Lima Tahun Yang Lalu

Lima Tahun Yang Lalu
Lima Tahun Yang Lalu (Berbeda)


__ADS_3

POV : Faris


"Sayang kamu udah baikan?" Tanya ku saat melihat Tanika sudah mencuci sayuran siang ini, padahal aku tahu betul Tanika terlihat lemas pagi tadi.


Tanika tak menjawab,ia diam saja,menaruh sayur yang dia cuci lalu bergegas ke halaman belakang.


Aku benar benar semakin merasa bersalah dengan nya,apa dia belum memaafkan ku??


Aku ikut bergegas menyusulnya ke halaman belakang,dia terlihat sedang menyiram tanaman.


"Sayang kamu masih marah? Aku kan udah minta maaf." Jelasku, merasa aku memang sudah minta maaf dan tentu saja,aku pikir dia sudah memaafkan ku.


Tanika tak menjawab,aku penasaran kenapa dia diam saja,ku hampiri dia,Ya ampun .. aku tak menyadari nya,Tanika,dia sudah menagis terisak,saat aku melihat nya.Iapun bergegas menghapus air mata nya.


"Sayang .." Aku memegang bahu nya dengan lembut.


"Apa ris? Kamu mau nyakitin aku lagi? Kamu bilang kamu gak ada hubungan sama Laras,tapi nyatanya ..." Tanika terlihat diam menahan air mata, sebelum dia melanjutkan perkataannya.


"Kamu tahu ris? Aku sakit .. sakitt banget .. kamu tega khianatin aku ris." Air mata nya semakin menjadi,kini seperti nya Tanika tak bisa menahan air matanya lagi.


Aku tahu aku salah,aku terlalu berpikir positif Tanika bisa dengan mudah memaafkan ku,tapi tidak,tidak akan semudah itu, apalagi Tanika kemarin melihat ku mencium wanita lain,sudah pasti dia akan sakit hati.


"Sayang,apa yang bisa aku lakuin, supaya kamu maafin aku?" Tanyaku sembari berlutut dihadapan nya.


"Cukup ris!! Kamu berdiri sekarang!!" Tegas Tanika menahan air mata nya.


Aku melihat matanya memerah, aku tahu dia pasti sangat terluka.Aku tak menyerah,aku memegang kedua bahu Tanika, berharap dia bisa memaafkan ku.


"Sayang .. apa yang bisa aku lakuin? Aku mohon jawab sayang,aku bakal lakuin apa aja,asal kamu bisa maafin aku."


Jelasku memohon,aku tahu Tanika akan mengerti dan memaafkan ku,aku tak ingin dia marah terus seperti ini.


Tanika menutup matanya sesaat, sebelum memulai perkataan nya,dia menghela nafas,helaan nafas yang begitu terlihat penuh kesakitan,aku mencoba tenang agar tak menekan Tanika.


"Aku mau sendiri ris." Tanika memalingkan wajahnya,ia berlalu pergi masuk rumah, meninggalkan ku sendiri.


Aku menghela nafas kasar,jujur.. aku sangat bingung harus bagaimana??


Agrhhhhkkk ... Siall .. kenapa kemarin malam aku tidak bisa mengendalikan diri sendiri??


Siang itu,saat makan siang,Tanika benar benar menjauhi ku,dia tak duduk disamping ku,bahkan dengan cepat dia mencuci piringnya,lalu berjalan menuju kamar,tanpa menoleh padaku tentu nya.


Aku kehilangan selera makan ku,aku tak tahan dengan sikap nya yang berbeda ini,aku bergegas mengikuti nya ke kamar.


Ceklek (suara pintu terbuka) ..aku masuk ke kamar, melihat Tanika sedang mengetik sesuatu di laptop nya.

__ADS_1


Aku menghampiri nya, mengambil kursi dan duduk disampingnya.


Tanika, benar benar tak menoleh sedikit pun, padahal aku yakin,Tanika tahu aku masuk ke kamar.


"Tan ...aku mohon kamu jangan kaya gini ..!?" Suasana hening,tak ada jawaban dari Tanika,dia masih fokus mengetik,sekali lagi, tanpa melihat aku yang tepat disamping nya.


"Sayang,Tanika? Aku tahu,kamu marah tapi tolong kamu jangan diemin aku kaya gini!" Pinta ku memohon padanya,aku paling tidak bisa dia perlakukan seperti ini,aku kehilangan senyum manis nya.


Tanika menghela nafas.


"Ris,aku udah bilang,aku butuh waktu sendiri." Tegasnya ,masih fokus dengan laptopnya.


"Tapi Tan,aku gak bisa kamu diemin aku terus kaya gini!?" Rengek ku, merasa seperti anak yang dibuang ibunya.


"Terus kamu mau nya apa hah?" Entah kenapa,Tanika tiba tiba membentak ku, membuat ku merasa kehilangan Tanika yang manis,aku sedikit terkejut akan sikapnya,namun tiba-tiba Tanika kembali duduk setelah sebelumnya dia berdiri sambil membentak ku.


Dia terlihat menyesal dan menunduk ,memegang kepalanya.


"Astaghfirullah ..aku kenapa Ya Allah??" Keluhnya,masih memegang kepalanya.


Aku bingung harus apa,ingin rasanya aku memeluk wanita yang sangat aku cintai ini,Tapi .. sekali lagi,ini adalah kesalahan ku,aku hanya mampu diam melihat nya tertekan karena sikap ku.


"Aku mohon kamu keluar!!" Pinta Tanika,masih memegang kepalanya, suara pelan itu masih bisa ku dengar.


"Keluar ris!! Aku mohon jangan sampe aku bentak kamu lagi." Tegas Tanika, Kembali mengetik,meski matanya kini kembali memerah,aku tahu dia pasti ingin menangis,tapi dia menahannya.


Aku mengerti,aku lebih baik keluar dan tak kembali minta maaf, mungkin benar dia hanya butuh waktu .. ya waktu dan dia pasti akan memaafkan ku.


°°°


Trek .. Tanika menaruh secangkir kopi diatas meja, aku menoleh padanya,dia kemudian duduk disofa tepat dibelakang ku.


Malam ini sepulang kerja aku langsung kembali belajar.Aku sudah memutuskan untuk berhenti bekerja,tapi sejak hari Rabu aku dipinta kerja lagi,meski aku harus mulai bekerja pada pukul 16.00 dihari Jumat dan Sabtu,karena aku harus ikut pelajaran tambahan.Restoran kekurangan pekerja, jadi meminta ku bekerja meski bekerja paruh waktu,Tanika memang melarang ku bekerja,tapi sayangnya aku tak nurut dan inilah akibat nya, kalau saja aku menuruti keinginan nya, mungkin semua ini tak akan terjadi,tapi sudahlah .. yang sudah terjadi tak akan pernah bisa dirubah,menyesal pun tak akan ada artinya.


"Aku mau tanya sesuatu sama kamu!?" Tanya Tanika, setelah menyimpan kopi dihadapan ku.


Aku ikut duduk disofa, merasa antusias karena akhirnya,Tanika mau berbicara padaku,aku harap dia mau memaafkan ku.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu gak diemin aku lagi,kamu mau tanya apa sayang? Aku bakal jawab." Jelasku antusias,aku yakin dia bisa memaafkan ku.


"Apa hubungan kamu sama Laras?" Tanya nya serius,tanpa melirik ku sedikit pun.


Aku mengeryitkan dahi, merasa heran dengan pertanyaan Tanika,aku pikir dia sudah mengerti, aku tak punya hubungan apa-apa dengan Laras,dan semua yang terjadi murni adalah kesalahan pahaman.


"Aku gak punya hubungan apa apa sama dia sayang." Jelasku, lalu memberanikan diri menggenggam tangan nya.

__ADS_1


Dia menghempaskan tanganku dengan cepat,matanya memerah menahan air mata,dia menatap ku dengan tajam.


"Terus apa alasan kamu cium dia?" Tanya nya, kembali ku lihat air mata jatuh dipipi nya.


Entah kenapa,aku sulit menjawab pertanyaan satu ini,aku tidak mungkin menjawab aku sudah tak tahan dan aku mencium nya ... Agkhhhh ..sial ..ini benar benar salah ku yang tak bisa menahan diri,aku mengalihkan pandanganku,jujur aku tak bisa menjawab pertanyaan nya kali ini,aku tidak tahu harus jawab apa.


"Kenapa? Kenapa gak jawab? Oh .. okey kalau gitu,kamu punya hubungan sama dia kan? kalau gitu,silahkan ris!! kamu nikmati hubungan kamu itu, untuk apa kamu peduli sama saya? saya gak punya apa-apa ris,saya juga gak bisa muasin kamu,kaya cewe sexy itu kan?? Silahkan ris,semua terserah kamu.."


Tanika berdiri,aku semakin salah tingkah, bingung harus bagaimana?? Aku tak bisa menjawab pertanyaan nya dan juga aku tak mau dituduh seperti ini,apa yang harus ku jelas kan padanya,jelas sekali kemarin malam tubuh ku benar benar tak terkendali.


"Kenapa kamu diem ris? Saya emang gak bisa muasin kamu kan? Saya udah bilang dari awal kan saya lebih pantes jadi Kaka atau Tante kamu bukan istri kamu,saya gak sesexy wanita itu ris,saya ikhlas kalau kamu talak saya sekarang juga." Jelas Tanika membuat ku tersentak,tak percaya dengan yang dia katakan,aku sama sekali tak ingin berpisah dari nya,tapi kenapa Tanika begitu tega mengatakan itu.


Aku langsung berdiri memegang pergelangan tangan nya.


"Maksud kamu apa? Aku sama sekali gak mau pisah sama kamu." Jelasku tak ingin menceraikan nya,tentu saja karena aku mencintai nya,aku tak ingin kehilangan nya, tapi penjelasan pun aku tak punya, untuk kejadian kemarin malam.


"Kalau gitu jelasin apa alasan kamu,kalau emang bukan karena kamu punya hubungan sama Laras!!?" Pintanya, kembali membuat bingung harus jawab apa.


"Itu .. aku ..aku udah bilang kan, aku gak bisa ngendaliin diri aku sendiri." Jelasku agak gagap,karena hanya itu yang bisa ku jawab.


"Hah ...?? Kamu gak bisa kendaliin diri,kamu gak tahu gimana perasaan saya kan ris? Saya sakit ris, karena kelakuan kamu itu, alasan kamu konyol ris.Kenapa ris ?? Kenapa kamu lakuin ini, disaat saya udah sayang sama kamu? Kenapa?" Tanya Tanika menatapku, dengan air mata yang berlinang.


"Sayang ..aku gak maksud sakitin kamu,aku minta maaf,kamu salah faham." Jelasku memohon agar dia memaafkan ku.


"Cukup!!! Cukup ris, mulai sekarang jangan salahkan saya, kalau sikap saya berbeda,saya sadar saya gak pantes buat kamu,saya minta maaf,karena saya kita gak punya keturunan,saya terlalu tua, mungkin karena sayalah kita gak punya anak, sekarang pilihan ada ditangan kamu,silahkan saja ris,kamu boleh pilih wanita manapun,jangan dekati saya lagi,saya gak mau jadi penghalang masa remaja kamu,kamu gak harus tanggung jawab sama saya,kamu boleh talak saya." Jelas Tanika dengan senyum yang dibuat buat,aku tahu hati nya terluka,bicara Tanika sudah mulai terlalu jauh dan menyalahkan diri sendiri, padahal semua jelas salahku.


Aku hanya mampu diam mendengar ucapan nya,Tanika melepaskan genggaman tangan ku.


"Ayo ris!! talak saya sekarang,saya bakal pergi ris dan gak akan ganggu hubungan kamu sama Laras,itukan yang kamu mau?" Tanika masih bersikukuh dengan permintaan anehnya,yang sangat tidak aku suka itu.


"Gak sayang,kamu salah faham,aku gak bakal ninggalin kamu." Jelas ku tak setuju dengan permintaan nya.


"Ya udah terserah kamu,saya hanya gak mau cinta saya sama kamu jadi beban buat kehidupan kamu,cukup bagi saya mencintai kamu,jika memang kamu menginginkan wanita lain,silahkan!! Tapi tolong !! Jangan .. jangan tunjukan dia dihadapan saya .. saya mohon." Tanika memohon dengan kedua tangan nya 🙏.Air matanya terus mengalir,dia seperti nya memang sangat terluka,aku hanya mampu terdiam melihat dia.


"Sakit sekali ris,ketika kita melihat orang yang kita cinta bermesraan dengan orang lain,saya hancur ris,saya gak mau liat itu lagi, jadi tolong jangan tunjukin hal itu lagi,semua terserah kamu,saya cuma gak kuat ris,saya punya hati,hati saya hancur ris,liat kamu ciuman sama dia." Jelas Tanika masih dengan air mata yang berlinang,aku sangat tidak tega melihat nya,ku coba rangkul dia,tapi dengan sigap dia menepis tanganku.


"Jangan sentuh saya,kamu tahu? Setiap kamu sentuh saya, saya semakin cinta sama kamu dan perasaan cinta itu hancurin saya perlahan,mulai sekarang jangan pernah temui saya lagi." Tanika pergi dari hadapan ku, menyisakan rasa sakit mendalam dihatiku ,atas perkataan terakhir nya, dia sudah tak mau dekat dengan ku lagi,aku tidak tahu harus berbuat apa.Perkataan Tanika seakan menusuk ku, dia ingin pergi jauh dari ku, tapi aku tahu itu pasti bukan keinginan nya.


[Ini ongkos kamu,saya gak bisa antar jemput kamu lagi.]


Ku baca tulisan Tanika itu,aku menghela nafas kasar,meremas kertas itu.Seperti biasa sarapan sudah tersedia,tapi Tanika sudah berangkat,sejak kejadian malam itu,Tanika benar benar tak pernah melihat ku,dia pindah kamar dan tak menunjukkan wajah nya dihadapanku.Hari ini juga,dia tak ingin melihat ku,dia pergi ke sekolah duluan dan meninggalkan ongkos untuk aku pergi sekolah.


"Aku gak butuh ini!!" Ku lempar tiga lembar uang seratus ribuan itu."aku butuh kamu kembali seperti dulu Tan,aku sayang sama kamu." Aku merasa kan lemas dikakiku, rasanya aku gak sanggup harus seperti ini,akupun tertunduk dilantai memegang kursi itu, rasanya kaki lemas dan semua selera makan ku hilang.


Aku hanya ingin Tanika kembali,aku salah .. aku ingin memperbaiki segala nya,aku mencintai nya,aku ingin dia seperti dulu,aku tak sanggup seperti ini,tapi aku tak punya bukti atau alasan kuat meyakinkan Tanika,semua nya adalah kesalahan pahaman.

__ADS_1


__ADS_2