
POV : Tanika
Ku buka mataku saat mendengar alarm diponselku,aku langsung mengambil ponsel di tas ku dan mematikan alarm itu.
Kulihat jam diponselku itu,menunjukkan pukul 4.30 pagi.
Ya ampun seperti nya aku kesiangan ya,tapi perasaan aku memang sering bangun jam segini.Ya ..bukan tanpa alasan aku bilang kesiangan,karena aku sudah mendengar kletak kletek yang entah dari mana asalnya.
Ku rapikan rambut ku yang berantakan sehabis tidur,lalu aku kenakan kerudung berwarna coklat muda ku,aku rapikan baju ku,lalu keluar kamar Faris.
Aku berjalan ke arah suara kletak kletek itu.
"Faris?!" Aku kaget melihat Faris yang sedang memasak nasi dikompor.
"Eh ibu.." dia malah cengengesan masih mengaduk nasi didalam panci itu.
"Kamu masak nasi?" Tanyaku penasaran,meski memang aku sudah tahu kegiatan yang dia lakukan,aku hanya kagum saja dengan kedisiplinan Faris ini.
"Iya Bu,buat sarapan pagi ini,sama mau bikin bubur buat kakek,ibu mau mandi?" Tanyanya yang kini beralih sedang memotong bawang daun.
"Gak usah lah, ibu mau pulang sebentar lagi" jawabku yang memang ingin segera pulang saja.
"Loh Bu jangan Bu.. masih pagi,ibu mandi disini aja,air disini seger loh Bu dari sumur asli" jawab nya antusias.
"terus ibu sarapan dulu disini" lanjut nya sembari memasukkan bawang kedalam mangkuk berisi telur.
"Saya gak bawa handuk ris,nanti aja dirumah,kamu gak usah repot-repot,saya mau langsung pulang" jawabku penuh keyakinan.
"Gak apa-apa Bu,bentar ya ..saya ambil handuk dulu,saya punya handuk baru yang kebetulan belum saya pake" Faris beranjak dari dapur, mencuci tangan nya ke kamar mandi lalu berlalu melewatiku menuju kamar nya,aku hanya menatap nya saja, tanpa berkomentar sedikit pun.
Tak lama Faris membawa kan handuk berwarna biru yang memang masih baru.
"Ini Bu,ibu mandi aja dulu,terus ibu sholat subuh,nanti saya siapin buat tempat sholat nya" jelas Faris sembari menyodorkan handuk.
Ku ambil handuk itu dan tersenyum padanya.
"Ya udah ibu mandi deh,makasih ya" Aku berlalu melewati Faris dan masuk ke dalam kamar mandi itu.
Aku membuka mulut ku kaget,saat melihat kamar mandi Faris yang ternyata untuk mengambil air harus menimba dulu.
"Ris .." teriakku didalam kamar mandi.
"Apa Bu?" Jawabnya
"Ini harus nimba ya? Saya gak bisa nimba ris" Teriak ku masih dikamar mandi.
"Ya ampun Bu saya lupa,ya udah saya masuk boleh bu? Biar saya yang nimba" teriak Faris dari dapur yang sebenarnya dekat dengan kamar mandi itu.
__ADS_1
"Ya masuk aja" Aku mengizinkan Faris masuk karena memang belum ku mulai aktivitas mandiku.
Faris pun masuk kamar mandi,dia langsung nimba di kamar mandi itu,aku hanya memperhatikan saja.
Tak lama
"Udah Bu" dia tersenyum ke hadapan ku yang berada disamping pintu.
"Makasih ya"
Tiba-tiba, Faris entah bagaimana ceritanya dia terpeleset,untung saja aku berhasil memegang kedua bahu nya,jadi dia tak berhasil jatuh dikamar mandi itu.
Namun,hasilnya kini aku dan Faris malah saling tatap,karena saat menangkap tubuh Faris dia langsung menatap ku,aku tidak mengerti dengan tatapan Faris,tapi tatapan mata hitam kecoklatan itu membuat aku sedikit gelagapan,entah kenapa tatapan nya seperti begitu dalam.
Ku tegakkan tubuh Faris dengan agak sedikit mendorong,karena aku benar benar tak nyaman juga dengan tatapan Faris.
Dia juga nampak gelagapan setelah berdiri sempurna.
"Eh maaf Bu,makasih ya" Dia memalingkan wajahnya, nampak wajahnya tersipu malu.
Aku yang juga tak kalah gelagapan, langsung menyuruh nya keluar.
"Ya udah saya mau mandi dulu" akupun ikut memalingkan wajahku,yang mungkin sudah agak memerah karena menahan malu.
"Iya Bu" Faris keluar kamar mandi dan menutup pintu nya.Akupun mandi seusai mengunci pintu kamar mandi itu.
Keluar kamar mandi,aku sudah kembali mengenakan setelan seragam serta kerudung coklat mudaku.
Ya Allah ini beneran air terdingin yang pernah aku coba,aku menaruh handuk disebuah gantungan disana.
Tanganku yang menggigil kedinginan ku coba hangat kan dengan meniup telapak tangan dan mengusap ngusapnya ke telapak tangan ku.
Sshhhh .. huu . Dingin banget ..huu aku masih mencoba menghangatkan tangan ku yang gemetar karena dingin itu.
"Bu .." tiba tiba Faris membuka tirai kamar nya itu.
"Apa?" Tanya ku agak gemetar karena kedinginan.
"Ini Bu minum dulu teh manis nya,biar ibu agak anget,ibu kayanya kedinginan deh" Faris menyodorkan teh manis yang mengepul kan asap,pertanda masih panasnya teh itu.
Aku menatap sesaat.
Ku ambil teh dalam cangkir itu.
"Makasih ris" aku masih mencoba menahan gemetar ditangan ku.
"Ya udah ibu minum dulu,kalau udah beres masak nya nanti aku panggil ibu" jelas Faris sembari tersenyum lalu meninggalkan ku sendiri di kamar nya.
__ADS_1
Faris Faris .. kamu memang anak yang pintar,sikap kamu juga baik, meskipun dia kemarin nyebelin banget sih, udah gitu dia perhatian lagi,aku yang notabene belum pernah mendapat perhatian dari seorang pria merasa sedikit tersentuh dengan sikap Faris .. ah apaan aku ini jadi mikirin Faris .. dia baik juga kan tahu aku gurunya, mungkin dia takut aku ngurangin nilainya kali,kalau dia bersikap gak baik sama aku.. Tapi,mata nya itu bener bener nunjukin ketulusan .. ah sudahlah,, terserah dia mau ngapain juga,mending aku minum teh aja.
Ku minum sedikit teh itu perlahan, ahh .. hangat nya, akhirnya aku merasa kan air hangat setelah menguyur tubuh ku dengan air dingin tadi.
Sembari menunggu Faris,aku pun merapikan rambut ku juga kerudung ku,menata nya Serapi mungkin,aku juga sedikit merias wajahku dengan bedak dan lipstik yang selalu ku bawa di tas, menggunakan pelembab juga sedikit Parfum di pakaian ku.Tak lupa aku juga merapikan sejadah dan mukena yang nampak nya sudah Faris siapkan tadi.
Aku akhirnya keluar kamar dan memutuskan duduk di sofa ,aku duduk sembari memainkan ponsel ku, menghubungi seseorang ,untuk mengurus perawatan kakek Faris.
Ku lihat Faris sedang membawa bakul Nasi dan sepiring telur dari dapur.Aku langsung berdiri dan menawarkan bantuan.
"Sini ibu bantu" tawar ku menyodorkan kedua tangan
"Hehe boleh deh Bu,maaf ya ,ini Bu" dia menyodorkan bakul dan sepiring telur dadar itu.
Aku menata nya di atas karpet seperti kemarin sore.
Tiba tiba Faris membawa sebuah cobek yang ternyata berisi sambal,dia menaruh nya disamping piring berisi telur dadar.Lalu Faris berdiri lagi dan kembali membawa dua piring dan sendok.
Dia lalu duduk dihadapan ku
"Ayo Bu sarapan dulu" Dia lalu menyendokkan nasi diatas piring beserta telur dadar.
Dia memberikan piring itu padaku.
"Ini bu,cuma ada telur Bu,saya belum belanja hehe .. habis uang nya lagi mepet" dia kembali cengengesan.
Aku mengambil piring itu.
"Ya gak apa-apa makasih ya" jawab ku tersenyum pada nya.
Aku melihat Faris pun mengambil alas makan untuk nya dan sungguh diluar dugaan ku, Faris ,dia mengambil satu sendok penuh sambal yang merah itu.
"Faris kamu mau makan sambal sebanyak itu pagi pagi?" Tanya ku heran karena tak percaya.
"Ya Bu" jawabnya polos lalu mulai menyuapkan nasi ke mulutnya.
"Tunggu !! kamu yakin,nanti kamu sakit perut diare lagi!!?" Cegah ku tiba tiba karena sungguh khawatir dengan tingkah konyol muridku ini.
"Ibu tenang aja udah biasa kok,ini penambah selera makan loh Bu" Faris menjawab dengan tenang ,mencoelkan nasi disambel itu lalu memakan nya.
"Kamu dibilangin bandel deh, nanti kalau sakit perut gimana?" Aku masih belum memakan nasi dipiringku, masih mencoba menghentikan Faris.
"Ibu tenang aja,udah ampir satu Minggu .. mungkin ya .. aku kaya gini tapi, Alhamdulillah gak apa-apa" Faris sedikit berpikir, masih ngeyel dan tak mau mengerti maksud ku.
"Ya kan, gak secepatnya itu juga reaksinya, mendingan kamu jangan banyak banyak makan sambel" Akhirnya aku mengutarakan maksud ku untuk menasehati Faris.
"Udah Bu tenang aja,mending ibu makan sekarang,ibu gak usah khawatir aku bakal baik baik aja kok" jelas Faris dengan tenang mencoba meyakinkan ku.
__ADS_1
"Ya udah terserah kamu,ibu udah kasih tau kok,kamu dibilangin bandel banget sih" jawab ku sedikit menggerutu karena tak yakin dengan ucapan Faris,ya .. tentu saja aku tak yakin,sambel itu pasti bakal bener bener berefek, Tapi, sudahlah semoga tidak apa-apa.
Faris yang mendengar gerutuan ku malah cengengesan gak jelas seakan dia tak bersalah dengan tingkah nya itu .. Huuu dasar ABG ..