Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Bangsa Elf


__ADS_3

"Soal itu biarkan aku yang membicarakannya dengan ayah!" Kata Airell.


Penatua itu menatap lelaki yang ada di sampingnya dan meminta keputusan.


"Jika tuan putri sudah berkata seperti itu, apa boleh buat!" Ucap Adelfo.


"Baiklah kalau begitu" penatua Aelfar berpaling dan menggunakan isyarat tangannya untuk mengajak Long Chu mengikuti mereka.


Long Chu hanya mengangguk, tentu dia bersedia karena tidak merasakan adanya aura yang tidak nyaman di hatinya.


Lalu sekelompok Elf itu terbang menggunakan sayap transparan yang muncul pada punggung mereka.


Long Chu merasa bodoh melihat itu, dia tidak bisa terbang, jadi bagaimana bisa mengikuti mereka. 'Padahal mereka berada dibawah ranahku, tapi mereka semua bisa terbang!'


Long Chu lalu memberikan isyarat bahwa dia tidak bisa terbang, sekelompok itu pun ingin tertawa tapi menahan dengan keras agar suara mereka tidak keluar, mereka juga masih takut dengan kekuatan dari pemuda itu.


Mengikuti Penatua Aelfar yang turun, semua orang itu turun tanpa membantah.


Lalu mereka semua berjalan kaki, dan perjalanan itu cukup panjang dan memakan waktu hingga satu hari penuh. Jika terbang mungkin hanya akan memakan waktu satu batang dupa saja.


Setengah perjalanan mereka beristirahat, Long Chu mengambil beberapa sumberdaya yang ada dalam catatan Pil, sekelompok Elf itu menatap aneh dengannya yang memetik tanaman yang mereka anggap hanya rumput liar itu. Long Chu terus menyimpan apa yang diambilnya. Menurutnya semua itu adalah bahan langka untuk membuat pil Embun bening untuk meningkatkan satu bintang lagi ranah kependekaran.


Setelah cukup istirahat bagi para Elf itu, mereka melanjutkan lagi, padahal Long Chu masih belum istirahat.


Penatua Aelfar memberikan isyarat lagi untuk berangkat kepada Long Chu.


Malam tiba.


Berjalan di sebelah penatua Aelfar, Long Chu tidak memberikan tanggapan apapun mengenai kota yang dihuni oleh suku telinga panjang itu. Meskipun terlihat bagus dan indah dengan banyak pohon yang memancarkan aura spiritual tinggi. Dia hanya berdecak kagum dalam hati mengenai hal itu, dan jelas terlihat dari tatapannya.

__ADS_1


Beberapa orang memandang ke arah pemuda aneh tersebut, aneh menurut mereka, walau dalam bentuk fisik sama, namun perbedaan itu jelas terlihat karena telinga yang tidak sama dengan mereka.


"Siapa yang dibawa oleh rombongan itu, mengapa dia terlihat berbeda?"


Bisik-bisik mulai terdengar ketika kelompok yang Long Chu ikut lewat, dia mendengar apa yang dikatakan meski tak paham, namun dia tau itu bukan sebuah pujian. Namun pertanyaan bingung.


Tidak berapa lama, kelompok itu sampai pada pintu gerbang ibukota kerajaan Elf.


Penatua Aelfar meminta pemuda itu untuk masuk. Dan membawanya pulang kerumah.


Long Chu mengikuti arahan dari penatua itu dan diberikan sebuah kamar.


Kemudian dia memberikan isyarat tangan, maksudnya dia akan pergi sebentar.


Long Chu mengangguk, dia sedikit terbiasa dengan isyarat tangan, karena dulu di waktu dia masih menjadi Chen Long, dia pernah memiliki kawan seorang yang bisu. Dia pun terbiasa berbincang dengan isyarat tangan. Sekarang pengalaman itu terpakai dengan baik, meski awalnya dia sedikit ada yang tidak mengerti dari isyarat itu. Akan tetapi dia dapat beradaptasi dengan baik dan memahami sedikit demi sedikit.


Sepeninggal penatua Aelfar. Long Chu duduk bersila, dia bersyukur dipindahkan ke dunia ini, meskipun awalnya kesal. Tapi dengan aura spiritual yang ada di kota ini, dia akan cepat naik satu bintang. Atau paling tidak lautan pada dantiannya akan semakin membesar dan menampung banyak energi.


"Tunggu pembalasanku Han Bing!"


Long Chu memejamkan matanya dan melakukan konsentrasi hati seperti arahan pada bab pertama kitab pedang dewa. Dia sudah mengetahui konsep menyerap Qi tanpa bantuan Kristal binatang buas ataupun kristal siluman. Dia hanya perlu membedakan serapan tenaga dalam dan serapan Qi.


Segalanya tanpa sama setelah Long Chu memasuki keheningan konsentrasi hati. Namun hal yang tak terduga terjadi pada ibukota kerajaan itu. Aura spiritual yang ada pada beberapa pohon terkuras dengan cepat.


Beberapa orang yang menyadari keanehan tersebut segera melapor, dan satu persatu dari pohon yang memancarkan aura sepiritual terkikis kekuatan spiritualnya, hal itu sontak menggegerkan ibukota kerajaan Elf.


Sementara itu, di istana kerajaan. Airell sedang duduk bersama ayahnya Raja Elf yang agung generasi ke sepuluh. Ditemani oleh Adelfo dan juga penatua Aelfar.


"Begitulah ceritanya ayah!" Ucap Airell, dia kini begitu anggun dengan tampilannya sekarang. Memakai pakaian wanita yang sebenarnya dari bangsa Elf dengan aura bangsawan yang dimilikinya sekaligus kecantikan wajah dan juga fisiknya membuat beberapa orang ingin memilikinya, menjadikannya istri.

__ADS_1


Raja Elf yang agung menatap putrinya yang berani sekali membawa orang luar ke dalam istana itu, "meskipun kau anakku satu-satunya, tapi kau tidak boleh gegabah dalam pengambilan keputusan, bisa saja dia adalah ras asing yang ingin menginvasi ras kita, suku kita dan juga bangsa kita. Kau bilang dia datang dari langit namun tidak bisa terbang hingga terjatuh di tanah bersama air hujan?"


"Benar ayah!" Jawab Airell.


Elf yang agung memindahkan tatapannya kepada penatua Aelfar dan juga Adelfo.


"Menurut kalian bagaimana?" Tanya raja Elf yang agung.


"Menurutku penjarakan saja dia dulu Paman Raja!" Kata Adelfo.


"Kak Adelfo. Mengapa kau berkata seperti itu?" Tanya Airell.


Dia adalah sepupu dari Airell anak dari adiknya istri raja Elf. Sebab itulah Airell memanggilnya Kakak.


"Kau harus tahu, aku mengijinkannya ikut hanya untuk di introgasi oleh pihak kerajaan, karena saat itu jika kita menangkapnya atau memaksanya ikut, maka kita akan kalah, dan kemungkinan semua orang akan mati, lima Orc saja dibantai dengan sadis. Apalagi kita!" Kata Adelfo.


"Kau begitu picik, Kak!" Airell menatap marah sambil menunjuk Adelfo.


"Tenanglah Putriku, yang dikatakan oleh Adelfo benar, kita tidak tau tujuannya datang ke dunia kita. Bisa saja dia ingin mencuri sesuatu yang berharga dari kita!" Ucap Raja Elf.


Ketika dia ingin melanjutkan lagi, ada prajurit yang mendorong pintu dengan tergesa-gesa.


"Raja ada kabar buruk!" Ucap Prajurit itu.


"Cepat katakan!" Perintahnya dengan kesal, karena dia sedang bicara untuk menasehati putrinya yang keras kepala, malah di ganggu dengan laporan buruk.


"Aura spiritual dari pohon kehidupan berkurang raja, ini pertama kalinya terjadi!" Kata Prajurit itu dengan gelisah. "Dan bahkan pohon-pohon spiritual sudah habis kekuatannya, banyak pohon yang berjatuhan roboh dan mengenai rumah rakyat"


"Apa kau bilang!" Raja Elf yang agung berdiri dari singgasananya. Kemudian dia berkata. "Ayo kita menuju pohon kehidupan! Aku harap ini bukan karena ulah dari pemuda yang kau bawa!" Raja Elf yang agung menatap putrinya dengan tatapan marah.

__ADS_1


Sementara Airell panik melihat wajah ayahnya, 'jangan bilang kau akan mencelakai kami' batin Airell mengingat pemuda itu.


Mereka semua bergerak menuju pohon kehidupan yang ada di tengah kota, dimana pohon itu sangat diagungkan oleh bangsa Elf..


__ADS_2