
"Sangat kasihan. Lalu, apakah kau sudah menemukannya semua yang kau perlukan?" Long Chu kembali bertanya. "Dan siapa yang menjaga ayahmu sekarang jika kau berada di hutan?"
Diam! Wanita itu terdiam cukup lama, memandang wajah tampan Long Chu yang berdiri tepat di hadapannya sekarang.
"Hey!" Long Chu melambaikan telapak tangan di wajah wanita itu.
"Ah maaf, aku tidak fokus" kata wanita itu, menunduk malu.
Long Chu mengulang lagi pertanyaannya.
"Itu masalahnya, aku Belum menemukan. Bahkan aku baru memasuki hutan ini sudah dihadang oleh dua harimau itu! Mengenai yang menjaga, tentu ada orang yang menjaga. Termasuk ibuku sendiri!" Kata dia. "Oh ya. Namaku Shen Subing! Aku tidak mungkin melanjutkan perjalananku mencari apa yang aku perlukan, saat ini tubuhku sangat lemah!"
"Apakah jauh dari hutan ini ke rumahmu, aku bisa sedikit masalah menawar racun. Jika diizinkan memeriksa sekalian mengantarmu. Ada kudaku di dekat sungai sana sedang istirahat!"
Subing memperhatikan pemuda itu dengan seksama. Tidak dapat dia rasakan aura gelap dalam tubuh pemuda tampan itu. "Baiklah. Tapi cukup temani. Aku tidak ingin satu kuda berdua dengan lelaki yang belum ku kenal dengan baik. Nanti tanganmu bisa jahil! Atau paling tidak kau akan bernafsu ketika mencium aroma tubuh seorang wanita" kata Subing seraya menampilkan senyumnya. Sambil menggoda Long Chu. Dia ingin mengetes bagaimana sikap pemuda itu jika dihadapkan dengan godaan.
"Tenang saja. Kau bisa memakai kuda itu untuk pulang lebih dulu ke tempatmu. Nanti aku akan menyusul mengambil kudaku! Aku sangat mengerti masalah antara laki-laki dan wanita jika berdekatan. Lagipula aku juga takut nantinya kamu akan jatuh cinta kepadaku" kata Long Chu seraya tersenyum.
Dia mengakui wanita itu cantik. Bahkan hampir menyamai kecantikan Ratu Bai Lin, meski ada tergelitik hatinya sejak terbukanya pertahan dirinya oleh Bai Lin. Namun dia tetap menahan itu. 'Benar apa yang dikatakan Shen Subing, jika kami naik kuda berdua akan ada hasrat yang terbangkitkan'
Long Chu berjalan lebih dulu. Sedangkan Subing mengikuti dari belakang. 'Padahal aku cuma bercanda! Siapa yang tidak ingin dekat dengan lelaki tampan juga kuat seperti dia. Dasar lelaki kurang peka, bodoh!' Shen Subing membatin
Sampai di tempat kuda. Long Chu meminta Subing untuk menaiki kuda jantan itu.
Dengan wajah yang sedikit cemberut Subing naik.
__ADS_1
"Ah! Kakiku?!" Subing berteriak dan terjatuh. Namun sebelum menyentuh tanah. Long Chu sudah menyambutnya dengan baik.
"Mengapa kau tidak berhati-hati? Jangan terlalu banyak pikiran!" Pinta Long Chu.
"Sepertinya aku tidak bisa berkuda sendirian!" Ucap Subing lagi, wajahnya memerah dan dia berharap jebakannya berhasil.
Namun dia merasa cukup malu melakukan trik tercela seperti ini kepada seorang lelaki yang bahkan dia belum tau nama dan berasal dari mana?
Long Chu mengangkat Subing seperti gaya seorang putri kemudian menghentakan kakinya ke tanah lalu melompat ke atas punggung kuda. "Tunjukan arahnya! Hiyaat!"
Kuda melaju dengan cukup cepat. Long Chu dapat menyadari ada Trik yang dimainkan oleh wanita itu. Sebab dia pernah mengalami hal yang kurang lebih sama. Pengalamannya dengan Bai Lin tentu memberikan kesan yang membuatnya harus menghindar dari sifat licik seorang wanita.
Sebagian dari golongan wanita, ada yang bisa melakukan hal tercela apapun demi mendapatkan apa yang diinginkan tanpa berpikir apakah itu salah Atau tidak!? Meskipun tidak semuanya seperti itu.
Contohnya sekarang, Long Chu sebelumnya terjebak oleh ratu Bai Lin dan sekarang dijebak lagi oleh Shen Subing dengan skema yang berbeda entah tujuannya sama atau tidak?
Raja naga merah terkekeh dalam pikiran Long Chu 'sepertinya wanita ini menyukaimu Nak! Seorang pendekar ataupun cultivator akan selalu terlibat dengan wanita. Kau akan kesulitan di masa depan jika menahan perasaan dan keinginan hasratmu!'
'Tapi aku akan berusaha untuk menjaga hatiku hanya untuk satu orang saja nantinya. Meskipun terdengar munafik tapi ini adalah sebuah pilihan, setia itu pilihan. Terkadang orang akan berkomentar sesuai dengan sudut pandang mereka masing-masing tanpa peduli perasaan orang lain yang di komentari'
'Kau mulai dewasa nak!' Ucap Naga merah lagi, setelah itu tidak ada suara lagi yang menggema di pikiran Long Chu.
'Haha aku ingin tau seberapa kuat kau menahan godaan? Hahaha!' Naga merah membatin tertawa.
Shen Subing tersenyum malu. Jika Long Chu dapat melihat wajah merah wanita yang membelakanginya saat ini. Kemungkinan dia akan mengetahui apa yang dipikirkan oleh wanita itu. Setidaknya sedikit akan mengerti.
__ADS_1
Tidak ada pembicaraan yang terjadi di perjalanan. Long Chu memasuki sebuah desa yang cukup ramai. "Yang mana rumahmu?"
"Yang di tengah itu. Ayahku adalah kepala desa disini!"
Long Chu dapat melihat masyarakat yang berada di desa itu mayoritasnya adalah seorang pendekar. Entah mengapa bisa begitu? Mungkin kalau di kota itu adalah hal yang biasa. Karena akan ada begitu banyak para petualang, bagian sekte dan kepentingan-kepentingan lainnya para pendekar inginkan ada di kota-kota. Tapi kalau di desa itu sesuatu yang janggal, menurutnya!
Sesampainya di halaman rumah itu. Long Chu perlahan menurunkan Shen Subing. Dia melihat satu orang tukang sapu yang memiliki tingkat pendekar Prajurit bintang satu. Hal itu semakin menambah penasaran dihatinya. Namun dia urung, karena kini wanita itu menarik tangannya dan berjalan cepat mendorong pintu lalu masuk kedalam.
Wanita itu lupa bahwa sebelumnya dia berpura-pura sakit pada kakinya.. setelah menyadari kesalahannya. Dia tak serta merta meminta maaf. Dia melepaskan tangan Long Chu dan berlari ke sebuah ruangan.
Terlihat ada beberapa orang yang berjaga di luar ruangan yang hanya ditutupi kain panjang seukuran pintunya.
Long Chu mendekat, namun dihentikan oleh satu orang. "Tetap disana!" Ucap orang itu.
Shen Subing berada dalam ruangan itu dan melihat kulit ayahnya yang sudah mulai membiru akibat racun yang menyebar. Racun itu sudah puluhan tahun mengendap dan belum ditemukan obat. Dan mereka juga tidak bisa bergerak bebas mencari obat penawar racun. Karena harus bersembunyi. Entah dari apa?
"Ayah kau harus sembuh. Kau harus hidup ayah. Mana semangat ayah yang ingin mengembalikan sesuatu yang dulu pernah ayah perjuangkan dan sumpah ayah untuk menghancurkan orang itu? Ayah!" Teriakan Shen Subing begitu nyaring dan terdengar hingga keluar dari ruangan. Ketika dia teringat dengan pemuda itu yang mengatakan mengerti sedikit masalah penawar racun.
Segera dia bangkit dan bergegas berjalan keluar ruangan mendekat lalu menarik lagi tangan Long Chu, kemudian membawanya menuju ruangan ayahnya terbaring.
"Nona! Orang luar dilarang masuk kedalam, kita tidak tahu apakah dia adalah suruhan dari orang itu!" Ucap orang yang tadinya menghentikan Long Chu.
Sekarang Long Chu sedikit memahami. Orang yang ada di dalam adalah orang besar yang bersembunyi dan menyamar sebagai rakyat biasa. Namun itu hanya dugaan saja dan belum tentu benar.
"Biarkan dia masuk, aku sebagai jaminannya!" Kata Subing. Cukup lantang. Dia tidak ingin berdebat lama. Sebab ayahnya sudah harus segera diobati.
__ADS_1
"Baik Nona, tapi izinkan aku untuk berjaga di dalam!" Ucap orang itu lagi, dia memang tidak percaya dengan pemuda yang terlihat tidak berdosa tersebut. Tampang bisa menipu! pikirnya..