
Long Chu meminta kepada ibunya untuk di biarkan sendiri saja di dalam kamar dan tak pernah ada yang mengganggunya, karena Ling Hua memahami tentang kondisi anaknya dan kemungkinan besar akan berada dalam cincin dunia. Dia membuat pengaturan kepada semua orang dan melarang siapapun untuk menemui pangeran Long Chu, siapapun itu. Dan hanya ada beberapa penjaga yang akan secara bergantian berjaga setiap enam jam sekali. Selalu akan seperti itu, hingga pangeran Long Chu keluar dengan sendirinya dari pelatihan tertutup.
Infrastruktur bangunan di banyak tempat sudah mencapai tujuh puluh persen terbentuk, bahkan istana kerajaan sangat megah didirikan.
Rakyat membantu juga proses jalannya perbaikan, peluang usaha semakin meningkat, semua senang kerajaan pun kenyang.
Di dalam cincin dunia, Long Chu tidak tahu apa-apa mengenai keadaan di luar. Sekarang dia berada di bawah pohon yang rindang itu.
Penasaran pucuknya, dia melompat, melentingkan tubuhnya ke pohon besar dengan dua kali hentakan kaki dan bergantungan pada ranting besar untuk membuat loncatan yang lebih tinggi. Dia menghitungnya hingga tiga, lalu melepaskan tangannya dan melemparkan tubuhnya yang ringan hingga mencapai puncak dari pohon besar itu.
Meski belum sembuh betul tentang rasa sakit di tubuhnya, tapi sekarang itu lebih baik dari sebelumnya, dan dia bersemangat sambil membuka kekakuan tubuhnya akibat terlalu lama berdiam diri dalam pembaringan
Long Chu melihat ada sesuatu pada pucuk pohon, dimana ada dedaunan tertata rapi membuat lengkungan untuk menampung air. Ya ada air di atas dedaunan yang melengkung itu, air itu sendiri sangat jernih layaknya air biasa tapi ada perasaan yang luar biasa ketika mendekatinya.
"Mengapa aku merasakan haus secara tiba-tiba? Apakah karena air ini?"
Long Chu membuat mangkok dari dua telapak tangannya dan merendamkan tangannya untuk menampung air yang kira-kira ada sekitar satu liter itu. Segera dia mengangkat air yang ada di lengkungan tangannya dan menegak habis tak tersisa.
Setelah meminumnya, dia merasakan rasa manis melebihi manisnya madu. Kemudian rasa hangat menjalar di sekujur tubuh dan semua luka ditubuhnya terobati dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata telanjang "Ini sangat hebat, akan ku beri nama air ini dengan nama air surgawi" segera dia mengeluarkan botol kecil yang dia biasa bawa ketika mengisi ramuan, terdapat tiga botol kecil untuk air surgawi itu dan langsung dia menyimpannya dalam kantong penyimpanan.
__ADS_1
Ketika dia hendak berdiri dari jongkoknya, dia melihat ada buah berukuran kepalan tangan orang dewasa, berwarna biru bulat sempurna tertutup oleh dedaunan. Ada tiga buah pada ranting yang sama.
"Jika airnya adalah keajaiban, kemungkinan buahnya adalah sumber kehidupan atau bisa juga sumber kekuatan, penemuan ini sungguh sangat pas sekali, semoga dengan ini aku bisa naik satu bintang"
Long Chu mengulur tangannya menggapai buah itu dan memetiknya satu dan menyisakan dua, "jadi orang jangan serakah, apa yang kita perlukan, itu yang kita ambil" gumamnya sendiri.
Setelah itu dia berdiri sempurna, kemudian Long Chu menyapukan pandangan ke segala arah. Dimana sekarang dia berada di paling tinggi posisi dalam cincin dunia. Dia melihat ada rumah yang biasa di tempati, rumah itu sangat kecil terlihat dari atas. Ada pula yang lainnya, dimana kebun obat berada dan juga tempat dimana dia dulu sering berlatih.
"Aku harus bisa terbang untuk menjelajahi tempat ini" Long Chu berusaha untuk mengatur Qi dalam tubuhnya dan membentuk sayap transparan yang bisa membantunya untuk terbang, sedikit banyaknya dia ingat naga merah juga memunculkan sayap seperti itu pada punggungnya dalam pertempuran waktu itu.
Merasa ada bayangan itu yang dapat dirasakannya. Segera dia berlari dan melompat ketika sudah mencapai ujung dari daun besar yang di pijak sebelumnya.
Dengan lompatan dari ketinggian itu, Long Chu berusaha untuk mengepakan sayap yang tercipta pada punggungnya, namun kesempatan belum memihak. Sekarang dia terjatuh dengan berguling di tanah, terdengar bunyi gedebuk yang cukup nyaring.
"Ugh! Tidak semudah itu rupanya!"
Sebelumnya, ketika tubuhnya diambil alih oleh naga merah, ranah pendekarnya melejit naik hingga ranah pendekar kaisar, tapi sekarang kembali seperti semula pendekar Raja bintang tiga. Dia tidak lagi menutupi ranahnya, sebab sekarang dia akan menjadi Raja dan tak mungkin juga orang akan berkata bahwa dia adalah raja yang lemah, ketika semua penduduk ibukota tau bahwa dia bisa terbang dan melawan lawan yang kuat hingga menghancurkan kerajaan itu sendiri.
Tulang punggungnya sakit kembali dan dia harus mencari sandaran, pohon besar itu sangat cocok untuknya bersandar. Setelah itu dia mengayunkan tangan yang sudah berisi pil penyembuhan ke mulut, lalu mengkonsumsinya dan duduk bersila menyerap esensi dari pil tersebut.
__ADS_1
Sepuluh tarikan nafas berlalu, Long Chu pun membuka matanya, lalu mengeluarkan kuali untuk membuat Pil dan kemudian mengeluarkan buku catatan.
Ling Suan memberikan buku catatan tentang pil kepada Long Chu pada malam ketika Long Chu sadar, dan hal itu kini dipakainya untuk membuat Pil. Sekarang dia tahu tentang tingkat pil.
Dalam catatan itu ada beberapa macam pil yang juga diberi nama sesuai dengan ranah pengguna
long Chu mulai membacanya "Ini Pil penembus alam tingkat satu, untuk pendekar emas. Pil penembus alam tingkat dua, untuk pendekar prajurit. Pil Embun Bening untuk pendekar raja. Pil kemajuan bumi, untuk pendekar Kaisar. Dan Pil kemajuan langit, untuk pendekar suci" Long Chu terus memeriksa apa yang tercatat dalam buku itu.
Katanya itu adalah catatan dari leluhur Klan Ling, entah dari mana mereka mendapatkan catatan itu.
"Apakah mungkin asal usul Klan Ling bukan dari alam rendah ini? tidak mungkin jika berasal dari dunia ini yang tidak terlalu mengerti tentang pil bisa memiliki catatan terperinci dan cara pembuatan serta semua bahan yang diperlukan, namun jika bukan dari dunia ini, lantas apakah mereka juga berasal dari alam dewa, sepertinya darah dewa yang dikatakan naga merah berasal dari keturunan ibu." Gumam Long Chu, sambil mengingat apa yang dikatakan oleh naga merah dulu.
"Sebelumnya aku pernah menelan pil embun bening yang diberikan ibu yang dimaksudkan untuk mencapai pendekar raja, tapi sudah ku konsumsi lebih dulu waktu ranah pendekar emas dan mendapatkan ranah prajurit dengan lompatan satu ranah. Tapi tidak mungkin kali ini akan terulang kembali seperti itu, satu dari milyaran kemungkinan dan itu sangat tipis"
Long Chu menyiapkan bahan untuk membuat Pil embun bening kembali. Setelah terkumpul semuanya dia langsung memasukan bahan itu, semuanya ke dalam kuali. Dia tentu tidak terlalu mengerti aturan membuat pil, namun inilah yang tertulis dalam catatan itu.
Api biru pada telapak tangannya berpendar dan dilemparkannya ke bawah kuali dan menunggu bahan itu melebur.
Kali ini dia bereksperimen dengan air yang dinamainya tadi dengan nama air surgawi. Dia menuangkan dua tetes air itu ke dalam kuali dimana bahan sudah melebur, lalu memadatkan dengan mengirim energi jiwa.
__ADS_1
Peluh benar-benar membasahi punggungnya, dan itu juga berada di kening, lalu mengucur berjatuhan…