Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Pertemuan Setelah Lima Tahun


__ADS_3

Lima Tahun Yang Lalu,semua kenangan juga tragedi dan kejadian itu sudah berlalu selama lima tahun lamanya.


Kini,Tanika yang sedari tadi hanya terdiam, setelah menjawab pertanyaan Faris,perihal ayah Rista, wanita itu melamun mengingat kejadian buruk dihidup nya,selama lima tahun terakhir ini,sejak dia berpisah dengan pria yang sangat ia cintai.Rasa itu tak berubah.Ya,rasa cinta yang sama,sejak lima tahun yang lalu.


Faris yang merasa Tanika hanya diam,ia merasa khawatir,Faris menghentikan makannya,ia mengelap mulut dengan tisu,lalu meminum es teh.


Ia menatap Tanika.


"Bu .." panggil Faris, memperhatikan wajah Tanika.


Wanita itu,masih terlihat cantik,meski sudah menginjak kepala tiga,bahkan rambut yang kini ia perlihatkan, rambut sepunggung itu terlihat begitu indah,Faris sesaat kembali terpesona dengan wanita dihadapan nya itu.


Faris yang malah seperti memandangi Tanika tanpa kedip, membuat Tanika sedikit mengeryitkan dahi,lalu melambaikan tangan tepat dihadapan Faris.


"Hey Ris .."


Faris tersentak seketika,ia memalingkan wajah,karena malu kepergok memandangi Tanika.


"Eh .. iya Bu .. " Faris salah tingkah,dia mencoba menenangkan diri dengan sedikit berdehem.


"Eheumm .. hemmm.."


"Kamu kenapa Ris?" Tanya Tanika, melihat tingkah Faris yang terlihat aneh.


Faris menautkan alisnya,


"Ibu yang kenapa? Dari tadi kok ngelamun?" Faris dengan pintar mengalihkan pembicaraan,ia mencoba menetralisir rasa malu, dengan kembali menyeruput teh nya.


Tanika tersenyum, rasanya Tanika bukan orang bodoh yang tak bisa mengartikan tingkah Faris sebagai seorang yang salah tingkah.


"Kita hidup bersama berapa lama sih Ris? Kamu jangan pura pura,aku tahu sikap kamu." Jelas Tanika,menatap Faris serius.


"Maksud ibu apa,selama lima tahun banyak yang berubah loh." Tegas Faris.


"Ya,aku ngerti kok,tapi tolong jangan formal seperti itu,panggil aku Tanika seperti biasa." Jelas Tanika,agar Faris tak kembali salah tingkah.


"Tapi .." Faris merasa tak enak,ia hendak menolak tapi, dengan cepat Tanika memotong ucapan Faris.


"Udahlah ris,kita udah kenal lama,kamu gak lupakan status aku dikehidupan kamu sebelum ini?" Tanya Tanika,seakan mengingat kan kembali,status mereka sebagai sepasang mantan suami istri.


Faris sedikit menghela nafas.


"Ya aku tahu Tan," akhirnya Faris menyerah dan mengikuti keinginan Tanika,tak ada yang salah juga dari apa yang Tanika bilang.


Tanika tersenyum.


"Aku baru ingat ris,aku harus menghubungi seseorang." Tanika berdiri.


"Kamu mau kemana?" Faris mengeryitkan dahi tak mengerti.


"Aku mau nelpon Laras." Jawab Tanika,hendak melangkah kan kaki,ia juga mengambil ponsel dari tas nya.


Faris sedikit bingung,ia berpikir apa maksud Tanika? Laras? Laras siapa?


Faris menarik tangan Tanika,yang sedang menempelkan ponsel ditelinganya.


"Tunggu!!" Cegah Faris,yang sudah berdiri sekarang.


Tanika menurunkan ponselnya,ia menatap heran tangan Faris yang memegang pergelangan tangannya.


Faris yang menyadari keterkejutan Tanika,ia melepaskan segera tangan Tanika.


"Mm maaf .. tapi,aku cuma penasaran,Laras siapa maksud kamu?" Tanya Faris penasaran.


"Laras yang udah nyelamatin aku,dia orang yang sama yang kita selamatin lima tahun yang lalu." Jelas Tanika.


Faris semakin tak mengerti, rasanya begitu banyak yang tidak ia tahu selama di luar negeri,juga lima tahun terakhir ini.


"Maksudnya nyelamatin kamu?"


Belum sempat Tanika menjawab pertanyaan Faris, seseorang mencengkram erat pergelangan Tanika.

__ADS_1


"Tanika!!" Panggil orang itu dengan geram,tak peduli Faris yang berada disampingnya.


Tanika terbelalak,ia sangat kaget saat melihat orang yang memegang pergelangan tangannya itu.Betapa tidak,orang itu sudah berhasil ia hindari selama dua bulan terakhir dan dia sudah bisa tenang dirumah Laras,tapi kini pria itu datang lagi.Tanika benar benar ingat pria itu adalah orang yang menjualnya ke salah satu Club malam di Bandung,Jika saja bukan karena Rama dan Laras, mungkin saja dia masih berada ditempat terlaknat itu.


"Mas Galang??" Mata Tanika membulat sempurna, pergelangan tangannya kini dicengkeram lebih kuat.


"Lepas mas!!" Tanika mencoba meronta,tapi tangan Galang begitu kuat mencengkram tangannya.


Faris yang memang berada diantara mereka,begitu marah melihat orang yang dia cintai disakiti seperti itu.


"Dia bilang Lepas!!" Bentak Faris,tepat disamping Galang.


Galang menoleh ke arah Faris,kini cengkraman itupun dihempaskan,Galang menatap tajam Faris,ia sedikit memicingkan mata.


"Maaf Pak Juanda Alfarisi..tapi dia adalah istri saya,saya berhak melakukan apapun padanya." Tegas Galang,menatap serius.


Tanika yang tak terima,ia langsung menampar Galang,yang begitu lancang mengatakan itu setelah banyak menyakiti nya.


Plakkk ..


Nafas Tanika terdengar memburu,Faris pun tak percaya melihat pemandangan itu,Tanika yang dulu begitu lembut dimatanya,kini berani menampar seorang pria.Galang benar benar tak menerima perlakuan itu,ia menatap tajam Tanika.sembari menyentuh pipinya yang sedikit perih,karena perlakuan itu.


"Kamu bilang apa mas? Istri?? Kamu gila!! Aku bukan istri kamu,apa kamu lupa beberapa bulan yang lalu,kamu udah talak aku,gak pantas kamu mengakui aku sebagai istri ingat itu mas!!" Jelas Tanika panjang lebar, dengan amarah yang menggebu.


Plakkk ..


tanpa peduli Faris disamping nya,Galang menampar mangan istrinya itu.


"Tanika!!" Faris benar benar kaget,ia menopang tubuh Tanika yang akan jatuh,Faris melepaskan nya perlahan.


Ia mencengkram kemeja Galang,


"Lo!! Kalau Lo berani sakitin Tanika,Lo harus berhadapan sama gue!!"


Bughhh ..


Setelah mengatakan itu,Faris meninju wajah Galang sekuat tenaga,hingga ia tersungkur di lantai putih Kantin itu,semua orang disana menatap takut,atas keributan yang terjadi.


Tanpa menoleh kemanapun Faris menarik pergelangan tangan Tanika dan membawanya pergi dari tempat itu.Ia menarik tangan Tanika,bahkan tanpa persetujuan Tanika sekalipun.


"Apa??" Faris masih terlihat marah,bahkan ia seakan tak terima Tanika yang memberontak, saat ia tarik tangannya.


Tanika menghempaskan tangan yang dipegang Faris.


"Ris lepas!!" Tanika menghentikan langkahnya,diikuti Faris.


Faris menatap Tanika,Tanika terlihat mengusap ngusapnya pergelangan tangan yang memerah karena tarikan tangan Faris.


"Maaf Tan." Lirih Faris, melihat Tanika kesakitan.


Tanika menghela nafas,tanpa mereka sadari mereka sudah berjalan jauh dari kantin rumah sakit itu,bahkan kini mereka ada di luar rumah sakit.


"Gak apa-apa Ris,kita harus masuk Ris,Rista sendirian." Jelas Tanika,masih mengusap pergelangan tangannya.


Tiba tiba ...


"Itu dia!!!! Ayo tangkap dia sekarang!!" Seorang pria yang baru keluar mobil berwarna hitam,menunjuk ke arah Faris dan Tanika.


Tanika yang menyadari itu anak buah Galang, langsung menarik tangan Faris berlari ke arah parkiran.


"Ayo ris kita lari!!" Tegas Tanika,yang sudah menarik tangan Faris.


"Tapi kenapa??" Faris yang diseret pasrah, menyempatkan untuk bertanya.


Tanika begitu panik,dia melirik Faris.


"Mana mobil kamu?" Tanya Tanika cepat,ia masih sesekali melihat ke belakang, orang orang itu masih berlari mengejar nya.


Faris yang mengerti kecemasan Tanika, segera menarik tangan Tanika mencari mobil nya dan mendorong Tanika masuk mobil,ia segera menstarter mobilnya.


Tok tok tok ... Dua pria berbaju hitam itu mengetuk kaca mobil.

__ADS_1


"Keluar Lo!!!" Teriak salah seorang pria.


Didalam mobil Tanika, menggoyangkan tangan Faris, menyuruhnya cepat menjalankan mobil,mata nya tak henti melirik dua pria yang begitu menyeramkan dimata Tanika,pria itu masih saja menggedor gedor kaca mobil.


"Ris ris .. cepat ris .."


"Iya Tan iya .."


Brummmmm ..


mobil dipundurkan dengan cepat,bahkan membuat dua orang itu sedikit tersentak hampir jatuh,


Brumm .. mobil pun melaju keluar area rumah sakit,Tanika masih saja melihat ke belakang mobil,benar apa yang diduga Tanika, dua orang itu menaiki mobil mereka dan mengejar Tanika.


"Faris!! Cepat ris ,mereka ngejar kita!" Tegas Tanika,masih memegang lengan Faris.


"Apa?" Kaget Faris,dia pun menginjak pedal gas, secepat mungkin menjalankan mobil.


Kedua orang itu terus saja mengejar Faris,dengan piawai Faris menjalankan mobil dengan kecepatan di atas rata rata,ia menyalip setiap kendaraan dihadapan nya.Tapi,tentu saja dua orang itu tak menyerah, mereka masih mengejar dengan mobil mereka.


Hingga ...


Tiddd ..


"Aaa .. " teriak Tanika,


Rupanya Faris baru saja,menerobos lampu merah,dia benar benar nekad,tapi untungnya dia berhasil.


Faris melajukan mobilnyanya jauh dari rumah sakit,entah apa yang dia pikirkan.Setelah beberapa kilometer dari lampu merah itu,Faris berhenti dan bertanya pada Tanika,yang masih mengatur nafasnya,karena benar benar syok akan tindakan Faris.


"Mereka udah gak ngejar kan?" Tanya Faris menoleh pada Tanika.


Tanika yang mengatur nafas, sedikit emosi menjawab pertanyaan Faris.


"Kamu gila ya.. " Tanika sejenak mengatur nafasnya. "Kamu mau bawa kita kemana? Tadi ampir aja kita kecelakaan."


Faris malah cengengesan.


"Hehe ..ya maaf Tan,abis kamu ..bikin aku kaget,emang siapa sih mereka?" Tanya Faris,mulai penasaran,ia sedikit mengeryitkan dahi.


Tanika sedikit menunduk,


"Mereka .. anak buah Galang ris." Jawab Tanika, dengan nada sedih.


"Maksud kamu? Mereka ngejar kamu gitu? Tapi, kenapa?" Faris masih tak mengerti,malah kini wajah nya semakin terlihat bingung.


Tanika hanya mengangguk pelan.


Faris yang melihat reaksi Tanika yang sedih,ia semakin penasaran dengan kehidupan Tanika lima tahun lalu setelah ia tinggalkan.


Faris menghela nafas,ia mulai kembali menstarter mobilnya,


"Okey,kamu hutang banyak penjelasan sama aku Tan!!" Faris mulai melajukan mobilnya lagi.Ia begitu serius dengan ucapan nya itu.


Tanika seketika mengangkat wajah, menatap Faris bingung.


"Apa??" Kaget Tanika.


"Kamu jangan banyak protes ikut aku sekarang..!!" Tegas Faris.


Mobil Faris melaju dengan tenang dijalanan,tak ada perbincangan didalam mobil,hingga Faris menghentikan mobil di area parkir sebuah hotel,Tanika menatap bingung Faris,


Mau apa anak ini membawa nya ke hotel?? Begitu lah pikir Tanika..


"Ris ngapain kita ke hotel?" Tanya Tanika, heran.


Faris membuka sabuk pengaman nya,melirik sekilas Tanika,ide jailnya mulai muncul.


Ia tersenyum nakal , sedikit menaikan alisnya.


"Kamu pikir apa yang dilakukan pria dan wanita dewasa dihotel?"

__ADS_1


Tanika menautkan alisnya,


"Faris .." ucap Tanika.


__ADS_2