Legenda Long Chu

Legenda Long Chu
Lawan Tangguh 2


__ADS_3

"Gerakan kedua, seni pedang menentang surga!" Long Chu bergerak cepat, tau-tau dia sudah berada di atas kepala Raja Iblis dan menghempaskan tebasan tajam dan mematikan.


Brees!


Arrgh!


Tak sempat kabut gelap menutupi tubuh Raja Iblis itu, karena kecepatan tebasan yang dilesakkan melebihi kecepatan cahaya.


Beruntung dia masih selamat, karena pedang yang dibentangkan menghentikan laju serangan, meskipun juga pedangnya tetap tertanam pada pundaknya, jika sebelumnya kepala tidak dimiringkan, mungkin sudah akan terbelah dua.


Bahkan tubuhnya sedikit turun karena kakinya kini masuk ke dalam tanah beberapa senti.


Raja Iblis melompat mundur setelah mengangkat pedang dan membantingnya, dia mengusap luka yang menganga di pundak sebelah kanan. Perlahan dengan pasti kabut gelap menutup luka itu hingga tidak lagi mengeluarkan bau anyir.


Kemudian dia menatap pemuda itu kembali sambil tersenyum. "Kau adalah orang pertama yang bisa memberikanku luka"


Raja iblis menghilang. Lalu memberikan tinjunya kepada Long Chu yang sudah mulai kehabisan energi, bertarung dalam intensitas tinggi memang melelahkan, sebagus apapun fisik akan tetap tumbang. Apa lagi melawan secara bergantian lawan yang sungguh di luar dugaan.


Tinju itu mengenai perutnya, membuat tubuh Long Chu melengkung, raja iblis mengayunkan lagi tinjunya dan menghantam dagu, hingga darah menyembur dari mulut.


Long Chu seolah tidak bisa berbuat apa-apa. Ketika dia bergerak, raja iblis lebih cepat dari dugaannya bahkan lebih kuat dari Raja Orc yang memakai teknik pengorbanan jiwa.


Dia terhempas lagi menghantam bebatuan, tubuhnya penuh dengan darah.


Long Chu mengambil nafas yang cukup banyak. "Tentunya tanpa bantuan Naga Merah. Sebanyak apapun Qi yang ku miliki, dan sekuat apapun teknik pedang dewa, jika lawan berada jauh di atas akan tetap kalah! Jika hanya satu atau dua bintang, mungkin itu masih masuk akal tapi lawan sangat tangguh berada pada ranah kaisar bintang dua, sementara aku masih di ranah pendekar Raja bintang lima. Kesenjangan jarak yang sangat jauh!"


"Mengapa kamu bicara seperti itu? Sebenarnya ranah itu hanya pengukur lingkaran tenaga dalam yang dimiliki oleh seorang pendekar, Namun tidak menjadi pembatas bagi seseorang untuk melampaui kemustahilan!" Naga merah memberi tanggapan atas kegundahan hati Long Chu.


Matanya seolah menyala, di isi dengan pemikiran baru, bahwa bakatnya memang menentang surga, jadi dia menolak kalah dan harus melawan kemustahilan itu.


Energi besar masuk kedalam tubuhnya dan membuatnya langsung meledak! Boom! Getaran dalam dantian menandakan dia naik satu bintang.

__ADS_1


Long Chu bangkit perlahan, menyeka darah yang mengaburkan pandangan.


"Aku masih ada dendam yang harus dituntaskan!" Ucapnya.


Raja Iblis kembali melayangkan serangannya, namun kini Long Chu bergerak lebih dulu, matanya tetap fokus menatap dan menganalisa pergerakan dan memastikan kapan dan berapa waktu yang diperlukan kabut hitam itu untuk kembali menyelimuti tubuh Raja Iblis.


Sambil menangkis mundur, Long Chu berusaha agar dirinya tidak terluka, kebetulan lawan hanya menggunakan tinju, jika pedang pasti akan kerepotan menghadapinya.


"Gerakan pertama, tinju Raja Kera!" Tangan kirinya mengeluarkan api yang berbentuk tinju, namun kabut hitam lagi-lagi menjadi penghalang. 


Kemudian Long Chu bergerak agar tidak terkena pantulan serangan. Lalu melepaskan kembali serangan ganda. Dua serangan beruntun antara pedang dan tinju dikirim oleh Long Chu.


Mampu mengenai Raja iblis salah satunya, namun tidak mampu membuatnya terluka. Kabut gelap selalu melindungi, hal itu adalah kerepotan yang nyata.


Namun Long Chu perlahan dengan pasti berapa jeda yang akan membuat Kabut gelap itu menutupi dan sampai beberapa tarikan nafas agar bisa dipakai.


Analisanya cukup baik.


Dia bergerak tanpa peduli lagi beban tubuh apa yang akan ditanggung ketika selesai, menurutnya kemenangan adalah suatu keharusan.


Long Chu Melepaskan serangan dahsyat yang menggetarkan udara, Raja iblis tidak mau lagi untuk menahannya, karena sadar diri bahwa efek pemantul belum bisa digunakan.


Wush! Serangan itu lewat dan meledak di udara tanpa terkena apapun, namun bukan itu poinnya, Long Chu saat ini begitu dekat dengan Raja Iblis lalu menggunakan tarian pedangnya


"Gerakan ketiga, Seni pedang pembunuh dewa!"


Tusk! Argh! Tusukan itu menembus jantung Raja iblis hingga membuat lubang di dada, namun perlahan lubang itu diselubungi kabut dan mulai mengecil, dengan senyuman khasnya Raja iblis kembali berkata.


"Bagaimana mungkin?" Gumam Long Chu, seakan dia menolak untuk percaya, dia sudah tepat menusuk jantung namun lawan masih hidup.


"Kau tidak akan bisa membunuhku!" Kata raja Iblis

__ADS_1


"Benarkah!" Sebuah suara besar dan bernada berat terdengar dari sisi Long Chu.


"Siapa itu?" Raja Iblis waspada karena dia tidak melihat dari mana asal suara itu.


Naga merah membentuk tubuh besarnya yang melebih dua gunung panjangnya. Hal itu sontak mengejutkan Raja iblis, dia mundur perlahan, akan tetapi, kemana pun dia akan menghindari naga merah akan tetap mengejar.


Semburan api biru sudah keluar dari mulutnya. Dan itu langsung menyerang raja Iblis. Namun ada halangan dari udara..


Satu persatu muncul sosok yang menyerupai Elf namun terlihat seperti iblis juga secara bersamaan.


"Dark Elf" gumam semua orang yang ada.


"Raja! Sepertinya kehancuran kita memang sudah ditakdirkan, dengan tiga serangan beruntun ini. Tak mungkin kita dapat bertahan!" Deffin berkecil hati.


"Sepertinya era kerajaan memang harus berakhir ditanganku!" Beresford menghela nafas lelah. "Bagaimana keadaan putriku sekarang Def, apakah dia selamat?!"


Deffin tak berani menjawab, karena memang dia tidak tahu harus menjawab apa?


Sementara di tempat lain, pasukan Elf cukup berhasil membunuh pasukan Raja Iblis. Kini kondisi mereka sangat memprihatinkan, hanya tersisa puluhan orang saja yang masih bisa bertahan dari ratusan orang. Sedangkan pasukan raja iblis yang tersisa masih ada delapan orang.


Mereka juga tidak kalah letih dan lelah, itu satu alasan yang membuat mereka tidak melanjutkan serangan.


Namun ketika melihat kemunculan pasukan Dark Elf, semangat mereka kembali mengaung.


"Hari ini dapat dipastikan hancurnya bangsa kerajaan Elf ini" gumam salah seorang dari bangsa iblis.


Naga merah menatap elf yang berwajah seperti iblis itu. "Nak! Mereka memiliki bantuan lain. Ini akan sulit! Jika aku menghabiskan lagi tenagaku, maka aku akan memerlukan waktu bertahun-tahun agar bisa berinteraksi denganmu!" Naga merah seakan tidak rela untuk tidur panjang lagi. Dia segera memutuskan "terpaksa aku harus mengambil alih kendali tubuhmu lagi!"


"Tunggu sebentar naga merah, Maafkan aku, ini karena memang karena diriku yang belum kuat dan harus menempatkan dirimu kembali dalam keadaan sulit! Bisakah kita bertarung bersama tanpa kau mengambil alih tubuhku, aku ingin berjuang hingga akhir tanpa pengorbananmu!"


"Aku terharu, baiklah. Naik ke atas punggungku, mari kita bertarung bersama!"

__ADS_1


__ADS_2