Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Membunuh tanpa berkedip


__ADS_3

Panas terik matahari tak mengindahkan langkah kaki untuk lari. Seperti rusa yang dikejar harimau. Rusa itu terpontang panting. Kadang jatuh kadang tidak. Kadang-kadang menoleh kebelakang hanya untuk mengetahui apakah ada orang yang mengejarnya.


Dia lupa bahwa dia adalah seorang pendekar prajurit bintang dua. Malunya sudah putus akibat mental yang lemah. Tidak ingin mengalami nasib yang serupa dengan temannya maka lari adalah pilihan bijak.


Orang itu lari ke sebuah rumah. Rumah yang cukup besar untuk ditinggali oleh orang kaya.


Long Chu yang masih mengamati dari pucuk rumah. Berdiri dengan tenang tanpa goyah. Perlahan dia melompat ke atap yang lebih rendah. Sangat ringan langkahnya ketika mendarat. Dia memang menguasai keterampilan nenek Zhou yang bisa membuat tubuh seringan kapas.


Dia mencongkel sebidang atap untuk melihat ke dalam menggunakan pisau kecil warisan sang nenek.


Terlihat oleh matanya, orang yang dia kejar sebelumnya tengah bicara dengan seseorang. Entah siapa dia? Yang pasti Long Chu hanya dapat menilai. Orang itulah pemilik rumah dari gaya berpakaiannya.


Long Chu mencoba mendengarkan pembicaraan mereka dengan seksama.


"Maaf kami Gagal tuan besar! Ada orang yang mengganggu kami untuk menghukum Yun Qing Yan" ucap Huan dengan nafas yang tersengal, Huan menunduk dan berlutut.


"Siapa orang yang bisa mengalahkanmu disini. Aku sudah berkorban banyak agar kau bisa setingkat sekarang. Entah itu sumberdaya ataupun uang. Namun hanya melakukan satu perintah saja. Kau sudah gagal! Apakah selama ini kau hanya bermain di sekte?" Tanya orang itu menatap tajam Huan.


"Dia benar-benar kuat. Bahkan dua temanku sekarang mungkin masih di pasar setelah dipukuli oleh orang itu, salah satunya kehilangan kaki, entah yang satunya bagaimana keadaannya lagi" ucap Huan "aku lari karena tak ingin seperti mereka" tambahnya


"Hah?" Wajah orang kaya itu terkejut mendengar cerita itu. "Sekuat apa memangnya orang itu yang dapat mengalahkan tiga orang lawan yang berada di tingkat prajurit bintang dua sepertimu. Tak mungkin Yun Qing Yan menyewa pendekar dengan tingkatan Raja"


"Orang itu masih kecil dan sangat muda tapi entah mengapa dia begitu cepat dan kuat!"


"Apa? Hanya anak kecil saja dan kau kalah lalu lari. Apa kau bodoh. Kalian kan bisa mengeroyoknya!" Teriak Yang Shiji.

__ADS_1


Dia adalah saudagar kaya yang ingin membeli lapak milik Yun Qing Yan ayahnya Yun Fei Yang. Namun selalu ditolak. Karena menurut Yun Qing Yang itu adalah mata usaha mereka.


Akan tetapi Yang Shiji tetap bersikeras ingin membelinya bahkan harganya tidak sesuai dengan harga pasar. Terjadilah perdebatan hingga pemukulan itu.


"Hemm, sesuai dugaanku. Dia hanyalah orang suruhan, tapi tetap saja harus mendapat hukuman" gumam Long Chu


"Woy siapa kau?!" Teriak seseorang yang melihat Long Chu tiarap di atap. "Ada maling" teriaknya lagi beberapa kali.


Namun Long Chu langsung melempar pisau di tangannya dan langsung menancap di kepala orang itu hingga tumbang di tempat. Long Chu berkelebat turun dan mengambil kembali pisau miliknya.


Akan tetapi ketika dia hendak melompat ke atap beberapa orang datang dan mengepungnya.


Terjadilah pertarungan di tempat itu. Dari sebelah kanan datang pedang yang mengarah kepadanya. Namun itu dapat ditangkis dengan mudah. Long Chu menangkap tangan orang itu lalu mematahkannya. Kemudian memberikan tendangan efek jahe di perut hingga terlempar.


Dia mengibaskan pedang di tangannya untuk menghancurkan jaring yang kembali dilemparkan kepadanya. Akan tetapi jaring itu cukup kuat hingga dia pun terperangkap.


Long Chu mencoba melepaskan diri namun beberapa orang yang memerangkapnya bergerak tak beraturan hingga dia semakin terjerat oleh jaring itu.


Yang Shiji keluar dengan tergesa bersama Huan karena mendengar ada teriakan dan perkelahian di halaman rumahnya.


"Bos besar, itu dia bocah yang telah menggagalkan rencanamu" ucap Huan seraya menggunakan telunjuknya, menunjuk Long Chu yang tak bisa bergerak bebas lagi.


"Hahaha. Kau bocah yang sangat berani. Aku akui keberanianmu datang kesini untuk mencari mati" Yang Shiji mendekati Long Chu dengan wajah yang tenang. Tidak ada kemarahan yang terlihat di wajahnya. Jika orang tidak tau sifatnya, pasti akan mengatakan dia adalah orang baik yang sederhana. "Tapi aku bisa mengampuni hidupmu. Jika kau mau menjadi bagian dari keluarga Yang, bagaimana menurutmu bocah?"


"Cih, jangan terlalu tinggi bermimpi. Ketika jatuh tidak terlalu sakit. Seharusnya aku yang sudah tua itu cepat-cepatlah bertaubat. Sebelum dewa kematian datang untuk mencabut nyawamu" Long Chu menatap tajam dengan senyuman penuh ejekan.

__ADS_1


"Kau cukup sombong untuk seukuran anak kecil, aku salut" Yang Shiji memberikan tepuk tangannya. "Tapi kau terlalu naif. Untuk hidup didunia seperti ini. Jika ingin berumur panjang. Maka jangan ikut campur urusan orang!" Katanya lagi.


"Bunuh dia. Lalu kirim mayatnya ke tempat Yun Qing Yan!" Perintahnya kepada bawahannya.


Long Chu pun tersenyum. "Jangan terlalu tinggi memandang kemampuan diri. Karena diatas langit masih ada langit" ucap Long Chu.


Segera dia menyalurkan Qi Api di tangannya untuk membakar jaring itu hingga hangus. Ketika dia terlepas dari jerat itu. Segera dia bergerak dan menebas ke arah Yang Shiji yang masih terkagum dengan kejutan yang telah diberikan oleh pemuda itu.


Hingga dia tak sadar hanya tinggal beberapa inci saja lagi pedang dan lehernya akan bersentuhan.


Huan bergerak dan menangkis ayunan pedang Long Chu. Hingga terdengar bunyi tabrakan dua senjata yang memekak telinga. Tersadar dari keadaan genting, Yang Shiji melompat mundur.


"Bahaya sekali anak ini!" Gumamnya. "Kepung terus dia. Aku akan memanggil bantuan!" ucap Yang Shiji. Tentunya dia bukan memanggil bantuan melainkan lari dari kejaran kematian.


Long Chu menyaebetkan pedangnya ke kiri dan kekanan. Ada teriakan yang mendalam dari beberapa orang yang sebelumnya mengepungnya. Kini semua dibabatnya habis. Wajahnya sudah penuh dengan cipratan darah. Namun hal itu tidak membuatnya mual. Bahkan dia tersenyum layaknya seorang dewa jahat.


"Sial! Bocah ini terlalu gila. Bahkan dia tidak berkedip dalam membunuh orang!" Gumam Huan seraya mundur perlahan.


Long Chu kembali bergerak, dia tidak akan memberi ampun dengan lawan kali ini. Ini adalah bibit kejahatan yang akan merajalela jika dibiarkan


Tanpa berkata babibu, Long Chu menggunakan tekniknya "Gerakan pertama, seni pedang mengoyak langit!"


Huan merentangkan Gada besar miliknya. Namun itu tidak menghentikan ayunan pedang Long Chu. Serangan itu langsung membelah gada dengan potongan miring beserta kepala Huan yang hilang setengahnya.


Setelah itu Long Chu bergerak kembali menuju pintu masuk kediaman Yang Shiji dan mengejar Yang Shiji yang sebelumnya lari.

__ADS_1


__ADS_2