
Setelah memberikan beberapa resep yang diketahuinya kepada tabib itu dan cara penanganannya. Long Chu diajak oleh Shen Subing. Untuk jalan-jalan sebentar dan membicarakan beberapa hal pribadi. Setelah itu dia diantarkan ke kamar yang sudah disiapkan untuk Long Chu sebagai tamu yang istimewa.
"Terima kasih sudah menyiapkan tempat untuk istirahat!" Long Chu tersenyum dan berkata.
"Aku yang seharusnya berterima kasih. Tidak ada kata yang pantas mewakilinya selain–" Shen Subing memiringkan wajahnya dan memberikan kecupan di pipi Long Chu. Setelah itu dia berlari malu.
Sepeninggalnya, Long Chu masuk kedalam kamar itu dan menutup pintu. Segera dia duduk bersila dan memasuki keheningan konsentrasi untuk berkultivasi.
Sekarang dia sudah berada pada ranah pendekar raja bintang dua dengan lingkar tenaga dalam yang sudah mencapai lima puluh lingkaran. jika dia memiliki tenaga dalam yang bisa dikeluarkan. Masalahnya dia tidak bisa menyimpan tenaga dalam dan hanya bisa menjadikan tenaga dalam itu sebagai Qi. Namun keberadaan Qi ini lebih kuat dari tenaga dalam itu sendiri. Bersyukur bisa memiliki itu.
Mungkinkah karena ada darah dewa di tubuhnya? Sehingga dia tidak bisa menjadi sebagaimana pendekar kebanyakan di dunianya itu.
Hal ini masih menjadi misteri bagi Long Chu. Tapi dia bersyukur. Setidaknya dia memiliki kekuatan yang lebih kuat dari orang yang berada sama ranahnya. Bahkan dalam segi usia.
Long Chu tidak keluar kamar, meskipun ada Shen Subing yang memanggilnya dan mengabari bahwa makan malam sudah siap.
Tidak mendapat respon, Shen Subing segera menggeser pintu perlahan. Namun ketika dia memunculkan setengah tubuhnya. Wush! Ada aura yang memaksanya untuk menarik diri keluar.
Shen Subing tidak paham, namun dia tidak berani lagi untuk memaksa masuk. Dia pun pergi.
Sepeninggalnya. Naga merah tersenyum. Dia sedang melayang kala itu dalam bentuk sejatinya. Jadi dia terkejut ketika pintu terbuka. Segera dia menghembuskan nafasnya dan langsung membuat Shen Subing termundur.
Jelas Shen Subing termundur. Sebab dia hanya berada pada ranah pendekar emas bintang enam. Sedangkan naga merah belum diketahui tingkat kekuatan aslinya.
Dia sengaja merubah bentuknya hanya ingin merasa bebas dan menggerakan ototnya yang kaku.
__ADS_1
Shen Subing terus berjalan cepat, dia kembali ke meja makan dimana beberapa orang sudah menunggu untuk makan malam.
"Mengapa kau datang sendiri?" Zhi Ran bertanya kepada anaknya dengan bingung. Sebelumnya dia yang meminta anaknya itu untuk memanggil Long Chu.
"Dia tidak merespon ayah. Entahlah? Mungkin dia sedang bersemedi!?" Jawab Shen Subing.
"Kalau begitu, kita terpaksa harus makan tanpanya" ucap Shen Zhi Ran.
"Baik ayah!"
"Baik ketua!" Ucap yang lainnya. Mereka makan bersama dengan tenang tanpa suara.
Selesai makan. Mereka berpindah lokasi dan melakukan perbincangan.
"Ketua, aku mendapat kabar bahwa ada seorang wanita yang bergelar dewi Obat berkunjung ke Klan Ling di kota Xiao! Selama belasan tahun ini, hanya dia satu-satunya tamu yang berkunjung setelah kematian Putri Klan Ling. Sedangkan kita tahu bahwa ada penekanan yang dilakukan oleh Raja Chu kepada Ling Suan. Sehingga tidak adanya lagi orang yang mau mengambil atau bekerja sama dengan penghasil obat dan bahan herbal terbesar di kerajaan Chu ini!"
"Aku akan secara diam-diam ke Klan Ling untuk menanyakan dan memberitahukan bahwa ketua sudah sembuh!" Ucap tetua Lan.
"Berhati-hatilah kamu, jangan sampai antek-antek Chu Lei mengetahui keberadaan kita!" Pinta Shen Zhi Ran.
"Baik ketua!" Tetua Lan langsung pergi. Dia cukup kuat dengan berada di pendekar raja bintang satu.
"Apakah yang lain ada kabar yang belum aku ketahui dalam sebulan ini?" Shen Zhi Ran menyapukan pandangannya.
"Apakah ketua sudah mendengar akan diadakannya pertandingan di ibukota kerajaan Chu? Pertandingan antar sekte dari tiga kerajaan atas perintah Kaisar Qing" ucap tetua Hui
__ADS_1
"Kapan itu akan dilaksanakan?"
"Mungkin beberapa hari mendatang ketua. Menurut ketua, apa yang sebaiknya kita lakukan dengan kompetisi itu?" Tanya tetua Hui lagi
"Biarkan saja mereka sibuk dengan urusan itu. Kita juga akan sibuk mencari relasi dan membangun kembali kekuatan lalu mengambil alih kekuasaan Chu Lei!" Ucap Shen Zhi Ran.
"Kalau begitu aku akan mencari kekuatan di kota lain yang tidak menyukai cara kerja Chu Lei!" Ucap Tetua Hui. "Mohon izin ketua!"
"Silahkan. Ingat terus berhati-hati dan tetap dalam penyamaran. Jangan berkontak fisik dengan siapapun untuk sementara. Kecuali terdesak!"
"Pesanmu akan aku ingat, ketua!"
"Tetua Zhong! Kau persiapkan pasukan kita untuk menyongsong masa depan
"Saya mengerti ketua!" Sahut tetua Zhong.
Shen Zhi Ran menatap anaknya yang hendak berdiri lalu berkata "Subing, jangan gegabah pergi seorang diri. Ayah takut kehilanganmu. Karena bahaya akan selalu mengancam. Ingat dahulu, ketika kita ditangkap oleh pasukan Chu Lei. Ayah harus kehilangan ibumu, jangan sampai ayah kehilangan lagi untuk kedua kalinya" Shen Zhi Ran meneteskan air mata mengenang masa kelam itu.
Dia memang tidak menyukai Chu Lei. Bahkan sebelum naik tahta. Kematian raja Chu Yuan yang terasa aneh dan janggal menurutnya dan menimbulkan dugaan bahwa dia telah dibunuh lalu direkayasa kematiannya oleh Bai An, ratu kerajaan Chu.
Shen Zhi Ran melakukan penyidikan yang dimulainya dari menanyakan beberapa hal dari prajurit yang melihat langsung kematian itu. Namun nihil, tidak ada petunjuk disana.
Kemudian dia menempatkan seorang pelayan untuk menjadi dinding yang bisa mendengar di kediaman Bai An dan juga satu orang di kediaman Chu Lei.
Dua Pelayan itu pun mengabarkan hal yang tak terduga. Pertemuan yang sering dilakukan oleh ratu Bai An dan juga Chu Lei dalam sebuah kamar memantik kecurigaan yang lebih dalam. Hingga suatu ketika salah satu dari suruhannya mendengar bahwa pangeran yang sekarang adalah buah hasil dari cinta mereka. Hal itu semakin menguatkan Shen Zhi Ran. Bahwa raja Chu Yuan dibunuh oleh Chu Lei, begitu pula dengan selir Ling Hua yang hilang ditelan bumi.
__ADS_1
Namun sayang kedua pelayan itu ketahuan oleh prajurit jaga dan ditangkap ketika memasang telinga pada dinding. Itulah awal mula Shen Zhi Ran sebagai penasehat kerajaan Chu ditangkap dan diadili. Jika bukan karena anak buah kepercayaan cukup banyak. Dia tidak akan selamat di dalam penjara bersama istri dan anaknya Shen Subing. Namun dia harus kehilangan istrinya yang mengorbankan diri untuk menghadang para prajurit yang mengejar mereka.
Chu Lei meyakini bahwa Shen Zhi Ran akan mati cepat atau lambat karena telah terkena racun yang diberikannya. Jadi dia tetap tenang..