
Dua orang maju, mereka menghentakan kaki ke tanah membuat getaran, berlari cukup cepat untuk ukuran tubuh besar itu. Satu menggunakan kapak dan satunya menggunakan pedang yang juga besar. Kini keduanya menyongsong satu pemuda yang diam.
Di tiga peter dalam jarak jangkauan senjata mereka, Long Chu bergerak. Sebilah pedang langsung muncul dari lambaian tangannya, dan itu jelas mengejutkan dua orang yang kini menyerang itu. Bukan hanya mereka saja, pihak Orc dan Elf yang menyaksikan juga terkejut. Mereka tidak tahu tentang cincin spasial, yang mereka tahu hanya kantong penyimpanan.
Jadi jelas mereka terkejut ada senjata yang bisa muncul, seolah itu diambil dari ruang hampa.
Long Chu melompat, seolah angin adalah sahabatnya, gerakannya sulit di imbangi oleh dua orang Orc itu. sejak dantiannya membesar dan menjadi lautan. Qi dalam tubuhnya membludak dan itu sangat membantu untuk pertahanan dan penyerangan.
Seperti saat ini, dia mengayunkan pedangnya dengan kuat, membuat satu orang terdorong mundur ke belakang padahal tubuhnya lebih besar dari Long Chu. Jika bukan pedang besarnya yang menahan, mungkin dia akan mati di tempat.
Setelah itu dia berbalik badan mengayunkan pedang untuk menangkis kapak yang ingin membelah dirinya dari samping kiri. Dengan pedang Nirwana yang direntangkan, kapak itu berhasil dihentikan. Meski satu langkah harus terdorong ke belakang, menandakan kekuatan dari pengguna kapak itu lebih besar dari yang menggunakan pedang sebelumnya.
Kapak dan pedang masih menempel, Long Chu tersenyum, ini adalah latihan yang baik untuk tubuhnya, dia juga belum terlalu mahir menggunakan Pedang Nirwana, karena pedang itu sedikit berat dari pedang naga merah.
Wajah Orc pengguna kapak itu menegang, dia seolah melawan petinggi dari suku mereka. Dengan kekuatan nya sekarang, dia mampu bersaing dengan ranah raja bintang dua, tapi pemuda yang aneh itu dapat menahan serangannya dia menggertakan gigi menekan, tapi kali ini tidak ada dorongan yang dapat diberikan kepada pemuda itu.
Long Chu memberikan sejumlah kekuatan kepada pedang Nirwana hingga memancarkan api merah yang membara sontak itu mengejutkan lawan dan memaksa lawan mengantisipasi dengan mundur. Memberi kesempatan untuk Long Chu bergerak ke depan dan memberikan serangan pembuka dengan teknik "gerakan pertama, Seni pedang raja!"
Ini adalah teknik yang dilatihnya ketika di hutan dan hanya beberapa kali pernah digunakan.
Serangan yang begitu cepat tak terbantahkan, kekuatannya mampu mendorong kapak yang direntangkan di depan dada hingga terdengar bunyi retakan. Pucat pasi wajah Orc itu, karena kini tusukan pedang itu menembus dadanya. Hanya muntahan darah yang keluar berwarna hitam dan bau yang menyengat. Organ dalamnya seolah terbakar oleh pedang nirwana yang memancarkan hawa panas.
__ADS_1
Long Chu menarik pedang dan membiarkan Orang besar itu jatuh ke tanah, lalu berpaling, berkelit ke samping melentingkan tubuhnya agar tak tertembus oleh pedang yang menusuk bagian punggungnya. Kemudian dia bergerak lagi seolah menari dengan pedang itu sebagai satu kesatuan yang tak tergoyahkan.
Orc itu menangkis ayunan pedang yang mengarah ke kepalanya, namun Long Chu mengubah gerakan cepat, kakinya ditekuk lalu memiringkan tubuhnya dan saat itu juga dia mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas.
"Argh!" Raungan Orc itu menggema, tangannya terjatuh bersamaan dengan pedang ke tanah.
Kemudian Long Chu melompat lebih tinggi dan menebas vertical. Sebuah potongan bersih dilepaskan dan Kepala Orc itu menggelinding ke tanah. Kemudian tubuhnya ambruk menyusul disertai air mancur darah.
Long Chu mengibaskan sisa darah yang menghitam di pedangnya hingga pedang itu bersih kembali. Semakin lama dia menggunakan pedang itu untuk membunuh, semakin mengkilap bilah pedangnya.
Dulu ketika dia mendapatkan pedang itu dari taruhan, pedang itu memang tidak sebagus pedang naga merah miliknya. Bahkan terlihat berkarat, namun sekarang tidak lagi, karat itu mulai memudar seiring waktu padahal tak pernah dibersihkan.
Mereka berlari ketakutan, namun Long Chu lebih senang, artinya mental mereka lemah dan mudah dikalahkan. Seperti yang di harap. Dua orang itu mati tanpa banyak perlawanan.
Dia menyeka darah yang menyembur kewajah dengan kain di pakaiannya, lalu mengambil kantong penyimpanan berwarna biru di keempat mayat itu. "Bukankah mereka tadi ada lima orang, mengapa hanya ada empat? Sepertinya satu berhasil lolos!" Gumamnya.
Dia pergi dari tempat itu dan tak menghiraukan kelompok yang memandang penuh keterkejutan kepadanya.
Salah satu dari kelompok itu bergerak cepat dan muncul di hadapan Long Chu "Berhenti!" Orang itu menggunakan tangannya untuk menahan pergerakan pemuda itu.
Long Chu menatap perawakan orang yang ada di hadapannya sekarang, memiliki postur yang tidak berbeda jauh darinya, dengan rambut panjang yang diikat, serta wajah manis dan suara lembut, meski dia berpakaian lelaki, orang lain masih dapat menebak bahwa dia adalah seorang wanita, karena ada dua gundukan besar yang tak bisa ditutupi walau terikat kencang.
__ADS_1
Long Chu jelas berhenti, walau dia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh orang itu. "Mengapa aku harus tidak mengerti dengan bahasa mereka?" Gumamnya sambil menggelengkan kepala.
"Mengapa kau bergumam?" Tanya orang itu dengan suara lembutnya lagi.
Long Chu menggunakan kode tangan untuk mengatakan bahwa dia tidak bisa bicara bahasa mereka. Orang itu pun bingung karena dia juga tidak paham maksud dari peragaan tangan itu.
Long Chu hanya mendesahkan nafas, yang satu tak mengerti dan satunya sama, sama-sama bingung mau berkata apa. Lalu bagaimana?
Semua orang dari kelompoknya mendekat dan berkumpul dengan satu orang yang menjegal Long Chu. salah satu yang paling tua di antara mereka menggunakan isyarat tangan. Seolah berkata kamu berasal dari mana, kenapa berbeda, kira-kira seperti itu pertanyaannya.
Long Chu tersenyum, dengan ini dia sedikit mengerti. Lalu dia membalasnya sambil memberikan kode datang dari langit dan terdampar di dunia yang tidak diketahui lalu peristiwa itu terjadi.
Orang itu pun kembali menggunakan isyarat tangan dan berterima kasih atas bantuan yang tidak sengaja itu.
Meski tidak di sengaja, Mereka tetap menganggap pemuda itu adalah orang yang baik dan memiliki kekuatan yang luar biasa hingga mampu membunuh empat orang dari suku Orc dengan hanya kurang lebih seratus tarikan nafas saja.
Mereka mengagumi, terlebih seorang wanita yang menyamar menjadi laki-laki. Dia dengan lekat memandang wajah pemuda yang berbeda dengan sukunya itu.
"Penatua Li, ajak saja dia ke suku kita, sebagai tanda terima kasih kepadanya!" Kata wanita itu.
"Putri Airell, apakah tidak salah saran anda, kita tidak bisa membawa orang luar kedalam suku kita, itu jelas sebuah permasalahan yang besar. lagi pula raja akan marah jika mengetahuinya bahwa kita membawa orang yang tidak jelas asal usulnya" kata penatua itu..
__ADS_1