Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Melawan Raja Orc 2


__ADS_3

Tidak berhenti disitu saja, Raja Orc kembali menyerang, kini dia berfokus pada Raja Elf.


"Beresford, hari ini kau akan mati!" Raja Orc meraung, dia seolah menghilang setelah selesai berkata. Detik berikutnya, Raja Elf terlempar kembali dengan pukulan keras, dimana darah menyembur dari mulutnya.


Raja Orc kembali menyusul dengan gerakan cepat, Beresford hanya menunggu kematian jika tidak mampu menghindari serangan selanjutnya.


Semua pasukan yang mencoba bangkit tidak bisa membantu, hanya menatap iba raja mereka yang kini di ambang kematian.


Satu sosok melesat ketika pukulan berat dari Raja Orc hendak menghancurkan kepala Raja Elf.


Braak! Pukulan itu mengenai punggung dari sosok itu, namun sosok itu hanya tersenyum meski sudah tidak sanggup lagi untuk bernafas.


Keduanya terhempas.


Aargh! Raja Orc berteriak ketika menahan tubuh anaknya agar tidak tersentak, menahan dengan punggung yang menghantam batu besar.


"Maafkan aku ayah!" Lirihnya dalam dekapan Raja Elf.


"Airell!" Beresford berteriak, air mata tak terbendung. "Mengapa nak, mengapa kau lakukan ini" dia mengeluarkan teknik cahaya penyembuhan untuk putrinya.


Namun Raja Orc tidak akan membiarkan siapapun menggangu kesenangannya untuk membunuh Raja Elf, karena dia sudah mengeluarkan kekuatan yang tidak semestinya dikeluarkan, akan ada timbal balik yang diterimanya ketika mode berserk ini berakhir. Jadi dia harus membunuh habis semuanya dan diawali oleh kematian dari raja Elf.


"Pukulan golem raksasa!" Gumam raja Orc. Kepalan tangannya semakin membesar dan terlihat sangat keras, diselimuti oleh energi gelap yang menakutkan. Seolah kegelapan itu menelan Raja Orc tapi juga memberikannya kekuatan yang banyak.


Sementara di sisi yang lain. Long Chu bangkit dari tanah yang mencetak tubuhnya.


"Keadaan menjadi lebih genting, aku pinjam kekuatanmu lagi naga merah, keluarlah dalam bentuk pedang, aku ingin mengambil energi gelap milik Raja Orc itu dan mengompresnya! Menjadi Qi murni. Kemungkinan besar itu juga sumber kekuatannya, jika itu hilang maka kita mendapat kemenangan"


"Baiklah!" Sahut naga merah.


Naga merah berubah bentuk menjadi pedang, namun untungnya, sayap di punggung Long Chu masih melekat, tidak menghilang. Artinya, Qi yang ditinggalkan dalam dantian pemuda itu oleh naga merah bisa dikendalikan dengan cukup baik sekarang.


Long Chu mengibaskan dua pedang di tangannya, berniat ingin menguji sesuatu.

__ADS_1


Dia melesat ketika pukulan golem raja Orc hampir sampai kepada ayah dan anak yang masih berada di atas batu besar.


"Gerakan kedua, seni pedang menentang surga!" Dua warna berbeda keluar dari pedang Long Chu, api merah dan petir yang bergerak. Dia memang cukup memahami setiap teknik yang dimilikinya, namun hanya perlu menyesuaikan kadar pemakaian kekuatannya.


Dua warna itu terjalin dan kian cepat, api dan petir menyambar.


Bang! Raja Orc terdorong mundur, karena tidak sempat mengantisipasi. Long Chu kembali menggunakan tekniknya.


"Gerakan kedua, seni tinju raja Kera!" Kali ini tinju itu diisi dengan energi petir yang membuat tinju Long Chu sangat cepat.


Bang! Lagi dan lagi Raja Orc terdorong mundur cukup jauh, menjauhkan dari Raja Elf dan Airell.


Panglima Eldar dan Deffin segera melesat, mendatangi Raja Elf dan membantu untuk menjaga nafas Putri Airell agar tidak berhenti. Dengan kekuatan cahaya penyembuhan, mereka terus mengirimkan kekuatannya tanpa peduli lagi, kekuatan mereka akan habis, mungkin alasannya sama. Semua sudah diserahkan kepada manusia itu, menang atau kalah hanya menunggu waktu.


Raja Orc bangkit dari keterpurukan, menatap pemuda yang dianggap remeh sebelumnya, dia merasa waktunya akan segera habis dalam penggunaan mode kekuatan itu. Dia lupa bahwa masih ada manusia yang memiliki kekuatan tidak sesuai dengan ranahnya.


Dia bergerak menerjang Long Chu, dengan kepalan tangan besar lagi keras seperti batu.


Namun Long Chu memiliki energi yang masih banyak, meski kalah dalam hal ranah, namun masih unggul dalam hal kapasitas kekuatan, semenjak terbentuknya lautan Qi pada dantiannya. Long Chu merasa kekuatannya seolah mampu melawan tiga bintang di atasnya, ditambah lagi dengan kekuatan dari naga merah.


Meski lawan sekarang berada di ranah pendekar kaisar bintang tiga. Namun semua kemungkinan masih bisa terjadi.


Long Chu melesat menghindar, dengan kekuatan angin pada sayapnya, membuat daya dorong semakin kuat.


Boom! Gunung hancur terkena pukulan itu. Tapi Long Chu tidak lagi ada disana.


"Gerakan kedua, seni pedang menentang surga!"


Long Chu menggunakan kembali teknik pedang dewa, seolah kekuatannya bertambah lagi jika menggunakan teknik itu.


Wush! Long Chu melepaskan serangannya, namun dihadang dengan pukulan yang tak kenal takut.


Beng! Argh! Tangan Raja Orc hancur.

__ADS_1


Terlihat nafas Raja Orc kembang kempis setelah mundur, dia tidak lagi banyak memiliki kekuatan, dan itu dilihat dengan jelaS oleh pemuda itu


Long Chu menatap Raja Orc yang sudah mulai kelelahan. "Sepertinya mode kekuatan itu hanya bertahan beberapa saat lagi, naga merah, ayo kita selesaikan!"


Pedang naga merah bergetar menyetujui apa yang dikatakan oleh Long Chu, kini pedang itu memancarkan api berwarna biru yang membakar bilahnya, itu bukan kekuatan Long Chu, tapi kekuatan dari naga merah sendiri.


Long Chu hanya memegangnya saja dan mengendalikan gerakan.


"Gerakan ketiga, Seni pedang pembunuh Dewa!"


Raja Orc mundur, baru saja dia melihat pemuda itu menggunakan gerakan tertentu, namun sudah tidak melihat lagi orangnya berada pada tempat semula. Raja Orc memasang sikap waspada 


Detik berikutnya, hal yang tak diduga datang dengan kejutan.


Tusk! Tusk! Sebuah nyala biru menembus kedalam tubuh Raja Orc, beriringan dengan munculnya pemuda dari bangsa manusia itu di hadapannya. Dua pedang menancap.


Arg! Lolongan keras seperti serigala keluar dari mulut Raja Orc, aura gelap yang menyelimutinya tersedot.


Long Chu menarik pedang naga merah dan membiarkannya menghilang. Lalu menyerap aura gelap dari tubuh Raja Orc ke dalam tubuhnya dengan pedang nirwana sebagai perantaranya.


Tubuh raja Orc perlahan-lahan mengering karena semua energinya tersedot habis. Hingga akhirnya ledakan besar mengguncang dunia itu terdengar di telinga. Hingga mencapai ribuan meter.


Semua orang menatap inti ledakan. Dimana sekarang seorang manusia masih berdiri di udara. Yang artinya kemenangan buat mereka.


Tidak ada terdengar teriakan kesenangan, karena kemenangan ini pun bukan sebuah kebahagian, ketika melihat banyaknya bangsa mereka yang jadi korban perang.


Mereka bersedih..


"Sepertinya kita sudah menang raja!" Ucap Eldar, merasa lega. Sebelumnya hatinya dag dig dug, terus berdetak dengan kencang.


Namun Raja Beresford tidak merasakan hal yang sama, walaupun kemenangan didapat, tapi selagi anaknya masih dalam keadaan sekarat, mana ada yang bisa ditertawakan dan disenangkan.


"Aku akan membawanya ke pohon kehidupan untuk penyembuhan" sahutnya. Dia berdiri sambil menggendong Putri Airell dan berkata kepada Deffin, "ajak nanti anak muda itu ke pohon kehidupan, aku ingin membicarakan hal khusus dengannya!" Raja Elf langsung melesat dengan seluruh tenaga yang tersisa...

__ADS_1


__ADS_2