
Setelah kemenangan dari Yan Yuan. Kini Chu Tian bersuara kembali dengan lantang.
"Sekarang adalah final kedua antara Long Chu dari sekte fajar senja melawan Pangeran Chu Yang, yang mewakili sekte Pedang Bintang!"
Segera gemuruh penonton langsung bertepuk tangan. Sebagian ada yang menginginkan bahwa pangeran Chu Yang itu dihajar oleh Long Chu. Sebagian lagi tentu mendukung pangeran Chu Yang.
"Silahkan untuk keduanya naik ke arena!" Kata Chu Tian.
Chu Yang lebih dulu melompat ke arena. Sedangkan Long Chu berjalan santai melewati tangga. Dia melambaikan tangan ke penonton lalu menangkupkannya.
Hampir semua orang tersenyum dengan apa yang dilakukan oleh pemuda itu, berbanding terbalik dengan pangeran kerajaan yang acuh dan bersikap sombong.
Chu Yang menatap sini dan berkata "Jangan banyak gaya!"
"Salam pangeran!" Long Chu menyapa, meskipun lawan sudah tidak sabar untuk bertarung dengannya. Ini membuktikan bahwa dia sangat tenang dan dewasa.
Umur tidak bisa dijadikan tolak ukur kedewasaan seseorang.
Selanjutnya dia menyapa pengadil arena "Salam senior Chu Tian!"
Chu Tian mengangguk.
Long Chu kali ini tidak ingin menyerukan taruhan. Dia hanya meminta kepada Yun Fei Yang untuk membuka taruhan.
Dan terlihat di pingir arena, Yun Fei Yang sudah mengelar kain dan berteriak menyeru siapapun untuk bertaruh. Dia akan menjadi bandar dan Long Chu sudah memberikan satu juta koin emas.
Entah dari mana Long Chu mendapatkannya? Yun Fei Yang sendiri bingung. Namun itu tidak menjadi fokusnya. Sekarang dia ingin mendapatkan uang yang banyak. Tak mungkin pula menurutnya sahabat terbaiknya itu kalah duel..
__ADS_1
Mendengar serta melihat kegaduhan yang ditimbulkan oleh satu orang dibawah sana. Chu Yang memberikan taruhan untuk dirinya sendiri. "Aku akan bertaruh untuk diriku sendiri, di dalam sini ada satu juta koin emas!" Ucapnya. Lalu melempar kantong penyimpanan miliknya ke bawah yang langsung disambut oleh Yun Fei Yang.
"Yo! Siapa lagi yang mau bertaruh? Silahkan datang ketempat ini"
Banyak orang yang menggelengkan kepala melihat pemuda itu, namun tetap ada yang memasang taruhan untuk Long Chu dan juga Chu Yang.
Sekarang di meja ada begitu banyak kantong penyimpanan bertumpuk meninggi.
"Mulailah sekarang!" Ucap Chu Tian. Dia segera melambaikan tangannya kepada pengguna formasi untuk segera menutup arena agar tidak ada yang terkena imbas serangan nyasar. Serta dia sudah meminta kepada pihak kerajaan untuk melapis kalau-kalau formasi akan ditembus kembali seperti pada pertandingan sebelumnya.
Chu Yang bergerak dengan teknik dasar yang tertulis dari kitab pedang Dewa. Meskipun hanya tahap dasar. Tapi itu cukup baik digunakannya.
Long Chu yang jelas mengetahui itu tidak serta merta menggunakan hal yang sama. Dia sudah tahu bahwa dia akan diumpan oleh Chu Yang untuk menggunakan teknik yang sama.
'Dia langsung memakai gerakan itu, artinya memang ada yang mengetahui tentang isi dari kitab itu selain aku, namun tidak sempurna. Sekarang sudah jelas gurunya Chu Yang ini adalah musuh dari guru ibu, dan juga musuh dari guru! Namun apakah mungkin berhubungan juga dengan Han Bing, jika itu benar. Maka aku harus mencari tahu hal yang sebenarnya. Dulu Han Bing memang orang yang baik. Tapi entah mengapa sikapnya segera berubah dan mengharapkan kitab pedang dewa untuk dimiliki, ataukah karena tekanan dua bersaudara dari alam dewa itu?"
Long Chu terlalu lama membatin. Hingga Chu Yang tidak lagi sabar. Dia lantas menyerang Long Chu yang terdiam. Namun detik berikutnya. Ketika pedang Chu Yang hampir menyentuh tenggorokan Long Chu.
Wush! Tanpa mengucap jenis tekniknya. Serangan itu meluncur dengan cepat, dari ketinggian dua meter Long Chu melepaskannya.
Chu Yang menebas, energi itu langsung terbelah menjadi dua hingga menghempas lantai.
Baams! Lantai bergetar…
Long Chu tau itu akan mudah diatasi, meskipun tidak lebih tinggi tingkatannya daripada Leng Xu. Tapi Long Chu dapat mengakui bahwa kepiawaiannya melebihi dari Leng Xu. Wajar jika dia bersikap sombong, tapi bersikap sombong di hadapan lawan yang lebih kuat adalah hal yang bodoh.
Long Chu menghentakan kakinya ke lantai ketika baru saja mencapai lantai dan melentingkan tubuhnya kembali ke depan, dengan tubuh yang berputar itu. Long Chu membuat gerakan di udara sambil menukik dengan pedang yang tiba-tiba muncul di tangannya.
__ADS_1
Di posisi Chu Yang dia menggunakan gerakan yang sama, seperti yang digunakan sebelumnya yaitu gerakan pedang mengoyak langit versi abal-abal dan belum sempurna. Dia menunggu dari bawah dengan menebaskan keatas ada tenaga dalam yang keluar dari pedang itu, berbentuk sabit berwarna biru.
Energi tebasan itu seketika naik ke atas menyongsong Long Chu yang datang.
Dari atas Long Chu bergumam "Gerakan kedua, Teknik raja Pembunuh!"
Ini adalah teknik yang diajarkan oleh Wen Hao semasa latihan bersama dulu, keunggulan dari teknik ini bisa menekan teknik yang dilepaskan lawan yang berada satu tingkat diatasnya.
Namun sekarang orang yang dilawan berada dibawah tingkatannya. Jadi ini bisa dianggap serangan mematikan untuk lawan.
Wush! Long Chu menebas energi pedang itu, membelahnya menjadi dua bagian dan terus meluncur ke bawah dengan pedang yang berayun lagi.
"Hah!" Chu Yang terkejut! Serangannya dapat dipatahkan dengan mudah. Segera dia merentangkan pedang di atas kepala dengan satu tangan kiri menjadi penyangga di bilah pedangnya itu.
Baam! Hempasan angin begitu keras, Terlihat ada keretakan pada bilah pedang milik Chu Yang pada bilah tengahnya. Bahkan Chu Yang terdorong mundur.
Long Chu mengayunkan kakinya yang sudah setengah turun. Dua kaki sekaligus menghantam dada Chu Yang bergantian hingga dia terhempas dan dikirim hingga ke pembatas formasi. Jika bukan pembatas itu. Mungkin Chu Yang sudah jatuh dari arena.
Puah! Darah menyembur dari mulut Chu Yang. Baru kali ini dia merasakan sakit yang teramat sakit.
Raja Chu Lei berteriak sambil berdiri dari ruang Vip. "Anakku!"
Raja Lei Guang terkejut, mendengar teriakan dari Chu Lei lalu dia melihat Raja Bai Saluang yang hanya diam.
'Apakah mungkin benar kabar yang sempat terendus itu, bahwa sebenarnya Chu Yang adalah anak dari Chu Lei, bukan dari Chu Yuan. Raja terdahulu yang mati dalam keadaan janggal?' Lei Guang membatin.
Bahkan suara itu didengar oleh penonton dan membangkitkan isu tidak sedap yang dahulu menerpa kerajaan dimana. Memory mereka kembali memutar cerita lalu, ketika penasehat kerajaan mengungkapkan bahwa Chu Yang bukan anak dari raja Chu Yuan. Melainkan anak dari Chu Lei. Namun berita itu ditepis dan diredam dengan cepat oleh pihak kerajaan. Serta penasehat Shen Zhi Ran ditangkap lalu diadili dengan tuduhan menyebarkan berita palsu dan akan dihukum mati.
__ADS_1
Raja Chu Lei langsung terdiam, dia kebablasan setelah terkejut melihat putranya terdepak hingga menyemburkan darah. Ayah mana yang tega melihat hal itu?
Banyak penonton yang bergunjing. Namun tidak berani berkata nyaring. Sebab takut akan ditangkap dan dipenjarakan sebagaimana cerita di masa lalu pula. Ketika pihak kerajaan mendengar ada orang yang masih membicarakan hal yang menyangkut Chu Yang, yang meragukan bahwa dia bukan putra mahkota. Maka akan segera dijebloskan ke penjara..