
Long Chu mengalirkan energi Qi pada telapak tangannya dan mencoba untuk membuat sebuah bola yang dapat dipadatkan dan dilemparkan.
Api berwarna merah muncul di telapak tangannya namun tak bisa dipadatkan. Ketika dia ingin memadatkannya, api itu akan padam.
Dia bisa membuat Pil dengan bantuan tungku dan api yang dikendalikan tidak sesulit memadatkannya menjadi sebuah senjata. Dia masih terlalu amatir karena tidak ada yang mengajarinya secara langsung tentang tata cara penggunaannya.
Naga merah tersenyum melihat api yang berpendar ditangan Long Chu. "Artinya kau sudah bisa menggunakan Qi. Darah dewa memang memungkinkan untuk bisa menguasainya. Tapi kau perlu belajar lebih banyak tentang cara menggunakannya agar tidak menguras stamina. Selama ini mungkin kau bangga bisa menggunakannya. Akan tetapi efek samping dari ketidaktahuan itu akan menghancurkan tubuhmu perlahan dan kau akan merasakan beban yang berat setelah menginjak tahap pendekar raja nantinya"
Long Chu jelas terkejut dengan penuturan Naga merah. Dia tidak tahu tentang efek samping itu. Memang benar dia dapat merasakan tubuhnya akan lemas jika sudah kehabisan Qi. Namun fisiknya yang kuat dapat membantunya bertahan dan untungnya dia mudah menjadikan tenaga dalam dan menyaringnya menjadi Qi jika tidak dia mungkin sudah akan lumpuh.
"Lantas bagaimana caranya. Aku masih punya dendam yang harus aku tuntaskan dalam kehidupanku ini!" Kata Long Chu menatap Naga merah dengan tatapan meminta pertolongan.
Naga merah lagi-lagi tersenyum. Menampilkan barisan gigi yang putih dengan sedikit taring yang mencuat ke bawah. "Kau bertemu dengan orang yang tepat. Aku bisa mengajarimu tapi ada syaratnya!" Naga merah ingin memanfaatkan kesempatan yang datang padanya "kau harus memujaku sebagai guru!" Tambahnya
"Cih. Kita itu partner! Jika aku mati, ku yakin kau juga akan mati. Jadi berhenti berlagak seperti itu. Dengan kamu membantuku. Itu juga akan membantumu. Bagaimana jika aku mencarikan kristal roh yang banyak sebagai gantinya untukmu!?" Long Chu ingat bahwa ratu Bai Lin ingin dia membantu untuk menyelamatkan kerajaannya.
Naga merah menghela nafas. Memang yang dikatakan oleh pemuda itu benar. Jika Long Chu mati dia akan ikut mati sebab terikat kontrak darah. Hal itu membuatnya tertekan. Akan tetapi demi kembali ke masa jayanya! Kristal roh yang banyak akan lebih menguntungkan daripada diam tak berbuat apa-apa atau hanya mengeluh saja.
"Aku setuju! Kebetulan sekali kita berada didunia siluman. Aku bisa berpuas diri dengan kristal roh mereka!" Terlihat begitu bersemangat naga merah mengungkapkan perasaannya. Padahal sebelumnya dia tidak bersemangat sama sekali ketika Long Chu menolak gagasan menjadi guru dan murid.
"Mengapa kau tau kita di dunia siluman? Sepertinya aku tidak melihat kau keluar dari tempat ini. Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan lagi dariku!"
__ADS_1
"Tidak! Tidak! Tidak! Aku hanya merasakannya saja. Wajar bukan? Aku adalah makhluk agung dari alam dewa. Aku memiliki indra spiritual yang tinggi dan instingku mengatakan bahwa kita berada di alam siluman" Naga merah sedikit gugup ketika menjawab. Namun dia berhasil mengubah ekspresinya seketika. Setelah melihat Long Chu menyipitkan matanya.
"Apakah aku bisa memakai kekuatanmu? Sebab aku tidak mungkin yakin bisa menang melawan orang yang berada jauh di atasku. Jika hanya satu atau dua bintang aku mungkin masih bisa. Tapi jika terlalu jauh. Itu sangat sulit."
"Kamu bisa menggunakan ku dalam bentuk pedang. Setiap kali kau membunuh satu siluman. Maka aku akan langsung menyerap Kristal Roh mereka. Terlebih kau bisa mengalirkan Qi api milikmu kedalam pedang. Tapi kau harus berlatih lebih dulu menggunakannya agar kau terbiasa."
Long Chu segera berdiri. "Berubahlah!" Perintahnya kepada naga merah.
Naga merah langsung berubah bentuk menjadi pedang tanpa sarung. Dengan bilah yang sedikit berkelok pada ujungnya. Pedang naga merah itu sangat memukau untuk dipandang.
Long Chu memejamkan matanya lalu bayangan Han Bing dan empat orang lainnya yang pernah mengeroyoknya muncul. Dia pun segera menggunakan gerakan pertama dari kitab pedang dewa.
Pedangnya bergerak dengan lentur sesuai dengan gerakan lembut dari teknik itu. Seolah menari dengan alur yang rapi. Namun tebasannya mengandung energi yang cukup besar. Terlihat ada fluktuasi udara yang terbelah dari kekuatan teknik itu.
"Gerakan kedua, seni pedang pembunuh naga!"
Long Chu bergumam dia mengayunkan pedang ke depan, namun pedang naga merah menjadi berat dan berubah bentuk menjadi naga kecil lagi.
"Mengapa nama teknikmu seperti itu. Aku tidak terima!" Naga merah menyilangkan cakarnya di dada dan memasang wajah jelek.
"Aku mana tau. Ini berasal dari kitab yang ku dapatkan dan aku sudah terbiasa melatih teknik ini" Long Chu tertawa pelan setelah berkata. Memegang pedang naga dan menggunakan teknik pembunuh naga itu memang bisa menyinggung sang naga. "Jadi kau mau diganti apa namanya"
__ADS_1
"Pedang menentang surga! Ikuti gerakan pedang dan jangan melawan. Aku akan merubah gerakannya sedikit!" Ucap Naga merah, lalu kembali ke bentuk pedang.
Long Chu melakukan kuda-kuda seperti akan menggunakan gerakan kedua dari teknik pedang dewa. Namun kali ini dia mengikuti arahan naga merah yang ingin merubah nama dan gerakannya.
"Gerakan kedua, seni pedang menentang surga!" Pedang itu membuat gerakan biasa saja, tidak terlalu rumit dan istimewa. Namun entah mengapa Long Chu dapat merasakan kekuatan serangannya melebihi dari daya serang teknik yang sebelumnya. Dia menjadi sangat bersemangat.
Berlatih hingga berganti hari tanpa makan dan minum. Qi di tubuhnya bisa menghasilkan nutrisi yang membuat dia tidak kelaparan.
"Gerakan ketiga, seni Pedang pembunuh Dewa!"
Pada gerakan ketiga itu. Dia sedikit banyak dapat memahami perubahan dari gerakan kedua lebih menyempurnakan dan lebih meringankan tubuhnya untuk bergerak dalam kecepatan langkah. Sebelumnya dia tidak pernah bisa berhasil mencoba. Sebab tubuhnya tidak kuat menahan beban dari pergerakan cepat itu. Namun berkat Naga merah yang merubah sedikit gerakan itu. Itu malah membuatnya menjadi sempurna..
Hari berganti tanpa diketahui oleh Long Chu. Dia tetap berlatih dengan naga merah. Banyak hal yang didapatkan darinya. Serta esensi api biru diberikan oleh naga merah agar Long Chu bisa menguasai Teknik alkimia yang tengah dipelajarinya.
Dia kini duduk bersila dan memasuki masa pencerahan setelah membuat Pil embun Hati dan mengkonsumsinya. kini dia sedang berada di ambang batas untuk menembus ranah pendekar raja. Namun sebelum itu dia harus melawan iblis hati yang berhasil tercipta dari aura negatif yang telah memupuk lama dalam dirinya. Dua jiwa yang memiliki dendam akan menyebabkan terciptanya iblis hati.
Naga merah memperhatikannya. Sesekali dia keluar dari tubuh Long Chu dan menyelinap untuk mengetahui kondisi kerajaan Bai.
"Sepertinya mereka sudah dekat. Aku juga akan bersiap!" Gumam Naga merah, dia kembali ke tubuh Long Chu dan menyerap beberapa kristal yang dibawanya dari dunia luar setelah membunuh beberapa penyusup yang mengintai kerajaan Bai
Akankah Long Chu bisa mengalahkan iblis hati dan bisa naik ranah menjadi pendekar raja. Nantikan di episode berikutnya..
__ADS_1