
"Lei! Beritahu semua orang agar jangan salah paham! Mereka mengira nanti luka lama memang benar adanya" raja Bai Saluang berkata. Dia adalah Kakak dari ratu Bai An, ibunya Chu Yang. Dia sudah mengetahui sejak awal tentang siapa ayah biologis dari ponakannya itu.
"Baik Kak!" Sahut Chu Lei, dia menghormati Bai Saluang. Sebab sekarang dia lebih rendah kekuatannya dari Raja Bai itu. Dia hanya berada pada ranah raja bintang empat, sedangkan raja Bai Saluang sudah berada satu bintang diatasnya. Dia tidak bisa berbuat yang macam-macam.
Lalu dia berkata menatap semua penonton yang ada. "Sebagai anak raja Chu Yuan, pangeran Chu Yang juga aku anggap sebagai anakku sendiri. Jadi jangan membuat isu yang tidak sedap di telinga. Jika tidak! Aku tidak segan untuk menghukum" selesai berkata, Chu Lei kembali duduk.
Penonton pun diam dan melupakan hal itu sejenak. Meski dalam hati mereka ada sedikit rasa tidak nyaman.
Chu Yang bangkit berdiri. 'Kapan kau bisa membuktikan bahwa dia memiliki teknik yang sama jika kau tidak bisa mendesaknya?' Suara Tang Rui menggema di pikiran Chu Yang. Itu adalah pertama kalinya dia mendapat telepati. Namun dia tidak bisa membalas telepati itu. Sebab belum sampai pada ranah bisa menggunakannya.
Chu Yang hanya mengangguk ketika menoleh kearah patriark Tang Rui.
"Aku pernah melihatmu menggunakan teknik yang sama denganku, ketika bertarung dulu! Darimana kamu belajar teknik itu?" Chu Yang bertanya sambil menyeka darah di sela bibir yang tersisa. "Aku ingin menguji teknik milikku ini dengan teknik yang sama yang kau miliki untuk uji coba latihan, aku tau aku tidak akan menang melawan mu!" Chu Yang tersenyum, dia ingin memberi kesan yang baik dan menggunakan trik. Namun dia berkata jujur ketika mengatakan tidak akan menang melawan pemuda itu. Sebab kini dia terluka dalam sedangkan lawan masih sehat tidak terluka sedikitpun.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Chu Yang, Long Chu menyadari bahwasanya. Ada yang ingin memastikan apakah benar dia memiliki kitab pedang dewa. Jika dia mengungkapkan sekarang tentunya akan ada kehancuran dan kekacauan besar. Sebab Han Bing serta empat orang sabit berdarah akan datang ke sekte fajar senja. Ditambah immortal bersaudara..
Sedikit benang merah itu dapat ditarik.
Dari cerita ibunya, cerita gurunya. Bahwa dua immortal, salah satunya sekarang adalah patriark Tang Rui yang berada di kerajaan Chu ini. Adalah dua orang yang menginginkan kitab pedang dewa yang tak sengaja dia dapatkan itu.
__ADS_1
Tentu Long Chu tidak akan menuruti kemauan dari Chu Yang.
"Apa yang kau bicarakan, mana mungkin aku memiliki teknik yang sama denganmu! Sedangkan kita tidak memiliki guru yang sama" jawab Long Chu.
"Cih aku pernah melihatnya ketika kita bertarung pertama kali, namun kau sengaja merubah gerakan pada pertengahan teknik itu. Entah apa alasannya tapi aku dapat menyimpulkan bahwa itu adalah teknik yang sama!" Ucap Chu Yang. Dia masih ngotot dengan keinginannya.
Long Chu menggeleng. "Ada ribuan gulungan teknik yang tersebar didunia ini dan salah satunya adalah teknik berpedang yang mungkin akan sama tapi tidak serupa." Kata Long Chu. "Lebih baik kita akhiri dan tentukan pemenang. Jika memang kau tak sanggup lagi, menyerahlah!"
Wajah Chu Yang langsung memerah marah, dia sangat kesal karena tidak bisa membuktikan apa yang dia katakan dan ini akan mengurangi tingkat kepercayaan dari gurunya.
Segera dia menggunakan teknik dasar dari gerakan seni pedang mengoyak langit. Dia menaruh pedangnya di dada. Lalu mengangkat kaki kirinya, membuat sejajar dengan pedang yang telah diluruskan ke depan kini.
Setelah selesai dengan gerakannya. Chu Yang melepaskan energi kuat dengan menebas dari bawah ke atas. Seperti ingin membelah langit dengan tebasannya itu. Ada energi besar yang lebih besar dari sebelumnya dan mungkin saja ini adalah serangan terakhir dari Chu Yang. Energi Qi itu lebih kental dari tenaga dalam dan menyeruak menebas ke arah Long Chu.
Chu Yang juga memiliki Qi. Karena itu dibangkitkan oleh Tang Rui. Tapi dia tidak tahu efek dari menggunakan Qi yang tak bisa beradaptasi dengan tubuh. Itu bisa mengakibatkan membesarnya meridian atau pembuluh darah dan kemungkinan terburuknya akan pecah.
Qi sewajarnya memang hanya berada di alam yang lebih tinggi. Karena disana padat akan energi. Dan orang yang berada di alam rendah tidak bisa memakai Qi. Maka itu mereka hanya bisa memakai tenaga dalam yang itung-itungannya lebih rendah kadar kekentalan dan kekuatan serangnya.
Beda dengan kasus yang dimiliki oleh Long Chu. Tubuhnya memang spesial, dia tidak bisa memakai tenaga dalam untuk pertarungan dan hanya bisa menjadikan tenaga dalam itu sebagai Qi dengan menyaringnya menggunakan kespesialan tubuhnya yang belum diketahui.
__ADS_1
Entah Jenis tubuh apa yang dimilikinya? Sebab tidak pernah tercatat dalam buku sejarah dunia itu sebelumnya.
Long Chu menggunakan gerakan yang sama seperti sebelumnya "Gerakan kedua, teknik raja pembunuh!"
Wush! Long Chu mengalirkan sedikit Qi ke pedang yang dipinjamnya dari Cai Muning. Sebab dia sebelumnya tidak ingin menggunakan pedang nirwana milik sekte pedang nirwana. Apalagi menggunakan pedang naga merah yang masih tak tau kapan akan bangun.
Rambutnya terangkat. Ada medan gravitasi yang terjadi disekitarnya yang menggoyahkan serangan Chu Yang itu ketika mendekat. Serangan itu diperlambat oleh medan gravitasi. Lalu Long Chu melompat cukup tinggi dengan pedang yang ditarik dari belakang dia menghempaskan kekuatan dahsyat itu.
Baams! Kabut asap tercipta, Chu Yang ter mundur ke belakang keluar dari asap. Chu Lei berdiri menahan tubuh anaknya. Sedangkan satu sosok menjadi penyangga serangan yang dilepaskan oleh Long Chu. Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Patriark Tang Rui.
Dia berdiri disana, sebelum serangan Long Chu mengenai Chu Yang. Chu Yang termundur akibat hempasan angin dari teknik yang dilepaskan oleh Long Chu.
"Kau sangat berbakat Nak! Di Usia muda sudah berada pada ranah yang tidak mungkin orang lain dapat mencapainya. Kau didiskualifikasi, sebab kompetisi ini dibatasi untuk pendekar prajurit bukan pendekar raja!"
Long Chu terkejut mendengar apa yang dikatakan lelaki paruh baya di hadapannya itu.
Bahkan penonton membuka rahang mereka dengan lebar ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Patriark sekte pedang bintang itu. Yang mengatakan bahwa pemuda itu berada pada ranah pendekar raja.
Semua orang tidak ada yang percaya, itu seperti dongeng yang diperdengarkan oleh orang tua kepada anak kecil.
__ADS_1
"Chu Tian, dia didiskualifikasi!" Teriak Chu Lei yang memapah Chu Yang turun dari arena..