Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Menjual Senjata


__ADS_3

Yun Fei Yang memuntahkan semua kekesalannya, kebenciannya dan kekejaman yang dicampur menjadi satu. Yang ditujukan kepada lelaki paruh baya yang seharusnya dihormati sebagai orang yang lebih tua. Namun sikapnya sendiri membawa Yang Shiji menuju kehancuran hidupnya.


Bukan hanya kaki yang mendapatkan sasaran kebencian Yun Fei Yang. Namun seluruh tubuh dipukul, ditendang dan dilempar hingga merusak sebagian property yang ayahnya miliki. Karena emosi menutup pikiran sehat seseorang. Jika bukan Long Chu yang menepuk pundak Yun Fei Yang. Mungkin seisi rumah akan dihancurkan hanya untuk melempar Yang Shiji kesana kemari tak pasti arah.


"Jika kau begini saja, kau tidak akan mendapat kemajuan!" Kata Long Chu. "Berhentilah!" Pintanya.


Hu Li dan Zhang Shi juga mendekati  Yun Fei Yang dan berkata "Senior Chu benar, lihatlah sekelilingmu! Kau sudah menghancurkan sebagian properti ayahmu!" Ucap Zhan Shi


Yun Fei Yang mulai sadar dan menarik nafas yang dalam perlahan lalu menghembuskannya dengan perlahan pula.


"Terima kasih Kak Chu, terima kasih adik Zhan, adik Li" Ucap Yun Fei Yang, setelah itu dia meninggalkan ruangan itu, dan langkahnya menuju kamar ayahnya.


"Bunuh saja dia! Kasihan jika dia harus menanggung derita yang panjang!" Ucap Long Chu kepada dua orang itu "aku akan mencari resto dan membelikan kalian makanan lezat" katanya lagi. Seraya tersenyum menyerahkan urusan yang sulit dilakukan oleh keduanya.


Long Chu terus berjalan sambil bersiul menikmati pemandangan kota Cangyun yang dipenuhi banyak orang berlalu lalang.


Kota Cangyun sendiri berada di wilayah kerajaan Chu. Namun masih berada di ujung perbatasan dengan kerajaan Bai.


Kota perbatasan memang terkadang menjadi suatu hal yang indah. Karena akan banyak pedagang yang menjual beberapa keperluan pendekar dan hal yang lain yang tak kalah pentingnya.


Ada beberapa bangunan tinggi menjulang yang dilewati oleh Long Chu dengan macam-macam nama. "Kamar pelukan!?" Long Chu menggelengkan kepalanya melihat papan nama itu dipampang dengan sangat jelas.


Dari namanya saja sudah diketahui bahwa itu hanya untuk para penikmat kehangatan ranjang.


Berjalan terus dia melihat bangunan yang bernama Pavilion Haidong. Dia berhenti sebentar. "Sepertinya ini adalah tempat jual beli sumberdaya dan senjata, Hmm saatnya menghasilkan uang lagi"


Langkah kakinya tidak terhentikan. Menaiki anak tangga yang hanya ada lima. Pintu besar menunggunya dimana ada dua orang dengan tombak di tangan menjadi penjaga. Mereka tidak berkata ataupun bertanya. Karena melihat pakaian yang dikenakan Long Chu adalah pakaian sebuah Sekte dengan lambang matahari separuh cerah dan separuh redup. Walaupun mereka tidak mengetahui sekte apa tapi demi menjaga kenyaman mereka tidak menghentikannya.


Long Chu melihat hal itu mengangguk dan meraih kantong penyimpanan miliknya, kemudian melemparkan dua keping perunggu dan ditangkap oleh keduanya. "Terima kasih tuan muda!" Mereka yang awalnya memiliki wajah datar akhirnya tersenyum ramah lalu bertanya ketika langkah Long Chu sudah masuk kedalam.


"Jika boleh tau apa yang tuan muda ingin lakukan. Agar memudahkan urusan dan tepat sasaran?" Kata salah satu penjaga.

__ADS_1


"Aku ingin menjual beberapa barang berupa senjata!" Sahut Long Chu tersenyum.


[Manakala orang ramah, tentu hal yang baik adalah berikan senyuman]


"Kalau begitu tuan muda harus mengikutiku. Aku akan mengantarkan ke orang yang tepat" ucap penjaga itu menawarkan.


"Baiklah jika tidak merepotkan" Ucap Long Chu.


"Tentu tidak tuan muda!" Ucap penjaga itu lagi.


Keduanya berjalan beriringan. Penjaga itu mengarahkan ke salah satu wanita. "Nona Yan, ini ada orang yang ingin menjual beberapa item berupa senjata. Aku merekomendasikan kepadamu" kata penjaga itu.


"Terima kasih. Kau kembalilah ke tempatmu!" Ucap Yan Ruyu.


"Selamat datang tuan muda, perkenalkan namaku Yan Ruyu. Apa yang bisa kubantu?" Tanya Yan Ruyu seraya menampilkan senyum yang mengembang dan menangkupkan kedua telapak tangannya.


Dia bertindak dengan sopan. Sebagai penjual ataupun pembeli. Seorang customer service harus melayani dengan kesungguhan hati. Meskipun terkadang ada juga yang tidak terlalu baik dalam menanggapi. Sebagian yang lainnya itu terkadang memandang pakaian mahal ataupun rupa yang menyenangkan untuk dipandang.


"Kalau hanya lima item yang ingin dijual, namun merupakan senjata biasa. Itu bisa dilakukan disini untuk pemeriksaan. Jika lima item atau kurang tapi merupakan senjata tingkat menengah keatas. Maka akan dilakukan di ruangan khusus. Apabila lebih dari itu tapi hanya senjata biasa. Kita bisa pindah tempat!"


"Ada cukup banyak senjata!" Kata Long Chu memelankan sedikit bicaranya. Agar tidak dituduh macam-macam oleh orang-orang yang ada di tempat itu.


"Ikuti aku kalau begitu!" Seru Yan Ruyu.


Long Chu mengikuti wanita itu masuk kedalam ruangan tertentu untuk identifikasi barang yang akan dijual.


Ada sebuah meja cukup panjang dan lebar dengan kira-kira luasnya mencapai sepuluh kali lima meter persegi.


"Silahkan tuan muda meletakkannya di meja ini. Akan ada ahli yang akan menyeleksi senjata yang akan dijual. Apakah layak beli Atau layak masuk kategori senjata tingkat menengah?" Kata Yan Ruyu.


Segera Long Chu memasukan tangannya ke kantong penyimpanan dan mengambil kantong penyimpanan lainnya yang sudah berisi senjata dari hasil menjarah milik bandit hutan belantara waktu itu.

__ADS_1


"Semuanya ada disini" ucap Long Chu. Dia segera membukanya dan mengeluarkan isinya. Ada sembilan macam senjata yang tersimpan di kantong penyimpanan itu dan terpampang jelas meja.


"Tunggulah sebentar disini!" Yan Ruyu menunjuk kursi " aku akan memanggil seseorang dulu" katanya lagi.


Long Chu mengangguk saja dan duduk dengan santai menunggu wanita cantik itu datang kembali.


Tidak membutuhkan waktu yang lama. Yan Ruyu datang bersama seseorang yang tidak memiliki rambut di kepalanya alias botak.


"Silahkan tetua Jun memeriksanya!" Kata Yan Ruyu.


Orang yang dipanggil Yan Ruyu tetua Jun itu segera melirik semua senjata yang ada di meja itu. Terlihat dia menyentuh dagunya dan berpikir dalam penilaiannya tanpa menyentuh sedikitpun senjata yang ada.


"Semua masuk dalam kategori senjata biasa!" Kata tetua Jun memberikan penilaian..


"Tetua sudah memberikan penilaiannya. Kami akan menghargainya persatu senjata dengan sepuluh koin emas. Jika tuan muda tidak keberatan kita bisa melakukan transaksi jual belinya"


"Terserah saja. Daripada menjadi karatan di kantong penyimpanan milikku" ucap Long Chu


"Ayo kita kembali ketempat semula, kita akan melakukan pembayaran di sana" kata Yan Ruyu lagi dan Long Chu mengikuti dari belakang. Tetua Jun melihat sesuatu dari punggung Pemuda itu.


Matanya menatap penuh dengan kejutan. Dia merasa ada energi yang terkandung dari pedang yang bercorak indah.


"Apakah pedang di punggungmu itu aku boleh melihatnya?" Tanya tetua Jun yang menghentikan langkah Long Chu dengan menjegalnya dari depan.


"Hanya melihat bukan?" Tanya Long Chu.


"Benar, aku hanya ingin melihatnya saja" ucap tetua Jun bersemangat.


Yan Ruyu pun berhenti karena penasaran. Dia memang tidak mengerti masalah senjata. Dia hanya bertugas untuk melayani jual beli saja.


Dan tak pernah dia melihat tetua Jun sungguh bersemangat ketika melihat sebuah senjata. 'Ini pasti senjata berkelas' batin Yan Ruyu

__ADS_1


__ADS_2