Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Kecelakaan


__ADS_3

Seorang pria muda berusia dua puluh dua tahun berlari melewati pintu rumah sakit ,sembari menggendong anak perempuan berusia sekitar empat tahunan yang kaki dan tangan nya berlumuran darah, diikuti empat orang suster yang membawa dua korban kecelakaan lainnya.


Wajah pria itu nampak begitu panik setelah anak dan sepasang nenek kakek itu masuk ruang UGD yang berbeda.


⏳ ⏳ ⏳


Sekitar dua jam yang lalu


Juanda Alfarisi, pemuda yang baru saja pulang dari Singapura berniat untuk pulang ke kampung halaman nya di daerah sekitar Cilacap.


Saat perjalanan,Faris sebutan untuk pemuda itu,dia terjebak hujan hingga akhirnya harus berteduh cukup lama sekitar satu jaman.


Saat hujan sudah reda,Faris langsung melajukan mobilnya,tanpa menghiraukan sebuah peringatan disepanjang jalan peringatan yang bertuliskan [JALAN RAWAN LONGSOR,DIHARAP PUTAR BALIK],Faris hanya berpikir positif ,meski jalan disana cukup licin.


Saat Faris melewati sebuah jalan belokan mobil Faris terhenti ,karena melihat sebuah pohon tumbang yang menghalangi jalan.


Faris berpikir untuk memutar balik,tapi ia tak jadi, pandangan nya tertuju pada kepulan asap dibalik pohon itu,Faris penasaran ia menghampiri pohon itu.


Sungguh suatu kejadian yang tak pernah diduga Faris,ia kaget saat melihat sebuah mobil yang sudah tertindih pohon besar itu dibagian depan nya,sedang belakang nya sudah hampir tertutup tanah longsor.


Faris mencoba membuka pintu depan mobil itu,Faris tak bisa melakukan apa-apa dia kaget karena melihat sepasang nenek kakek dalam keadaan mengenaskan , Kepala sikakek terbentur setir dan tubuhnya tertindih dahan pohon yang tumbang, begitupu dengan si nenek yang tubuh nya tertindih dahan pohon itu.


Drrrtttt Drrrtttt Ting Ting ting .. ,Faris mendengar getaran dan bunyi ponsel,Faris mencoba mencarinya, ternyata itu ponsel yang ada di saku celana si kakek,ia pun mengambil nya dengan tangan gemetar nya.


"hallo .." Faris mendengar kan dengan seksama suara dibalik ponsel itu.


"yah ,ayah .. ayah baik baik saja kan? jangan jalan ke jalan biasa yah,hujan nya gede loh yah,aku takut ayah kenapa napa" Tanya wanita dibalik ponsel itu.


"Hallo .. mba .."


"loh ini bukan ayah yah,ini siapa ?ayah saya mana ya ??" wanita itu mulai panik


"ayah mba .. " Faris melihat ke arah mobil "dia kecelakaan mba" Faris mengatakan dengan agak gugup.


"apa?? Ayah kecelakaan?? gimana keadaan nya ,ibu sama Rista gimana kabarnya? mereka baik baik aja kan?" Tanya wanita itu dengan cemas dan takut.


"mba tenang ya,saya baru menemukan mereka saya akan bawa mereka ke rumah sakit terdekat,nanti saya kirim alamat nya mba"


"ya sudah cepat ya ,saya akan nyusul"


Tutttt .. panggilan pun di akhiri wanita itu.


Faris bergegas memasukkan ponsel itu ke saku celana nya,ia lalu membuka pintu belakang mobil itu,ia melihat seorang gadis kecil yang berlumuran darah dikakinya akibat tertimpa tanah longsor.


Faris mencoba menyingkirkan tanah yang menimbun kakinya,lalu menggendong gadis kecil itu ke dalam mobilnya,tak lupa setelah nya,Faris langsung menghubungi ambulance dan polisi untuk menangani kecelakaan itu.


⏳ ⏳ ⏳


Faris menunggu di depan ruang UGD dia menunggu gadis kecil yang tadi ia selamatkan, sementara kakek dan nenek yang tadi di jok bagian depan, mereka dibawa ke ruang UGD yang berbeda.


Faris belum sempat menemui wanita yang menelpon nya tadi.


Setelah diberi tahukan alamat rumah sakit, wanita itu langsung menemui pasangan nenek dan kakek.


Sementara Faris mendapatkan amanah dari wanita itu, untuk menunggu sigadis kecil sadar, sigadis kecil ternyata adalah putri dari wanita yang menelepon nya tadi.


Faris masih tertunduk lesu diruang tunggu depan UGD itu, tiba-tiba seseorang dokter keluar memberi tahu kan kondisi gadis kecil itu.


Faris langsung berdiri

__ADS_1


"anda keluarga pasien?" tanya dokter itu


"saya yang menyelamatkan nya tadi, bagaimana kondisi nya dok,dia baik baik saja kan?" tanya Faris dengan nada paniknya.


"Alhamdulillah,dia berhasil melewati masa kritis nya,kita hanya tinggal menunggu nya sadar saja" jelas dokter


"Alhamdulillah, syukur kalo begitu,apa saya boleh melihat nya?" tanya Faris lagi


"silahkan pak"


"terima kasih dok,saya akan melihat nya"


"kalau begitu saya permisi ya"


Dokter tersenyum lalu pergi meninggalkan Faris yang kini masuk menuju ruangan itu.


Faris membuka pintu itu perlahan,ia melihat seorang gadis kecil yang sedang terbaring lemah dengan selang dihidung dan infusan ditangan nya.


Faris mendekati gadis kecil bernama Rista itu,ia merasa kasihan dan sedih melihat kondisinya.Faris duduk di samping gadis yang terbaring tak berdaya itu,ia memegang satu tangan gadis itu.


"hey .. kamu harus kuat ya, sebentar lagi ibu mu akan datang" ucap Faris dengan lembut


Deg ..


entah kenapa Faris begitu merasa terluka saat melihat gadis itu, bahkan ia hampir menitihkan air mata nya.


Gerakan jari dari gadis kecil itu mengagetkan Faris, ia bergegas memanggil dokter dengan tombol otomatis yang ada disana.


Beberapa saat kemudian dokter datang bersama dua orang suster.


"pak mohon maaf bapak keluar dulu,kami akan memeriksanya dulu,mohon bapak tunggu diluar" pinta seorang suster.


Faris menuruti perintah suster itu,ia pun keluar dan kembali menunggu, duduk disalah satu kursi disana.


Dengan mata sembab wanita itu memberanikan diri bertanya pada Faris "gimana keadaan anak saya?"


Faris mengangkat wajahnya lalu menatap wanita itu


"dia .." kalimat Faris terhenti.


"Faa .. ris?" wanita itu malah kaget saat menatap wajah Faris.


"Tanika ..?" Wajah Faris pun tak kalah kaget saat melihat wajahnya.


"maaf ,pasien sudah sadar dan dia ingin bertemu dengan ibunya" Tiba tiba suara dokter menghentikan lamunan keduanya.


"saya ibunya dok, bagaimana keadaan Rista?" Tanika langsung menghampiri dokter,didepan pintu itu.


"Alhamdulillah sudah sadar Bu,dia ingin bertemu dengan ibu,silahkan ibu masuk" Dokter itu tersenyum "kalau begitu saya permisi Bu" Dokter kembali tersenyum.


"terima kasih dok" Tanika berjalan masuk ke dalam ruangan.


Sementara Faris,dia masih mematung karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Dia kembali bertemu dengan gurunya waktu di SMA ,guru yang notabene ternyata adalah mantan istri nya sendiri.


Sudah sekitar lima tahun yang lalu , pernikahan yang terjadi akibat ke salah fahaman,tapi Faris masih selalu memikirkan wanita yang telah menjadi mantan istrinya itu. Toh , perpisahan mereka juga bukan karena kemauan Faris sendiri.


Faris terduduk di kursi itu,entah apa yang harus Faris rasakan ,bahagia atau sedih,ya .. bahagia karena bisa bertemu lagi dengan Tanika ,atau sedih karena kini Tanika sudah memiliki anak dan kemungkinan besar Tanika sudah menikah lagi.

__ADS_1


Faris menghela nafas nya,ia mencoba tenang dan tak terhanyut dengan perasaan nya.


Cukup lama Faris duduk disana , hingga ia memutuskan untuk pergi saja, Faris merasa anak itu juga sudah ada yang mengurus nya.


Langkah Faris terhenti saat Tanika memanggil nya.


"Faris .."


Faris berhenti lalu menoleh ke Tanika.Tanika mendekati nya.


"terima kasih,kamu sudah menjadi penyelamat untuk Rista"


Faris tersenyum "ya Bu sama sama,oh iya kondisi ayah .. eh maksud aku orang tua ibu bagaimana?"


Tanika terdiam "Allah lebih menyayangi mereka, mereka menghembus nafas terakhir nya bahkan sebelum sampai kesini,mungkin itu yang terbaik" Tanika berusaha tegar saat mengatakan itu pada Faris.


"Inalillahi ..Bu aku turut berduka cita, maaf aku terlambat datang kesana" Ucap Faris dengan perasaan bersalah.


"gak kok,kamu adalah penyelamat,aku sangat berterima kasih" Tanika tersenyum getir.


"oh iya ..udah lama aku gak ketemu kamu,gimana kalau kita ngobrol dulu? kamu mau langsung pulang?" Tanya Tanika


"itu .. sebenarnya nya aku .." Faris ragu untuk menjawab


"kamu sibuk ya?"


"nggak kok Bu"


"ya udah kita ke kantin yu,kamu pasti belum makan siang kan,aku yang traktir"


"tapi Bu .."


Belum sempat Faris melanjutkan kalimatnya


"anggap saja ini ucapan terima kasih" potong Tanika.


"baik Bu"


Mereka pun pergi ke kantin dan memesan makanan,Faris menerima makanan itu dan ya .. dia langsung menyantap nya.


Sementara Tanika dia hanya memesan teh hangat yang hanya dia aduk aduk sedari tadi.


"Bu.. "


"ya .." Tanika menghentikan lamunan nya


"ibu baik baik aja kan, kenapa ibu gak makan?" Tanya Faris khawatir


"aku gak laper ris"


"oh gitu ya,eh iya Bu .. ibu sendiri aja,ayah Rista ibu tidak menghubungi nya?" Tanya Faris mulai penasaran dengan kehidupan Tanika sekarang


Deg .. perasaan Tanika serasa dihujam seribu pedang atas pertanyaan Faris.Ia menelan ludahnya,lalu memandang Faris dan berusaha tenang menatap nya.


"Dia .. sibuk ris"


Melihat raut wajah Tanika yang nampak kecewa Faris menghentikan makan nya.


"Bu aku minta maaf,aku gak bermaksud .."

__ADS_1


"gak apa-apa ris, pertanyaan kamu wajar kok" Tanika berusaha tersenyum.


Hati Faris serasa begitu sakit saat mengetahui Tanika sudah menikah lagi dan lagi dia sudah memiliki anak, meskipun tatapan Tanika menunjukkan kekecewaan saat membahas suaminya,tapi tetap saja Tanika kini sudah menikah lagi.


__ADS_2