
"Faris .."
Tanika menatap bingung Faris,Faris tak menghiraukan itu,dia malah membuka pintu mobil untuk Tanika keluar, dengan terpaksa Tanikapun keluar mobil.
Tanika merasa suasana hotel begitu dingin,karena dekat sekali dengan pinggiran pantai,ia mengusap ngusapnya dua bahunya,,angin yang berhembus mampu menusuk bagian bahu Tanika yang memang terbuka,Faris yang menyadari Tanika kedinginan,ia segera membuka jas nya dan memakai kan jas itu agar menutupi bahu Tanika.
"Kamu pasti dingin,ayo sekarang kita masuk!!" Faris merangkul bahu Tanika, mengajak nya untuk masuk hotel.
Jujur,Tanika tak bisa mengatakan apa apa,sikap manis Faris memang masih sama,bahkan sampai masukpun Tanika masih menatap takjub pria disamping nya itu.
Faris memesan satu kamar hotel disana, entahlah ..Tanika tak protes,ia sibuk mengagumi betapa baiknya sikap Faris,meski dia sudah tak bertemu selama lima tahun lamanya.
Ceklek ,,
Tanika tersadar saat Faris membuka pintu kamar.
"Ayo masuk!?" Pinta Faris, menatap Tanika.
Tanika membetulkan jas Faris dibahunya,ia menatap Faris,baru menyadari kenapa Faris memesan satu kamar.
"Ris kenapa pesan satu kamar?" Tanya Tanika,mulai sadar dan merasa heran.
Faris menaikan satu sudut bibirnya.
"Aku kangen sama kamu,ayo masuk!!" Faris menarik pergelangan tangan Tanika.
Tanika membulatkan bola matanya,ia melotot tak percaya, maksud Faris apa?? Apa jangan jangan dia ...
"Tan .." Panggil Faris, menyadari Tanika yang kaget.
Tanika seketika menghempaskan tangan yang dipegang Faris.
"Kamu mau apa?" Tanika menutupi dadanya,ia mengira Faris akan berbuat tak senonoh padanya.
Faris menghela nafas, kemudian menutup pintu dan menguncinya.
Tanika masih mengeryitkan dahi,tak mengerti,ia juga takut Faris melakukan sesuatu yang tak seharusnya padanya.
"Udah .. sekarang kamu duduk dulu!" Pinta Faris, mendorong Tanika duduk dikasur.
Tanika mengikuti saja,karena dorongan dari Faris,bisa dikategorikan cukup kuat,tak lupa ia masih menutupi dadanya,ia benar benar takut Faris melakukan hal aneh padanya,meski Tanika mencintai nya,tapi Tidak!! Seharusnya itu tak terjadi sekarang.
Faris perlahan membuka jas yang bertengger dikedua bahu Tanika.
__ADS_1
"Udah kamu tenang," Faris berhasil menurunkan jas itu,Tanika merasakan keringat dingin di sekujur tubuhnya,ia menelan ludah berulang kali,menatap pria tampan yang kini berada tepat dihadapan nya.
Aroma parfum nyapun begitu menyeruak dihidung Tanika,ia menarik turunkan nafasnya, menenangkan diri,agar jantung yang terasa ingin copot itu,bisa berdetak dengan normal.Tanika menyempatkan diri untuk menutup mata.
"Kamu kenapa?"
Pertanyaan Faris menyadarkan Tanika dari lamunan negatif nya, terlihat Faris sudah menarik kursi dan duduk dihadapan Tanika.
Tanika membulat kan mata,ia menatap Faris,belum sempat ia menjawab pertanyaan Faris,
"Kamu kenapa?" Faris kembali mengulang pertanyaan nya.
Tanika menghela nafas.
"Aku kira .." Tanika menunduk,ia malu mengatakan isi pikiran nya.
Faris tersenyum,
"Kamu kira aku mau macem macem gitu?"
Tanika seketika mengangkat wajah, menatap Faris.
Faris kembali tersenyum, mengelus lembut rambut Tanika yang tergerai,ia menyelipkan rambut itu dibelakang daun telinga nya.
"Kalau kamu percaya sama aku, sekarang juga katakan semua nya sama aku!! semua yang gak aku tahu selama aku pergi jauh dari kamu." Jelas Faris,menatap lekat dua bola mata Tanika.
Wanita itu sudah tak bisa menahan diri lagi,entah kenapa rasanya kata yang ia tunggu itu, kembali hadir menyapa pendengarannya, sungguh ia sudah menunggu sosok yang bisa menyelamatkan dari kejam perlakuan Galang dan deritanya nya selama ini.Tanika pernah berpikir tak kan pernah bertemu Faris lagi,tapi sungguh diluar dugaan, nyatanya Allah begitu sayang padanya dan mengembalikan cinta yang pernah hilang dihidupnya.
Tanika dengan mata yang sudah meluncur kan bulir bening,ia memeluk mantan suaminya itu,menagis tersedu-sedu dalam pelukan nya.
Faris tak mengerti,begitu terluka kah Wanita ini? ia belum membalas pelukan Tanika, rasanya begitu kaku, tangan nya seakan membeku,ia seakan mematung saat dipeluk sosok yang paling ia rindukan itu.
"Faris .. aku kangen kamu hiks hiks .. aku cinta kamu Ris .. jangan tinggalin aku lagi ris .." pinta Tanika, memeluk erat Faris.
Faris balas membalas pelukan itu,ia menaruh pipinya diatas pucuk rambut Tanika,pria itu merasakan sakit juga bahagia saat bisa kembali mendengar pernyataan cinta dari Tanika,Faris mendorong Tanika perlahan,ia menghapus air mata Tanika dengan lembut menggunakan dua ibu jarinya.
"Shtt .. kamu jangan nangis okey." Pinta Faris, disela menghapus air mata Tanika. "Kamu tahu? Hal yang paling sulit aku lakuin selama lima tahun ini adalah ngelupain kamu,aku gak bisa karena aku masih cinta sama kamu,aku akan bantu kamu, kamu cerita kan semuanya sama aku."
Tanika kembali memeluk Faris, Faris pun menenangkan Tanika,ia balas memeluk wanita itu dengan lembut.
Setelah Tanika tenang,ia pun menceritakan semua pada Faris,meski memang tak semua nya,karena Tanika ragu untuk kembali pada Faris,bukan karena tak mencintai nya,tapi ia hanya merasa tak pantas.
"Ris, setelah kita cerai,ayah dipecat, setelah nya aku terpaksa menikah dengan seseorang yang kejam,aku disiksa sama dia,dia ingin balas dendam atas kematian adiknya,Galang itu adalah Kaka Ilham ris,dia gak terima adiknya meninggal,makanya dia balas dendam sama aku .. bahkan .." Tanika menggantung kalimatnya,terlalu menyedihkan rasanya,jika harus mengakui dirinya dijual dan menjadi ******* disalah satu Club malam.
__ADS_1
Faris yang sedari tadi menyimak,kini memberanikan diri untuk bertanya.
"Bahkan apa?"
"Aku malu ris,aku bukan wanita baik ris,tubuh aku ini pernah dijamah pria hidung belang,aku pernah dijual ris .."
Tanika menjatuhkan air mata,ia sudah tak sanggup menahan sesak yang ia tahan sedari tadi.
Faris terbelalak tak percaya,
"Apa?"
"Iya ris .. hiks hiks ..aku bukan wanita baik." Tanika menggeleng kepala,ia masih menitihkan air mata. "Aku kotor Ris,aku wanita hina ..hiks hiks .." Tanika menundukan kepalanya,ia meremas kedua bahunya,menahan sakit yang begitu dalam.
Faris dengan segera memeluk Tanika,rasa iba juga merasa bersalah bercampur dihatinya,Faris merasa begitu lemah,kenapa dia dulu meninggalkan Tanika,jika dia tahu semua akan seburuk ini,ia tak akan mau meninggalkan Wanita yang ia cintai itu.
"Hiks hiks ..hiks .." Tanika menagis dalam pelukan Faris.
Faris memeluk lembut, membuat Tanika senyaman mungkin.
"Aku janji, luka itu gak akan terjadi lagi,aku akan ada buat kamu disini."
Tanika tiba tiba ingat dengan gadis kecilnya,ia melepaskan pelukan Faris, membuat Faris terheran heran ada apa dengan nya?
"Ris .. Rista,aku ninggalin dia dirumah sakit ,aku takut ris,Galang orang yang nekad,dia bisa lakuin apa aja sama Rista ..aku mohon Ris!!" Tanika menggenggam erat kedua tangan Faris. "Bantu aku selamatin Rista dari Galang.." Tanika menatap penuh harap,air mata tak henti menuruni pipinya.
Faris sedikit bingung apa yang harus ia lakukan,dia menyadari satu hal,Tanika tak sendiri ia memiliki seorang anak sekarang,itu artinya Faris harus pula menolong anak Tanika,Faris meyakinkan diri,bahwa dia bisa membantu Tanika,ia mengenggam erat bahu Tanika.
"Kamu tenang,aku pasti bantu nyelamatin anak kamu,dia akan baik baik aja,aku janji Tan." Jelas Faris,menatap serius. "Kalau gitu,aku minta pinjem ponsel kami sekarang!"
Tanika memberikan ponsel miliknya ke tangan Faris.
"Kamu tunggu disini!! Biar aku yang urus semuanya." Faris berdiri,
"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Tanika,menatap Faris.
Faris tersenyum,
"Banyak yang aku belum tahu,aku akan cari tahu dan cari cara juga untuk nyelamatin kamu,kamu tenang! Aku janji akan lindungi kamu juga Rista." Jelas Faris,menyentuh bahu Tanika,
Setelah nya Farispun keluar dari kamar,Tanika hanya bisa tertegun,ia bingung mendeskripsikan perasaan nya.
Ada bahagia juga sedih disana,ia bahagia bisa bertemu Faris dan kenyataan Faris masih mencintainya itu juga hal yang membuat Tanika semakin bahagia.Tapi, ketidakmampuan Tanika menyatakan Rista adalah anak Faris juga menjadi suatu hal yang menyedihkan baginya,Tanika merasa ia tak pantas berharap Faris menjadi miliknya lagi,ia merasa dirinya wanita kotor sekarang,biarlah Faris berpikir Rista adalah anak Galang,itu akan menepis sedikit keinginan Faris untuk kembali bersama nya.
__ADS_1