
"Kita harus sabar menghadapi semua ujian hidup dan terus berlatih untuk mengasah kemampuan. Sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Istirahatlah atau bermeditasilah. Aku akan berusaha memberikan pil menembus alam untukmu lagi dalam tingkatan yang lebih baik dari sebelumnya dan aku perlu waktu dan ketenangan" ucapnya.
Setelah Yun Fei Yang merebahkan tubuhnya lagi dan memejamkan matanya. Tangan Long Chu berayun dan muncul seketika diudara tipis. Sebuah tungku kecil. Dia pun melakukan ritual pembuatan pil hingga fajar menyingsing.
Sebelum ketiganya bangun. Long Chu menyimpan kembali tungku miliknya dan berjalan pagi di hutan untuk mencari santapan yang bisa dimakan.
"Senior Yun! Kemana senior Chu pergi?" Zhan Shi terbangun dan tidak menemukan Long Chu berada di depan api unggun. Dia langsung menggoyangkan tangan Yun Fei Yang untuk membangunkannya dari tidur.
"Seharusnya dia tetap terjaga di depan api unggun. Apa tidak ada?" Tanya Yun Fei Yang seraya mengerjapkan matanya, perlahan bangun dan duduk lalu menyapukan pandangannya ke segala arah. "Aku tidak sadar lagi bahwa mayat-mayat ini menemani kita tidur" kata Yun Fei Yang setelah melihat enam mayat yang tidak berada jauh dari tempat mereka tiduran.
"Ah… aku juga baru sadar!" Zhan Shi sontak terkejut ketika menyadari dan semilir angin terasa meniti pundaknya.
"Sebaiknya kita makamkan saja mereka. Kita buat satu lubang yang besar dan kubur" ucap Yun Fei Yang. Dia berdiri dan menggerakan tubuhnya yang sedikit kaku. Setelah itu dia mengeluarkan beberapa peralatan dari kantong penyimpanan miliknya untuk mencari sesuatu yang bisa dipakai untuk membuat kawah dari tanah. Namun tidak menemukan apapun yang bisa dipakai dan menyimpannya kembali. "Hais!! Sayangnya aku belum bisa menggunakan tenaga dalam. Jika tidak ini akan mudah"
"Sabarlah senior Yun" Hu Li yang mendengar gerutuan Yun Fei Yang langsung menimpali.
"Suatu saat kita pasti memilikinya, hanya masalah waktu saja!" Ucap Zhan Shi yang ingin merubah raut wajah Yun Fei Yang.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Long Chu yang datang mengejutkan. Seolah angin yang tiba-tiba ada didekat mereka. Seandainya musuh yang datang pasti kematian cepat yang mereka dapatkan.
Dengan mengelus dada Yun Fei Yang berkata "kau mengagetkanku Kak Chu! Apa tidak bisa muncul itu dengan cara biasa?"
__ADS_1
Zhan Shi dan juga Hu Li mengangguk setuju dengan perkataan Yun Fei Yang
"Haha maaf, itu bukan salahku. Salah kalian sendiri yang terlalu tegang dalam berbincang. Apa yang kalian bahas sebenarnya. Jika musuh yang datang kalian akan tamat"
"Tentang mayat ini!" Tunjuk Yun Fei Yang.
"Kumpulkan Dan di balik pohon itu juga ada satu. Bawa kesini biar aku yang selesaikan" ucap Long Chu. Dia pun menghidupkan api yang sudah padam. Lalu membakar dua ekor ayam hutan yang sudah dia bersihkan bulu dan semua isi perutnya. Dia tusuk dan beri bumbu yang selalu tersedia dalam kantong penyimpanannya.
"Kak Chu! Sudah semuanya" ucap Yun Fei Yang.
"Cuci tangan kalian. Dan jaga ayam ini agar tidak gosong" ucap Long Chu seraya berdiri dan mendekat ke arah mereka.
Yun Fei Yang bersama dua yang lainnya langsung mendekati api, dimana ada ayam yang dibakar dengan bau yang harum menggoda meninggalkan Long Chu seorang diri di dekat tumpukan mayat yang dibuat meninggi
Api besar di telapak tangan Long Chu langsung membakar tujuh mayat itu dengan lahap. Setelah itu dia mendekati Yun Fei Yang setelah mencium bau gosong.
"Apa yang kau lakukan gembul? Mengapa gosong?" Long Chu langsung mendekat dengan sekali lompatan tinggi dan langsung berada dihadapan ketiganya.
"Maafkan aku kak Chu. Aku terkesima dengan teknikmu. Bahkan api bisa keluar dari telapak tangannmu. Bagaimana caranya kau melakukan trik sulap seperti itu Kak?" Yun Fei Yang merasa bersalah. Namun wajahnya tidak berubah sedikitpun sebab dia tau tidak akan menjadi masalah hal sepele seperti itu.
"Jangan dikatakan kepada orang lain apa yang kalian lihat barusan atau tentang aku yang membunuh mereka semua seorang diri. Sebab itu akan menyulitkanku nanti. Apa kalian bertiga paham!?" Long Chu menatap ketiganya serius.
__ADS_1
"Kami mengerti dan berjanji!" Sahut ketiganya.
Tak pernah Yun Fei Yang melihat sekalipun wajah Long Chu yang mengancam. 'Terlihat menakutkan' batinnya
"Terima kasih atas janji kalian" dia tersenyum layaknya tidak terjadi apapun. "Ayo kita makan! Sepertinya sudah matang" kata Long Chu. Dia duduk dan mengambil ayam bakar itu lalu memisahkan antara dada dan paha dengan pisau kecil yang diambil di pinggangnya dan memberikan salah satunya kepada Zhan Shi. "Yang itu kau bagi dua dengan Hu Li" tunjuk Long Chu kearah ayam yang sedikit gosong.
Ingin mengeluh tapi tak berani dengan Long Chu. Terpaksa dia memakan ayam yang sedikit gosong dan membaginya dengan Hu Li. Meskipun begitu dia tetap menikmatinya. Karena ayam itu penuh dengan bumbu dapur yang menggoyang lidah.
"Ini sangat enak Kak Chu. Merasakan bumbu ini yang begitu meresap ke daging, aku yakin kau akan sukses jika mengolah warung makan atau resto di sebuah kota" kata Yun Fei Yang.
"Itu memang masuk dalam rencanaku suatu hari nanti. Tapi sementara ini aku akan menjadi pendekar saja dulu. Tidak masalah bukan menjadi seorang pendekar dan koki dalam waktu yang bersamaan. Setidaknya aku tidak akan kelaparan waalaupun hidup digurun sekalian" kata Long Chu cukup panjang.
"Benar juga. Sepertinya aku juga harus mendalami hal itu" kata Yun Fei Yang. Terbesit dibenaknya ingin melakukan hal yang sama. Bahkan semua yang bisa dilakukan oleh Long Chu. Dia juga ingin bisa melakukannya.
"Jangan terlalu dipikirkan. Jika banyak uang lebih baik beli dan simpan dikantong penyimpanan. Itu bisa mengapa harus repot sepertiku" kata Long Chu lagi.
Sedang dua orang yang lainnya hanya diam menikmati setiap kunyahan yang mengandung keinginan untuk terus memakan dan menghabiskan hingga ke tulang.
Setelah menghabiskan jatah miliknya. Long Chu mengayunkan tangannya. Muncul tujuh kantong berwarna merah. "Ambillah dua untuk kalian masing-masing" ucapnya.
Ketiganya saling berpandangan dan menggeleng setelahnya. "Ini milikmu Kak Chu, kau yang membantai mereka bukan kami" kata Yun Fei Yang
__ADS_1
"Aku ingin berbagi. Aku akan mengambil satu. Sisanya terserah kalian. Entah kalian buang atau simpan" kata Long Chu tak ingin ribet dan berbelit-belit berdebat suatu hal yang tidak terlalu penting baginya.
"Kalau Kak Chu memaksa apa boleh buat" ucap Yun Fei Yang dengan senyuman. Siapa yang tidak ingin diberi hadiah walaupun tidak melakukan apapun?