Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Kejutan Spesial)


__ADS_3

"Sebelum bubaran ada sebuah pengumuman penting untuk kita semua, kepada Juanda Alfarisi dan Muhammad Ramadansyah dimohon kedepan"


Pak Ilhan selaku kepala sekolah meminta para murid untuk tidak bubar dulu,di upacara hari Senin kali ini,dia meminta Faris dan Rama untuk berdiri didepan para murid yang sedang berbaris rapi dilapangan.


Didepan sana,sudah ada Bu Tanika,Bu Mira,juga guru guru yang lain yang berdiri disamping kiri Pak Ilham, sementara Bu Tanika dan Bu Mira disamping kanan Pak Ilham selaku guru pembimbing Rama dan Faris.


Rama dan Faris merasa sedikit gugup saat kepala sekolah meminta keduanya berdiri dihadapan nya.Faris dan Rama pun berjalan beriringan ke hadapan kepala sekolah.


Pak Ilham memegang mixnya lalu berdiri mengumumkan sesuatu.


"Alhamdulillah .. sekolah kita kali ini, menjadi juara lagi di olimpiade Nasional.."


Faris dan Rama terlihat berbahagia mereka saling pandang, karena sedikit tak percaya, terutama Faris tentunya.


"Faris dan Rama adalah contoh murid teladan, mereka adalah pemenang olimpiade Nasional yang patut kita contoh kegigihan dalam belajar.Selamat kepada saudara Muhammad Ramadansyah yang menjadi juara satu olimpiade Nasional, kategori matematika berhak mendapatkan uang sebesar 5 juta rupiah,juga mendali dan sebuah piala penghargaan dan Selamat juga saudara, Juanda Alfarisi yang menjadi juara dua olimpiade Nasional, kategori sains,berhak mendapatkan uang sebesar 3 juta rupiah, juga sebuah mendali dan piala penghargaan.Mari beri tepuk tangan yang meriah untuk mereka berdua" setelah pengumuman itu,para murid bertepuk tangan meriah juga sorakan yang tak henti apalagi dari kaum hawa yang notabene adalah penggemar Rama dan Faris.


"Ramaaa .. I love you Rama .."


"Kak Faris .."


"Kak Rama .. selamat .. Kak Rama I love you .."


"The Hitz the best .. love you .."


Begitu lah kiranya teriakan kaum hawa,dan para guru tentu saja hanya geleng-geleng,sembari memberikan tepuk tangan, melihat para murid yang begitu antusias.


Tentu saja,Faris, Rama,Banu mereka itu dijuluki The Hitz karena ketampanannya juga karena kepintarannya,selain itu mereka bertiga adalah sosok pria ramah dan murah hati tentu banyak perempuan yang menyukai mereka,mesin mereka tak pernah mengubris perempuan perempuan itu.


Rama adalah sosok pria cool yang selain tampan dia juga pandai dalam hampir semua bidang pelajaran,Rama awalnya adalah pria yang angkuh,tapi semenjak bersahabat dengan Faris dikelas XI,Rama menjadi sosok yang lebih ramah,wajah yang tampan jelas tak kan membuat wanita menolak pesonanya.Tapi,Rama adalah sosok yang fokus belajar dan tak peduli urusan wanita.


Faris adalah salah satu sosok idaman disekolah itu,Faris pria yang selain tampan,dia juga pintar,ramah,juga murah hati, kekurangan Faris hanya satu,Faris adalah anak yang tergolong miskin,bahkan masuk sekolah itu juga karena beasiswa.Kepopuleran Faris melejit disekolah itu, berkat kebersamaan nya dengan Rama,anak yang notabene kaya juga pintar, Rama memang angkuh awalnya,tapi dengan keramahan Faris,Rama mampu menjadi teman Faris hingga saat ini.


Lalu terakhir Banu, sosok pria yang sedikit konyol tapi,ia punya jiwa pemimpin,dia adalah ketua dalam tim basket disekolah itu, yang tentu saja sudah sering menjadi juara.Banu bukan tanpa alasan tak memiliki pacar,tapi dia adalah sosok pemilih, awalnya Banu tak pernah tertarik pada wanita, hingga waktu itu mendengar ceramah Pak Yusuf, yang membuat nya mulai tertarik bahkan sampai ingin segera menikah segala.


"Okey semua nya tenang.."Pak Yusuf beralih memengang mix "Kalian


ya .. kalau liat yang bening bawaan nya teriak aja .." Pak Yusuf meledek para penggemar the Hitz


Sindiran itupun dibalas kekehan dan sorakan kaum Adam.


"Sudah sudah .." para murid kembali diam "sekarang waktunya penyerahan mendali oleh Bapak kepala sekolah kita Bapak Ilham Prakarsa, penyerahan uang tunai oleh ibu Tanika Kusuma Pratama dan penyerahan piala oleh ibu Mira Yuningsih" Pak Yusuf pun bertepuk tangan diikuti semua orang yang ada dilapangan itu.


Pak Ilham memberikan piagam kepada Rama lalu berlanjut kepada Faris,Faris dan Rama pun mencium tangan kepala sekolah nya itu, mereka juga berterima kasih dibalas senyuman oleh Pak Ilham.


Rama dan Faris berjalan kearah Tanika, Tanika memberikan sebuah amplop kepada Rama lalu kepada Faris,saat Faris akan mengulurkan tangannya,aksinya itu dihentikan Rama yang langsung menyenggol lengan Faris.


"sekolah woy" bisik Rama ditelinga Faris ditelinga Faris,Faris yang langsung tersadar dan menurunkan lengannya.Tanika yang melihat itu sedikit terkekeh.

__ADS_1


Mereka lalu melanjutkan berjalan ke arah Bu Mira.


Faris dan Rama mencium tangan wali kelasnya nya itu,Bu Mira yang memang adalah guru yang ramah juga baik hati,ia langsung mengelus kepala dua murid nya itu.


"Kalian emang anak anak ibu yang hebat, ibu bangga sama kalian" Bu Mira tersenyum kepada dua muridnya itu.


"terima kasih Bu" ucap Faris dan Rama bersamaan.


Seusai penyerahan hadiah itu,para murid diminta kembali ke kelas masing-masing, sementara Faris dan Rama di minta ke ruang guru, untuk mendapatkan libur satu hari sebagai hadiah dari sekolah karena kesuksesan mereka dalam memenangkan perlombaan itu.


Sebagai guru pembimbing Bu Tanika dan Bu Mira pun mendapat kan hadiah berupa cuti tiga hari dari mengajar ,juga sejumlah uang dari pihak penyelenggara lomba, begitu pun dengan sekolah yang mendapat hadiah sejumlah uang yang tak perlu disebutkan jumlahnya, yang jelas hadiah itu sudah dibagi dua dengan peserta pemenang Olimpiade.


Rama dan Faris pun sangat berterima kasih, mereka pun pamit pulang.


Rama langsung menghubungi ibu dan ayahnya mengabarkan kemenangan nya dalam perlombaan.Rama juga berpamitan pada Faris, setelah dihalaman Parkir.


"Ris,yakin Lo gak mau bareng" Tanya Rama yang sudah menaiki motor nya.


"gak usah gue bisa naik ojek" jawab Faris.


"Gue ngerti kok tuh ojek lu datang" Rama menunjuk seseorang dengan sedikit menaikan dagunya.


Seseorang yang kini mendekati mereka yang tak lain adalah Bu Tanika dan Bu Mira.


Faris melihat ke arah yang ditunjuk Rama.


Faris lalu melirik Rama yang sudah melajukan motornya,belum sempat Faris mengucapkan salam padanya.


Faris lalu berjalan keluar gerbang,ia tahu Bu Tanika akan mengambil mobilnya,bukan mau mendekati nya.


Faris berjalan menuju tukang ojek terdekat.


Tiba-tiba ..


Tid tid ..


Kaca mobil itu terbuka,Tanika nampak menoleh pada Faris.


"Ayo masuk!!" pinta Tanika pada Faris yang sedang berjalan


"Iiya Bu" Faris sedikit gugup,takut ada orang yang melihat nya,Faris lalu masuk mobil.


Diperjalanan Tanika tiba tiba menepikan mobilnya dipinggir jalan.


"Selamat ya .. suamiku memang suami terbaik"


Cup .. Tanika mencium pipi Faris,membuat Faris salah tingkah dan malu sendiri.

__ADS_1


"Bu .." ucap Faris ragu


"Iya sayang" Tanika tiba tiba mengatakan sayang pada Faris, membuat Faris menelan ludah nya.


"Kita pulang Bu" dengan gugup Faris mengatakan itu, meminta mereka pulang saja, karena Faris sangat heran dengan sikap gurunya itu.


"Okey" Tanika kembali menjalankan mobilnya


Sesampainya dirumah, Tanika dan Faris masuk ke dalam rumah, mereka menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri.Tak ada Bu Hemi hari ini, Tanika sengaja meminta Bu Hemi tak datang hari ini.Tanika ingin waktu berduaan nya dengan Faris terganggu.


Seusai mandi,Faris didalam kamar,ia terus membersihkan telinganya dengan cotton Bud ,ia merasa mungkin telinganya sedikit bermasalah,makanya dia salah dengar tadi.


"Aku salah dengar ya .. Sayang?? ..tadi bilang gitu ya .." Faris lalu membuang cotton Bud itu, karena dirasa tidak ada kotoran ditelinga nya.


Tok tok..


"Ris .." Tiba tiba suara Bu Tanika memanggil nya,sembari mengetuk pintu.


"Tuh kan ..dia panggil nama,kayanya aku yang halu deh tadi" gumam Faris, lalu membuka pintu itu.


"Congratulation my sweet .." Bu Tanika menunjukkan kue bolu berwarna biru kehadapan Faris, setelah Faris membuka pintu itu.


"Ya ampun ibu .. ibu beli bolu?" Tanya Faris kaget melihat bolu dihadapan nya.


Tanika lalu langsung masuk dan menyimpan bolu itu diatas nakas.


Tanika mendekati Faris setelah menutup pintunya,lalu melingkar kan kedua tangannya dileher Faris,tepat dihadapan Faris.


"Nggak,aku bikin,gak beli,aku bikin ini khusus buat kamu,ini kejutan spesial yang aku bilang ke kamu waktu itu" Ucap Tanika dengan manja.


Faris masih mencerna apa yang terjadi.,Bu Tanika tiba tiba aneh,dia membuat kue, panggilan nya juga jadi aneh,kenapa dia panggil aku kamu,dia gak biasa nya juga manja .. itulah kiranya yang dipikirkan Faris.


Tanika mengeryitkan dahi melihat kebingungan Faris.


Tanika mendorong Faris ke atas kasur, hingga ia terbaring disana, Tanika tiba tiba meletakan kepalanya diatas dada bidang Faris.Kini Faris bisa mencium aroma wangi rambut Tanika.


"Sayang kamu tahu gak,aku bakal kasih kejutan spesial yang lebih dari ini buat kamu" Tanika memeluk erat Faris.


Faris mulai merasa kan getaran ditubuhnya,Faris mulai merasa tak karuan,ia tak tahu harus melakukan apa,meski pernah mencoba nya dengan Tanika,tapi entah kenapa Faris selalu gugup jika melihat Tanika agresif seperti itu,ia melihat Tanika yang kini mendongkang wajahnya menatap Faris.


Faris masih diam dan menatap tingkah aneh istri nya.


"Kamu kenapa?" Tanika lalu duduk disamping Faris yang sedang berbaring.


"Nggak Bu,ibu aneh lagi .." Jawab Faris menatap heran Tanika.


"Nggak kok aku gak aneh" Tanika kembali memeluk Faris. "Aku cuma kangen kamu aja" Jelas Tanika kemudian masih memeluk Faris.

__ADS_1


Faris tersenyum mendengar penuturan Tanika,iapun balas memeluk Tanika dan mencium pucuk rambutnya.


__ADS_2