Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Datangnya Ancaman


__ADS_3

"Tetua Ao. Kau pulang lebih dulu dan persiapkan pasukan! Kita harus membumi hanguskan sekte kecil itu" kata Leng Kai.


Dia sangat marah, anaknya kini telah terluka dalam, bahkan tidak bisa diharapkan lagi akan mampu naik ranah. Sebab ada satu dari banyaknya pembuluh darah yang pecah akibat pukulan Long Chu. Pembuluh darah itu berhubungan langsung dengan jalur energi tenaga dalam sebagai pengatur dan pengukur banyaknya kekuatan yang akan dimasukkan kedalam tubuh.


"Patriark tenang saja! Aku akan menyiapkan dengan baik" jawab Leng Ao. Segera dia meninggalkan ruangan, tempat dimana Leng Xu terbaring dan tak bisa berbuat apa-apa selain meringis kesakitan.


Matanya penuh dendam, hatinya sangat malu. Bagaimana tidak? Jika yang mengalahkannya hanya berada pada ranah pendekar emas. Sedangkan dia. Tentu kenyataan ini tidak ada 


yang menginginkannya.


"Sabar Nak! Aku akan mencarikan tabib terbaik yang bisa menjamin kesembuhan!" Hibur Leng Kai. Tidak ada kata yang lebih tepat selain itu.


"Tidak perlu mencari tabib" seseorang berkata dari belakang, langkahnya terlihat ringan dan semakin dekat.


Leng Kai berpaling dan menemukan seseorang yang cukup tua dengan jenggot yang memutih. Lalu dia menangkupkan kedua tangannya "Apa maksudmu tidak perlu patriark?" Tanya Leng Kai dengan bingung. Dia sedikit menyipitkan matanya.


"Aku bisa menyembuhkannya. Tapi dengan syarat!" Kata orang itu yang tidak lain adalah Tang Rui, dia sengaja mengunjungi Leng Kai dan putranya untuk mengatur sebuah rencana.


"Apapun syaratnya? demi kesembuhan anakku, akan aku lakukan!"


"Tidak sulit! Mungkin rencanamu sekarang akan menyerang sekte mereka setelah berakhirnya pertandingan, apakah benar?"


"Benar" jawab Leng Kai dengan anggukan kepala. "Duduklah dulu patriark. Karena ini menyangkut soal kesembuhan anakku" sambung Leng Kai.


Keduanya duduk dengan satu meja dua kursi.


"Kau hanya perlu menghadang rombongan mereka pulang ke sekte, dan itu tidak akan memakan banyak korban. Aku sudah menganalisa kekuatan pihak yang dibawa oleh sekte fajar senja, dan hanya ada beberapa murid yang tidak penting. Serta tiga tetua yang berada pada pendekar raja bintang dua dan satu Patriark mereka yang berada pada pendekar raja bintang lima"

__ADS_1


"Sedangkan kau disini sudah cukup. Kau juga berada pada ranah yang sama dengan patriark sekte itu. Jadi mudah saja. Aku akan membantumu nanti dari belakang!" Ucap Tang Rui dengan senyuman.


"Aku menyetujui syaratnya! Dengan patriark yang mendukung dan membantu, itu akan selesai dengan mudah!" Kata Leng Kai, dia sedikit tenang sekarang. Ada kelegaan di rongga dadanya.


"Baiklah…! Sekarang aku akan menyembuhkan anakmu" kata Tang Rui.


Kemudian dia berdiri setelah selesai berkata, lalu mendekat kearah Leng Xu. Memberikan beberapa gerakan totokan yang tidak dimengerti oleh Leng Kai.


Detik itu juga. Setelah Patriark Tang Rui menarik tangannya dari tubuh Leng Xu. Ada semacam energi yang menyeruak dan itu terus membesar hingga terjadi sesuatu.


Boom! Suara ledakan kecil terdengar teredam dari tubuh Leng Xu. Bukan hanya dia sembuh. Tapi kini sudah naik tahapan menjadi bintang enam. Suatu hal yang mustahil memang. Tapi itu kenyataannya.


Leng Xu langsung bangkit ketika merasakan tubuhnya keseluruhan berenergi dan bertenaga. Segera dia menjura kepada Patriark Tang Rui "izinkan aku menjadi muridmu!" Katanya dengan menyembah pula.


Ini adalah kesempatan bagus untuknya, 'kau memang pintar mengambil kesempatan Nak!' Leng Kai tersenyum melihat anaknya sembuh hanya dengan beberapa gerakan saja. Padahal tabib sudah mengklaim bahwa Leng Xu, putranya itu, tidak akan bisa lagi naik tahapan apalagi ranah/tingkatan.


"Tentu Patriark, terima kasih banyak atas bantuan yang telah kau berikan!" Ucap Leng Kai. Dia bersemangat sekali. Terlihat wajahnya yang cerah dan tidak ada tanda-tanda kegelisahan lagi.


Tang Rui meninggalkan tempat itu dengan senyuman.


Sedangkan pertandingan terus berlanjut. Ada beberapa orang sudah yang menjadi pemenang hingga pertandingan penutup dimenangkan oleh Chu Yang dari sekte Pedang Bintang. Dia tidak mewakili kerajaan tapi mewakili sekte.


Sebab tiga kerajaan hanya mengadakan dan memberikan hadiah namun tidak ada yang menjadi perwakilan. Dan itu sudah disepakati oleh tiga raja yang ada.


Hari menjelang malam. Semua penonton bubar dengan sendirinya, setelah pengadil arena mengatakan itu adalah pertandingan terakhir.


"Kita bertemu lagi!" Chu Yang menyapa Long Chu. Ketika rombongan sekte fajar senja hendak pulang ke penginapan.

__ADS_1


"Oh kau rupanya. Pangeran kerajaan Chu yang terhormat. Senang bisa bertegur sapa!" Long Chu tersenyum dan berkata sopan. Sebab baginya pertarungan kecil di masa lalu hanya masalah sepele saja.


"Cih, jangan mengira kau adalah teman. Aku datang hanya mengingatkanmu. Pertarungan kita selanjutnya, aku akan mengalahkanmu!" Selesai berkata, Chu Yang pergi dari tempat itu bersama dua orang yang mendampinginya.


Cai Muning yang terus menempelkan tubuhnya kepada Long Chu bertanya. "Apa kau pernah bersinggungan dengannya Kak Chu?"


"Dulu pernah, dan itu pun tidak disengaja!" Jawab Long Chu. "Malu dilihat orang" bisik Long Chu dan dia mulai melepaskan lengan Cai Muning dari lengannya.


Wajah Cai Muning langsung cemberut, Meski hatinya kesal, wanita itu tetap menuruti apa yang dikatakan oleh pujaan hatinya..


'Padahal aku sendiri tidak merasa malu bergandengan dengannya. Apakah karena aku lebih tua darinya?' Cai Muning membatin. Namun tidak berani mengungkapkan.


[Cinta memang tidak memandang usia. Tapi cinta itu bisa memilih]


Rombongan itu terus melangkah. Perjalanan mereka tidak ada yang menghentikan ataupun ada yang ingin mengganggu. Meskipun sekarang berselisih dengan sekte pedang ilahi. Tapi mereka tidak mungkin menyerang ketika berada di ibukota kerajaan.


"Guru!" Long Chu berseru kepada Wen Hao, ketika Wen Hao sudah ingin memasuki kamar. Sepanjang perjalanan dia tidak berkata sepatah pun kata.


"Masuklah!" Ucap Wen Hao. Dia mengajak Long Chu masuk kedalam kamar penginapan.


Long Chu memberikan anggukan.


"Duduk! Ini adalah hal yang serius" kata Wen Hao. Dia duduk pada kursi yang ada di kamar itu. Begitu pula Long Chu. Dia ingin mendengar kegelisahan yang dirasakan oleh gurunya itu.


"Apa kau tau? Orang yang ada di samping Chu Yang sebelumnya. Dia adalah salah satu orang yang pernah mengejarku dulu, pemilik dari benda yang telah aku berikan kepadamu. Mungkin dia akan tetap mengenali wajahku ini meskipun sedikit berubah dari yang dulu. Namun mengingat perkataan dari penyerang sekte kita dahulu. Berarti dia sudah jauh hari tahu keberadaanku. Hal yang membuatnya tidak mendatangi langsung sekte, aku belum tau pasti. Mungkin saja, luka dalamnya masih belum sembuh. Tapi itu hanya kemungkinan"


"Jika begitu guru, kita tidak benar-benar aman sekarang! Meskipun berada di ibukota. Jika dia adalah gurunya Chu Yang. Pihak kerajaan akan pura-pura tidak mengetahui walau ada kekacauan di kota, asalkan itu dari pihak mereka"

__ADS_1


"Kau benar! Dan satu hal lagi, aku yakin, Leng Kai akan mengerahkan sektenya untuk menyerang sekte kita. Tapi aku sudah meminta tetua Lan menyampaikan itu kepada tetua Agung Xiao Dai. Yang harus kita pikirkan sekarang adalah keamanan setiap murid. Aku akan bicara malam ini dengan Raja Lei Guang untuk meminta perlindungan kepada murid yang lainnya. Kau berjagalah untuk yang lain!" Ucap Wen Hao. Setelah itu, dia keluar melalui jendela dan melompat di antara atap-atap rumah penginapan hingga menghilang dari pandangan...


__ADS_2