
"Sudah kuduga, ramalan bahwa Kerajaan Ye akan menyerang akan datang. Tapi aku tak menyangka secepat ini. Namun kalian jangan khawatir! Dalam ramalanku. Raja Ye akan tumbang!" Kata Ratu Bai Lin sangat yakin dengan ramalan. Meskipun bola kristal ramalan itu sudah menghilang beserta orang yang ada dalam ramalan itu sendiri.
'Ramalan? Jadi selama ini ketika dia mengarahkan semua orang dalam peperangan dan membuat kemajuan bukan karena taktiknya yang hebat, melainkan karena ramalan. Aku penasaran apakah dalam ramalan itu dia juga melihat pengkhianatanku?' Bai Jing menyeka keringat. Wajahnya sedikit pucat. Sebab jika itu benar! Maka dia berada dalam bahaya bila masih ada di tempat itu dan terbongkar sebelum perang benar-benar pecah.
"Mohon izin Ratu! Aku akan mengatur pasukanku lebih dulu!"
"Silahkan! Bersiaplah Jendral Bai Jing!" Ucap Ratu Bai Lin sambil tersenyum.
Bai Jing buru-buru pergi dari tempat itu. Dia merasa kalimat yang diucapkan oleh Ratu Bai Lin adalah sebuah peringatan untuknya.
Sepeninggal Bai Jing. Penasehat Bai Du mengutarakan rasa ketidaknyamanan pada Bai Jing "apakah Ratu merasa ada yang disembunyikan Bai Jing? Aku curiga kepadanya!"
"Dalam ramalanku. Aku melihat ada pengkhianat dalam kerajaan tapi aku tidak tau dan siapa. Karena wajahnya tidak terlalu jelas terlihat. Namun jika penasehat mencurigainya. Kita patut menyelidiki" segera dia mengalihkan pandangannya ke sebelah penasehat dimana disana ada seorang menteri pertahanan "Perintahkan dua mata-mata untuk segera mengawasi Jendral Bai Jing!" Pinta Ratu Bai Lin kepadanya.
"Baik Ratu!" Segera dia berdiri dan menghilang dari sana.
"Baik ratu!"
Hanya tersisa dua orang saja lagi. Penasehat Bai Du dan Ratu Bai Lin yang ada di aula istana itu.
"Selama ini aku tidak pernah tahu bahwa ratu bisa meramal masa depan!" Ucap Bai Du. "Lalu apakah masa depan Kerajaan Bai ini akan bertahan cukup lama?"
"Sebenarnya aku hanya bisa meramal dengan bola Kristal Ramalan yang diwariskan turun temurun dari Leluhur Klan Bai yang hanya akan diketahui oleh keluarga inti. Jika bukan keluarga inti, maka dilarang mengetahuinya. Sebab itu, tidak akan bisa digunakan lagi" kata Bai Lin.
"Maafkan aku Ratu! Aku tak bisa memilih pertanyaan yang bermanfaat." Kata Bai Du dia merasa bersalah atas pertanyaannya yang asal-asalan.
__ADS_1
"Tidak apa, semua sudah terjadi!" Kata Bai Lin
"Mengapa Ratu memutuskan untuk mengatakannya kepadaku!?" Bai Du bertanya lagi.
"Bola Kristal itu sudah hilang bersama dengan satu pemuda yang ditangkap kemarin"
"Berani sekali dia mencuri. Aku akan memerintahkan prajurit untuk menyiksa tiga orang yang kini berada di penjara!" Bai Du berdiri emosi.
"Duduk dan tenang, dia tidak mencuri tapi bola Kristal yang ingin bersamanya. Entah karena alasan apa? Namun aku menunggu dia kembali. Sebab dia lah yang akan menjadi kunci kemenangan kita melawan raja Ye" ucap Bai Lin menenangkan dan menceritakan tentang ramalan kemenangan..
"Jadi begitu. Kalau dia adalah penentu. Lebih baik kita menunggu dia muncul. Lantas bagaimana dengan tiga orang itu ratu?"
"Antarkan mereka kembali ke dunia manusia dan segel sebagian ingatan mereka ketika masuk kedalam dunia siluman ini!" Perintah Bai Lin.
"Hamba akan pamit untuk mengurusnya!" Ucap Bai Du. Dia segera pergi dan menghilang dari pandangan.
"Kemana kau bocah? Sudah tiga hari kau tidak muncul!" Tanpa sadar Bai Lin merindukan pemuda itu. Entah rindu dalam segi apa? Yang pasti sekarang dia ingin bertemu.
Seperti orang yang kehausan di gurun panas. Jika tidak menemukan telaga dia tidak akan puas.
Sedangkan orang yang dipikirkan kini masih berada dalam sebuah cincin dunia. Entah bagaimana caranya si pembuat cincin itu membuatnya? Yang terpenting cincin itu sangat memberi manfaat untuk kemajuan Long Chu. Sungguh keberuntungan yang sulit dicari tandingannya.
"Hmm!" Satu sosok menoleh ke arah seorang yang baru muncul dalam dunianya. "Kau datang untuk menemuiku Chen Long? Apakah kau ingin menemaniku disini?" Tatap dan tanya sosok itu. Sosok yang menyerupai Chen Long di masa lalu.
Dia adalah iblis hati Chen Long yang tercipta dari dendam dan aura negatif.
__ADS_1
Long Chu terkejut melihat wajah masa lalunya. Hal itu mengingatkannya kembali tentang sakitnya pengkhianatan. Serta sakitnya kehilangan sosok yang dicintainya. Yaitu istrinya sendiri, Xia Lin.
Tapi Long Chu sadar, bahwa kali ini dia harus menghadapi iblis hati ini lebih dulu agar bisa melangkah ke tahap selanjutnya.
"Aku datang untuk mengajakmu berdamai dan meminjam kekuatanmu untuk membantuku memberantas kejahatan!" Kata Long Chu.
Chen Long menggelengkan kepalanya. "Kau terlalu lemah untuk mengajakku, untuk melawanku saja belum tentu kau mampu" tatap remeh Chen Long "sekarang kau datang ingin berlagak seperti seorang yang memiliki kekuatan luar biasa. Sadarlah Chen Long! Kau hanya berada di ranah Prajurit bintang sembilan. Sedangkan lawanmu dulu sudah berada di ranah kaisar. Itu bukanlah jalan yang dapat kau tempuh semudah berkata bisa!"
"Sebab itulah aku ingin mengajakmu. Saat ini Jika hanya dengan kekuatanku saja, tentu tidak bisa!" Ucap Long Chu.
"Lebih baik kau menyerah dengan idemu untuk balas dendam. Tinggallah disini bersamaku. Aku sangat kesepian sendirian disini!" Ucap Chen Long.
"Aku tidak bisa. Ada begitu banyak orang yang membutuhkanku untuk tetap berada di duniaku" jawab Long Chu dengan gelengan kepala.
"Kalau begitu aku akan memaksamu untuk tinggal disini" Chen Long menyeringai setelah berkata. Dia menghilang dari tempat semula dia berdiri. Dan muncul dibelakang Long Chu.
Long Chu yang sudah mengantisipasi gerakan seperti itu segera berbalik sebelum lawan muncul di belakangnya. Kini tangannya berayun meninju udara kosong. Akan tetapi detik berikutnya pukulannya bersambut.
Baam! Keduanya termundur dua langkah. Namun tidak ada kata hanya gerakan yang kali ini bicara. Keduanya mengadu pukulan kembali. Kaki bahkan mengadu kepala untuk melemahkan lawan.
Chen Long leluasa bertarung sebab ini adalah dunia tempat tinggalnya. Sedangkan Long Chu serba salah, bahkan dia tidak bisa membunuh Chen Long. Sebab itu adalah bagian dari dirinya sendiri.
"Aku akan mengambil alih tubuhmu, jika kau ingin balas dendam. Biarkan melewati tanganku!" Kata Chen Long di sela serangannya yang mengandung tenaga dalam.
"Jangan harap. Meski kau berada diatasku. Tapi kau tidak memiliki apa yang ku miliki" Long Chu menunjukan Api biru yang tersamarkan dalam api merah yang menyala di telapak tangannya. "Ini adalah kekuatan yang tak kau miliki, bergabunglah denganku. Aku akan memurnikan dirimu dengan ini" kata Long Chu.
__ADS_1
Segera api merah yang berpendar di telapak tangannya bergejolak dan berubah menjadi api biru sempurna. Seolah mengerti dengan perasaan yang kini Long Chu rasakan. Api Itu seperti menari dengan senang menyambut perasaan yang terhubung.
Apakah api itu hidup dan memiliki perasaan?