Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Membuat Kenangan)


__ADS_3

Faris membuka pintu,masuk ke dalam rumah nya,ia melihat istrinya sedang memasak di dapur.


Faris merasa khawatir,karena tadi Tanika terlihat kesakitan.Ia mendekati Tanika, buru buru mengambil pisau yang dipegang Tanika.


"ibu kenapa masak?" Tanya Faris, perlahan mengambil pisau dari tangan Tanika.


"eeh ..kok di ambil ris?" Tanika nampak heran dengan tingkah suaminya itu.


"udah ibu duduk aja,biar saya yang masak,ibu lagi sakit kan?" Faris menggeser tubuh Tanika, menggantikanya untuk memotong sayuran itu.


Tanika yang melihat tingkah konyol Faris, sedikit terkekeh.


"kamu lebay deh,saya gak apa apa kok" Tanika berjalan ke arah meja makan,ia lalu mengelapi meja itu,Faris yang melihat itu kaget,ia lalu menaruh pisau dan mendekati Tanika.


Faris mengambil lap ditangan Bu Tanika.


"Ibu,ibu lagi sakit ,ibu jangan bandel deh,biar saya yang kerjain semua nya,ibu duduk aja okey" jelas Faris dengan senyum manisnya


Faris tiba tiba menarik kursi disamping Tanika,menyuruhnya untuk duduk.Tanika pun menurut saja.


Tanika lalu mengambil apel didepan nya,ia juga mengambil pisau.


Namun, tiba-tiba Faris menghentikan


Tanika.


"ibu mau makan apel? sini biar saya yang kupas?" Faris mengambil apel dari tangan Tanika.


"aneh kenapa sama si Faris ini,aku kan baik baik aja" batin Tanika, menatap Faris,merasa heran,Tanika lalu memberikan pisau ditangannya kepada Faris.


Faris menarik kursi,ia duduk lalu mengupas apel itu.


"Ris .. perceraian kita bakal dilakukan setelah pengumuman pemenang lomba, kamu hanya tinggal talak saya aja, soalnya saya belum daftar kan pernikahan kita" jelas Tanika.


Faris sedikit mengeryitkan dahi.


"Bu,ibu yakin masih mau cerai, setelah apa yang kita lakuin semalem?" Tanya Faris memastikan.


Tanika tak menjawab,ia sedikit ragu,ia menghela nafas nya,tapi tiba-tiba Tanika teringat kertas pemberian kakek Faris.


"saya yakin,tapi saya khawatir sama kamu,kamu akan tinggal dimana setelah hubungan kita berakhir?" Tanya Tanika melirik Faris yang nampak berhenti mengupas apelnya,wajahnya terlihat kecewa juga sedih,Faris tak mengatakan apa apa,ia lalu melanjutkan mengupas apelnya.


"saya bisa tinggal dirumah saya, ibu gak usah khawatir, terima kasih ibu masih mau membiayai pengobatan kakek saya" Faris masih fokus dengan apelnya, sambil berusaha menyunggingkan senyum dibibir nya.

__ADS_1


Tanika yang melihat itu,merasa dirinya begitu kejam,tapi apa yang harus dia lakukan? apa benar Faris tak ingin berpisah dengan nya? Tanika tiba tiba merangkul Faris dengan lembut.


"Hei ..kamu jangan sedih gitu,Kitakan udah lewatin malam berdua tadi" Faris tersenyum mendengar penuturan Tanika.


"gimana kalau di hari hari terakhir,kita bikin suasana yang bisa kita kenang,saya janji deh bakal bikin kamu bahagia dihari hari terakhir kita dipernikahan ini" jelas Tanika masih dengan senyum manisnya.


"janji?" Faris memastikan ucapan Tanika tadi.


"janji" Tanika meyakinkan Faris.


Faris lalu memberikan apel yang selesai ia potong.


"ini apel nya,ya udah tapi janji ya ibu bakal bikin aku bahagia?" Tanya Faris lagi ingin memastikan.


Tanika mengambil apel itu.


"iya" ia memasukkan nya ke mulut.


Faris mendorong kursi nya ,lalu berdiri.


"ya ucap saya percaya"


Cup ..Faris mencium pipi Tanika,lalu pergi ke dapur.


Kemarin saat perlombaan,kebetulan dilaksanakan pada hari Sabtu,maka dari itu, hari ini adalah hari libur.


Seusai sarapan,Faris dan Tanika duduk sembari menonton televisi, dikamar Tanika.


Faris benar benar manja,dia terus menempel pada Tanika,ia kini sedang berbaring disofa,dengan kepala nya berada dipaha Tanika, mereka juga menikmati cemilan yang Tanika pegang.


"Bu .. ibu suka acara fashion kaya gitu?" Tanya Faris menatap Tanika yang sedang fokus menonton.


"iya suka , soalnya itu informasi penting buat saya" Tanika memakan camilan ditangannya, setelah menjawab pertanyaan Faris.


"oh gitu ya.." Faris terus memainkan rambut Tanika yang terurai kedepan,ya tentu saja, rambut Tanika memang panjang dan lurus.


Tanika menyuapkan cemilan ke mulut Faris,Faris memakan nya dengan senang hati.Dari tadi,Faris memang disuapi oleh Tanika.Tanika benar benar mencoba memanjakan Faris dengan baik, bahkan tak menolak ketika Faris meminta ciuman dibibir nya.


"kalau kamu suka apa ris? saya baru inget,saya belum tanya itu sama kamu" Tanya Tanika penasaran.


"Gelembung" Jawab Faris masih memainkan rambut Tanika, mencoba membuat nya menjadi ikal,tapi Faris tak berhasil.


"hah? gelembung? kaya Spongebob aja" Tanika menggeryitkan dahinya.

__ADS_1


"iya,gak tahu kenapa,tapi suka aja,dulu waktu kecil, mama sering ajak saya main gelembung" jelas Faris,lalu duduk disamping Tanika.


"oh gitu,ya udah,selesai acara ini kita main gelembung gimana?" Tanya Tanika dengan senyum manisnya.


"boleh" Faris tersenyum, lalu menyenderkan kepalanya dibahu Tanika.


"mau lagi ..?" Tanika menyodorkan keripik ke mulut Faris.


"Aa.." Faris membuka mulut nya,Tanika pun menyuapkan keripik itu kemulut Faris.


Sekitar pukul 15.30 sore,Faris dan Tanika membuat gelembung dari sabun, mereka meniup gelembung dihalaman belakang rumah.


Faris dan Tanika terlihat begitu bahagia,bahkan mereka bagai kembali jadi anak kecil,sifat remaja Tanika muncul kembali, mungkin karena berada dekat dengan Faris.


Faris sesekali menertawakan Tanika yang sabun nya hanya mengeluarkan sedikit gelembung.


"hihi .. ibu lucu deh,punya ibu kaya nya terlalu sedikit sabunnya,coba sini deh" Faris merangkul Tanika dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya nya memegang sedotan yang dibuat untuk meniup gelembung,ia mendekatkan sedotan itu dekat mulut Tanika.


"coba ibu tiup punya saya" Faris meminta Tanika meniup milik nya.


Tanika meniup cairan sabun yang menempel disedotan yang dibuat melingkar itu.


"wahhh .. iya,punya kamu kok bisa banyak gitu sih?" Tania heran, pasalnya cairan sabun miliknya hanya mengeluarkan sedikit gelembung.


"ini karena sabun yang aku pake banyak Bu"


Faris kembali meniup gelembung miliknya.


Mereka asik bermain sampai sore, sekitar tiga puluh menit kemudian, mereka duduk bersantai di teras belakang rumah.


"seru juga yah" ucap Tanika .


"iya serukan Bu" Faris kembali menyenderkan kepalanya dibahu Tanika sembari melirik wajah Tanika.


"he'em,oh iya kalau kamu nanti juara lomba,kita rayain yu .. ibu punya kejutan spesial buat kamu" pinta Tanika tiba tiba


"Kejutan??" Faris penasaran,ia meluruskan duduknya menatap Tanika yang duduk disampingnya.


"iya kejutan" jawab Tanika sembari tersenyum menatap Faris.


"kalau gitu,aku juga punya kejutan buat ibu" jelas Faris.


"kejutan apa?" tanya Tanika heran, seakan Faris ikut ikutan membuat kejutan.

__ADS_1


Faris tiba tiba menarik wajah Tanika dan mencium bibir nya, Tanika merasa terkejut,tapi akhirnya,ia melingkarkan kedua tangannya dileher Faris dan menikmati ciuman itu.


__ADS_2