Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Ye Hong


__ADS_3

Waktu pun terus berlalu. Ada begitu banyak kesedihan yang didapatkan sebab kehilangan orang yang disayang. Di beberapa tempat pengungsian. Mereka yang bersedih itu berdoa dan berharap perang akan segera berakhir dan dimenangkan agar tidak ada lagi orang yang akan membuat kerusakan.


Harapan mereka seolah tersambung dan terhubung hingga kini mereka telah memangkas begitu banyak pasukan musuh. Satu pasukan pengintai yang sudah bersiaga menanti serangan dadakan musuh, digerakan lebih dulu untuk menutup akses lari pihak lawan yang terdesak. Dan hal itu memungkinkan mereka untuk mengompres lawan agar tak berkutik lagi. Sebab mereka terkurung.


"Sial kita terjebak!" Jendral Ye Hong berkata dengan marah. "Kemana Bai Jing bajingan itu. Bukankah dia mengatakan akan membantu kita, sepertinya ini adalah taktik untuk memecah belah pasukan kita. Dasar sial!" Jendral Ye Hong terus mengumpat.


Ratu Bai Lin dan Pemuda dari bangsa manusia itu terus mengikis pasukan lawan. Tanpa ampun. Siapapun yang berada pada jalurnya akan dihabisi tanpa pandang ranah. Sebab Ratu Bai Lin sudah berada pada ranah Pendekar Raja bintang empat, dia ingin menembus bintang lima namun masih perlu dorongan kuat dan sangat kebetulan perang ini ada, yang membuatnya harus mendorong kekuatan itu agar dapat menembus bintang lima dalam sekali gebrakan.


"Menyerahlah Ye Hong! Kau sudah terkepung. Apa kau menunggu penghianat untuk membantumu dengan pasukannya. Hahaha kau masuk dalam sebuah jebakan yang dibuat oleh Bai Jing. Sedangkan dia tertawa sekarang atas kemalanganmu!" Ucap Ratu Bai Lin.


Sebelumnya setelah mengetahui bahwa Bai Jing ingin pergi karena takut ketahuan. Para bawahannya menangkap Bai Jing dan menyiksanya dan menanyakan bagaimana rencana yang akan dibuat oleh Bai Jing dengan Ye Niu. Dengan sebuah metode penyiksaan tertentu. Bai Jing akhirnya menyerah dan mengatakan skema yang dibuatnya, dan hasilnya rencana itu sangat bagus untuk menjebak lawan. Ratu Bai Lin pun memanfaatkan itu untuk tetap diterapkan dan mengurung mereka dalam kota, walaupun itu sangat beresiko untuk penduduk. Namun sebelum itu dia sudah mengungsikan para penduduk lemah agar tidak menjadi domba panggang.


"Rencana Bai Jing memang sangat bagus. Aku sangat berterima kasih kepadanya. Tapi sayang dia tidak bisa ikut berperang hari ini. Karena ada tugas untuknya dalam penyergapan Raja Ye disana!" Ratu Bai Lin berkata lagi dan menunjuk ke arah jauh dimana setengah pasukan milik kerajaan Ye bersembunyi. Tapi itu hanyalah tebakan asal saja darinya.


Ye Hong yang mendengar itu langsung percaya dan dia menjadi panik. "Kalian tahan mereka. Aku akan melihat Raja!" Ucap Ye Hong. Dia bergegas untuk pergi dengan melompati bahu-bahu pasukannya sendiri.


Lalu pasukannya membuat barisan siap mati.


Naga merah yang mendapat sebuah kesempatan untuk menyerap kristal Roh bintang tiga dari pendekar Raja, tak akan menyiakan Ye Hong pergi begitu saja. Dia menarik Long Chu dengan pedang yang terhunus ke depan, Long Chu mengerti dengan keinginan itu. Segera dia membantu dengan melompat di antara kepala pasukan lawan tanpa terganggu. Sebab dia bergerak cepat dan ringan.

__ADS_1


Menggunakan teknik Monyet mencuri mangsa! Long Chu berhasil mengejar Ye Hong yang sudah melewati pagar tinggi milik kerajaan Bai.


Tanpa bersuara. Pedang naga merah mengarah ke punggung Ye Hong.


Ye Hong sendiri dapat merasakan ada serangan cepat dari belakang. Segera dia mengayunkan tombaknya ke belakang dengan ikut memutar badan.


Dentang! Kedua senjata beradu. Tapi Long Chu masih terlihat tenang. Dengan tatapannya tajam, tanpa henti menghujani Ye Hong dengan banyak gaya serangan pedang. Membuat Ye Hong kewalahan dan termundur.


Meski kalah dalam Hal Ranah. Long Chu tidak gentar, sebab dia sangat berkeyakinan mampu untuk mengalahkan Ye Hong ini. Dengan keinginan Naga Merah yang terus memancarkan nafsu makannya. Ye Hong dapat merasakan sedang bertarung dengan orang berkekuatan besar. Dan itu adalah kelemahan mental yang dideritanya. Padahal itu hanya keinginan sang pemangsa.


Long Chu dapat memahami dan dia tersenyum dengan itu. Jika dia terus dapat mengeluarkan hal yang seperti ini. Maka mental lawan akan dilemahkan. Saat itulah kemenangan akan berpihak lebih banyak kepadanya.


Slash! Argh! Luka terkoyak di lengan kiri Jendral Ye Hong. Membuat kemarahannya meningkat.


"Gerakan ketiga, Tombak penembus langit!" Gumamnya kembali. Dia bergerak langsung dengan teknik terkuat yang dia miliki. "Tidak ada yang selamat setelah menerima teknikku ini, bersiaplah untuk mati!" Teriaknya.


Wush! Rambut Long Chu terangkat. Dia menghentakan kakinya ke tanah setelah menariknya kebelakang, debu segera naik dari permukaan tanah. Dia menggenggam erat pedang naga merah yang langsing mengalir Qi api berwarna merah membara. "Apakah siap naga merah?" Tanya Long Chu seraya tersenyum. "Jika ini gagal. Kita berdua akan binasa!" Tambahnya lagi.


Pedang naga merah bergetar memberi tanda bahwa dia sudah siap untuk menghancurkan lawan dengan sekali serangan.

__ADS_1


"Gerakan kedua, Seni pedang menentang Surga!"


Ketika itu. Udara sekitar seolah menipis. Oksigen menghilang secara tidak wajar. Orang yang berada disekitar merasakan hawa yang mencekam. Siluet naga merah muncul ketika Long Chu melepaskan tebasan. "Hancurlah!" Perintahnya.


Naga merah meraung, energi yang terbentuk dari serangan itu cukup besar.


Boom! Ledakan besar terjadi mengguncang tembok tinggi kerajaan. Bukan hanya mengguncang, itu juga menghancurkan. Ketika tubuh Ye Hong menghantamnya. Tembok itu roboh seketika dan menindih tubuh. Kemudian yang terjadi, tumpukan itu meledak lagi.


Duar! Rupanya serangan itu bukan hanya kuat tapi juga dahsyat. Tak salah naga merah menamainya Seni Pedang menentang Surga!


Tidak ada pedang di tangan Long Chu, sebab pedang itu berubah jadi naga yang menghantam tubuh Ye Hong sebelumnya dan merubah diri menjadi bentuk energi. Namun detik selanjutnya. Pedang naga merah kembali ke tangan Long Chu dengan sendirinya.


'Apakah kamu puas dengan serangan barusan?' Tanya naga merah dalam pikirannya.


'Sangat puas. Dengan begini aku yakin akan mampu menghadapi Guru setelah keluar dari dunia siluman ini' jawabnya.


Kematian Jenderal Ye Hong membuat pasukan Kerajaan Ye yang sekarang terkepung. Memilih untuk menyerah dan membuang senjata.


Menurut mereka tidak ada gunanya mati. Sedangkan jika hidup masih dapat menikmati banyak hal.

__ADS_1


Raja Ye langsung mendapat kabar tidak mengenakan itu dari mata-mata yang selalu mengawasi pertempuran dari jarak dekat. Mata-mata yang menguasai seni menyembunyikan nafas agar tidak terdeteksi oleh lawan.


Marah? Jelas dia marah! Mana ada orang yang tidak marah mendengar anak buah terbaiknya mati dalam adu kekuatan dengan seorang bocah yang hanya berada di ranah Pendekar Raja bintang satu...


__ADS_2