Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Menang yang membosankan


__ADS_3

Didalam sebuah rumah. Seorang pemuda terbaring masih tak sadarkan diri. Hanya mendapat dua pukulan namun mampu membuat koma lawan. Sudah dua hari dia terbaring ditempat itu. Ditemani oleh sang guru yang menyesal karena mengiyakan keinginan sang murid.


"Wei Lian, maafkan aku, sebab aku tidak bisa mengajarimu teknik yang lebih baik lagi selain itu" ucapnya tertunduk dalam kesedihan. Hingga dia merasakan ada pergerakan pada genggaman tangannya. Dia segera mengusap air bening yang mengalir di pipinya.


Dia sangat menyayangi muridnya itu, entah hanya alasan murid atau yang lainnya hal itu belum diketahui. Yang pasti! Sekarang dia begitu bahagia.


Ren Pong bangkit dari duduknya dan keluar memanggil tabib sekte untuk memeriksa keadaan Wei Lian.


Tabib pun datang segera bersama dengan Tetua Ren Pong sendiri yang bergegas menjemput.


"Syukurlah, sepertinya dia akan cepat sembuh. Kau harus berterima kasih kepada dewa karena masih menyelamatkan hidupnya. Takutnya jika tidak! Muridmu ini akan gila karena mentalnya terganggu" kata tabib memberi penjelasan. Setelah itu dia memberikan resep obat yang harus diambil di balai pengobatan.


"Terima kasih banyak tabib" ucap Ren Pong.


Wei Lian mencoba duduk dan dibantu oleh Ren Pong dengan senyuman dia berkata. "Hati-hati" katanya.


"Ah, aw…. Sakit sekali kakiku" teriak Wei Lian.


"Jangan terlalu banyak bergerak. Tulang lutut milikmu bergeser dari semestinya. Maka dari itu kau harus banyak istirahat dan jangan membuat gerakan yang bisa membuat kaki cacat seumur hidup" nasehat Ren Pong.


"Baik guru, suatu hari aku akan membalas semua ini!" Ucap Wei Lian. Dia mengepalkan tangannya dan menggertakan giginya.

__ADS_1


"Kau jangan memikirkan balas dendam, kau boleh menjadikannya rival. Tapi jangan musuh. Apa kau tau? Selama bertanding denganmu dia hanya memakai tenaga fisik bukan tenaga dalam. Dan kau yang sudah berada dua bintang di atasnya masih kalah walau sudah menggunakan tenaga dalam. Coba kalau dia memakai tenaga dalamnya! Bagaimana hasilnya? Bukan meremehkanmu muridku! Tapi ini demi kebaikanmu sendiri. Jalanmu masih panjang dan belajarlah yang giat agar kau bisa menyusulnya. Meskipun tidak bisa berdiri sejajar dengannya!" Kata Ren Pong.


Dia memang tetua yang baik yang tidak mengajar cara yang buruk untuk muridnya. Hanya saja dia terlalu sayang dengan muridnya itu dan terkadang membiarkan sikap Wei Lian berkembang ke arah hal yang tidak seharusnya.


Sedangkan pertandingan sudah menuju final, dimana sepuluh orang memperebutkan posisi dua hingga sebelas. Namun semuanya sudah dipastikan masuk ke wilayah inti.


Sebab yang menjadi kandidat juara adalah Long Chu yang sudah ditentukan walau tidak ikut bertanding. Meskipun ada kekecewaan di hatinya namun dia tetap menampilkan senyum. Dia ingin mengundurkan diri tapi dilarang oleh gurunya Wen Hao. Jadinya dengan terpaksa dia duduk menanti pertandingan selanjutnya yang tidak akan seru tanpanya.


Tidak ada yang berani melawan Long Chu setelah melihat kemenangannya melawan Wei Lian dengan mudah. Selain itu mereka sudah diberi nasehat oleh guru pribadi mereka masing-masing agar tidak melawan murid patriark itu.


Jadinya hasil yang tidak memuaskan didapat oleh Long Chu. Bukanya senang dia malah terlihat tidak nyaman. Jika menjadi juara tanpa bertanding adalah kebahagiaan bagi orang lain. Namun baginya itu sangat buruk. 'Ternyata menjadi terkenal pun membosankan' batin Long Chu.


"Membosankan, pertandingan itu sangat membosankan jika pahlawan muda hanya duduk tanpa bertarung namun menjadi juara" kata penonton yang memberikan penilaiannya setelah melihat final yang berakhir tanpa keseruan.


Para tetua pun merasa kecewa sebab tidak menduga hasilnya akan menjadi sangat tidak nyaman. Namun keputusan harus mereka ambil. Setelah mengetahui dari Patriark bahwasanya muridnya itu tidak berada di tingkat pendekar emas lagi. Melainkan sudah berada di tingkat pendekar prajurit bintang tiga.


Para tetua seolah dibungkam oleh kenyataan itu. Banyak yang tidak percaya. Namun Long Chu dipanggil dan diminta untuk menunjukan tingkat kependekaran yang sesungguhnya. Hingga semua mata tetua yang menolak percaya terbelalak. Karna kenyataan memang menyakitkan hati mereka.


Bagaimana tidak? ketika seorang pemuda yang hampir menginjak umur tiga belas tahun sudah mendapatkan kemudahan dalam dunia kependekaran. Itu seolah menusuk jantung mereka.


Setelah semua terbongkar, maka ditentukanlah Long Chu sebagai juara pertama, dan ditambah kuota khusus menjadi sebelas orang yang akan memasuki wilayah inti.

__ADS_1


Tapi Long Chu juga memberi syarat agar tidak di beritahukan tentang tingkatannya yang sebenarnya kepada orang lain. Agar informasi dirinya tidak bocor yang tentunya akan mengganggu perkembangannya.


……..


Waktu terus berlalu tak terasa Long Chu sudah berumur tiga belas tahun.


Sudah satu tahun dia berada di sekte fajar senja. Namun tidak banyak yang dia lalui. Karena dia hanya berlatih di dalam goa dan jika tidak di sana, dia akan berlatih pil dalam cincin dunia.


Dia sekarang sudah bisa meramu pil penyembuhan, namun dia tidak mempublikasikannya. Bahkan terhadap gurunya sendiri. Dan tingkatannya sudah mencapai pendekar prajurit bintang lima. Dua tingkat dalam enam bulan setelah memasuki wilayah inti yang dapat memaksimalkan. Umumnya pada tingkat prajurit, tahapan seseorang akan mulai melambat naik. Namun berbeda dengan Long Chu, dia pantas disebut kesayangan surga. Itu juga karena dia mempelajari cara meramu pil terus menerus hingga membuahkan hasil. Jika hanya mengandalkan ramuan saja, tak mungkin itu dapat terjadi.


"Guru!" Long Chu memanggil Wen Hao yang tengah melamun. "Apa yang kau pikirkan guru?"


"Aku memikirkan sesuatu tentang barang yang ada padamu sekarang!" Dia menatap Long Chu yang sudah sejajar tinggi badan denganya "aku mendapat informasi bahwa ada satu orang asing yang sekarang berada di kerajaan Chu. Katanya dia memiliki kekuatan di luar nalar dan telah diundang oleh Raja Chu Lei untuk menjadi guru pribadi Pangeran Chu Yang.


"Lantas apa masalahnya guru?" Long Chu sedikit bingung.


"Kemungkinan dia adalah pemilik barang yang sekarang ada padamu, menurut pemikiranku. Dia ke kerajaan Chu hanya ingin mencari lebih banyak informasi tentang keberadaan benda di tanganmu itu" kata Wen Hao penuh dengan kekhawatiran.


"Guru jangan takut. Aku akan menjaga benda ini dengan baik dan tidak akan pernah keluar dari tempat penyimpanan sebelum aku bisa memecahkan misteri apa sebenarnya yang tersimpan dari benda itu" sahut Long Chu


"Guru percaya padamu Nak! Guru akan pergi lagi. Jika kau ingin berpetualang, guru tidak akan melarang. Hanya saja kau harus hati-hati. Jangan terlalu menonjol" Wen Hao menasehati. Setelah itu dia meninggalkan Long Chu di goa sendirian.

__ADS_1


"Ugh! Rasanya enak sekali" ucapnya setelah melonggarkan otot-otot yang kencang. "Saatnya mencari udara segar diluar"


__ADS_2