
Naga merah terus memperhatikan keadaan Long Chu, meskipun dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu dan mencegah hawa iblis mengganggu jiwa pemuda itu, namun setidaknya dia masih bisa memberi pengarahan untuk membuang energi jahat itu.
Namun setelah cukup lama memperhatikannya, dia melihat sedikit keanehan, keanehan itu adalah perubahan warna dari hitam menjadi bening dan kini dapat dirasakan olehnya, aura gelap dari batu iblis itu terkikis dan menjadi Qi murni yang diserap tubuh Long Chu, membuat Naga Merah tersenyum.
"Tubuh langit memang luar biasa, aku tidak menyangka dia memiliki tubuh Langit yang ditakdirkan untuk menjadi penguasa, jalanmu akan sangat berbahaya kedepannya, tapi aku akan selalu menemanimu, menjadi tungganganmu, bahkan menjadi bagian dari perjalanan hidupmu"
"Entah dimana kau mendapatkan batu iblis ini, aku akan mencarikan yang banyak agar kau bisa secepatnya naik menjadi pendekar suci, hingga bisa pergi ke alam lebih tinggi dan menjadi pendekar tingkat dewa"
Naga merah memutuskan untuk keluar dari cincin dunia menggunakan keahliannya.
Swush! Liukan ekornya seolah menari di udara, tidak terlihat dan tidak dirasa oleh orang lain yang ada disana, karena bangsa naga memang pintar menyembunyikannya.
"Ini bukan alam rendah, tapi alam bawah, bagaimana mungkin dia tersesat di dunia ini. Tapi ini juga sebuah keuntungan buatku, aku ingat jiwa kedua milikku yang dipisah oleh Penguasa alam berada di alam bawah. Aku harus mendapatkannya kembali, untuk mengembalikan seperempat kekuatanku"
Segera naga merah mengedarkan indra spiritualnya dan menemukan resonansi hubungan jiwa. Naga merah tersenyum, segera dia melesat dengan kecepatan tanpa terdeteksi menuju dimana jiwa kedua miliknya tersegel.
Secepat kilat dia sampai pada pohon kehidupan dan menggunakan segel pembuka pintu, "Meskipun segel ini buatan penguasa alam, tapi karena sudah ribuan tahun, segel ini begitu lemah. Bahkan manusia yang baru belajar formasi akan bisa membukanya" gumam Naga Merah.
Pintu terbuka, naga merah segera masuk kedalam dan menemukan bola kristal yang meniupkan angin ke arahnya. "Rupanya kau juga merasakan keberadaanku. Sekarang aku sudah datang" ucap naga Merah "lepaslah!" Perintahnya sambil membuka segel rantai yang membelenggu bola kristal itu.
Seketika angin besar menghembus diruangan itu, angin besar itu kemudian keluar dari pintu dan merobohkan beberapa rumah. Semua orang yang bermukim di sekitar pohon itu pun terkejut karena ini adalah pertama kalinya ada angin paling besar dari dalam pohon kehidupan keluar. Biasanya hanya ketika lepas kendali. Tetapi angin itu pun tidak sebesar sekarang yang membabat ratusan rumah dengan sekejap.
Naga merah menelan bola kristal itu dan memasukkannya ke dalam perutnya. Seketika saja raungan ganas terdengar.
Kembali semua orang terkejut mendengarnya, ini adalah kali pertamanya kejadian ini terjadi. Segera semua orang menjauh dari sekitaran lokasi itu.
Beberapa penjaga kota yang memang ditinggal untuk menjaga kota datang segera ketika mendengar raungan itu.
__ADS_1
Raungan itu mencapai puluhan kilometer, sampai pada perbatasan dimana Raja Elf menunggu pasukan raja Orc.
"Apa yang terjadi di kota, aku merasakan firasat buruk!" Ucap Raja Elf "Eldar!" Panggilnya kepada panglima perang yang tidak lain adalah iparnya sendiri, yaitu ayahnya Adelfo.
"Ya kakak! Apakah aku harus memeriksanya sekarang?" Tanya Eldar.
"Aku saja yang kesana, kau tetap disini dan mengatur pasukan agar tetap tenang" ucap raja Elf yang agung.
"Baik Kakak! Aku akan memimpin pasukan selama kau tidak ada disini!" Ucap Eldar.
Raja Elf langsung melesat terbang dengan kecepatan cahaya.
Hanya beberapa tarikan nafas saja dia sampai di tengah kota, dia melihat ratusan rumah yang ambruk diterpa angin ganas dari dalam pohon kehidupan. Penjaga kota mendekat.
"Ada banyak rumah yang hancur akibat fenomena ini Raja, dan ada puluhan orang yang meninggal dan luka-luka terkena serpihan rumah dan reruntuhannya"
"Hmm, lalu raungan apa yang terdengar sebelumnya?"
"Kalian mundurlah! Biarkan aku yang memeriksanya!"
Raja Elf langsung turun, mendarat di depan pintu yang tidak tertutup. Segera dia melesat masuk kedalam dan menemukan satu sosok yang cukup besar dengan sayap merah di punggungnya dan juga cakar tajam serta moncong besar menatap ke arahnya, dua kumis melambai di udara.
"Aku tidak akan mengganggumu, aku hanya mengambil milikku!" Kata Naga merah, dia bicara direlung pikiran Raja Elf dengan bahasa yang dimengerti. Sambil menggunakan penekanan agar Elf di hadapannya tidak berani untuk mengacungkan pedang.
"Tolong hilangkan tekanan ini!" Ucap Raja Elf. Dia merasa tak kuasa dihadapan sosok itu. "Jika kau ingin mengambil hak mu, silahkan! Tapi bisakah kau membantuku? Bangsaku sedang kesulitan saat ini!" Raja Elf menundukan kepalanya ketika meminta hal itu, ini adalah suatu kesempatan menurutnya tapi juga sebuah kemalangan jika sosok di hadapannya ini tidak mau atau tersinggung dan menghancurkan kotanya.
"Hmm, karena kau telah menjaga milikku dengan baik, aku akan membantumu, jika kamu menemukan seorang manusia di antara kelompokmu, disitulah aku berada!" Kata naga merah, sosoknya pun segera melesat keluar dari pohon kehidupan dan dilihat oleh banyak orang, dia memang sengaja menunjukan sosoknya.
__ADS_1
Tanpa berhenti, dia terus melesat dan kembali mengecil di udara, kemudian masuk kedalam cincin dunia. Dia berubah menjadi pedang dan menancap di tanah dihadapan Long Chu yang masih belum membuka mata.
Raja Elf segera tersadar setelah ditinggalkan oleh sosok besar itu.
"Hanya satu orang dari bangsa manusia yang berada pada kelompok ku saat ini, artinya manusia itu adalah!" Raja Elf terbelalak matanya ketika menemukan kebenaran itu. "Untung aku tidak mengusik manusia itu, pantas saja kristal itu mendadak mengalami gejolak ketika manusia itu pertama kali datang, rupanya itu memang perbuatannya"
Raja Elf keluar dari pohon kehidupan dan segera meninggalkan tempat itu, setelah menyampaikan beberapa kata kepada penjaga kota, dia melesat ke perbatasan.
Sampai di perbatasan semua orang dari petinggi kerajaan menunggu konfirmasi berita yang akan disampaikan oleh raja Elf, mereka menanti dan tak bertanya.
"Aku menemukan sebuah kebaikan dari keburukan!" Ucap raja Elf.
"Apa maksudmu Kakak, kami tidak mengerti?" Tanya Eldar.
"Manusia yang bersama dengan Deffin akan menjadi penentu kemenangan kita!" Kata Raja Elf dengan yakin.
"Bagaimana mungkin manusia lemah seperti itu bisa membantu kita, melawan aku saja mungkin dia tidak sanggup!"
"Kau tenanglah Eldar, kita harus percaya dengan keajaiban, sekecil apapun itu dan jangan remehkan dia, karena aku sudah bertemu dengan sosok yang ada dalam tubuhnya!" Ucap Raja Elf meyakinkan, dan mengangkat tangannya agar tidak dibahas lagi ucapannya.
"Istirahatlah lebih dulu!"
__
__
Fajar pun datang menyingsing gelap, pergerakan dari pasukan Orc sudah terlihat dari kejauhan, jika dikalkulasikan mungkin ada sekitar ribuan Orc yang dibawa.
__ADS_1
Raja Elf memandang dari puncak gunung perbatasan "Sungguh mereka ingin menghancurkan bangsa kita sampai ke akarnya" gumamnya di tengah para petinggi kerajaan.
"Bersiaplah!"