Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Pertarungan kecil


__ADS_3

Hiyat! Akh! Bugh….


Teriakan demi teriakan kesakitan dikeluarkan oleh beberapa orang.


"Mengapa kalian begitu lemah?" Tanya seorang pemuda dengan pakaian yang mewah. Cukup tampan dan gagah untuk seorang pemuda seusianya.


"Ayo serang lagi!" Perintahnya kepada beberapa orang yang masih menggeliat kesakitan.


"Kami sudah tidak sanggup lagi Senior Yang" salah satu berani menjawab perkataan pemuda itu. Namun dia tak berani menatap matanya secara langsung.


"Cih. Mengapa kalian terlalu lemah. Atau memang aku yang terlalu kuat? Aku harus mencari lawan yang sebanding denganku!" Katanya dengan sombong.


Hidup dalam sebuah kawasan tertutup membuat seseorang memiliki pemikiran yang sedikit lebih dangkal. Baru beberapa waktu dia memasuki sebuah sekte. Namun semua murid hampir takut melawannya. Sebab dia terkadang tidak memberi ampun jika belum puas. Jika bukan karena seseorang yang kini menjabat sebagai patriark. Mungkin kesombongan senior Yang itu akan dipatahkan oleh beberapa murid tertua di sekte itu.


Mereka semua berasal dari Sekte Pedang Bintang yang berada di perbatasan antara kerajaan Chu dan Lei..


Long Chu masih berdiri di atas pohon untuk melihat kesenangan pemuda itu dalam menghukum saudara se sektenya, hanya gelengan kepala yang dia berikan kepada pemuda itu.


Long Chu melompat turun dari pohon karena itu bukan masalah yang harus diselesaikan olehnya. Namun sebuah teriakan membuat dia berhenti untuk melangkah.


"Setelah cukup lama berada disana. Kau mau pergi begitu saja, Hah?"


Long Chu berjalan kembali setelah terdiam satu tarikan nafas. Dia tak ingin membuat masalah dan ingin semua berlalu seperti seharusnya saja.


"Apa kau tuli? Apa kau takut? Apa kau→" orang itu ingin meneruskan kembali ucapannya. Namun pemuda itu sudah berpaling dan memberikan tatapan tajam.


"Aku tidak ingin mengganggu latihan kalian! Jadi biarkan aku pergi dengan damai" kata Long Chu dengan senyuman lembutnya.

__ADS_1


"Cih! Dengan kehadiranmu disini saja sudah sangat mengganguku. Kemarilah! Bertarung denganku" kata pemuda itu seraya mengaitkan tangannya kearah Long Chu.


Long Chu hanya melambaikan tangannya saja. Dia tentunya tidak takut dengan lawan. Meskipun jelas lawan hampir sebanding dengannya soal tingkatan. Namun hal yang tidak penting tidak perlu ditanggapi, pikirnya.


Tapi orang itu tetap ngotot. Dia melonjakan tubuhnya, berputar di udara dan mendarat di hadapan Long Chu dengan pedang yang terhunus kedepan.


Tak mau mengambil resiko terluka oleh sabetan pedang, Long Chu segera melonggarkan ikatan pedang di punggungnya dan melilitkan talinya di tangan kiri. Sedang tangan kanannya memegang pedang yang tak pernah tercabut dari sarungnya.


Dentang! Suara peraduan senjata itu memekak telinga. Mereka terus melakukannya hingga beberapa tarikan nafas berlalu.


Bahkan Long Chu menjadi bersemangat, dia sulit untuk mempercayainya bahwa ada orang yang seumuran dia memiliki gaya bertarung yang sama. 'Siapa pemuda ini, gaya berpedangnya tidak jauh berbeda denganku?'


Long Chu mengeratkan pedangnya dan menusuk dengan gaya pedang dalam kitab pedang dewa.


'Ini aneh, ada seorang pemuda yang bisa menggunakan gaya bertarung yang sama. Apakah mungkin?' Batin pemuda itu.


"Gerakan pertama, Seni pedang pemusnah raga!" Long Chu mengganti tekniknya dengan teknik yang diberikan oleh Wen Hao. Dia khawatir jika pemuda itu dapat mengenali gaya berpedangnya. Maka dapat dipastikan bahwa orang itu adalah anak Raja Chu dan murid dari seorang immortal.


Semua orang menatap tak percaya. Bahwa senior mereka telah dikalahkan. Ini adalah kali pertama mereka melihatnya dan ada rasa senang yang dirasakan oleh mereka tapi tak berani menunjukkannya.


"Siapa pemuda itu?" Tanya anggota sekte pedang bintang


"Mana kutahu. Dia muncul dengan tiba-tiba. Ku kira dia cupu ternyata suhu" sahut temannya


"Kita tidak ada dendam dan jangan menjadi musuh. Aku takut aku tak bisa menahan seranganku lagi nanti!" Kata Long Chu seraya menarik pedangnya dan berkelebat lalu menghilang dari tempat itu.


"Senior Yang! Apa kau baik-baik saja?" Seseorang berani bertanya dan mendekati Chu Yang yang masih terdiam.

__ADS_1


Chu Yang, dia masih tidak percaya akan kalah dengan seorang pemuda yang seumuran dengannya. Dia sudah merasa berada di puncak kekuatan untuk orang yang berumur tiga belas tahun. "Apa kau mengejekku langit?!" Tatapnya ke atas, ketika rintik hujan mulai turun membasahi bumi. "Ayo kita pulang ke sekte!" Katanya lagi kepada anggota Sekte pedang bintang yang menahan sakit hanya untuk tidak dimarahi oleh senior mereka. Di antara rasa sakit mereka. Ada perasaan lega.


'Aku akan membalasmu suatu hari nanti dan juga akan mempermalukanmu melebihi apa yang kuterima hari ini' batin Chu Yang.


Meskipun dia adalah seorang pangeran kerajaan namun dia tidak membawa pengawal. Sebab dia kini hidup di sebuah sekte. Sekte yang kini cukup besar dengan patriark yang sangat kuat.


Sesampainya di sekte pedang bintang. Chu Yang segera pergi ke tempat gurunya.


"Mohon menghadap guru!" Serunya dari depan pintu kediaman Patriark sekte pedang bintang.


"Ada apa?" Tanya Tang Rui


"Bolehkah aku masuk lebih dulu guru?!" Tanya Chu Yang dengan sopan. Sebab dia tau gurunya ini tidak menerima ketidaksopanan kepadanya. Siapapun akan dihajar, jika ada!


Tang Rui mengibaskan tangannya. Serangkum angin kecil keluar dari lengan bajunya dan pintu terdorong kedepan. "Masuklah!" Katanya


Tak menunggu lama. Chu Yang langsung melangkah. Kemudian dia duduk bersimpuh dihadapan Tang Rui yang juga duduk bersila tanpa membuka mata.


"Katakan secepatnya. Sebab aku masih harus segera mengisi Qi dalam tubuhku yang terkuras karena membantumu naik ranah secara instan" kata Tang Rui


"Tadi siang aku bertemu dengan seorang pemuda yang seumuran denganku, sepertinya! Dan aku berkelahi dengan nya,  akan tetapi aku kalah. Dia memakai teknik yang hampir sama dengan teknik yang guru ajarkan kepadaku namun lebih terlihat sempurna. Tapi aku bukan kalah dengan teknik itu. Melainkan teknik yang lainnya" kata Chu Yang menjelaskan.


"Hmm" Tang Rui merasa tertarik dengan apa yang disampaikan oleh Chu Yang, namun dia tidak dapat mengerti siapa yang bisa menguasai teknik seperti itu di alam ini. Bahkan dia mengajari Chu Yang hanya dasar-dasarnya saja. Tapi itu sudah cukup untuk melawan beberapa orang yang berada sama tingkatan dengannya.


'Mungkinkah ada murid yang selamat di perguruan Pedang Dewa yang telah dihancurkan dan memiliki seorang murid lagi yang bisa menguasai kitab itu? Tapi itu hal yang tidak mungkin. Sebab kata kak Tang Gui. Kitab itu telah dihancurkan oleh Chen Long dan tidak ada penerus yang pernah mempelajarinya di sekte. Aku harus berbicara dengan Kak Gui dan Han Bing!'


"Guru! Mengapa kau melamun?" Tanya Chu Yang.

__ADS_1


"Tak apa. Mungkin itu hanya perasaanmu saja. Ada begitu banyak teknik berpedang di dunia ini. Namun selalu ada kemiripan. Karna dasarnya memang jalan pedang. Berlatihlah yang giat. Sebab akan ada pertandingan yang dilangsungkan dalam waktu dekat ini antar sekte. Aku sepertinya yakin pemuda yang kau sebutkan itu akan hadir. Dan saat itu kau bisa menunjukkannya padaku yang mana orangnya" kata Tang Rui.


"Baik guru! Aku undur diri" sahut Chu Yang


__ADS_2