Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Klan Ling


__ADS_3

Long Chu kembali ke tempat Yun Fei Yang dan melihat dua orang yang sedang berlatih tanding. Dia memandang keduanya dengan baik. Kemudian dia menutup wajahnya dan mengganti pakaiannya.


"Gerakan pertama, seni pedang kilat!" Gumam Hu Li. Dia mengacungkan pedangnya ke atas dan menggerakan sebilah pedang di tangannya itu dengan gerakan yang sangat cepat.


Tak mau kalah dengan Hu Li. Zhan Shi yang memiliki tingkatan sama dengan Hu Li juga mengeluarkan teknik terbaik yang sudah dipelajari di sekte "gerakan pertama, seni pedang penyebar maut!"


Swush! Swush! Mereka melompat secara diagonal kemudian bergerak menyerang satu sama lain. Akan tetapi seseorang menerobos di antara mereka dengan tombak dan menyerang mereka secara membabi buta.


Keduanya kewalahan menghadapi gencaran tombak yang terus mengusik langkah mereka. Tombak Itu sepertinya memang sengaja diarahkan ke kaki agar langkah mereka dapat diatur sedemikian rupa. Tanpa sadar keduanya merasakan perubahan pada setiap gerakan mereka.


Itu adalah kemampuan yang diajarkan oleh nenek Zhou kepada Long Chu. Secara tidak langsung Long Chu memberikan pemahaman kepada mereka tentang langkah yang baik dalam menyerang dan bertahan.


Setelah menendang keduanya dan membuat mereka tersungkur ke tanah. Long Chu melepas penutup kepalanya dan menunjukan wajahnya yang tersenyum cukup puas.


"Aku sudah mengira bahwa itu kau, kak Chu!" Kata Hu Li dengan tersenyum.


Zhan Shi menampar bahu Hu Li dengan pelan dan berkata. "Bodoh! Kau pikir Kak Chu percaya dengan omong kosongmu" kata Zhan Shi. Meskipun mereka merasakan sakit di perut mereka. Namun mereka tidaklah marah sama sekali. Sebab ada pengalaman yang baru mereka dapat tentang langkah menyerang dan bertahan.


Selama ini keduanya belum memiliki guru pribadi yang membimbing mereka untuk berlatih dengan baik. Para guru masih tak ingin mengajar orang yang belum bisa menggunakan tenaga dalam. Itulah kesulitan mereka saat ini.


"Kalian sudah ada peningkatan, aku tau kalian cekatan hanya saja belum menemukan jalan yang tepat. Sebab kalian belum bisa mengumpulkan tenaga dalam" ucap Long Chu. Dia duduk di kursi panjang. Sedang keduanya mendekat dan duduk di tanah beralaskan rumput


"Kalian hanya perlu membuktikan kepada para tetua di sekte. Bahwa kalian bisa dan semua orang pasti bisa menjadi yang terkuat, ditambah tekad yang kuat"

__ADS_1


"Kami mengerti kak Chu, terima kasih banyak atas nasehat dan pelajaran yang telah kau ajarkan. Kami akan selalu mengingatnya" Hu Li berkata lebih dulu.


"Berlatih dengan giat" kata Long Chu. Dia memberikan beberapa sumberdaya yang diperlukan oleh pendekar perak. "Kalian harus mengkonsumsinya setelah pulang ke sekte, ini adalah ramuan pengeras tulang"


"Sekali lagi terima kasih kak Chu" mereka menyambut botol ramuan itu dan menyimpannya di kantong penyimpanan mereka yang masih berwarna hitam.


Long Chu yang memiliki banyak kantong penyimpanan warna merah. Segera mengeluarkan dua kantong dan memberikannya lagi kepada Hu Li dan Zhan Shi.


"Wajah kalian berdua begitu sumringah, aku yakin kalian mendapatkan sesuatu dari Kak Chu. Apakah aku salah?"


"Apakah senior Yun iri?" Hu Li tertawa melihat wajah lucu yang sepertinya juga ingin meminta sesuatu kepada Long Chu. Tapi dia tidak berkata langsung. Sebab dia sudah mendapatkan hadiah lebih dulu. Kesembuhan ayahnya dan juga tentang naik tingkatnya yang tidak diketahui oleh keduanya.


"Aku hanya bercanda!" Kata Yun Fei Yang. Ayo masuk ibuku sudah datang dan ayah juga sudah bisa bangun" katanya lagi mengajak ketiga orang itu untuk masuk ke dalam rumah.


…..


"Aku berteman baik dengan anakmu, jadi itu sudah menjadi tanggung jawabku untuk menolongnya apabila dia sedang kesusahan" kata Zai memberikan senyuman.


"Aku sangat senang anakku bisa berlatih di sekte fajar senja. Banyak sekte yang hebat namun entah mengapa hati kami meminta sekte fajar senja mengangkat anakku, Yun Fei Yang Sebagai murid terlebih dia memiliki seorang sahabat sepertimu." terang Yan Yu membalas senyuman pemuda itu.


"Aku juga sangat berterima kasih atas bantuan yang telah kau berikan kepada kami. Jika kau tidak datang saat itu. Mungkin aku sudah akan kembali kedalam tanah" kata Yun Qing Yan.


"Semua memang sudah takdir. Tak perlu membahas hal itu lagi" tatap Long Chu ke arah keduanya dan berkata lagi "jika paman sudah sembuh. Kami akan melanjutkan misi kembali" tambahnya.

__ADS_1


"Aku sudah baikan. Makan lah dulu sebelum pergi!" pinta Yun Qing Yan.


"Mm" Long Chu menganggukan kepalanya. Lalu dia menoleh ke belakang melihat Hu Li dan juga Zhan Shi. Keduanya juga memberikan anggukan pasti.


"Ayo kita pindah tempat ke ruangan makan!" Ucap Yan Yu.


…….


Sementara itu di tempat lain. Putri Ling Hua bersama tiga orang wanita cantik yang selalu mengawal dirinya. Tengah berjalan bersama dalam sebuah kereta kuda yang cukup mewah. Dengan lambah burung phonex di atas keretanya menandakan itu adalah milik seseorang yang bermartabat dan berkedudukan tinggi. Kereta itu adalah hadiah dari kerajaan Lei untuk Putri Hua sebagai dewi obat untuk mempermudah bepergian.


Kini kereta itu menuju kota Xiao dimana putri hua pernah dilahirkan dan dibesarkan sebelum jatuh cinta dengan Chu Yuan dan diboyong ke istana kerajaan Chu. Ada bulir air mata antara bahagia dan duka yang menyelimuti di setiap langkah kaki kuda. Betapa tidak dia mempercayai bahwa suaminya meninggal setelah kabar kematiannya.


'Aku masih hidup sayang, aku yakin kedua orang itu dalang dibalik kematian mu pula. Aku akan membalas dan asal kau tau. Anak kita sudah besar. Bahkan dia mencetak prestasi yang luar biasa. Aku yakin tidak memerlukan waktu yang lama lagi untuk membalaskan semuanya' batin Ling Hua.


Pintu gerbang besar berdiri tegak dengan ditopang oleh pagar batu. Klan Ling tertulis di papan nama. Semua orang yang melihat kereta itu hendak memasuki kediaman itu menatap kagum.


"Tahukah kamu siapa orang di dalam kereta itu?" Salah seorang berhenti mengerjakan aktivitasnya dan bertanya kepada orang yang juga berhenti berjalan.


"Tidak sama sekali. Apa kau tau?" Tanya dia balik.


"Tidak juga. Namun dari kereta mewah yang dinaiki dapat dipastikan bahwa orang yang ada di dalam adalah seorang bangsawan.


Kereta dihentikan oleh penjaga. Mereka hanya ingin bertanya. "Katakan padanya, aku ingin bertemu dengan patriark Ling Suan!" Ucap Putri Hua kepada pengawal wanita itu yang sekaligus menjadi kusir kuda.

__ADS_1


"Baik putri!" Sahut wanita itu. Lalu dia memandang penjaga gerbang. "Kami ingin bertemu patriark Ling Suan.


"Tunggu sebentar. Aku akan melapor lebih dulu" kata penjaga itu. Dia meninggalkan tempatnya berdiri sebelumnya dan berpesan kepada penjaga yang lain untuk berjaga dengan baik


__ADS_2