
Hari ini tepat pelajaran biologi,Faris dan teman temannya melaksanakan ujian harian seperti biasa,karena begitu lah konsep belajar Tanika, setelah Minggu lalu menjelaskan,maka pertemuan berikutnya adalah ujian.
Faris tak bisa konsen saat ujian berlangsung,ia terus menatap istrinya,yang memang baru ia lihat lagi setelah tempo hari mereka bertengkar,Faris baru melihat istrinya lagi dan itupun dikelas.
Faris tak mengerjakan soalnya,dia hanya menatap istrinya,Faris segera mengalihkan pandangan,saat tahu istrinya berdiri dari duduknya.
Faris menunduk dan berpura pura mengerjakan soalnya,sayang nya,Tanika tahu hal itu,ia segera menghampiri Faris.
Brakk ..Tanika memukul meja Faris.
"Tolong kamu serius,ini jam pelajaran saya,saya gak suka kamu malah gak konsen kaya gini, kalau kamu punya masalah dirumah jangan kamu bawa bawa ke sekolah." Tegas Tanika ditengah hening kelas,yang dimana murid murid sedang konsen mengerjakan tugas.
Semua murid menatap Tanika.
Tanika mengambil kertas jawaban Faris.
"Kalian lihat!! Ini baru latihan,kalian harus konsen,Faris kamu sudah 30 menit dan ibu liat kamu belum ngerjain satu soal pun,gimana kalau nanti ujian,saya minta tolong kamu konsen!!? Juga untuk kalian semua,tolong!! kalau kalian punya masalah jangan dibawa ke sekolah,itu gak akan beresin masalah kalian,malah bikin kalian gak konsen belajar." Tegas Tanika, kembali menaruh kertas jawaban Faris.
"Baik bu." Jawab semua murid serentak.
Tanika berjalan ke arah papan tulis,tapi langkah nya terhenti,Faris tiba tiba berdiri.
"Tapi Bu saya punya alasan." Tegas Faris setelah berdiri.
Tanika menahan amarahnya,ia mencoba untuk tak menagis,karena itu akan membongkar hubungan nya dengan Faris,ketika Faris mengatakan alasan,tentu saja yang Tanika pikirkan adalah alasan konyol Faris yang terus menepis hubungan gelapnya dengan Laras.
Tanika menghela nafas.
"Alasan apa? Gak ada alasan yang pantas bikin kamu gak konsen,ini kelas saya, kalau kamu gak mau ikut kelas saya, sekarang keluar!!" Tegas Tanika, menunjuk ke arah pintu keluar.
Faris terdiam,semua murid tak ada satu pun yang berani menatap Tanika ,yang membentak begitu keras di akhir kalimat nya.
Faris menaruh kertas nya,ia bergegas keluar kelas tapi sebelum nya ..
"Saya keluar Bu,alasan saya ,ibu juga gak akan percaya."
Faris keluar, beberapa murid agak heran tak mengerti kenapa Faris berkata seperti itu, sebagian berpikir mungkin masalah keluarga Faris begitu berat, hingga dia melamun dan tak fokus saat belajar.Tapi,Rama adalah satu satu nya orang yang mengerti permasalahan mereka.
Jam pelajaran berakhir,Tanika menyuruh Rama dan Banu membantu membawa kertas hasil ujian juga buku buku.
Sementara Faris,dia duduk dikursi depan lapangan basket,dia hanya merenung dan tak tahu harus melakukan apa untuk membuat istri nya kembali seperti dulu.
"Kak Faris!?" Seorang wanita tiba tiba duduk disamping Faris.
"Ngapain Lo kesini?" Tanya Faris kesal, karena harus melihat wanita itu lagi,ya .. wanita yang tak lain adalah Laras.
"Kak Faris kok galak gitu sih,malem itu kak Faris gak gini deh,malah .."
"Cukup ras,gue minta maaf soal malem itu,tapi gue bener bener gak maksud,gue harus pergi sekarang,sekali lagi gue minta maaf." Tegas Faris, memotong ucapan Laras,Faris langsung berdiri,namun saat Faris akan membalikan badannya,Laras dengan sigap memeluk tubuh Faris.
"Ras ..Lo ngapain? Lepasin gue!?" Faris mencoba melepaskan pelukan Laras,tapi dia malah menggeleng kan kepala dan makin manja memeluk Faris,Faris bukan tak ingin mendorong Laras,tapi ia juga tak mau menyakiti Laras,dorongan Faris jelas akan menjatuhkan Laras seketika,bahkan mungkin dia akan terluka,Faris hanya mencoba melepaskan pelukan itu perlahan.
__ADS_1
"Ras .." dorong Faris perlahan.
"Euhemm .." dehem seseorang yang langsung membuat Faris menoleh ke samping.
Laras yang merasa taktik nya berhasil ia segera melepaskan pelukannya,rupanya Laras sudah tahu dari tadi,kalau Tanika sedang berjalan ke arah mereka,dan tentu saja hal itu dimanfaatkan Laras untuk segera memeluk Faris.
"Ini sekolah bukan tempat pacaran!!" Tegas Tanika, dengan menahan air mata,mata nya mulai memerah tapi ia tahan,Tanika semakin sadar kalau Faris memang ada main dibelakang nya, awalnya Tanika mencoba sabar untuk mendengarkan penjelasan Faris nanti, sekali lagi,karena jujur hati Tanika,tentu saja masih mencintai dan percaya pada Faris, Tanika berharap semua dugaan hanya kecurigaan nya saja.Tapi hari ini,ia kembali melihat adegan menyayat hatinya lagi.
Tanika berjalan cepat meninggalkan dua murid nya itu, diikuti Banu dan Rama yang membawa buku dan kertas ujian.Banu berdecak tak percaya, sementara Rama hanya diam saja.
Faris yang melihat Tanika kecewa akan kejadian itu,hanya mampu terpaku cukup lama,tak percaya keadaannya menjadi semakin rumit,Tanika pasti kembali salah faham lagi,itulah yang Faris pikirkan.
"Kak Faris,kita ke kantin yuk!?" Pinta Laras,tak tahu mau,merasa dirinya menak telak dari Tanika.Ia juga tak lupa mengandeng tangan Faris mesra.
Faris menghempaskan tangan itu.
"Lepas!?" Bentak Faris,lalu menunjuk wajah Laras "semua ini gara gara Lo,mulai sekarang jangan pernah deketin gue lagi!!!" Tegas Faris penuh amarah,lalu bergegas lari mengejar Tanika.
"Heh .. cepat atau lambat,kak Faris bakal ninggalin cewe itu dan lari ke pelukan aku,inget itu kak!" Gumam Laras dengan senyum sinis, setelah Faris pergi meninggalkan nya.
Faris mengejar Tanika,ia lari menaiki tangga,tapi ia tak melihat Tanika di lantai atas,ia hanya melihat Rama dan Banu disana, berjalan masuk ke ruang Guru,tapi langkah mereka terhenti karena Faris.
"Ram!!" Panggil Faris,lalu berjalan cepat, setelah kedua temannya menghentikan langkah.
"Lo pasti nanya Bu Tanika kemanakan? Kita gak tahu,tadi dia nyuruh kita bawa semua nya ke ruang guru." Jelas Rama,yang sudah tahu pemikiran Faris.
"Lagian Lo ,depan bini peluk cewe lain,gak pikirin perasaan bini Lo!!" Sentak Banu yang merasa Faris tak berperasaan.
"Dan Lo Ram gue butuh penjelasan Lo,gue bakal balik lagi buat denger penjelasan Lo." Faris menunjuk tepat ke arah Rama, sebelum ia bergegas lari lagi, untuk mencari keberadaan Tanika dan menjelaskan semuanya.
°°°
Sementara itu,Tanika membelokkan langkahnya ke halaman belakang sekolah,Tanika pikir itu adalah tempat paling aman untuk nya,karena tak akan ada yang melihat nya menagis disana.
Tanika duduk dibawah pohon ,duduk dikursi yang tersedia disana.
Clak .. clak,tetes demi tetes air mata, akhirnya jatuh,mengenai tas yang ia pengang erat sedari tadi.
Tanika sudah tak bisa menahan nya lagi, harus kah ?? Harus kah seperti ini?? Apa sebaiknya diakhiri, mungkin Faris sudah lelah dan ia ingin bebas dari pernikahan ini, tapi apa egois jika aku tak ingin melepas nya,karena aku mencintai nya. .. begitulah kiranya pikiran Tanika.
Ia terjebak antara cinta dan prasangka.
Cinta nya pada Faris, begitu dalam,entah sejak kapan,tapi Faris berhasil menjadi sosok imam terbaik dimatanya,Faris yang selalu manja dan manis,Tanika berpikir apa dia akan sanggup jika harus kehilangan pria yang begitu berjuang untuk dirinya.
Tapi lagi,Faris sudah mengkhianati nya,semua yang Faris lakukan mungkin hanya gejolak masa remaja nya yang memang sedang masa masanya penasaran akan suatu hal, mungkin termasuk sebuah pernikahan.
Tanika menutup matanya, kembali tetesan air mata jatuh,rasanya tak sanggup bagi Tanika untuk berpisah dengan Faris,tapi apa dayanya,jika Farispun sudah tak menginginkan nya, kembali semua adegan menggores hati itu terlintas dipikiran Tanika,mulai dari ciuman Faris dan Laras, hingga pelukannya tadi, sungguh tak tahu malu, pikir Tanika ... tunggu siapa yang tak tahu malu??!! Tanika kembali meneteskan air mata.
"Siapa yang tak tahu malu?? Sudah jelas Faris tak lagi mencintai ku,aku lah yang tak tahu malu, menjadi penghalang baginya,akulah yang tak pantas,dia tentu menginginkan wanita yang lebih muda,Tapi .. apa salah aku mencintai nya?? Apa salah aku berharap dia disamping ku selamanya? Egois kah?" Batin Tanika semakin menjerit kala mengingat setiap kalimat Faris,dia selalu bilang akan menjadi suami yang baik,Tapi tidak,Faris hanya mengatakan omong kosong.Dia kini lebih memilih wanita lain, setelah menaklukkan hati Tanika.
Disela tangis Tanika, seseorang menyodorkan sebuah sapu tangan, mengagetkan Tanika,ia bergegas menghapus air mata nya,lalu menoleh kearah orang itu.Ia tersenyum manis,senyum yang belum pernah Tanika lihat sebelumnya.
__ADS_1
"Gak baik perempuan nangis sendirian!" Tegasnya, ikut duduk disamping Tanika,ia masih menyodorkan sapu tangan itu.
"Saya gak nangis pak." Tanika mencoba mengalihkan pandangan dari pria yang ternyata adalah Pak Ilham, seseorang yang memang sudah dari tadi mengamati Tanika,bahkan sejak kejadian Laras berpelukan dengan Faris.
"Kamu bohong,kamu sakit hati kan? Udah kamu hapus dulu air mata kamu itu!" Pinta Ilham ,masih menyodorkan sapu tangan,Tanika terpaksa mengambil nya,dan menghapus air mata yang memang masih mengalir.
"Makasih Pak." Ucap Tanika setelah menghapus air mata nya.
"Jangan panggil Bapak,lagian ini bukan jam pelajaran kok,saya juga kan seumuran sama kamu, jujur saya gak suka liat kamu kaya gini." Jelas Ilham, menatap lurus ke depan.
"Terima kasih buat perhatian nya ..."
Ilham dan Tanika nampak mengobrol ,tanpa mereka sadari, sepasang mata telah mengamati mereka dari jauh.Ya,itu Faris.Faris memukul tembok dengan keras,tak memperdulikan tangannya yang memerah akibat memukul tembok itu.
"Sial .. gue terlalu lambat,gimana ceritanya,orang lain yang duduk disamping istri gue dan gue masih belum bisa jelasin apa apa sama dia,gue bakal bener bener nyesel,kalau orang lain gantiin posisi gue, Gue harus bertindak sekarang!!" Tegas Faris pada dirinya sendiri, berlari meninggalkan tempat itu, dengan cepat lari menaiki tangga,masuk kelas dan ..
Burgghhh ..Faris memukul Rama,tepat dipipi Rama,semua murid yang masih dikelas terkejut,bahkan para siswi ada yang teriak dan langsung keluar kelas.
Sementara siswa yang masih dikelas, mencoba memegang Faris,agar tak kembali memukul Rama.
"Lo tahu sesuatu kan, kenapa Lo gak jelasin sama dia hah !!Lo itu temen atau musuh gue , kenapa Lo diem aja hah??" Faris memberontak ingin kembali memukul Rama,tapi semua siswa disana menahan Faris.
Rama yang tersungkur akibat pukulan Faris,ia berdiri meringis menahan sakit ..
Burgghhh .. kini balik Rama yang meninju Faris.
"Lo cowok ********, brengsek Lo, kenapa Lo bisa gak sadar,tu cewe cuma ****** yang manfaatin Lo hah!!" Bentak Rama, setelah memukul Faris.
Rama pun ikut dipegang kedua tangannya,agar tak terjadi perkelahian lagi.
Faris terdiam,ia merasa tersentak dengan jawaban Rama,ia menyadari satu hal,apa yang terjadi padanya memang tak wajar.
Faris jadi lemas,merasa Faris tak akan memukul lagi,kedua teman disamping Faris pun melepaskan pegangan nya,benar saja,Faris langsung terduduk lemas,dengan kedua lutut sebagai tumpuan nya.
Rama memberontak, berhasil melepaskan pegangan kedua teman disamping nya,ia memegang kerah baju Faris, mengangkat nya, membuat Faris menengadah kan wajah tepat dihadapan Rama.
"Sekarang Lo mau apa hah?!! Mukul gue,silahkan Lo pukul gue lagi,tapi inget Lo bakal nyesel!!"
Faris menatap Rama dengan mata memerah penuh amarah dan rasa sakit,ia mengingat kembali kejadian semalam,karena kebodohannya lah,Tanika sampai ingin berpisah darinya.
"Ada apa ini?" Tanya seorang guru yang masuk kelas tiba tiba.Semua murid pun menepi dan mempersilahkan guru itu masuk, melihat situasi yang terjadi.
"Faris!! Rama!! Berhenti kalian,Rama ,lepaskan Faris !!" Tanika langsung menarik tangan Rama dari kerah baju Faris.
Tanika melihat sekeliling.
"Apa yang kalian liat?? Bubar sekarang!!" Bentak Tanika,yang membuat semua murid berhamburan keluar.
"Heran,yang kaya gini jadi tontonan." Geram Tanika,lalu berdiri setelah melihat semua murid keluar kelas.
Kini hanya tersisa Tanika,Faris juga Rama ....
__ADS_1
.