terakhir menghantam kayu setelah menerima bogem mentah di dada mereka masing-masing. Tidak ada lagi yang berdiri disana selain Long Chu. Dan tidak ada dari mereka yang mau berdiri hanya sekedar untuk lari. Sebab mereka sadar kali ini telah salah memilih lawan.
"Aku bertanya, apakah semua pendekar yang datang kesini akan kalian perlakukan seperti ini?" Long Chu berjalan dan meraih kerah baju orang yang berlagak baik kepadanya sebelumnya. Jika dia tidak mengikuti permainan, tidak akan bisa menemukan komplotan.
"Ampun, jangan bunuh kami! Kami hanya mengincar yang tingkat kependekarannya rendah saja agar mudah ditindas" ucap orang itu. "Dan kami hanya ingin mencari makan saja"
"Apakah kalian mengampuni para pendekar yang sudah kalian tangkap? Cih melihat dari wajahmu itu jelas tidak! Maka biarkan aku berbuat hal yang sama kepada kalian" dia mengangkat tangan kanannya dan api biru muncul ditelapak tangan itu, kemudian dia hantamkan ke dada orang yang ada di tangan kirinya hingga hangus terbakar dan menjadi kerangka.
"Ini adalah hasil dari perbuatan kalian sendiri. Tidak ada sebab tanpa akibat. Kalian yang menanam, kalian pula yang menuai hasilnya!" Setelah melempar kerangka itu, Long Chu berkata seraya melangkah ke arah tiga orang yang masih hidup.
"Tolong ampuni kami, kami hanya terpaksa!" Salah satu bangkit dan berlutut memegang kaki Long Chu.
"Bunuh saja! Mereka sangat meresahkan Kak!" Suara seorang anak kecil masuk ke telinga Long Chu dan itu berhasil membuatnya menoleh. Dia mendapati anak kecil yang berada di kedai sebelumnya bersama dengan sang pemilik kedai.
"Mereka sangat meresahkan. Bahkan selalu menindas kami di kedai." Teriak anak itu lagi..
__ADS_1