
Mereka melanjutkan perjalanan menuju sebuah desa yang cukup sepi. Tidak banyak rumah yang dilewati ketika memasuki pintu gerbang dengan papan nama desa Xinyi.
Tidak banyak orang yang berlalu lalang disana. Bahkan di jalanan hanya bertemu beberapa orang yang tidak saling menyapa. Desa itu sangat terdalam. Cukup jauh dari kota besar Cangyun. Meskipun masih dalam wilayah kekuasan kota Cangyun akan tetapi desa itu tertinggal jauh peradabannya.
Yun Fei Yang segera bertanya dengan menghentikan orang yang berjalan "Permisi pak, rumah kepala desa berada dimana ya?" tanyanya
Orang itu memandang lekat wajah Yun Fei Yang kemudian mendengus saja dan lewat.
"Aneh! Ada apa dengannya? Seperti tidak menyukai kedatangan kita ke desa ini" kata Zhan Shi.
"Kau benar Kak Zhan. Sepertinya kita harus menjadi detektif di desa ini seraya mengerjakan misi mencari kucing anak kepala desa. Saudagar paling kaya di desa" katA Hu Li
"Sudah tau misinya dari saudagar kaya. Kau malah bertanya kepada orang lain Yun. Jika dia memang kaya, pasti rumahnya adalah yang paling besar di desa ini. Kita telusuri saja" kata Long Chu. Dia tak habis pikir dengan gembul yang sudah berubah jadi kurus itu. Mengapa tak bisa memikirkan hal mudah seperti itu.
"Haha kau betul Kak Chu. Maaf aku lupa" katanya nyengir.
Mereka bertiga mengikuti Long Chu dari belakang. Dia memang cocok menjadi pemimpin. Selain lebih tinggi dari yang lainnya dia juga memiliki perawakan yang lebih besar serta jiwa kepemimpinannya sudah terlihat.
Mereka merasakan aman jika bersama dengan Long Chu. Meskipun mereka masih tergolong anak kecil dalam dunia persilatan.
Melewati beberapa belokan. Terlihat sebuah rumah yang cukup besar. Meski tak sebesar rumah Yun Fei Yang yang ada di kota Cangyun. Akan Tetapi, rumah itulah yang terbesar dari rumah lainnya.
__ADS_1
Keempatnya mendekat dan Yun Fei Yang maju lebih dulu dan memanggil penghuni rumah. "Permisi! Apakah ada orang?" Sambil tangannya mengetuk daun pintu.
Menunggu beberapa tarikan nafas akhirnya terdengar langkah kaki dari dalam dan terbuka pintu perlahan dengan ditarik kedalam.
"Cari siapa?" Tanya seorang lelaki paruh baya.
"Apakah benar rumah ini milik Pak tua Hai?" Tanya Yun Fei Yang.
"Benar!" Lelaki itu memandang keempatnya dan melihat lambang sekte yang berada di dada kanan mereka dia lanjut bertanya "apakah kalian dari sekte yang ingin mengerjakan misi?" Tanya lelaki itu cukup ramah
"Benar Pak Tua Hai! Sebenarnya bagaimana ciri-ciri kucing yang hilang itu? Agar memudahkan kami dalam pencariannya"
"Silahkan masuk dulu ke dalam! Tak enak kalau bicara diluar. Karena situasi sedang sedikit buruk!" Ucap Pak tua Hai. Dia membuka daun pintu sedikit lebih lebar.
Yun Fei Yang begitu terpana melihat kecantikan gadis itu. Bahkan Zhan Shi dan juga Hu Li seakan terhipnotis oleh aura yang terpancar dari wajah gadis itu.
Tapi Long Chu tidak. Dia melihat keanehan yang terjadi dan sudah bersikap waspada dalam setiap apapun. Apalagi ketika melihat Pak tua Hai untuk pertama kali. Dia dapat merasakan getaran kekuatan yang tidak stabil di tubuh pak tua Hai namun dia tidak dapat mengungkapnya. Akan tetapi, ketika melihat gadis itu dia merasakan aura yang buruk ingin merusak pikirannya.
'Hmm sepertinya ini hanyalah jebakan dengan alasan ingin menangkap kucing yang telah hilang. Sejak awal misi ini memang terdengar aneh. Tapi dikarenakan ini hanya misi ringan. Otomatis yang akan mengambilnya akan berada rata-rata di bawah pendekar emas.
Gadis ini sepertinya ingin memangsa jiwa para pemuda yang berumur dibawah lima belas tahun. Dan memilih mangsa yang belum bisa menggunakan tenaga dalam. Sebab tak ingin direpotkan dengan perlawanan. Terlebih lagi jiwa pendekar yang belum berada pada pendekar emas masih lemah dan mudah terpengaruh hanya dengan kedipan mata ilusi" Zai menghentakan kaki pelan ada getaran yang keluar dari hentakannya itu yang hanya ditujukan untuk ketiga pemuda yang terdiam seperti patung. Segera mereka tersadar dengan wajah bingung. "Kalian ini seperti tidak pernah melihat wanita cantik saja" ucap Long Chu mengejek mereka sambil tertawa ringan.
__ADS_1
"Ah kak Chu. Kau membuatku malu!" Yun Fei Yang memerah wajahnya. Baru kali ini dia melihat seorang gadis yang begitu cantik.
Begitu pula dengan dua lainnya yang masih mencuri-curi pandang kepada gadis itu.
'Sepertinya mereka bertiga memang terkena sesuatu dari gadis ini. Sayangnya aku juga tidak bisa melihat tingkatannya hanya aura buruk yang dapat ku rasakan. Begitu pula dengan pak tua Hai ini. Aku harus mencari cara untuk lepas dari mereka. Tanpa semua orang curigai"
"Silahkan diminum dulu" ucap Gadis itu. Dia menatap Long Chu yang belum menunjukan reaksi apapun setelah beberapa kedipan. 'Apakah jiwa anak ini kuat hingga bisa menahan pesona milikku. Aku harus sedikit menambah kadarnya. Tapi takut yang lain akan gila dan jiwa mereka rusak' gadis itu berpikir dalam hatinya. Dengans segala kemungkinan yang akan terjadi. Dia mulai mendemonstrasikan dalam pikirannya.
"Terima kasih cantik!" Hu Li yang kali ini berkata. Itu seolah bukan dirinya. Bahkan Zhan Shi memiliki mata yang melotot menatap gadis itu.
'Ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut' Long Chu membatin. "Sepertinya kita harus mempercepat pencarian kucing yang hilang itu. Bagaimana menurutmu pak tua Hai?" Tanya Long Chu.
"Bersantailah dulu. Jangan terburu-buru. Kalian kan baru datang? Nikmati minuman yang dihidangkan oleh anakku!" Ucap pak tua Hai sambil tersenyum.
"Tidak perlu pak tua Hai! kami sudah terlalu lama keluar dari sekte. Pihak sekte sebentar lagi akan mencari kami jika kami tidak kembali dalam waktu satu hari" ucap Long Chu mengarang cerita.
"Bukankah kita tidak ada tenggang waktu kak Chu? Mengapa kau bilang begitu?" Yun Fei Yang segera menimpali.
Long Chu menginjak kaki Yun Fei Yang yang sudah berkata bodoh. "Bukankah memang seperti itu! Apa kau lupa? Apa kalian berdua juga lupa?" tanya Long Chu pura-pura.
Ketiganya saling berpandangan bingung namun Long Chu segera menarik tangan Yun Fei Yang dan juga tangan Zhan Shi hanya tangan Hu Li yang tidak bisa ditariknya karena tangannya hanya dua. Tapi Hu Li tetap mengikuti dari belakang.
__ADS_1
"Keluar dulu baru kita bicara!" Ucap Long Chu yang melihat Yun Fei Yang ingin memberontak.