Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Keuntungan)


__ADS_3

Isi kesepakatan Tanika :


• *Tidak ada kontak fisik layaknya suami istri


• pihak suami tak diwajibkan menafkahi istri


• kedua belah pihak tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing masing


• kedua belah pihak berhak mencintai orang lain


• karena pihak istri lebih tua usia nya,maka pihak suami harus bersikap sopan pada istri


• pihak istri maupun suami punya kamar masing-masing


• kedua belah pihak akan tinggal disatu apartemen sampai Olimpiade sains selesai, setelah nya kedua belah pihak bisa pisah (cerai)


• kedua belah pihak sepakat merahasiakan status sebagai suami istri*


Isi kesepakatan Faris :


• *pihak istri dilarang mencampuri urusan pribadi pihak suami


• pihak istri harus menerima nafkah lahir batin seadanya dari pihak suami


• pihak istri dilarang dilarang mengekang suami dalam urusan belajar


• pihak suami istri sama sama belajar menjadi suami istri yang baik*


Setelah menulis kesepakatan itu Tanika dan Faris pun menukar kertas HVS yang kini sudah bertuliskan kesepakatan mereka berdua.


"Ya ampun banyak sekali" pikir Faris dalam hatinya.


Sementara Tanika terbelalak dengan kesepakatan yang ditulis Faris,Tanika meresa kesepakatan Faris sangat lah konyol ,maksud Tanika adalah yang poin kedua dan terakhir.


Tanika langsung menatap Faris dengan tatapan menyelidik.


"Kamu sini!?" perintah Tanika


"apa Bu,aku belum selesai baca bu" wajah tanpa dosa itu,malah merasa heran menatap orang yang kini, melambaikan tangan


"sini,lebih dekat!!" pinta Bu Tanika dengan senyum manisnya.


"apa Bu?" Faris pun memberanikan diri mendekati Tanika, padahal Faris dan seisi kelas tahu senyum manis dari Guru Biologi nya itu, terkadang membawa bencana.Dan


Pletak ..


"aww" ringis Faris yang dahinya disentil Tanika "sakit Bu" benar kan dugaan Faris gurunya itu pasti melakukan itu.


"ibu apaan sih? emang Faris salah apa?" Tanya Faris masih memegang dahinya yang masih cukup perih.


"dasar kamu ya udah disentil juga belum faham?" kesal Tanika lalu menunjukkan kertas milik Faris.


"ini yang kedua apaan ini ?? pihak istri harus menerima nafkah lahir batin seadanya dari suami" tanya Tanika sembari membaca poin kedua.


"hehe .. ya kan Bu ,ibu harus faham Bu sayakan masih anak ABG belum kerja juga,jadi ibu harus ngertiin saya buat masalah nafkah" jawab Faris cengengesan sembari menggaruk tekuk leher nya.


"ya udah gak usah,kamu lihat kan kesepakatan yang ibu tulis,kamu gak wajib ngasih nafkah" jelas Tanika dengan wajah heran, karena menatap wajah Faris yang mesem mesem gak jelas.

__ADS_1


"Loh kok gitu Bu? kan itu emang kewajiban saya sebagai suami ibu" Faris menggeryitkan dahi tanda tak setuju


"ya itu kalau pernikahan normal ,kita kan nikah juga gak sengaja" jelas Bu Tanika malas dengan protes Faris pada nya.


"okey deh yang itu aku setuju lagian aku belum kerja kok,tapi nanti aku bakal berusaha ngasih nafkah buat ibu" Faris setuju dan berucap penuh keyakinan.


Tanika sedikit kagum dengan kesungguhan Faris dia menatap sejenak muridnya itu.


Faris yang sedang membaca kesepakatan tiba tiba mendongkang wajah nya, lalu menatap Tanika.


"eh tunggu Bu ... yang poin pertama ini bikin saya rugi Bu.. " protes Faris sambil menunjuk kesepakatan poin pertama milik Tanika.


"maksud kamu apa? rugi gimana?" Tanika mulai sedikit takut dengan protes Faris kali ini,pasalnya menurut Tanika kesepakatan pertama itu menyangkut harga diri nya.


"ya Bu .. masa saya gak boleh sentuh ibu?? kita kan suami istri Bu,saya gak dapat keuntungan dong dari pernikahan ini,saya kan juga cowok normal Bu" gerutu Faris yang sebenarnya hanya mengerjai guru nya saja.


"maksud kamu apa?? Untung rugi?? pernikahan ini emang jelas gak ada untung ruginya, dan kamu awas ya jangan macem macem ,saya ini guru kamu loh,itu ada satu poin ,udah jelas kamu harus bersikap sopan sama saya" jelas Tanika dengan wajah sedikit memerah karena penolakan Faris.


"loh Bu kenapa? malu ya ibu?? ,jangan malu gitu Bu,kita udah suami istri" tanya Faris dengan senyum konyolnya ,membuat pipi Tanika semakin memerah.


"Ibu tenang aja saya gak gigit kok" Faris menaik turun kan alisnya.


"dasar kamu !! awas ya kalau berani macem macem,awas jangan mesum gitu kamu" Tanika dengan wajah merah nya berkata sedikit emosi meski dirinya kini merasa sedikit takut dengan tingkah Faris.


Meski Faris memang murid nya,tapi Faris bukan anak usia enam tahun,Faris adalah seorang pria remaja yang jelas Tanika tahu, Faris seperti laki laki normal pada umumnya dan pasti menginginkan hubungan layak nya suami istri.


Tanika langsung tersentak ketika membayangkan pikiran nya yang cukup kotor saat itu.


"Ibu kenapa? Ibu gak percaya saya normal? ibu boleh coba kok kita kan udah halal" Goda Faris sembari mendekatkan wajah nya ke arah Tanika.


Pletak ..


"awas ya kamu ,gak sopan sama guru" Tanika menutup wajah nya dengan kertas HVS itu, pura pura membaca padahal ia benar benar dibuat malu oleh murid nya itu.


Sementara Faris,dia masih mengelus dahinya.


"Ya ampun deh Bu,sakitt ... aku kan cuman bercanda"


"bercanda kamu gak lucu" ketus Tanika di balik kertas HVS itu.


suasana hening sesaat,Faris tengah membaca dengan serius kesepakatan milik Tanika.


"Bu .." panggil Faris


"mmhh" Tanika hanya mendehem menjawab panggilan Faris.


"ini ,ibu pengen kita tinggal di Apartemen? terus kakek aku gimana Bu? aku kan harus jaga dia Bu?" Faris kali ini serius dengan penolakan nya,wajah nya nampak sedih dan bingung.


"kamu tenang aja,kakek kamu biar dirawat dirumah sakit,masalah biaya saya yang urus,lagian dari awal saya sudah berniat ingin bantu kamu,saya kasihan liat kakek kamu,kamu juga jadi kurang fokus belajar kan?" Jelas Tanika dengan tenang.


Tanika menyimpan kertas milik Faris.


"gimana kamu setuju kan?" Tanya Tanika serius.


"makasih banyak ya Bu,saya seneng banget" ucap Faris dengan mata berbinar nya.


"nah kan giliran seneng aja, ngomong nya balik sopan lagi" gerutu Tanika yang mendengar perubahan bicara Faris.

__ADS_1


"hehe .. maaf Bu ,abis saya kebawa suasana" Faris malah cengengesan menanggapi gerutuan gurunya itu.


"kebawa suasana gimana maksud kamu?" Tanika heran dengan tanggapan Faris.


"ya Bu ,saya cuma ngerasa saya udah kaya deket sama ibu,jadi ngerasa sama ngobrol sama temen atau sodara sendiri" wajahnya menunjukkan keseriusan kali ini.


Tanika tertegun mendengar jawaban Faris.


"nyaman maksud nya?" pikir Tanika dalam hati.


Deg .. entah kenapa tiba-tiba , perkataan Faris tadi sedikit menyentuh hati Tanika,ia juga sebenarnya merasa nyaman dengan Faris yang memang cukup penurut baginya, Tapi,Tanika pun segera menepis pikiran konyol nya.


Tanika lalu berdiri.


"udah ya .. kita udah setuju sama kesepakatan nya"


"loh ibu kok berdiri? mau kemana?" tanya Faris heran sembari menyimpan kertas ditangan nya.


"istirahat lah, ngapain lagi .. ibu nginep disini ya hari ini gak apa apa kan?" Tanika menatap Faris meminta izin padanya.


"ya boleh lah Bu,lagian udah malem juga" Faris tersenyum manis.


"Ya udah ibu tidur dimana?" Tanika mengambil tas nya.


"dikamar saya aja Bu"


"maksud nya satu kamar sama kamu gitu?" Tanika menggeryitkan dahinya.


"ya kalau ibu mau sih ,gak apa-apa" Faris kembali menjahili gurunya itu.


"Ya udah saya tidur di sofa aja" Tanika kembali duduk di Sofa.


"eh Bu .. jangan disini ..dingin loh,ibu tidur dikamar aja" pinta Faris.


"gak ah,saya gak mau tidur sama kamu,nanti kamu macem macem lagi" Gerutu Tanika dengan wajah kesal nya.


"Gak kok Bu gak akan macem macem"


"gak ah ibu tidur disini aja,sana cepetan kamu tidur !! udah malem, nanti telat sekolah lagi"


"Ibu tidur di kamar aja,saya serius kok,biar saya yang tidur disini" Faris lalu menarik tangan Tanika menuju kamar nya,Tanika terbelalak dengan sikap Faris tapi ia tak mencoba melakukan penolakan.


"nah ibu tidur disini, kasur nya emang gak sebagus punya ibu sih,tapi nyaman kok Bu" jelas Faris mendudukkan Tanika di ranjang yang memang terlihat rapi dan nyaman itu.


"kamu yakin?" Tanika masih tak percaya


"ya Bu, tenang aja Bu saya gak akan ngambil keuntungan hehe " Faris kembali cengengesan membahas keuntungan.


"awas aja kalau kamu berani !!" Tanika sedikit melotot


"hehe iya Bu tenang aja,tadi saya cuma bercanda kok,ya udah ibu sekarang istirahat,saya juga mau istirahat" jelas Faris kembali menunjukkan wajah serius.


"ya udah ibu tidur disini, makasih ya,oh ya ibu mau ke toilet dulu, toilet nya sebelah mana?" Tanya Tanika kemudian


"oh itu samping dapur,mau saya anter bu?" tawar Faris sambil tersenyum.


"nggak usah ,kamu tidur aja sana" Tanika lalu mengambil tasnya.

__ADS_1


"ya udah Bu, saya tidur ya" Faris lalu keluar dari kamarnya itu.


__ADS_2