
POV : Tanika
"pagi sayang."
Cup ,aku mencium pipi Faris,ia sedang sedikit membungkuk, membuat ku dengan mudah mencium pipinya.
Faris sedang memasak nasi goreng pagi ini,dia sedang menatanya dipiring.
"pagi juga sayang,udah beres mandi nya?" Tanya Faris,ia masih fokus dengan pekerjaan menata nasi goreng dipiring.
"udah,makanya aku turun,ada yang mau dibantuin gak?" Tanya ku serius,sembari memegang lengan Faris.
"ada." jawabnya,menyimpan wajan diatas kompor.
"apa?" Tanyaku, semangat,karena aku memang ingin sekali membantu nya.Faris dia selalu mengantikan aku memasak dipagi hari kalau dia bangun duluan dan biasanya, sepulang dari masjid Faris langsung memasak di dapur,lalu aku ? aku biasanya sedang mandi jika Faris sudah bangun duluan.
"bantu semangatin aku." jawab Faris menatap ku.
"okey kalau gitu,aku doain aja." jawabku malas,karena itu seperti nya tidak akan membantu dia memasak di dapur.
"eh gak gitu,cara kamu semangatin aku,kamu cium aku lagi,nanti aku semangat lagi." jelas Faris, tersenyum manis padaku.
Duh,Faris .. senyum nya itu,dari awal kita menikah aku tak pernah tak bisa terpesona dengan senyum itu, senyum itu juga membuat ku tak pernah bisa menolak apa yang dia minta.
Cup,
aku akhirnya, menuruti keinginan Faris,aku kembali mencium pipinya.
Cup,
Faris balas mencium pipiku, dengan cepat ,membuat ku sedikit terbelalak kaget.
"makasih sayang,aku jadi semangat lagi.Ya udah,kalau gitu,kamu tunggu di meja makan,nanti Chef Faris antar makanan nya,okey?" Jelas Faris, memegang kedua bahuku.
Akupun tersenyum, mendapatkan perlakuan manis itu, mungkin memang tidak sering Faris memasak dipagi hari,hanya sekitar dua atau tiga kali dalam seminggu,tapi selalu ada saja perlakuan manis Faris di pagi hari.
"okey,aku tunggu Chef." Jawabku,lalu melenggang berjalan menuju meja makan.
°°°
Disela sarapan pagi aku teringat sesuatu,aku ingat tadi malam mama minta aku sama Faris nginep malam ini.
"Ris.." Panggil ku,melirik Faris yang berada disampingku.
"iya apa sayang?" Tanya Faris,menoleh ke arahku.
"kemarin malam,ibu kirim message sama aku,dia minta kita nginep dirumah ibu malam ini,kamu mau kan?" Tanyaku lembut,takut Faris tak bisa melakukan nya,tentu saja itu karena Faris harus kerja malam ini.
"emang ada apa?" Tanya Faris, membuat ku menebak nebak akan penolakan Faris nantinya.
"ibu bilang dia mau ngasih kejutan buat aku." jawab ku jujur,tapi tetap saja aku masih merasa takut Faris akan menolak.
"oh gitu,ya udah, kenapa gak? nanti pulang sekolah,kita siapin barang buat nginep dirumah ibu." jelas Faris,tulus tersenyum padaku, sebelum berikutnya,dia kembali memasukan sesuap nasi goreng disendoknya.
"kamu serius? Tapikan,kamu kerja malam ini?" Tanyaku,menyakinkan diri, Faris tak menolak permintaan mama ini.
"gak apa-apa, tenang aja aku bakal izin sama Rama,dia pasti ngerti kok." Jelas Faris, menatap ku serius.
Akupun tersenyum ,lalu melanjutkan sarapan ku.
°°°
Pulang sekolah,entah ada apa,tapi siang ini Ilham memanggil ku ke ruangan nya,apa dia ingin menjadi kan ku guru di pelajaran tambahan, padahal kan aku sudah bilang tak bisa, apalagi hari ini aku mau berkemas, untuk nginep dirumah mama.
Aku mencoba berpikir positif saja.Ku bawa dokumen juga salinan yang Ilham minta tempo hari.Jujur, kemarin malam aku lupa memberikan nya, padahal tujuan aku menemui dia kemarin adalah itu, memberikan dokumen dan salinan soal olimpiade sains,tapi akhirnya, kemarin malah berbincang bincang, sampai lupa dengan tujuan ku.
Ceklek,
Ku buka pintu ruangan bertuliskan Kepala Sekolah itu.
"Assalamualaikum." Ucap ku,masuk perlahan ke ruangan itu.
"waalaikumsalam." terdengar jawaban salam,dari seseorang yang familiar bagiku. "masuk!!" pintanya,
__ADS_1
Aku mendekati Ilham yang sedang mengetik sesuatu di laptopnya.Ia mendongkang wajahnya, menatap ku.
"Kamu udah selesai ngajar nya?" Tanya Ilham,menatapku dengan serius.
"udah Pak." jawab ku.
"kamu gak usah kaku gitu Tan,ayo duduk!" Pintanya , sedikit terkekeh, mungkin karena mendengar jawaban ku.
Akupun menurut duduk dihadapan nya.
"ada apa kamu manggil aku kesini?" Tanyaku, mulai berbicara seperti biasa padanya.
"dokumen dan salinan nya bawa?" Tanya Ilham,aku menghela nafas kecil.Tuh kan,nanya dokumen sama salinan, untung saja aku membawanya.
Aku berikan dokumen dan salinan itu,Ilham mengambil lalu mengecek ,membuka lembaran demi lembaran kertas didalam map itu.
"bagus, untuk selanjutnya .." Ilham menaruh map biru itu,ia menggantung perkataan nya, membuat ku penasaran.
"ada lagi?" Tanyaku,merasa perkataan Ilham mengandung banyak misteri.
"selanjutnya,aku mau bilang maaf sama terima kasih,aku harap kamu gak nolak buat makan malam bersama ku malam ini,anggap itu sebagai permohonan maaf ,karena perlakuanku sama kamu selama ini." Jelas Ilham,matanya memancarkan penyesalan.Aku tahu perasaan Ilham seperti apa,dia pasti menyesal tak memberi tahu ku perihal kepergian nya ke Luar negeri.
Aku tak tahu harus menolak atau tidak,pasalnya malam ini,aku harus nginep dirumah mama.Tapi juga,aku tak ingin membuat Ilham kecewa.
Sebelum menjawab pertanyaan Ilham,aku sedikit menghela nafas.
"emmm ..aku harus minta izin dulu sama mama,nanti aku kabarin gak apa-apa?" Tanya ku ragu, beralasan, padahal sebenarnya,aku harus meminta izin Faris untuk berpergian.
Aku dapat melihat raut wajah kecewa Ilham,tapi dia mencoba menutupinya , dengan berusaha tersenyum padaku.
"ya udah gak apa-apa,kamu hubungi aku kalau bisa datang,tapi aku harap kamu datang." Jawab Ilham, dengan tatapan yang tak ku mengerti, mungkin dia kecewa atau sangat kecewa.
Aku hanya mampu menjawab dengan senyum dibibir ku, jujur aku merasa bersalah,tapi aku tak bisa pergi tanpa Iin Faris.
°°°
Sampai rumah aku langsung mengemasi baju ku dan Faris kedalam koper.Rumah mama tak terlalu jauh,jadi aku hanya mengemasi sedikit baju saja, untuk menginap satu hari.
Ting ..
[Assalamualaikum,sayang aku gak bisa bantuin kemas baju,aku ada kelas tambahan 😞]
Ku baca pesan dari Faris itu,lalu aku langsung membalasnya.
[ya gak apa-apa sayang,aku tahu kok,kamu belajar aja yang fokus,semua nya biar aku yang beresin.] balasku lalu mengklik tombol send,mengirim pesan itu pada Faris.
Ting .. dengan cepat Faris membalas pesanku.
[makasih sayang😊😍,kamu emang istri the best,pengen cium deh jadinya😚😚😚]
Aku terkekeh membaca balasan dari Faris.
[Gombal 😏!!,udah sana belajar yang fokus 😘😘]
Ting .. Faris kembali membalas pesan ku.
[baik Bu guru 😘😘😘]
Akupun menaruh ponselku diatas kasur, setelah membaca balasan dari Faris,aku masih senyum senyum sendiri,sambil merapikan pakaian itu,Faris .. Faris .. kamu itu emang spesial,aku tahu kenapa kamu dijuluki the Hitz di sekolah.
°°°
Tid .. ku bunyikan klakson ,saat setelah sampai rumah ibu,Pak Aman,satpam dirumah ibu,langsung membuka gerbang,aku pun melajukan mobil, masuk ke halaman rumah dan memarkir kan nya.
Tok tok ..
"Assalamualaikum." ucap ku bersamaan dengan Faris.
Ceklek,
bisa ku lihat ibu membuka kan pintu.
"Waalaikumsalam,sayang ibu." jawab ibu, langsung memeluk ku,akupun balas memeluk nya,kami mencurahkan kerinduan didalam pelukan itu.
__ADS_1
Setelah pelukan aku dan ibu,ibu menyapa Faris dengan ramah,Faris tak kalah ramah,dia juga mencium tangan ibu,sebagai tanda penghormatan.
Ibupun menyuruh aku dan Faris masuk,ibu terlihat begitu bahagia menyambut kami dirumahnya,
Bahkan ibu mengajak kami makan malam bersama.
Malam ini,aku tidak melihat ayah,karena penasaran aku pun bertanya pada mama.
"Bu,ayah kemana?" Tanyaku penasaran.
Ibu yang sedang menikmati teh nya, menyimpan cangkir ditangannya, setelah sebelumnya dia menyeruput teh itu.Ya,kami saat ini sedang duduk santai diruang keluarga,setelah tadi kita makan malam bersama.
Ibu membuat teh dan kue untuk aku dan Faris,kamipun menikmati teh dan kue itu bersama diruang keluarga.
"oh Ayah,ayah lagi ada meeting sama bos nya." jawab mama.
"oh gitu," merasa kepenasaran ku hilang, akupun tak kembali bertanya,aku malah memakan kue yang ku ambil dari dalam toples.
"eh iya bu,ibu bilang kan mau ngasih aku hadiah,hadiah apa?" Tanya ku kemudian, mengingat ibu yang akan memberi ku hadiah.
"oh iya hadiah,ibu lupa,hadiah nya honeymoon buat kalian berdua."
Uhuk uhuk ..tiba tiba Faris yang sedari tadi diam terbatuk batuk,entah kenapa,mungkin tersedak.Akupun mengambil segelas air putih dan memberikannya pada Faris.
"kamu kenapa?" Tanya ku khawatir, menyodorkan segelas air,juga tak lupa menengelus pelan punggung Faris.
Faris mengambil air digelas itu,lalu meminumnya.
Uhuk .. masih ku dengar Faris terbatuk,tapi seperti nya dia mulai membaik,namun tetap saja aku merasa khawatir padanya.
"kamu gak apa-apa?" Tanyaku menatapnya.
Faris menggelengkan kepalanya.
"gak aku gak apa-apa kok,cuma keselek.. uhuk." jawab Faris.
"kamu yakin?" Tanyaku memastikan, karena Faris masih saja batuk.
Faris kembali minum.
"iya,aku gak apa-apa." Jawab Faris.
"eheumm.." Aku yang mendengar deheman ibu segera menoleh ke arahnya.
"kamu sampai keselek gitu ris,gak usah kaget, ini hadiah supaya kalian punya waktu berdua,lagi pula setahu ibu Faris kerja kan? terus ada pelajaran tambahan disekolah,pasti waktu kebersamaan kalian sedikit, kalian harus punya waktu berkualitas berdua,mama akan kasih kalian tiket hotel di pantai Teluk Penyu atau kalian mau ke Bali?" jelas ibu, dengan tawaran diakhir penjelasan nya.
"gak usah ke Bali Bu jauh, di Cilacap aja, gak usah keluar pulau." jawab Faris,begitu mendengar pertanyaan mama.
Tak ku sangka ibu malah terkekeh,
"tu kan Faris kayanya udah gak sabar tuh,minta honeymoon nya ditempat deket aja katanya." Jelas ibu, membuat ku melirik Faris,yang menunduk, mungkin karena malu ,aku dapat melihat wajah memerah nya itu.
Aku kembali menatap ibu.
"makasih loh Bu buat hadiahnya, maksud Faris mungkin Faris gak mau ngerepotin ibu,Bali kan emang jauh dan pasti butuh biaya yang lebih mahal." jelas ku,membela Faris, aku sedikit melirik nya,nampak Faris mulai mengangkatnya kepalanya.
"ya udah gak apa-apa." Ibu lalu berdiri. "kalau gitu,kalian tentuin waktu keberangkatan kalian,nanti ibu urus semuanya.Ibu tidur dulu,ibu gak mau menganggu kalian berdua." Jelas ibu,lalu segera berjalan menaiki tangga.
Aku tersenyum membalas penjelasan ibu, sebelum dia pergi beranjak, tentunya.
Aku melirik Faris, menyenggol lengan nya dengan siku.
"kamu kenapa?" Tanya ku heran,Faris bisa begitu malu dengan mama, padahal dirumah dia begitu manja padaku.
"malulah sama ibu." jawab Faris melirik ku.
"uhh .. malu,dirumah gak pernah malu tuh." jawab ku,menggoda Faris ,ingin lihat bagaimana pipi putihnya itu kembali merona.
"kamu nantang aku?" Tanya Faris menatap ku. ""ya udah, ayo ke kamar!!" Faris langsung berdiri dan menarik tanganku.
Aku yang tak menyangka akan perlakuan nya, aku jadi gelagapan,mengira Faris akan malu lagi,tapi ternyata salah,sifat mesum nya malah kembali lagi.
"Ee..ehhh .. " Faris tak menghiraukan Keterkejutan ku,dia terus menarik ku menuju kamar,akupun terpaksa mengekor dibelakang nya dengan pasrah.
__ADS_1