
Tang Gui dan Tang Rui melompat setelah kapal kecilnya meledak karena menabrak kapal besar yang dipakai oleh Gu Zhong, mereka melompat tentunya ke kepal besar itu.
"Gu Zhong, menyerahlah, yakinlah kami akan menjamin keselamatan hidupmu, serahkan kitab pedang dewa dan cincin dunia yang kau bawa!"
"Cih, meski aku mati, itu tidak akan ku serahkan, aku bersumpah suatu hari nanti, akan ada yang membalaskan kematian Guru kepada kalian dengan teknik dari kitab pedang dewa yang ku bawa ini" ucap Gu Zhong.
"Keparat, kau berani berkata sumpah kepada kami" ucap Tang Rui berteriak sambil menggunakan telunjuknya. "kak biarkan aku yang menghukum adik kecil kita ini!" Ucap Tang Rui.
"Hati-hati, dia tidak lebih lemah dari kita, jika kau tidak mampu, kakak akan membantumu!" Kata Tang Gui, dia mempercayakan tugas itu kepada sang adik.
Lalu dia berjalan ke dalam kapal untuk mencari sesuatu, siapa tau ada harta yang berguna, karena gurunya itu masih dengan penuh misteri. Masih ada banyak hal yang acap kali terasa janggal dilakukannya.
Tang Rui kini melesat dengan sebilah tombak ditangannya, Tombak yang terbuat dari batu bintang, yang tingkat kekerasannya sulit untuk dilawan, hanya para ahli senjata yang dapat membuatnya dan itu pun membutuhkan waktu yang cukup lama pula.
Sementara itu, Gu Zhong bergerak zigzag dengan sebilah pedang di tangannya. Meski bukan pedang kelas surga seperti tombak milik Tang Rui, tapi dia tetap melawan.
"Gerakan pertama, Seni pedang semesta!"
Wush!
Gerakan secepat kilat dilakukan oleh Gu Zhong, dia berada di samping kanan dan menebas dada Tang Rui, namun dihadang oleh dengan tombak yang terentang di tengah menyilang, sebelum mengayunkan kaki, Tang Rui lebih dulu berusaha mendorong pedang Gu Zhong dengan sejumlah kekuatannya. Lalu melepaskan tendangan ke arah dada menusuk.
Akan tetapi, Gu Zhong memutar tubuhnya ke kiri lalu mengangkat pedang dan mengibaskannya kembali. Namun tetap masih di hadang oleh Tang Rui dengan mudah.
Sejumlah Qi lebih besar dialirkan Gu Zhong pada pedangnya untuk mendapat manfaat yang besar pula, lalu mengayunkan lagi pedangnya dari bawah ke atas dengan gerakan yang indah "Gerakan pertama, seni pedang mengoyak langit!"
Sebuah gerakan yang indah memunculkan garis memanjang yang begitu kuat menggetarkan udara dari bawah menuju langit, seolah teknik itu memang ingin menantang langit.
__ADS_1
Wush! Dari jarak yang sangat dekat, dengan kejutan di wajah, Tang Rui tidak sempat untuk menangkalnya. Dia mundur beberapa langkah, namun serangan itu sangat cepat dan tak lagi dapat dihindari.
Akan tetapi, di detik terakhirnya, Tang Gui datang melompat dan menghadang. "Gerakan kedua, kura-kura tidur!"
Bom! Getaran besar menghempas dan mengurangi keseimbangan kapal.
Gu Zhong segera melesat pergi dari posisinya dan menuju ujung dari pada kapal, dia ingin melompat ke pusaran kehampaan yang dilihatnya, berharap dia akan dapat selamat.
Tang Gui yang menyadari keinginan dari Gu Zhong begitu murka, dia segera melesat terbang dan secepat kilat sampai.
Menghentakan kakinya ke lantai hingga mencetak cetakan kaki disana. Lalu dia menggunakan teknik terbaiknya "gerakan pertama, Tapak dewa matahari!" Cahaya yang menyilaukan muncul dari telapak tangan Tang Gui dan itu berpendar seperti api tapi bukan api tapi terasa panas. "Matilah!" Teriak Tang Gui sambil melepaskan tekniknya.
"Gerakan pertama, Seni pedang mengoyak langit! Gu Zhong menggunakan teknik yang sama untuk kedua kalinya, kali ini dengan seluruh kekuatan kultivasinya, dia tau akan berat. Namun teknik yang dipelajarinya ini sangatlah kuat hingga diperebutkan oleh banyak pihak, meskipun yang terlihat dari luar hanyalah dua saudara ini. Tapi setahunya ada begitu banyak orang yang ingin menguasainya di alam dewa.
Baam! Kapal itu terguncang lagi dan terjun bebas tanpa arah yang jelas, mereka bertiga yang ada di atas kapal besar itu hanya bisa pasrah ketika kapal yang mereka naiki terhisap oleh sebuah pusaran yang ditakuti di alam dewa, yaitu pasaran kehampaan. Dimana mereka tidak bisa untuk melawan dan hanya bisa mengikuti arus waktu yang berjalan.
Ketiganya terlempar dari kapal, ketika kapal terhempas puing planet yang besar, entah hancur karena apa? Yang pasti ada banyak benda-benda besar yang terseret pusaran kehampaan itu.
Namun tiba-tiba sebuah pusaran menyedot mereka bertiga dan melempar ketiganya dari pusaran waktu kehampaan itu.
Mereka terjatuh dan terpisah namun masih dalam dunia yang sama tapi tidak saling menemukan, jika bukan karena Tang Gui memegang tangan Tang Rui, mungkin mereka juga akan terpisah.
Sedangkan Gu Zhong yang merasa dua orang itu tidak mengejarnya, segera dia melempar kitab pedang dewa dengan harapan sumpahnya akan terlaksana, karena jika masih berada di tangannya, dia takut ketika dua orang itu menemukan dirinya lagi. Akan ada pertarungan lagi dan dia akan kalah. Karena Tang Gui lebih kuat dari Tang Rui. Dan itu adalah alasan mengapa dia harus melempar kitab itu..
Gu Zhong terjatuh ke jurang.
Sedangkan Tang Gui dan Tang Rui terhempas di tanah dengan sangat keras. Hingga mencetak bagian tubuh mereka.
__ADS_1
Namun mereka tetap sadar walau terluka sangat parah akibat hempasan itu.
Tang Gui duduk perlahan dan melirik adiknya yang tidak jauh terjatuh darinya.
"Sepertinya kapal terbang itu mengecil kembali dan terjatuh dekat dengan hutan itu!" Tunjuk Tang Gui, sambil membantu Tang Rui untuk bangkit
"Sebaiknya kita cepat kesana Kak, sebelum ada yang menemukan!" Saran Tang Rui.
Tang Gui memberikan anggukan lalu keduanya melesat terbang rendah untuk lebih melihat benda yang mereka cari.
[Benda itu ditemukan oleh Wen Hao dan diberikan kepada Long Chu di ch 27 dengan judul Putri Hua]
Mereka sampai pada sebuah tempat dimana tempat itu bekas reruntuhan kuno, tapi mereka tidak peduli, karena Fokus mereka bukan itu.
Dan terus mencari namun tidak menemukan apa yang dicari, hanya sisa pertarungan, namun ada satu binatang buas harimau yang kepalanya hancur namun berada di dalam kawah besar.
"Sepertinya Kapal terbang itu jatuh disini dan mengenai kepala harimau ini hingga meledak, namun sudah ada yang mengambilnya" ucap Tang Gui. Dia yakin ada yang mengambilnya.
Mereka mulai kehabisan energi Qi dan turun menapak tanah, "Kak, aku akan bertugas mencari kapal terbang itu, dan kau mencari Gu Zhong, aku yakin dia akan mengajarkan kepada seseorang kitab pedang dewa itu, mengingat sumpahnya!" Ucap Tang Rui
mereka pun berpisah arah untuk mencari informasi dan mengembalikan sebagian kekuatan mereka di dunia antah berantah yang sangat tipis dengan energi spiritual itu.
Tang Gui menemukan sebuah Gua, lalu berkultivasi disana hingga setahun lamanya, setelah satu tahun. Kekuatannya kembali ke ranah Pendekar raja bintang sembilan kala itu, dia keluar dari Gua dan mencari informasi tentang orang-orang kuat di negeri.
Ada banyak sekte yang dia datangi secara diam-diam untuk melakukan penyelidikan, siapa tau bahwa ada yang menemukan kitab itu.
Hingga dia mendengar ada satu sekte yang cukup terkenal dengan kekuatannya yaitu Sekte Pedang Dewa.
__ADS_1
Segera dia menyelidiki Sekte itu, namun harapannya sangat tipis. Tapi tetap optimis.
Dia pun mengendap pada malam hari untuk melihat seorang patriark sekte yang cukup tua sedang berlatih ketika malam dengan obor di beberapa pohon sebagai penerangan. Di situ dia melihat sebuah harapan baru, gerakan itu. 'ni dia yang aku cari, kemungkinan Gu Zhong telah mewariskan kitab itu' batinnya. 'Tapi dia cukup tua, apa yang diharapkan oleh orang tua seperti dia, Gu Zhong ini bodoh atau idiot sih?'